#AksiSehatCeria Dengan Donor Darah: Ternyata Hidup Sehat Itu Nggak Perlu Ribet
By: Date: January 9, 2017 Categories: Uncategorized

Menjadi bagian dari generasi millenial pasti ada plus minusnya. Pemanfaatan tekhnologi misalnya, membuat kita kian cerdas, karena berbagai informasi bisa terupdate cukup dengan sentuhan jari-jari manis. Namun di sisi lain, kehadiran tekhnologi membuat kita harus lebih waspada, terutama terkait masalah kesehatan. Pemakaian gadget yang berlebihan membuat tubuh betah duduk berjam-jam. Alhasil, badan jadi tak terbiasa bergerak aktif. Masih pula, ditambah pola makan instant yang kerap menjadi menu utama anak kekinian. Mau tidak mau tubuh harus bersiap menanggung beban melebihi kapasitas. Jika kondisi ini berlangsung terus menerus, bisa dipastikan, berbagai macam keluhan penyakitpun bermunculan disaat usia masih produktif.

Berdasarkan data WHO (Badan Kesehatan Dunia), hampir 17 juta orang meninggal lebih awal setiap tahunnya yang disebabkan epidemi global penyakit degeneratif. Hal yang mengkhawatirkan adalah kematian yang disebakan oleh epidemi global tersebut ditemukan sebanyak 80% di negara dengan pendapatan sedang dan rendah. Indonesia sendiri, transisi epidemiologi menimbulkan terjadinya pergeseran pola penyakit, yaitu penyakit kronis degeneratif terus mengalami peningkatan. Penyakit degeneratif umumnya diakibatkan oleh perubahan secara bertahap pada sel-sel tubuh yang kemudian berdampak kepada fungsi organ secara umum. Sebagian besar penyakit degeneratif muncul sebagai akibat dari pertambahan usia, bukan akibat virus atau bakteri. Meski nyatanya, menjalani gaya hidup yang buruk turut berisiko menyebabkan kelompok penyakit ini dapat menjangkiti siapa saja tanpa melihat usia. Beberapa jenis penyakit degeneratif adalah hipertensi, jantung, diabetes, stroke, gagal ginjal, hepatitis, asam urat, rematik, osteoporosis dan kanker. Kondisi tersebut akan menurunkan kemampuan dalam bekerja dan menghasilkan pendapatan, mengurangi kualitas hidup yang kemudian bisa mengarah pada komplikasi selanjutnya. Contohnya adalah penyakit jantung, data terbaru menunjukkan setiap 2 menit ada 1 orang yang mengalami serangan jantung.

jumlah-kematian

Banyak jalan menuju roma, banyak jalan menuju sehat, begitulah istilah pepatah. Agar hidup tetap produktif hingga usia senja dan dijauhi dari yang namanya penyakit degeneratif, mau tidak mau kita kudu dan wajib menjalankan pola hidup sehat sedari muda. Selain cukup istirahat, menjaga asupan makanan serta berolahraga rutin adalah beberapa hal umum yang bisa kita lakukan, ada lagi satu cara mudah untuk menjaga kebugaran tubuh, yaitu dengan mendonorkan darah secara rutin.

Donor Darah ?

dokpri

Yup, tujuan dari melakukan tranfusi darah ini tentu saja adalah demi menyediakan pasokan darah yang dibutuhkan oleh banyak orang, khususnya yang mengalami kecelakaan, menjalani prosedur operasi, atau bahkan menyelamatkan ibu maupun nyawa bayi yang dilahirkan. Beberapa kondisi sakit juga membutuhkan asupan darah yang tidak sedikit, seperti pasien cuci darah maupun Thalassaemia. Jika kita rutin melakukan donor darah setidaknya sekali dalam tiga bulan, maka dalam setahun saja kita bisa menyelamatkan 4 hingga 12 orang! Luar biasa, bukan?

Sebagai relawan yang pernah berkecimpung di PMI semasa kuliah, tentu saya amat merasakan betapa mahalnya darah yang disumbangkan pendonor yang tak bisa dibayar dengan apapun selain balasan pahala dari Sang Maha Kuasa. Ratusan jiwa setiap saat menunggu uluran tangan para dermawan. Apalagi ketika terjadi banyak musibah bencana alam seperti saat ini. Bukan hanya materi, tetapi setetes darah anda amat sangat berarti bagi kelangsungan kehidupan saudara kita.

Sedikit berbagai pengalaman, selama menjadi relawan tentang prosedur permintaan darah yang banyak dipertanyakan masyarakat. Pernah satu kali ada sekumpulan massa menolak menyumbangkan darahnya dengan alasan aktifitas sosial ini sama dengan memperjual belikan darah. Prihatin dan sedih mendengar penuturan mereka, padahal faktanya tidak demikian.

Tahukah anda bahwa darah yang pendonor sumbangkan sejatinya diberikan cuma cuma kepada yang membutuhkan. Namun untuk sampai pada yang membutuhkan tentunya harus melalui serangkaian tes yang rumit dan tidak murah, meliputi biaya pembuatan kantong darah yang dirancang khusus agar darah tidak mudah beku dan rusak. Kantong darah juga masih merupakan produk impor sehingga sangat mahal. Biaya terhadap pengecekan kesehatan pendonor dan bahaya penyakit menular juga dikenakan karena biayanya juga mahal. Biaya komponen darah dikenakan karena tidak semua komponen darah dibutuhkan oleh pasien. Proses pemisahan komponen darah ini memakan waktu yang panjang dan biaya yang besar. Biaya uji silang kesesuaian pasien dan pendonor dibayarkan karena PMI harus mengecek terlebih dahulu kecocokan darah pendonor dan pasien. Sedangkan, biaya operasional meliputi alat penyimpanan, mesin proses, dan tenaga medis. Oleh karena prosesnya yang panjang dan biayanya yang besar maka tidak aneh jika pemohon kebutuhan darah harus membayar biaya yang dikenakan oleh PMI.

Kembali kepada manfaat donor darah, DokterSehat , situs online kesehatan terpercaya mengulas secara jelas fakta donor darah yang  dapat meningkatkan kualitas hidup kita

1. Kesehatan jantung

Penelitian telah menunjukkan bahwa donor darah dapat membantu mengurangi kelebihan kadar zat besi dalam darah. Kelebihan zat besi dalam darah bisa berbahaya, karena hal ini berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Zat besi yang berlebihan bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sangat berpotensi terhadap serangan jantung dan stroke.  Dengan mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah akan lebih stabil. Selain penyakit jantung, mendonorkan darah ternyata juga bisa membuat kita mengurangi resiko terkena kanker, hepatitis B, hepatitis C, atau bahkan siphilis.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah

Dalam dunia medis, eritrosit adalah sebuah istilah yang digunakan dalam penyebutan sel darah merah. Donor darah diyakini bisa meningkatkan jumlah eritrosit atau produksi sel darah merah di dalam tubuh. Sebab, saat melakukan donor, maka sel darah merah akan berkurang, maka seketika itu pula sumsum tulang belakang akan segera memproduksi guna menggantikan sel darah yang hilang tadi. Dengan rutin melakukan donor, maka tubuh akan mendapatkan reproduksi eritrosit yang segar.

3. Membantu menurunkan berat badan

Jika Anda termasuk salah satu dari mereka yang sedang giat membakar kalori dalam tubuh, memilih untuk menjadi relawan donor darahh adalah keputusan yang tepat.  Dengan menyumbangkan sekitar 450 ml darah, akan terjadi proses pembakaran sekitar 650 kalori. Jumlah kalori yang terbakar itu setara dengan Anda berolahraga 30 menit. Tentunya kabar ini adalah kabar gembira bagi yang memiliki berat badan berlebih.

4. Manfaat donor darah bagi Kesehatan psikologis

Memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, pastilah akan memberikan kepuasan psikoligis tersendiri.  Sebuah penelitian mengatakan, jika orang usia lanjut dan rutin menjadi pendonor darah bisa merasakan hidup lebih berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit

Prosedur standar sebelum mendonorkan darah adalah, darah Anda akan diperiksa dari berbagai macam penyakit, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, malaria dan masih banyak lagi yang lainnya. Bagi yang menerima donor darah informasi kesehatan ini penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan bagi pendonor, hal ini menjadi “rambu peringatan” yang baik agar lebih perhatian terhadap kondisi kesehatannya. Jika pendonor mengalami suatu penyakit, maka pihak PMI akan memberitahu pendonor secepatnya sehingga pendonor bisa langsung diberi penanganan kesehatan.

6. Turunkan risiko kanker

Sebuah studi tahun 2008 menemukan penurunan kecil dalam risiko kanker tertentu pada orang yang secara teratur menyumbangkan darah. Ini termasuk kanker yang terkait dengan tingkat zat besi yang tinggi, termasuk kanker Hati, Usus besar, Paru-paru, Kerongkongan dan Perut. Sebuah studi 2016 juga menemukan bahwa mendonorkan darah dapat menurunkan penanda inflamasi dan meningkatkan kapasitas antioksidan. Dengan rutin mendonorkan darah maka darah akan terus diregenerasi atau diperbarui. Sehingga darah dalam tubuh akan lebih bersih dan bebas dari zat-zat racun dan bersifat karsinogen yang mungkin menyebabkan kanker. Donor darah juga akan menormalkan peredaran darah serta mengurangi kekentalan darah. Bagi pria dianjurkan donor 3 bulan sekali, dan 4 bualan sekali untuk wanita.

7. Pemeriksaan kesehatan gratis

Untuk mendonorkan darah, Anda harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Seorang anggota staf yang terlatih akan melakukan pemeriksaan ini. Mereka akan memeriksa anda malai dari nadi, tekanan darah, suhu tubuh, kadar hemoglobin.

8. Mengurangi kadar zat besi dalam darah

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 1 dari 2 ribu penduduk negara tersebut mengalami gangguan kesehatan yang disebuthemochromatosis yang terjadi karena kelebihan kadar zat besi dalam darah dan ironisnya para penderita cenderung tidak mengetahui kondisi kesehatan tersebut. Zat besi yang diatas normal akan membuat proses oksidasi kolesterol menjadi lebih cepat. Proses tersebut dapat memicu penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis. Sehingga kandungan zat besi yang normal dalam darah juga ikut berperan mengurangi risiko penyakit jantung.

9. Merawat kesehatan organ hati

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kelebihan zat besi juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada organ hati. Penelitian menemukan bahwa penyakit seperti hepatitis c dan penyakit hati lainnya dapat disebabkan zat besi yang berlebih di dalam tubuh.

Jika anda telah mengetahui manfaat besar donor darah, maka saatnya sekarang  beraksi. Namun sebelum anda resmi menjadi pendonor, ada baiknya simak persyaratannya terlebih dahulu agar aktifitas donor darah yang ingin anda lakukan berjalan sesuai dengan prosedur kesehatan dan anda pulang dalam kondisi bugar.

✓ Pastikan anda dalam kondisi sehat jasmani dan rohani serta terhindar dari penyakit baik akut ataupun kronis. Disini dibutuhkan kejujuran pendonor. Jika perlu ceritakan riwayat kesehatan anda kepada petugas yang memeriksa.

✓Bagi wanita : tidak sedang menstruasi, hamil dan menyusui.

✓ Sudah berumur lebih dari 17 tahun hingga 65 tahun. Batasan umur ini diberlakukan untuk memastikan tubuh sudah berkembang secara sempurna sehingga dengan mendonorkan darah tidak akan mengganggu proses pertumbuhan sang donor.

✓ Berat badan minimal 45 kg. Berat ini adalah asumsi berat badan minimal bagi rata-rata orang dewasa. Kurang dari berat tersebut dikhawatirkan pendonoran darah justru akan mengganggu kesehatan sang donor.

✓ Tekanan darah dalam kondisi normal agar komplikasi berupa pingsan tidak terjadi. Ini berarti bagi Anda yang menderita hipertensi atau sebaliknya tidak diperkenankan mengikuti aktifitas pendonoran. Tekanan darah yang dianjurkan adalah antara 100-170 per 70-100.

✓ Pastikan tubuh terhidrasi dengan sempurna. Sebelum dan sesudah melakukan donor darah Anda harus minum air sebanyak 500 ml atau dua gelas. Air yang masuk ke dalam tubuh akan menyangga kondisi kekurangan cairan yang diambil dalam bentuk darah. jika pendonor meminum banyak air putih, maka resiko pusing-pusing, badan lemas, hingga jatuh pingsan bisa ditekan hingga 20 persen. Pakar kesehatan menyebutkan jika air putih ternyata memiliki semacam substansi kehidupan yang dibutuhkan tubuh untuk mengatasi rasa haus dan juga membuat tubuh menjadi segar kembali. Selain itu, air putih ternyata diyakini mampu membuat kinerja dari sistem saraf simpatik atau otonom menjadi lebih aktif sehingga akan berdampak pada tubuh yang cenderung lebih segar, lebih tenang, namun memiliki tingkat kewaspadaan jauh lebih baik. Selain itu, air putih diyakini ikut berperan dalam pengadaan energi pada tubuh.

✓ Selalu makan yang sehat sebelum dan sesudah melakukan donor darah seperti daging merah, ayam, biji-bijian, sayur, buah, dan susu.

✓ Sebelum dan sesudah melakukan transfusi darah, sebisa mungkin untuk melakukan istirahat yang cukup. Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas berat karena tubuh masih lemas dan darah baru sedang diproduksi untuk pengganti.

✓ Hindari menyantap makanan yang terlalu ekstrem seperti makanan yang pedas, berlemak, dan terlalu dingin seperti es.

✓ Interval donor adalah minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor sebelumnya atau maksimal 5 kali dalam setahun. Hal ini akan memberikan waktu untuk sumsum tulang memproduksi sel darah merah. Ibarat oli kendaraan yang harus selalu diganti, agar performa mesin tetap kencang. Dengan proses pembersihan tubuh secara rutin melalui donor darah, tentunya badan akan terlihat segar dan awet muda.

Ternyata hidup sehat itu nggak perlu ribet ya. tinggal kunjungi PMI terdekat cus..cus..cus sebentar selesai. Tak punya waktu atau tak ada kantor PMI di tempat anda? tak perlu khawatir. Kini ada komunitas Blood For Life yang siap membantu tujuan mulia anda. Blood For Life memiliki dua kegiatan utama, pertama, menghubungkan pasien yang memerlukan transfusi darah dengan pendonor sukarela melalui media sosial. Kedua, untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya donor darah secara sukarela. Melalui media virtual seperti Twitter dan Facebook, ruang gawat darurat dunia maya ini aktif dan dikelola selama tujuh hari, 24 jam nonstop. IGD Maya akan membantu memberikan informasi detail secara real time bagi pendonor maupun penerima melalui

Telepon 087875195599

m.me/Blood4LifeId

blood-for-life@googlegroups.com

http://blood4lifeid.com

Selesai donor darah? andapun kini siap beraktifitas kembali dengan tubuh bugar. Oh yah Pastikan #AksiSehatCeria ini anda lakukan secara rutin yah agar pahala senantiasa mengalir dan mereka yang merasakan manfaat darah anda turut tersenyum bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *