HARUS BANGGA MENJADI GURU
By: Date: January 5, 2017 Categories: Uncategorized

Harus Bangga Menjadi Guru

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

?Tidak terdapat satupun orang sukses di global ini tanpa sentuhan seseorang pengajar. Guru rela membuahkan muridnya sebagai orang sukses, bahkan rela menjadikannya lebih sukses menurut dalam anaknya sendiri.? (Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Kabinet Kerja)

Tanggal 25 November merupakan hari akbar bagi para guru pada Indonesia, setiap tanggal tersebut diperingati sebagai hari pengajar nasional. Hal ini merupakan apresiasi & penghargaan bagi profesi pengajar yg menaruh andil sangat besar bagi kemajuan bangsa & negara Indonesia. Bisa dibayangkan jika di sebuah negara tidak ada yg namanya guru, maka negara tersebut nir akan sebagai negara yang mempunyai kekuatan buat bersaing.

Dalam peringatan hari guru ditingkat nasional, setiap tahun pemerintah Republik Indonesia selalu menaruh penghargaan bagi pengajar yg berprestasi & berdedikasi tinggi terhadap pendidikan. Hal ini memacu para guru pada semua pelosok negeri buat meningkatkan kompetensi dan prestasinya dalam bidang pendidikan. Maka pantaslah berbangga bagi sebagian orang yg berprofesi menjadi pengajar, apalagi sebagai guru berprestasi yg menerima penghargaan hingga tingkat nasional.

Profesi pengajar ketika ini memang sedang sebagai sorotan dari banyak sekali kalangan, terutama selesainya adanya pengakuan pemerintah atas profesi guru yg salah satunya merupakan adanya pembayaran tunjangan profesi guru yang diberikan sang pemerintah bagi guru yg telah memenuhi kondisi guru profesional. Perhatian pemerintah seperti ini menaruh semangat & memacu para pengajar buat menjadi lebih baik & menaikkan kompetensi sinkron dengan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini pun mengakibatkan jurusan pendidikan di aneka macam universitas banyak yang menentukan.

Kalau kita bandingkan dengan negara-negara maju yg terdapat di belahan dunia, memang profesi pengajar adalah profesi yang sangat poly diminati oleh penduduknya, tidak bisa dipungkiri perhatian yang baik berdasarkan pemerintah atas profesi guru, terutama kesejahteraan pada guru menjadi daya tarik sehingga banyak yang memilih profesi menjadi guru. Menjadi pengajar di negara maju proses seleksinya sangat ketat, & orang-orang yang menjadi guru tadi sahih-sahih adalah orang yang mempunyai kompetensi yg tinggi. Sehingga sangat masuk akal jika sumber daya insan di negara-negara maju memiliki kualitas yang sangat tinggi, karena mempunyai guru yg berkualitas.

Guru adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan yg merupakan dasar kemajuan sebuah negara agar sanggup bersaing menggunakan negara-negara lain yang terdapat pada seluruh global. Kita masih jangan lupa sejarah waktu negara Jepang dikalahkan oleh sekutu melalui bom atom yg di jatuhkan di kota Nagasaki dan Hirosima, ketika itu Jepang luluh lantah dan mendapatkan kehancuran yg maha dahsyat. Setelah kejadian itu kaisar Jepang sangat sadar bahwa negaranya wajib bangkit kembali buat bisa sejajar menggunakan negara-negara lain, & ketika itu pekerjaan pertama yang dilakukan oleh kaisar Jepang merupakan bertanya berapa banyak pengajar yg tersisa.

Kaisar Jepang sangat menyadari bahwa buat membangkitkan pulang kejayaan negaranya adalah melaui pendidikan, karena pendidikan tidak akan berhasil tanpa adanya guru, dan dalam waktu yg nir begitu usang Jepang telah sanggup bangkit dari keterpurukan & mampu mensejajarkan diri dengan negara lain, bahkan bisa melampauinya. Inilah bukti bahwa pendidikan yg dicipatakan oleh guru sangat akbar pengaruhnya terhadap kemajuan suatu bangsa.

Maka sangat masuk akal bila profesi menjadi guru di negara-negara maju sebagai sebuah pujian bagi setiap orang yg menjalaninya. Apakah hal ini sudah terjadi di negara kita Indonesia tercinta? Apakah pengajar-guru pada Indonesia telah merasa bangga menggunakan profesinya menjadi seorang pengajar? Kebanggaan menyandang sebuah profesi semestinya wajib dimiliki oleh setiap orang yang mempunyai profesi tersebut, sebab menggunakan pujian tadi maka orang yang menyandang profesi tadi akan bersungguh-sungguh menjalankan profesinya menggunakan rasa tanggung jawab penuh.

Kesungguhan pengajar pada menjalankan tugasnya merupakan modal yang sangat mengagumkan pada rangka memajukan pendidikan, karena kiprah pengajar pada sekolah/madrasah selama ini belum mampu tergantikan sang yang lain bahkan sang peralatan sophisticated sekalipun, terutama kiprah pengajar pada menanamkan sikap yg baik atau pendidikan karakter terhadap peserta didik yg merupakan modal akbar bagi suatu bangsa.

Selain itu keikhlasan guru dalam menjalankan profesinya merupakan sikap dan energi positif bagi kemajuan pendidikan, sebab tanpa keikhlasan dari seorang guru dalam menjalankan profesinya tidak akan menghasilkan output yang berkualitas dan sempurna sesuai dengan apa yang dicita-citakan dalam tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa serta memiliki ilmu pengetahuan yang bisa bersaing dengan negara-negara lainnya.

Keikhlasan guru dalam menjalankan profesinya akan menaruh kekuatan pada dirinya buat permanen konsisten pada menjalankan tugasnya, perilaku konsistensi ini tidak akan mensugesti kinerjanya menggunakan aneka macam kondisi apapun baik dalam keadaan susah apa lagi dalam keadaan senang .

Kebanggan menjadi seseorang guru perlu ada pada setiap diri yg menjalani profesi menjadi pengajar. Rasa bangga menjadi pengajar akan menaruh spirit yg bertenaga bagi pengajar buat menikmati & menjalani profesinya menggunakan baik. Kebanggaan sebagai seorang guru merupakan modal akbar yg wajib selalu dipelihara sang setiap pengajar, karena rasa bangga ini akan menaruh rasa percaya diri yg bertenaga pada menjalankan tugasnya. Jangan sampai profesi pengajar ini sebagai sebuah profesi residu karena alasan tidak menerima pekerjaan yg lain, hal ini akan menimbulkan kesan bahwa menjalankan profesi sebagai guru merupakan pekerjaan yang gampang yang tidak memerlukan keahlian yg khusus, sehingga mereka menjalankan tugasnya dengan sembarangan & tanpa persiapan yang matang.

Selamat pada para pengajar yang sudah rela membaktikan dirinya untuk kemajuan bangsa, semoga amal kebaikan yg telah diberikan sang para pengajar pada mencetak generasi bangsa yg unggul sebagai amal kebaikan di dunia maupun pada akhirat, walaupun kita tahu hingga ketika ini masih poly guru yang masih jauh menurut istilah sejahtera pada kehidupannya, akan tetapi gampang-mudahan tidak menurunkan semangat buat terus mengabdikan diri pada bangsa & Negara ini. Mudah-gampang kedepannya kesejahteraan guru semakin meningkat, supaya rasa bangga dan tulus sebagai guru lebih meningkat demi kemajuan bangsa dan Negara kita tercinta. Amin

Artikel ini pertama kali diterbitkan di harian generik Kabar Priangan

*Guru Matematika di MTs Cijangkar Ciawi dan Pembina ekskul Jurnalistik MTs Cijangkar, blog bisa dikunjungi http://www.jurnalistikmtscijangkar.blogspot.com

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis jua aktif pada komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *