Smart Education : Kunci Kemajuan Bangsa, Solusi Membangun Generasi Emas Indonesia
By: Date: February 15, 2017 Categories: Uncategorized

Rasanya tak salah jika setiap orang tua menginginkan anaknya bisa berprestasi sedari kecil. berbagai upayapun ditempuh, mulai memasukkan sekolah diusia yang sangat dini. Berlanjut ke sekolah bertaraf international. Hingga memasukkan ke berbagai kursus yang konon katanya terbaik dan mampu menjadikan si anak insan jenius melebihi stephen hawkins. Kenyataan pahit itulah yang menimpa seorang kawan yang begitu menggebu memasukkan puteranya ke lembaga kursus yang cukup ternama. Awal-awal anaknya memang terlihat bersemangat, begitu cerita si ibu tadi. Namun sayang, percapaian dan target yang terlalu tinggi dari lembaga kursus tersebut, dimana ketika pulang si anak harus dibebani lagi dengan setumpuk pekerjaan rumah. Pada akhirnya dia menjadi kehilangan semangat dan tak acuh lagi dengan pembelajaran yang sudah terprogram sejak awal. So, ternyata memberikan pendidikan terbaik tidak selalu sejalan dengan ‘’ego’’ orang tua. Melibatkan anak dalam pemilihan pendidikan baik formal maupun lembaga informal adalah kunci agar anak bisa menjalani rutinitas belajar dengan perasaan yang nyaman sehingga outputnya juga maksimal.

Pendidikan secara umum diyakini menyimpan kekuatan untuk menciptakan secara keseluruhann visi kehidupan dalam menciptakan peradaban manusia. Pendidikan dalam kehidupan sosial kemanusiaan, merupakan satu upaya yang dapat melahirkan proses pembelajaran yang dapat membawa manusia menjadi sosok yang potensial secara intelektual melalui prosestransfer of knowledge dan prosestransfer of values. Dukungan terhadap pentingnya kontribusi pendidikan dalam membangun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar di antara negara-negara di dunia ini, sesungguhnya telah tertuang di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang mengamanatkan bahwa, pendidikan merupakan hak dan kewajiban bagi seluruh warga Indonesia. Dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang disusun oleh Menko Perekonomian, diharapkan bahwa pada tahun 2025 Indonesia menjadi negara yang mandiri, maju,adil dan makmur dengan pendapatan perkapitan 15.000 dollar AS dan menjadi kekuatan ekonomi 12  besar dunia. Lebih jauh, pada tahun 2045 Indonesia diproyeksikan menjadi satu dari 7 kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan perkapita 47.000 dollar AS.

Maka salah satu dari sekian banyak persoalan bangsa ini adalah bagaimana pendidikan harus “digarap” agar supaya dapat mengantarkan calon-calon pemimpin bangsa tahun 2045 menjadi “generasi emas” yakni generasi yang Energik, Multitalenta, Aktif, dan Spriritual. Untuk itu mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, penyiapan pendidikan menengah universal. Di samping itu, perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan. Dalam kerangka itulah, pendidikan diharapkan dapat memberi sumbangan bagi perkembangan seutuhnya setiap orang, baik jiwa, raga, intelijensi, kepekaan, estetika, tangung jawab, dan nilai-nilai spiritual.

https://twitter.com/i/moments/825640813451370496

Pemerintahpun telah berkomitmen untuk mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 untuk pendidikan, tujuannya tak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mencapai sasaran program pemerintah. Di antaranya adalah Program Indonesia Pintar ditargetkan dapat dimanfaatkan oleh 19,7 jiwa, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 56 juta siswa, Bidik Misi untuk 401 ribu mahasiswa, serta perbaikan ruang ruang kelas. Indikator pendidikan juga ditargetkan mengalami perbaikan pada tahun ini. Angka Partisipasi Kasar diharapkan meningkat menjadi 89,7% dari 88,1% (outlook 2017) dan Angka Partisipasi Murni meningkat menjadi 65,3 persen dari sebelumnya 63,4%. Guna mencapai target tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp 444,1 triliun untuk anggaran pendidikan, yang berarti meningkat Rp 24,3 triliun naik 5,8% dari anggaran sebelumnya. Jumlah tersebut mencapai 20% dari total belanja negara sebesar Rp 2.220,7 triliun.

Hasil gambar untuk gambar Tingkatkan Kualitas, Pemerintah Naikkan Anggaran Pendidikan Rp 24 Triliun katadata

https://databoks.katadata.co.id

Demi memenuhi harapan semua elemen bangsa tentang bagaimana kualitas generasi emas di tahun-tahun penuh tantangan, maka konsep Socio-Multicultural-Art-Reality-Technology (SMART) Education menjadi jawaban atas tuntutan global. Konsep ini memberikan paradigma baru, bagaimana membangun karakter keilmuan generasi mendatang tanpa meninggalkan harfiah mereka sebagai manusia seutuhnya. Smart Education merupakan konsep dan gagasan mengenai integrasi aspek kehidupan sebagai sumber belajar(learning sources), materi belajar(learning material), dan tujuan pembelajaran(learning objectives). Kaitan dengan konteks pembangunan manusia seutuhnya, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Kata kunci memanusiakan manusia, dapat dimaknai sebagai sebuah proses pembelajaran sepanjang hayat(longlife education), proses yang tidak pernah berhenti, proses yang melewati dimensi ruang, waktu, dan peradaban(civilization)

Konsep SMART Education

https://unitedscience.wordpress.com

Dalam publikasinya, UNESCO memperkenalkan empat pilar pembelajaran, yaitu :Learning to know, Learning to do, Learning to live together, danLearning to be.

Learning to Know adalah proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. Sikap pembelajaran yang sesuai:“joy of discovery”

Learning to do , pendidikan mengandung makna atau berimplikasi tentang perlunya pendidikan profesional secara konsekuentif, bermuara pada paradigma pemecahan masalah yang memungkinkan seorang mahasiswa berkesempatan mengintegrasikan pemahanan konsep, penguasaan ketrampilan teknis dan intelektual, untuk memecahkan masalah dan dapat berlanjut kepada inovasi dan improvisasi. Sikap pembelajaran yang sesuai:joy of being succesful in achieving objective

Learning to live together ,pendidikan diarahkan sebagai proses memasyarakatkan manusia. Pendidikan sebagai pemersatu di dalam keberagaman(unity in diversity). Melalui pendidikan manusia diharapkan bisa hidup berdampingan dengan manusia lainnya untuk mencapai keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupannya. Sikap pembelajaran yang sesuai:joy of getting together to achieve common goal.

Learning to be , hasil akhir pendidikan adalah manusia yang mampu mengenal dirinya yaitu  manusia yang berkepribadian yang mantap dan mandiri. Manusia yang utuh yang memiliki kemantapan emosional dan intelektual, yang mengenal dirinya, yang dapat mengendalikan dirinya, yang konsisten dan yang memiliki rasa empati(tepo sliro), atau dalam kamus psikologi disebut memiliki“Emotional Intelligence”

Pilar Pembelajaran UNESCO

https://unitedscience.wordpress.com

Oleh karena itu, proses pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, terutama untuk kelas-kelas awal, harus memperhatikan karakteristik anak yang akan menghayati pengalaman belajar tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh. Pengemasan pembelajaran harus dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman belajar anak. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual baik di dalam maupun antar mata pelajaran, akan memberi peluang bagi terjadinya pembelajaran yang efektif dan lebih bermakna.

Dalam ranah ini, Pendidikan non-formal sebagai bagian dari system pendidikan nasional memiliki tugas sama dengan pendidikan lainnya (pendidikan formal) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, baik yang menyangkut persoalan pendidikan maupun persoalan sosial lainnya. Pada sisi yang lebih ideal pendidikan nonformal semakin dibutuhkan terutama dalam usaha pengembangan dan implementasi belajar sepanjang hayat (life long learning). Pertama, sebagai pelengkap (complement) bahan belajar yang diselenggarakan di sekolah; kedua sebagai penambah (supplement) bahan belajar yang dipelajari di sekolah; dan ketiga, sebagai lembaga pilihan lain yang berdiri sendiri (substitut).

Lebih daripada itu, upaya pendidikan sejatinya merupakan kegiatan penyerapan dan internalisasi ilmu, yang pada akhirnya diharapkan mampu membawa peningkatan taraf kehidupan bagi individu maupun masyarakat dalam berbagai aspek. Keunggulan lain yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan non formal sebenarnya ada pada fleksibilitas waktu yang dimiliki. Selain bisa dijalankan secara manunggal, pendidikan non formal bisa dijalankan pula secara berdampingan dengan pendidikan formal. Tak mengherankan apabila belakangan lembaga pendidikan non formal tumbuh dengan pesat, berbanding lurus dengan tingginya minat masyarakat terhadap jenis pendidikan tersebut.

Tidak sampai disitu, bahwa kemunculan lembaga pendidikan non formal seperti lembaga pelatihan bahasa misalnya, sebenarnya tidak hanya berfungsi untuk menyiapkan diri dalam menghadapi persaingan di era globalisasi. Setidaknya dengan penguasaan bahasa asing, individu akan dimudahkan dalam melakukan penyerapan berbagai ilmu pengetahuan yang saat ini hampir semua referensi terbarunya hanya tersedia dalam bahasa asing. Selanjutnya keunggulan tersebut dapat pula memperluas peluang individu dalam menangkap berbagai kesempatan. Hebatnya lagi, tersedia pula lembaga pendidikan non formal yang tidak hanya membekali lulusannya dengan ilmu, namun juga membekali sikap kemandirian yang mendorong terciptanya kesempatan untuk berwirausaha. Ini merupakan bukti nyata upaya memperkuat struktur riil perekonomian masyarakat yang belakangan makin terpuruk.

Namun dibalik semua keunggulan dan variasi lembaga pendidikan non formal yang tersedia, kejelian masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan non formal sebagai wahana untuk mengasah keterampilan dan menyiapkan diri dalam menghadapi persaingan penting untuk dipertahankan. Indikator yang paling sederhana adalah seberapa besar kesesuian bidang pelatihan yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan non formal dengan minat maupun bidang yang ingin digeluti. Tujuannya, tentu tidak lain supaya keahlian yang didapatkan dari pelatihan lembaga pendidikan non formal dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi minat dan dunia yang kita geluti, serta meningkatkan keunggulan kompetitif yang kelak akan diperoleh. Lebih lanjut, kejelian dalam memilih juga berfungsi pula agar investasi finansial yang telah ditanamkan tidak terbuang percuma karena program yang sedang dijalani “terhenti di tengah jalan”.

Berangkat dari kebutuhan masyarakat akan pentingnya pendidikan berkualitas, Edu Center hadir menjadi solusi dalam menjawab tantangan global. One Stop Education of Excellence, Edu Center mengumpulkan berbagai macam kursus pendidikan ternama yang dapat membantu kreatifitas dan aktifitas murid-murid di dalam satu gedung, sehingga akan meningkatkan efektifitas waktu dan fokus murid-murid. Sedangkan untuk para orang tua murid, keberadaan Edu Center akan meningkatkan efektifitas biaya dan waktu serta meningkatkan faktor kenyamanan ketika mendampingi anak-anak. Konsep orisinil tersebut lahir dari problem yang dihadapi oleh seluruh murid dan juga para orang tua murid (berdasarkan hasil survey kepada 100 murid dan orang tua murid dengan metode sampling) yang kemudian di analisa selama lebih dari 24 bulan dan diwujudkan dalam sebuah konsep bernama Edu Center.

http://www.educenter.id/wp-content/uploads/2016/05/Problem-Murid-dan-Orang-Tua-1.jpg

http://www.educenter.id/wp-content/uploads/2016/05/Solusi-Edu-Center.jpg

Gambar terkait

One Stop Education of Excellence

Keunggulan lainnya, Gedung Edu Center dibangun dengan design arsitektur yang modern, menarik, unik dan juga berkelas serta dipadukan dengan nilai-nilai estetika yang diharapkan anak-anak beraktifitas dengan cara menyenangkan. di dalam gedung berlantai tujuh di kawasan BSD City ini terdapat berbagai institusi maupun lembaga pendidikan berkualitas antara lain Apple Tree PreSchool, Young Chefs Academy, CMA Mental Arithmetic, Shane Learning Centre, Calculus, Flamingo Ballet, Global Art, UniSadhuGuna, dan masih banyak lagi, sehingga anak dapat belajar dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. berbagai macam bidang keilmuan yang ditawarkan seperti kursus English, mandarin, matematika & fisika, seni music, balet, tari dan melukis, tataboga hingga lembaga pra-sekolah anak (pre-school) menjadi investasi tak ternilai dimasa depan mereka. Faktor kenyamanan juga menjadi perhatian pengelola educenter, dengan tersedianya playground, restoran, maupun foodcourt dimana anak diberikan jaminan  tidak akan merasa terbebani selama beraktifitas.

Kehadiran Edu Center tentu menjadi angin segar bagi kemajuan pendidikan bangsa Indonesia. Apalagi jika manajemen Edu Center berkenan memberikan kesempatan kepada generasi emas di pelosok tanah air untuk menikmati berbagai kemudahan belajar yang ditawarkan Edu Center dengan membuka cabang di kota-kota besar lainnya, semoga.

Artikel ini diikutsertakan dalam #EduCenter Blog Competition

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *