Dukungan IIMS Untuk Produktivitas Industri Otomotif Nasional
By: Date: January 22, 2017 Categories: Uncategorized

Pencapaian industri otomotif yang telah dikembangkan selama lebih dari 30 tahun turut memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor otomotif dianggap penting serta strategis karena memiliki kelebihan-kelebihan

Pertama, pengembangan industri otomotif akan meningkatkan integrasi nasional sekaligus kedaulatan nasional. Kemampuan produksi sendiri dengan komponen dan pekerja lokal merupakan lambang kemandirian ekonomi.

Kedua, industri otomotif mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri-industri pendukungnya untuk bergerak secara cepat ke arah teknologi tinggi dan modernisasi. Industri otomotif memerlukan teknologi canggih dalam setiap rantai proses perakitannya. Dengan kata lain industri otomotif mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri-industri pendukungnya untuk bergerak secara cepat ke arah teknologi tinggi dan modernisasi.

Ketiga, industri pendukung otomotif sangat luas karena meliputi terhadap industri besar, menengah maupun industri skala kecil. Industri pendukung tersebut berada di hulu dan hilir antara lain seperti besi, baja, non-ferros, plastik, karet, kaca, tekstil, permesinan, suspensi, industri serat fiber, industri kimia, industri komputer dan telekomunikasi, elektronik dan industri komponen lainnya merupakan industri dasar bagi terbentuknya industri otomotif. Sehingga industri ini dapat menyerap banyak tenaga kerja dan modal yang besar dan merata.

Dalam roadmap Industri Kendaraan Bermotor yang disusun oleh Kementerian Perindustrian disebutkan bahwa pengembangan industri otomotif ke depan akan diarahkan pada pengembangan kendaraan sedan kecil, kendaraan niaga, sepeda motor, dan komponen kendaraan bermotor dengan penekanan pada kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi. Dalam rangka mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan maka strategi yang akan dilakukan adalah memperkuat basis produksi kendaraan niaga, kendaraan penumpang kecil, dan sepeda motor serta meningkatkan kemampuan teknologi produk dan manufaktur industri komponen kendaraan bermotor.

Dorongan produksi roda empat akan bergulir lebih cepat apabila diiringi insentif. Insentif fiskal ini sudah digulirkan melalui PMK 76/PMK. 011/2012 mengenai pembebasan bea masuk atas impor mesin serta barang dan bahan untuk pembangunan atau pengembangan industri dalam rangka penanaman modal. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan mendukung pengembangan industri perakitan otomotif di Indonesia.  Namun, roadmap industri industri alat angkut seyogyanya bersinergi dengan roadmap infra struktur pembangunan jalan. Tidak bisa suatu roadmap berdiri sendiri, suatu industri mobil produksi terus namun daya tampung jalan yang sudah penuh terjejali kendaraan bermotor.

Salah satu usaha pemerintah dalam mendukung daya saing industri nasional adalah dengan mendongkrak industri otomotif dalam negeri yaitu dengan mengupayakan pengembangan mobil buatan dalam negeri menjadi mobil nasional. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dituangkan dalam Inpres No.2 tahun 1996 mengenai program mobil nasional (Indoskripsi, 2008). Program ini sebagai terobosan di sektor otomotif Indonesia yang bertujuan untuk mempercepat kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia dalam perkembangan industri otomotif.

Kehadiran mobil Timor menjadi awal manis lahirnya mobil nasional sebagai kebanggaan Indonesia. Pada waktu tersebut, sebagian besar komponen mobil Timor masih diimpor dari Korea. Namun pada tahun 1998, pengembangan mobil nasional terpaksa harus berhenti dikarenakan krisis ekonomi yang melanda negara Indonesia. Hal tersebut menyebabkan infrastruktur yang berantakan dan fasilitas kredit untuk mobil nasional mengalami kemacetan. Sehingga proyek mobil nasional pada waktu itu harus dihentikan.

PT.INKA (Industri Nasional Kereta Api) mencoba untuk membuat mobil mikro hemat bahan bakar dan ramah lingkungan yang diberi nama mobil GEA (Gulirkan Energi Alternatif). Produksi mobil ini dilakukan di Madiun, Jawa Timur. Mobil mikro merupakan produk otomotif yang memiliki konsep ramah lingkungan yang digunakan sebagai citycar. Mobil mikro lainnya adalah mobil ARINA yang dibuat oleh Universitas Negeri Semarang, dimana mobil ini akan terus dikembangkan menjadi mobil 100% buatan lokal. Desain dari mobil mikro sendiri adalah dengan mengggunakan mesin sepeda motor, namun tetap memiliki kapasitas lebih dari dua orang.

Diantara produk mobil mikro yang terdapat di Indonesia yang siap untuk di produksi dalam waktu yang relatif dekat adalah Tawon, GEA, Kancil, dan Komodo, sebab mobil tersebut telah diproduksi oleh perusahaan otomotif dalam negeri.

Industri mobil mikro saat ini diharapkan dapat menjadi industri yang dapat menunjang Product Domestic Bruto dengan menjadikan mobil mikro sebagai mobil nasional. Apalagi saat ini produk mobil mikro sudah mulai dibuat oleh masyarakat Indonesia, mulai dari desain mobil hingga mesin mobil.

Belajar dari negara-negara yang sukses dalam bidang pengembangan industri otomotif seperti Jepang dan Korea, dimana produk mobil mereka menjadi mobil nasional yang telah diekspor ke seluruh belahan dunia. Walaupun pada awalnya industri mobil di Korea merupakan industri kecil. Namun karena perkembangan teknologi dan dorongan dari pemerintah dalam hal permodalan dan kebijakan, industri mobil Korea kini telah berkembang dan menjadi salah satu industri otomotif terbesar di dunia.

Oleh karena itu diperlukan kebijakan yang efektif terkait tentang realisasi mobil nasional tersebut. kebijakan-kebijakan yang akan dapat menunjang perkembangan industri mobil nasional. Sehingga pencapaian industri otomotif Indonesia yang mandiri dan berkembang dapat terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *