Pilihan Aman Bertransaksi, Budaya Cerdas Nasabah Masa kini
By: Date: February 17, 2017 Categories: Uncategorized

Lelaki itu tergesa menghampiriku. Wajahnya terlihat pias. Ada apa gerangan, tanyaku pada hati. Bukankah beberapa menit yang kemudian beliau meminta ijin mengambil uang tunai di ATM. Kini beliau balik seperti sudah terjadi sesuatu yang berfokus.

??Kau lihat mak tua dengan anak remaja pada box ATM itu??? Pungkasnya dengan nada emosional.

??Yup, terus masalahnya dimana??? Tanyaku. Dari balik pagar, saya melirik dua perempuan yang sedang melakukan transaksi .

??Barusan yah, aku mendengar sendiri, nenek itu seperti sedang melaksanakan instruksi bunyi menurut HP yang dipegangnya. Aku khawatir mereka sedang sebagai incaran penjahat dengan modus mentransfer sejumlah uang??

‘’Apa?!! seketika aku terlonjak dari atas jok sepeda. Kutepuk bahunya. Kalau sudah tahu begitu, kenapa kamu masih diam saja. Cepat sekarang  kau hubungi petugas keamanan, sebelum transaksi itu memakan korban’’ lelaki itupun bergegas kembali ke parkiran ATM.

Mendapat laporan suamiku, petugas keamanan segera bereaksi dengan merogoh handphone si nenek. Wajahnya pun terlihat tegang, saat berkomunikasi menggunakan suara di seberang. Tak berapa lama , suamiku kembali menggunakan perasaan lega.

??Benarlah bu, apabila nenek itu begitu polos & tak memahami apabila beliau sedang pada incaran penjahat??. Tadi petugas keamanan telah berbicara panjang lebar menggunakan bunyi pada handphone nenek. Alhasil penipu itupun dibuatnya tidak berkutik??, katanya. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, telah Kau selamatkan oleh nenek menurut kejahatan orang yg tidak bertanggung jawab, suaraku lirih.

Sore itu kami pulang dengan perasaan bahagia sekaligus pias. Bahagia, karena kami berhasil menggagalkan aksi penipuan. Pias, dengan makin maraknya kejahatan yang kian menggila. Masih belum pulih ingatanku, setelah sebelumnya ibukupun nyaris menjadi korban penipuan dengan modus anggota keluarga mengalami kecelakaan. Beruntung ibu tidak langsung terperdaya dan justeru menggertak balik sang penjahat kelas teri itu.

Penjahat jaman now. Kejahatan mereka misalnya tak lagi mengenal batas & jarak. Berbagai modus mereka tebar. Pasang umpan dimana-mana. Pancing korban menggunakan aneka macam cara. Dan parahnya lagi, perbuatan kriminal itu seperti sudah terkonsep rapi dengan sistem berantai. Buktinya, walaupun pihak berwenang telah mengingatkan rakyat agar selalu waspada menggunakan maraknya banyak sekali aksi penipuan baik via sms juga perbankan, namun korban masih terus berjatuhan menggunakan kerugian materi tak sedikit.

Pengalaman langsung? Cita rasanya hampir tiap hari aku & suamiku menerima sms berhadiah, mama minta pulsa, email notifikasi, telepon misterius, hingga kertas undian yg dilempar didepan tempat tinggal . Suatu kali, saking penasarannya, suamikupun mencoba menghubungi no. Telepon yang tertera. Saking semangatnya seakan mangsa telah terjerat, penipu itupun berbicara panjang lebar dengan meminta kami melakukan ini itu. Giliran suami mengaku berdasarkan anggota kepolisian, dia pribadi tancap gas tutup hp he..He..He..(maap, ya pak polisi). Intinya mereka sebenarnya penjahat kelas teri yang nyatanya juga mampu dikibulin kembali. Mereka hanya memanfaatkan kehebohan begitu calon korbannya terpesona dengan bantuan gratis & tawaran-tawaran bombastis tetapi nir realistis sama sekali.

Waspada Celah Kejahatan Perbankan, Harus !

Salah satu risiko yang terkait dengan penyelenggaraan aktivitas internet banking merupakan kemungkinan terjadinya tindakan kriminal dengan memanfaatkan teknologi internet atau yang lebih dikenal dengan istilah cybercrime atau internet fraud atau penipuan melalui internet.

Peningkatan tindakan kriminal dengan memanfaatkan teknologi internet (Malware, identity theft, internet abuse, hacking, dsb) semakin sering hal ini terlihat dari berbagai kasus serangan cyber seperti pembobolan dan sinkronasi token memperlihatkan tren pergeseran pola serangan cyber, yang tadinya menargetkan bisnis dan pemerintah, kini semakin gencar menargetkan konsumen secara langsung.

Pesatnya transaksi usaha & belanja secara online via internet yang sangat tinggi dan energi dan semangat pertumbuhan digital ketika ini, sayangnya nir diiringi menggunakan kesadaran pelaku usaha dan warga akan risiko berdasarkan agresi cyber. Bahkan sebuah laporan menerangkan masyarakat Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling berisiko mengalami agresi cyber.

Secara garis besar ada dua faktor utama mengapa banyak orang terjerat dalam jebakan kriminalitas dunia keuangan. Faktor pertama adalah tidak menyadari pentingnya keamanan data serta terlalu mudah percaya pada orang lain. Apalagi dengan kemajuan tekhnologi yang terus bekembang seperti saat ini. Pelaku kriminalpun seperti tak kekurangan akal. Mereka akan mencari segala celah untuk mencari kelengahan kita dengan memanfaatkan tekhnologi, termasuk memanipulasi akun email maupun media sosial pribadi anda.

Pun dengan global perbankan yang pula semakin berkembang. Ada beragam cara buat mengakses dana langsung tanpa perlu membawa uang tunai. Namun perkembangan tadi jua diikuti menggunakan berkembangnya akal para kriminal keuangan yang tidak bertanggung jawab.

Berikut merupakan beberapa celah penipuan perbankan yang wajib anda waspadai.

(+) financial malware

Para pembuat malware merombak program mereka untuk menghindar dari deteksi antivirus yang kian canggih di komputer nasabah dan pada server bank. Caranya, dengan melibatkan banyak strategi yang membuat modusnya lebih berliku. Untuk menghindari antivirus, salah satunya dengan memanfaatkan situs web, sehingga pengakses situs web itu tidak menyadari dan tetap merasa nyaman melayari homepage tersebut karena tidak merasa terganggu oleh program jahat yang sebenarnya sedang mengunduh (download) data dan dokumen dari komputernya. Malware itu umumnya ditempatkan di web server. Tujuannya jelas, pemakai tetap merasa nyaman mendownload, browsing, dan memasukkan data perbankan elektronik, padahal di komputernya sudah bersarang malware yang mencuri data rahasia itu. agar malware tidak cepat terdeteksi oleh antivirus dan makin mudah dimodifikasi, kini ada malware yang disebar menggunakan Trojan-Downloader, yang bisa menghancurkan dirinya sendiri setelah beraksi.

(+) skimming

Skimming adalah teknik lama yang digunakan pembobol kartu ATM dengan menempatkan alat tersembunyi pada mesin ATM untuk merekam data dari strip magnetik kartu ATM. Caranya adalah dengan menempatkan alat sederhana berbentuk chip di lubang tempat memasukkan kartu ATM yang akan merekam data pengguna ATM. Selain itu biasanya pembajak akan menempatkan kamera kecil di salah satu sisi mesin ATM untuk merekam saat tangan pengguna memencet kode PIN. Dengan demikian mereka sudah mendapatkan data pribadi sekaligus PIN kartu pengguna ATM.

(+) Phising

Phishing adalah pencurian data identitas penting milik orang lain, seperti data pribadi yaitu nama, alamat, email, nomor telepon genggam, dan lain sebagainya, dan juga data yang berkaitan dengan keuangan seperti nomor rekening bank, nomor dan PIN kartu ATM, dan data kartu kredit seperti nomor, PIN, dan nomor di belakang kartu. Phishing melalui e-mail biasanya berisi permintaan dari pihak bank tertentu agar nasabah memperbarui data pribadi, termasuk nomor rekening. Dalam e-mail tersebut ada link menuju formulir tertentu untuk memperbarui informasi pribadi. Link ini sudah pasti tidak menuju situs web bank nasabah, melainkan milik para cybercrime. Di sini nasabah akan dikelabui, karena tampilannya dibuat sama seperti situs web bank pada umumnya. Karena website tersebut tampak seperti asli, nasabah tidak akan mencurigainya, sehingga dengan senang hati nasabah akan memperbarui data dan informasi pribadi, termasuk informasi yang sebetulnya bersifat rahasia.

Cara lain adalah memodifikasi arsip "host " di server, sehingga penjahat sanggup "membelokkan " browser ke situs lain saat melakukan browsing. Semisal anda sedang melakukan browsing ke sebuah situs bank, misalnya http://www.Abc.Com. Browser yang digunakan nir akan membuka situs web bank tersebut, melainkan dibelokkan ke laman situs web lain yg tampilannya sama. Dan Anda akan mengisi data eksklusif pada page web tadi, termasuk PIN Anda.

(+) SIM swap (PEMBAJALAM KARTU SIM) ,

Modus ini dilakukan oleh pelaku yang bermaksud untuk melakukan kejahatan perbankan dengan modus penggantian SIMcard di unit kerja operator seluler. Modus penipuan ini memanfaatkan nomor atau kartu SIM yang diambil alih tanpa sepengetahuan korban. Lalu, nomor yang sudah diambil alih tersebut digunakan untuk mengakses akun perbankan korban. Cara pelaku melakukan kejahatan SIM Swap adalah dengan mendatangi operator penyedia layanan ponsel dengan menggunakan identitas palsu. Mereka mengaku nomornya rusak atau hilang, lalu meminta penggantian kartu SIM. Setelah melakukan verifikasi identitas, operator seluler akan menerbitkan kartu SIM pengganti dan menonaktifkan kartu SIM yang masih berada di tangan pemilik yang sah.

Setelah mereka menguasai kartu SIM pengganti, pelaku kejahatan kemudian melakukan transaksi finansial, umumnya dengan menggunakan kartu kredit atau nomor rekening bank. Lalu, bank penerbit akan mengirimkan sandi sekali pakai (One Time Password atau OTP) ke nomor SIM tersebut. Kemudian, transaksi finansial pun akan dianggap sah tanpa sepengetahuan korban. Umumnya, pelaku kejahatan sudah memiliki informasi perbankan korban yang didapat dari hasil pengumpulan data secara tidak sah, baik melalui email atau situsphishing, SMS penipuan, atau membeli data nasabah dari sindikat.

Saatnya Menjadi Nasabah Cerdas

Jika para pelaku pencurian data begitu pintar memanfaatkan situasi dan kelengahan korbannya, maka untuk mensiasatinya kita harus menjadi nasabah cerdas yang tidak gampang terperdaya permainan murahan mereka.  Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan agar aman bertransaksi dan terhindar dari kejahatan perbankan

Untuk transaksi internet banking, berusahalah tidak menggunakan komputer umum seperti warnet dan PC kantor, karena bisa saja username dan password masih tertinggal. Jika komputer yang digunakan diinstal key logger, username dan password yang diketik pasti akan tertinggal dan bisa dibuka kapan saja. Bagi pengguna komputer sendiri, disarankan nasabah untuk memindainya terlebih dahulu, sehingga tahu apakah aman dari virus maupun malware.

Waspada terhadap email yang mengarahkan Anda ke website palsu dan meminta login akun. Cek dan cermati email pengirim, pastikan email pengirim sesuai email resmi. Berhati-hatilah terhadap pop-up (akun palsu) ketika Anda sedang mengakses halaman tertentu. Terlebih jika pop-up tersebut meminta akses login atau informasi pribadi seperti token, nomor kartu kredit, dan lain-lain.

Pastikan Anda mengetahui dan mengakses website asli akun perbankan yang Anda miliki. Pada address bar website resmi biasanya terdapat icon kunci dan keterangan SSL Certificate yang valid, ditunjukkan dengan HTPPS. Layanan keamanan SSL ini diperlukan untuk validasi keaslian website dan keamanan transaksi, juga meningkatkan kepercayaan pengguna. Kedua, bila menemui proses transaksi yang tidak biasa segera hentikan dan lapor pada bank. Ketiga, jangan lupa untuk mengganti password secara berkala

Bagi pemilik kartu kredit atau anda yang terbiasa bertransaksi via internet banking, agar Anda dapat selalu memantau aktivitas transaksi Anda, Anda sebaiknya mengaktifkan layanan notifikasi dari bank anda melalui telepon selular. Setiap kali ada transaksi perbankan, pihak bank akan mengirimkan SMS notifikasi mengenai transaksi tersebut. Jika Anda mengganti nomor ponsel, sebaiknya segera melakukan pembaruan data nomor ponsel Anda dengan menghubungi bank Anda.

Dalam melakukan transaksi di Internet dengan menggunakan kartu kredit misalnya untuk berbelanja atau transaksi lainnya, biasanya pihak toko atau bisnis online mengharuskan Anda memasukkan data dan informasi tambahan untuk memastikan kartu kredit tersebut benar milik anda. Sebaiknya anda selalu waspada dan mencari informasi terlebih dahulu tentang situs online tempat anda hendak bertransaksi dengan kartu kredit tersebut. Pastikan dulu keabsahannya agar anda tidak menjadi korban pembajakan kartu kredit. Menggunakan kartu kredit untuk berbelanja di situs belanja online yang terlihat tidak kredibel tidak dianjurkan karena kurang terjamin keamanannya.

Semoga artikel diatas berguna sebagai surat keterangan, agar anda terhindar dari berbagai modus kejahatan perbankan. Pilihan Aman Bertransaksi, Budaya Cerdas Nasabah Masa Kini.

REFERENSI :

Waspadalah, Ini Celah-Celah Penipuan Perbankan yg Dapat Merugikan

Waspadailah! Hantaman Serangan Cyber terhadap Indonesia

Pencurian Data Nasabah, Potret Carut-marutPerbankan?

Kejahatan Perbankan pada Internet

Mengenal Kejahatan Perbankan Berbasis Teknologi

Bagaimana Langkah Terbaik Mengatasi Phishing?

Waspada SIM Swap, Kejahatan yang Bisa Membobol Rekening Bank Anda Melalui Kartu SIM

Sumber Gambar :

Dokumen Pribadi

https://ivoox.Id/

https://twitter.Com/bankbri_id/status/793312501563662336

https://www.Vebma.Com

https://www.Proxsisgroup.Com/cyber-crime-indonesia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *