Stop MENGELUH!
By: Date: February 11, 2017 Categories: Uncategorized

Stop Mengeluh!

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Dalam sebuah perjalanan, aku melihat orang-orang hebat dalam kendaraan yang tepat melaju pada hadapanku, tanpa risih dan takut mereka duduk menggunakan santai aneka macam tempat menggunakan barang yang sebetulnya sangat tidak aman bagi mereka.

Terlihat roman lelah  sehabis bekerja merekapun mengantuk menikmati semilirnya angin yang menimpa tubuh ketika duduk di mobil bak terbuka. Saya berpikir orang-orang ini adalah pemberani dan pejuang sejati dalam kehidupan, saya saja yang duduk nyaman berkendara masih harus memakai sabuk pengaman untuk ikhtiar menjaga keselamatan.

Memandangi mereka hatiku bergumam, nikmat apalagi yg hendak aku dustakan? Alloh telah sangat begitu akbar memberikan kasih sayangnya kepadaku dibandingkan dengan mereka. Disaat orang lain belum bisa menerima apa yg kita miliki, kita sendiri sudah diberikan kelebihan limpahan nikmat yang tidak sanggup terhitung.

Manusia diciptakan oleh Alloh swt dalam bentuk yang paling paripurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya, bahkan insan derajatnya sanggup melebihi malaikat yang selalu beribadah tanpa sedikitpun dosa yg dilakukannya.

Pada hakikatnya manusia saat dilahirkan sudah sebagai pemenang diantara miliaran calon manusia yg berlomba buat menerima kesempatan menjadi makhluk mulia, & sedikitpun nir ada kesia-sian berdasarkan penciptaan-Nya.

Dalam perjalanan kehidupannya, para pemenang ini banyak sekali yang merasa bahwa dirinya adalah orang yg banyak kekurangan dan bahkan diciptakan pada posisi yg rugi, hal ini mereka rasakan karena sering membandingkan menggunakan orang lain tanpa memikirkan kelebihan yang dimilikinya.

Kodrat insan memang tak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Sifat tamak, rakus dan penyakit hati lainnya sudah meracuni sebagian dari mereka sehingga selalu saja mengeluh menggunakan apa yg dimilikinya waktu ini.

Perasaan teraniaya yg merasuki jiwa manusia begitu tak jarang menimpa ketika apa yang dihasilkan nir sinkron menggunakan apa yg diperlukan, padahal begitu banyak nikmat yang telah dirasakan namun seolah-olah Alloh swt nir menyayanginya.

Kita acapkali lupa dengan apa yang kita bisa dari afeksi-Nya hanya gara-gara melihat apa yang dihasilkan sang orang lain. Ketika kita sanggup nyaman duduk dalam kendaraan, kita masih mengeluh lantaran yg dimiliki oleh orang lain lebih rupawan, padahal orang lain kalau naik kendaraan wajib berdesakan dan kadang menyebarkan tempat dengan barang atau binatang.

Jadi stop mengeluh dan perbanyaklah bersyukur, karena nikmat yg telah diberikan Alloh swt begitu banyak sebagai akibatnya kita takkan mampu menghitunnya.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *