PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK
By: Date: January 6, 2017 Categories: Uncategorized

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

*Guru Matematika pada MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

Informasi dan teknologi (IT) atau dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan istilah Information Communication Technology (ICT) saat ini sudah bukan barang yang asing di telinga kita, semua aspek kehidupan saat ini sudah tidak terlepas dari penggunaan IT/ICT, di perkantoran baik milik pemerintah atau swasta, di sekolah, atau bahkan untuk kegiatan konsumsi pribadi setiap individu saat ini sudah tidak bisa dilepaskan dengan keterikatan pada penggunaan media yang berbasis IT/ICT.

Karena pentingnya penggunaan teknologi IT dalam kehidupan sehari-hari, maka pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional, mulai mewajibkan agar setiap sekolah menengah (SMP atau sederajat & SMA atau sederajat) memberikan mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Dengan pada berikannya pelajaran TIK sejak awal diharapkan dominasi teknologi ini sang para siswa sebagai bekal dalam menjalani pendidikan berikutnya dan dalam kehidupan sehari-hari yg memang sudah nir sanggup dilepaskan dari pengunaan teknologi IT ini.

Salah satu media IT yang saat ini sedang banyak di pakai oleh masyarakat adalah internet. Internet (Interconnection Network) dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif. Internet merupakan sebuah jaringan (Internet Protokol) yang terdiri dari beberapa komputer yang sudah terkoneksi ke dalam jaringan global.

Dalam praktiknya pengguna internet tidak hanya menggunakan komputer (Personal Komputer/Laptop), tetapi saat ini ada perangkat yang lebih praktis yaitu smartphon yang bisa dipakai dan digunakan dengan mudah oleh semua kalangan termasuk anak-anak. Kemudahan mengakses internet dapat mengakibatkan hal yang positif dan negatif bagi para penggunannya.

Sisi positif dari penggunaan internet antara lain kemudahan menerima berita dan komunikasi. Informasi yg terdapat diinternet sangat poly, baik berita positif juga negatif dan hal inilah yg wajib bisa disikapi menggunakan baik oleh para pengguna internet, karena semua liputan ini bisa diterima sang siapapun termasuk anak-anak pengguna internet.

Saat ini sedang marak penggunaan media sosial yang berbasis internet yang beredar di masyarakat. Diantara media sosial yang sedang tren digunakan saat ini adalah facebook dan whatsApp (WA), yang penggunaanya termasuk anak-anak usia sekolah. Media sosial yang sedang marak saat ini selain memberikan imbas positif juga memberikan akibat yang negatif, diantaranya sudah banyak terjadi kejahatan yang bermula dari penggunaan media sosial tersebut.

Penggunaan media sosial di kalangan anak-anak perlu diwaspadai dan diperhatikan dengan sangat intens oleh orang tua di rumah dan oleh para pendidik di sekolah/madrasah, sebab hal ini akan mengarahkan anak-anak dalam sebuah keadaan yang nantinya akan membentuk karakter mereka dalam kehidupan bersosial. Penggunaan media sosial yang sipatnya tertutup akan memudahkan anak-anak berbuat dan berprilaku semaunya sendiri dalam berhubungan dengan orang lain tanpa ada yang mengarahkan mana yang baik dan mana yang buruk.

Karakter anak yg masih labil semestinya diarahkan sang orang tua agar mereka tidak galat memilih jalan dalam berkehidupan baik individu maupun sosial, karena karakter akan terbentuk dari kebisaaan-kebisaaan prilaku mereka yg usang-kelamaan akan menjadi budaya dan menempel dalam jiwa mereka. Oleh karena itu sangat perlu memberikan arahan pada anak-anak, bagaimana cara yang baik dalam memanfaatkan media umum.

Pengertian Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media yang digunakan oleh orang banyak secara online, sehingga para penggunanya bisa membangun sebuah jaringan komunikasi yang didalamnya ada aktifitas komunikasi dan berbagi informasi. Media sosial sebetulnya sudah ada sejak dulu, namun media yang digunakan sekarang sudah berbeda. Hal ini diawali dengan berkembangnya jaringan komputer atau yang lebih dikenal dengan istilah internet yang memudahkan semua orang yang ada di seluruh dunia bisa berhubungan dengan mudah, cepat dan juga murah.

Kini media sosial menjadi bagian, bahkan mungkin bagian penting bagi sebagian orang atau kehidupan manusia. Banyak aktifitas manusia, baik pribadi maupun sosial, yang dikomunikasikan melalui media sosial. Nama-nama seperti facebook, twitter, instagram, WhatsApp (WA), BBM dan Linkedin cukup populer di Indonesia. Bahkan sudah makin biasa orang menyebutnya sumber informasi yang diperolehnya adalah media sosial sehingga menyatakan, “saya baca di media sosial…” atau “saya lihat di media sosial”.

Media sosial yang saat ini marak digunakan merupakan jejaring sosial, dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian bisa terhubung dengan orang lain untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Saat ini media sosial/jejaring sosial yang sedang marak di gunakan adalah salah satunya WhatsApp (WA) yang hampir semua kalangan menggunakan. Dengan WA mereka bisa berkomunikasi dan berbagi informasi dalam sebuah komunitas untuk kepentingan yang disepakati.

Media yang digunakan untuk aplikasi WA ini bisa menggunakan komputer baik PC atau Laptop bahkan bisa menggunakan smartphon yang saat ini hampir semua kalangan memiliki, oleh karena itu penggunaan media sosial ini sangat tinggi intensitasnya, tanpa dibatasi ruang dan waktu bisa kapan saja dan di mana saja, tak terkecuali dari kalangan anak-anak yang merupakan usia sekolah.

Media sosial mempunyai karakteristik-karakteristik, yaitu sebagai berikut :

1.        Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet

2.        Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatuGatekeeper

3.        Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya

4.        Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Media sosial berkembang sangat cepat seiring dengan berkembangnya perangkat teknologi yang dipakai sang manusia. Saat ini insan sanggup menggunakan cepat melakukan komunikasi & memperoleh berita apa saja yg mereka inginkan. Perkembangan teknologi digital inilah yg menjadi cikal bakal tumbuh pesatnya media umum sebagai akibatnya bermunculan majemuk media umum yg menggunakan mudah digunakan oleh seluruh orang tanpa ada batasan pemakainya, sanggup kapan saja & di mana saja menggunakannya.

Informasi yang tersebar di media sosial pun berseliweran tanpa terdapat penyaring. Informasi yang salah & yang sahih telah sangat sulit dibedakan, lantaran masuknya fakta pada media sosial pribadi menurut individu pengguna yang majemuk menggunakan maksud & tujuan masing-masing tanpa terdapat proses sensor sebagaimana layaknya sebuah berita yg akan pada sampaikan keruang publik yang penerimanya merupakan kalangan yg majemuk.

Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Selain itu, hadirnya media sosial juga mengubah orang kebanyakan yang biasa dinamakan sebagai kelompok status media rendah menjadi akrab dan biasa menggunakan media. Orang dengan status media rendah ini bisa mengomentari peristiwa aktual, bisa memarahi siapa saja, atau bisa mengungkapkan pikiran yang tak terungkapkan dalam media konvensional atau media mainstream. Uniknya media sosial juga digunakan juga oleh mereka yang dikategorikan sebagai kelompok status media tinggi seperti para pesohor dan pejabat publik.

Pengertian Pendidikan Karakter

Secara etimologis, karakter berasal dari bahasa Latin kharakter atau bahasa yunani kharassein yang berarti member tanda (to mark), atau bahasa Prancis carakter, yang berarti membuat tajam atau membuat dalam. Dalam bahasa Inggris character, memiliki arti: watak, karakter, sifat, peran, dan huruf. Karakter juga diberi arti a distinctive differenting mark (tanda yang membedakan seseorang dengan orang lain. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, karakter diartikan sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaa, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada orang lain.

Pendidikan karakter merupakan usaha buat membantu anak atau siswa pada membuatkan jiwa mereka menuju ke arah yang lebih baik, perkembangan jiwa meliputi sikap dan perilaku yang baik yg nantinya akan sebagai kebisaaan baik yg mereka lakukan kapanpun & dimanapun mereka berada. Oleh karenanya pendidikan karakter harus dilakukan secara terus menerus, sehingga walaupun peradaban dan perkembangan zaman terus semakin maju, maka dengan karakter yang baik maka seorang bisa menyaring hal-hal negatif agar mereka nir terpengaruh & terjerumus ke pada pertarungan yang bisa menghambat tatanan kehidupan.

Pendidikan karakter adalah upaya buat membantu perkembangan jiwa anak-anak baik lahir juga batin, menurut sifat kodratinya menuju kearah peradaban yang manusiawi dan lebih baik. Dalam perpektif Islam, pendidikan karakter secara teoritik sebenarnya sudah terdapat semenjak Islam diturunkan pada dunia, seiiring dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW untuk memperbaiki atau menyempurnakan akhlak (karakter) insan.

Karakter atau akhlak baik ini wajib ditanamkan kepada diri manusia sejak dini, mulai usia pra sekolah, usia sekolah bahkan sampai masuk dalam strata sekolah tinggi. Penerapan karakter baik semenjak dini, akan mengantarkan manusia melakukan semua kegiatannya menurut pencerahan. Kesadaran tersebut akan menuntun insan buat melakukan hal yg dianggap berat oleh sebagian orang menjadi terasa ringan, termasuk godaan-godaan yg mengarahkan kepada perbuatan negatif akan tersaring oleh karakter baik yang telah tertanam dalam dirinya.

Kemajuan teknologi, fakta dan komunikasi waktu ini menaruh ruang yang akbar terhadap perilaku-perilaku negatif, kita tidak sanggup membendung dan membantah arus kemajuan tersebut lantaran segi positifnya jua nir kalah penting, yang diperlukan merupakan filter buat menjaga supaya impak negatif tadi nir menjadi virus bagi keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, oleh karena itu pemerintah berkepentingan buat memberikan pendidikan karakter bagi warganya melalui pendidikan formal, pendidikan informal maupun pendidikan non formal. Jalur pendidikan adalah sarana yang paling sempurna buat menanamkan karakter baik bagi anak, karena melalui pendidikan ini anak akan diberikan ilmu pengetahuan mengenai banyak sekali hal, termasuk dibuat karakternya semenjak dini supaya sebagai kebisaaan yg baik dan terus mereka lakukan kapanpun & dimanapun mereka berada.

Keberhasilan pendidikan karakter pada sekolah/madrasah bisa tercermin berdasarkan konduite sehari-hari yang dilakukan siswa di sekolah/madrasah. Perilaku baik yang dilakukan siswa pada sekolah/madrasah ditunjukan menggunakan perilaku amanah, kepedulian pada sesamanya, disiplin pada aneka macam hal, taat terhadap aturan sekolah/madrasah, hormat pada pengajar, saling menghargai, nir berlaku sombong, menyadari akan tugas yang wajib dikerjakan, dan poly sifat-sifat yg baik lainnya yg dilakukan sang peserta didik. Keberlangsungan sifat-sifat yg baik tersebut menjadi tanggung jawab bersama bagi stakeholder yg ada di sekolah/madrasah, terutama pengajar yang setiap hari berada disekolah/madrasah.

Kewajiban orang tua pada mendidik anaknya tidak sebatas memberikan pengetahuan kepada anak-anaknya, tapi jua bertanggungjawab atas pendidikan karakter. Kewajiban ini pun melekat pada pengajar menjadi pendidik ketika anak-anak berada pada sekolah/madrasah. Pendidikan karakter sangat perlu diberikan pada anak-anak agar mereka dikemudian hari mempunyai pengetahuan yg mumpuni yg ditunjang menggunakan perilaku atau perilaku yang baik dalam menjalankan kehidupannya.

Sosok pengajar menjadi orang tua yang mempunyai tanggung jawab kepada siswa terhadap pendidikan pada sekolah, nir hanya berkewajiban mentransfer ilmu pengetahuan sinkron menggunakan bidang keilmuan yg dia miliki, tetapi juga wajib memberikan pendidikan karakter terhadap anak didiknya. Guru wajib memiliki kesadaran, pemahaman, kepedualian dan komitmen yang tinggi buat membimbing anak didiknya menjadi insan yang sholeh & sholehah.

Pengaruh Media Sosial Terhadap Perkembangan Karakter Peserta Didik

Media sosial terbentuk menurut perkembangan teknologi yang semakin pesat lewat sebuah jaringan dunia yang tak terbatas ruang & saat. Jaringan global ini akan mendekatkan semua pengguna media umum pada sebuah wadah tanpa terdapat batas, sebagai akibatnya interaksi yang terbentuk dengan bebas akan menaruh ruang kepada siapapun buat mendapatkan berita tanpa filter yang baik.

Pengguna media umum saat ini paling poly di pakai oleh para remaja atau anak-anak usia sekolah yang merupakan fase dimana mereka sedang mencari jati diri buat mereka tunjukan pada orang lain. Seandainya informasi yang mereka dapatkan adalah warta yang salah , kemudian mereka meniru perbuatan tadi, maka usang-kelamaan akan menjadi kebisaaan yg akhirnya akan menciptakan karakter hidup mereka pada masa yang akan tiba. Karakter negatif inilah yg nir dibutuhkan dari efek penggunaan media umum yang ketika ini sedang marak dan keberadaannya tidak mampu dibantah.

Banyaknya pengguna media sosial dari kalangan anak-anak yang merupakan usia sekolah,  perlu dicermati dan diantisipasi oleh para guru sebagai pendidik di sekolah/madrasah. Peran guru dalam menangkal akibat negatif dari penggunaan media sosial yang di gunakan oleh peserta didik adalah dengan cara mengarahkan penggunaan media sosial tersebut untuk kegiatan yang positif yag menunjang pembelajaran baik yang dilakukan di sekolah/madrasah maupun dirumah.

Dalam Undang-Undang sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 bab I Pasal 1 ayat 4 dijelaskan bahwa peserta didik merupakan anggota warga yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yg tersedia dalam jalur, jenjang, & jenis pendidikan tertentu. Dalam Bab V Pasal 12 ayat 2b dinyatakan bahwa setiap perserta didik berkewajiban menjaga norma-kebiasaan pendidikan buat menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.

Berdasarkan UUSPN No. 20 Tahun 2003 tadi kentara bahwa kewajiban peserta didik buat menjaga norma-norma pendidikan adalah proses membangun karakter baik dalam diri peserta didik, sebagai akibatnya upaya buat mencegah perkembangan karakter tidak baik melalui media sosial perlu dilakukan sang setiap guru sebagai orang tua pada sekolah/madrasah pada rangka pembentukan karakter bangsa yg bermartabat.

Pemanfaatan Media Sosial dalam Pembelajaran

Banyaknya pengguna media sosial dari kalangan anak-anak usia sekolah perlu menjadi perhatian dan bahan untuk membuat strategi pembelajaran oleh guru di sekolah/madrasah supaya penggunaan media sosial ini mengarah pada hal-hal yang positif, sebab penggunaan media sosial tersebut tidak bisa dicegah, kalaupun di sekolah/madrasah para peserta didik dilarang untuk menggunakan gaget namun mereka bisa menggunakan di luar sekolah.

Media sosial sanggup dimanfaatkan oleh guru sebagai media pembelajaran yang bermanfaat bagi peserta didik. Misalnya pengajar memanfaatkan media sosial buat alat berdiskusi bahan ajar, atau mengaupload bahan ajar yg akan dibahas, para peserta didik mampu membuka asal pembelajaran melalui media sosial tadi, sehingga perhatian mereka kearah yang negatif bisa diminimalisir.

Media pembelajaran sangat penting bagi seseorang guru buat membicarakan atau mentransfer ilmu pengetahuan pada peserta didik. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai buat membicarakan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan murid sebagai akibatnya bisa mendorong proses belajar, yg dalam akhirnya bisa mengantarkan anak didik pada pencapaian tujuan pembelajaran

Pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran akan sangat bermanfaat bagi guru dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru & siswa bisa memanfaatkan media umum buat berdiskusi mengenai materi pembelajaran, atau mengupload materi pembelajaran yang akan dibahas dalam pertemuan berikutnya. Hal ini sanggup dilakukan karena buku sudah terdapat dalam bentuk digital, lalu buat melihat output pekerjaaan anak didik supaya mampu dikoreksi sang guru bisa mengunakan media foto yg lalu output pemotretannya pada bagikan ke media umum menjadi bahan buat diskusi.

Proses diskusi yang terjadi memang tidak semua peserta didik terlibat aktif, ada juga yang pasif. Tetapi proses diskusi ini bisa disimak oleh anggota grup diskusi yang lain, artinya walaupun sebagian anggota pasif tapi mereka masih melakukan proses pembelajaran dengan cara menyimak keaktifan diskusi  anggota yang lainnya. Inilah manfaat media sosial yang dapat diterima oleh penggunanya kalau pemakaiannya diarahkan untuk hal-hal yang positif.

Dampak Pemanfaatan Media Sosial Untuk Pembelajaran Terhadap Perkembangan  Karakter Peserta Didik

Penggunaan media sosial dikalangan anak-anak yang adalah usia sekolah akan tetap berjalan sampai waktu yg tidak bisa ditentukan. Perkembangan teknologi yang semakin maju akan menciptakan & mengarahkan penggunan media sosial yg lebih terkini, karena perkembangan teknologi berjalan begitu pesat tanpa harus menghitung tahun, pada hitungan mnt atau jam teknologi itu bisa berubah, sebagai akibatnya dimungkinkan seseorang anak akan terus menggunakan media umum ini sampai masa tuanya. Ini merupakan bisa jadi akan mempengaruhi prilaku hidup mereka yg akhirnya membangun karakter kehidupannya dan bila sudah sebagai karakter maka perilaku ini akan terus mereka lakukan hingga akhir hayatnya.

Bimbingan yg baik kepada anak-anak atau peserta didik terhadap penggunaan media umum yg positif akan membantu pembentukan karakter hidup mereka menuju kearah yang lebih baik, karena media sosial yang nir sanggup tanggal menurut kehidupannya akan menaruh keterangan yg sulit buat disaring. Kalau siswa disibukan dengan menggunakan hal yg positif pada media umum, maka mereka pun akan cenderung melakukan hal-hal yg positif. Media sosial pula mengubah proses komunikasi pembelajaran di forum pendidikan.

Media sosial itu menawarkan wahana yg memungkinkan kita belajar berdasarkan menggunakan beserta orang-orang terpandai yang sanggup kita ?Jumpai? Di seluruh global. Media sosial sendiri tidak mengubah kita sebagai rakyat namun cara kita memanfaatkan media umum itu melahirkan dampak.

Dalam penggunaan media umum terdapat hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam komunikasi melalui media umum ini, orang lebih banyak memakai komunikasi tertulis ketimbang komunikasi verbal. Ini memberikan ruang pada peserta didik untuk menaruh pertanyaan yg bisaanya sulit mereka lakukan waktu pelaksanaan proses pembelajaran pada kelas. Berbagai alasan yang mampu dikemukakan waktu peserta didik enggan buat terlibat akatif pada kelas antara lain karena tidak punya keberanian buat mengeluarkan pendapat dengan alasan membuat malu atau takut diejek oleh temannya karena disebut siswa terbelakang. Dengan media umum yang memakai cara komunikasi tertulis ini akan membantu buat berani mengeluarkan pendapatnya pada forum diskusi.

Penulis sendiri mengalami pengalaman yang serupa, yaitu waktu siswa diajak buat berdiskusi pada kelas, maka sangat sulit buat mereka berani mengeluarkan pendapat walaupun sudah dipancing dengan pertanyaan-pertanyaan stimulus. Tetapi menggunakan memakai media umum beberapa siswa mulai berani buat mengeluarkan pendapat atau bertanya.

Percakapan dalam diskusi tadi membuktikan bahwa peserta didik punya ketertarikan buat belajar, mereka mau melakukan hal ini karena media yg mereka pakai menarik dan sesuatu yang mereka banggakan saat sanggup menggunakannya. Kalau kegiatan positif seperti ini tak jarang terjadi dan siswa menikmatinya menggunakan penuh kesadaran, maka hal ini akan membantu perkembangan karakternya ke arah yang positif, lantaran mereka dengan penuh pencerahan sudah terbiasa melakukan yg baik tanpa ada paksaan dari siapapun. Para siswa juga tidak hanya terlibat pada percakapan diskusi melalui goresan pena, namun terdapat jua yg aktif mengerjakan soal & kemudian hasilnya diposting digrup disukusi buat dikomentari oleh pengajar pembimbing atau sahabat temanya.

Pengunaan media umum oleh anak-anak yang adalah usia sekolah ini akan menaruh manfaat yg positif apabila penggunaanya dibimbing & diarahkan sang orang tua atau guru pada kegiatan yg baik. Ketertarikan anak untuk selalu menggunakan media umum yang sekarang sedang marak dan keberadaanya yg nir bisa dibantah akan tersalurkan dan menghasilkan energi positif dalam membangun karakter anak/peserta didik. Kita nir bisa menghindari arus perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, karena jika kita menolak maka kita akan ketinggalan langkah sang orang lain, pemanfaatan yang tepat guna pada menggunakan media sosial atau teknologi akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita & generasi kita pada masa yg akan datang.

KESIMPULAN

Kemajuan teknologi yg waktu ini berkembang dengan sangat cepat, keberadaanya tidak sanggup ditolak sang seluruh kalangan. Seiring menggunakan kemajuan teknologi yg begitu dahsyat, diikuti pula oleh berkembangnya media-media sosial yg berbasis teknologi dan marak dipakai oleh banyak sekali kalangan termasuk sang anak-anak yang adalah usia sekolah.

Media sosial sebagai keliru satu aplikasi yang poly digunakan oleh pengguna internet karena fasilitas yang begitu mudah dan membantu penggunanya buat melakukan komunikasi dan menerima keterangan dengan cepat, mudah dan murah, sehingga hal ini memungkinkan terjadinya interaksi antar pengguna media umum tadi.

Terjadinya interaksi yang sangat mudah ini mengakibatkan imbas yg sangat besar terhadap para penggunanya, impak tadi bisa merupakan hal yang positif juga hal negatif. Masalah yang terjadi adalah banyak pengguna yg adalah anak-anak yg masih usia sekolah, mereka menjadi pengguna pemula dan termuda akan cepat terpengaruh oleh kabar yang mereka dapatkan berdasarkan hubungan media umum tersebut. Oleh karena itu pendampingan & arahan pada anak-anak/siswa dalam memakai media umum tersebut absolut dibutuhkan untuk menyaring liputan yg mereka terima.

Pendampingan perlu dilakukan agar anak-anak terbiasa memakai media sosial buat hal-hal yang positif, sehingga dibutuhkan akan terbentuk karakter baik dari anak tadi menjadi imbas berdasarkan kebisaaanya melakukan hal positif ketika menggunakan media umum. Arahan dan pendampingan yg positif akan menciptakan anak melakukan kegiatan yang mereka sukai lantaran kesadarnnya bukan karena paksaan menurut orang lain, sehingga diharapkan akan membentuk karakter positif pada diri anak tadi & terus terbawa hingga kehidupan di masa yg akan datang.

Di sekolah/madrasah para pengajar sanggup membimbing siswa buat memakai media umum sebagai media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik pada melaksanakan proses pembelajaran, baik di sekolah/madrasah juga pada rumah masing-masing. Salah satu caranya adalah menggunakan media umum buat mendiskusikan materi pelajaran yg belum difahami sang para siswa, atau memeriksa pekerjaan tempat tinggal peserta didik yg berkaitan dengan pembelajaran di sekolah/madrasah.

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melalui http://www.gokalimah.com

Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

Penulis jua aktif pada komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *