DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN
By: Date: February 19, 2017 Categories: Uncategorized

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan

Saat ini global dikejutkan menggunakan mewabahnya suatu penyakit yg ditimbulkan sang sebuah virus yg bernama corona atau dikenal dengan kata covid-19 (Corona Virus diseases-19). Virus yg disinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 pada kota Wuhan Propinsi Hubei Tiongkok, waktu ini menyebar hampir ke semua penjuru global dengan sangat cepat, sehingga WHO tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi dunia.

Ratusan ribu manusia terpapar virus ini di semua dunia, bahkan puluhan ribu sebagai korban mangkat . Tercatat negara-negara yang memiliki masalah tinggi terpapar covid-19 ketika ini adalah Italia, Tiongkok, Spanyol, Amerika Serikat, dan Iran dengan taraf kematian mencapai ribuan orang. Penularan yang sangat cepat & sulitnya mendeteksi orang yang terpapar karena masa inkubinasi covid-19 kurang lebih dua minggu menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan.

Penularan lewat hubungan antar manusia yang sulit diprediksi karena kegiatan sosial yg tidak sanggup dihindari adalah penyebab terbesar menyebarnya covid-19 ini. Obat penawar yang belum bisa ditemukan dan membludaknya jumlah pasien terpapar covid-19 menjadi penyebab kematian yang paling tinggi. Rumah sakit dan paramedis yg menagani merasa kewalahan sebagai akibatnya poly pasien yang tidak tertangani menggunakan baik. Sulitnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis sebagai penyebab pasien berjatuhan termasuk dokter & paramedis lainnya yg juga terpapar covid-19 sebagai akibatnya akhirnya meninggal.

Lihat juga: Corona Membawa Bahagia

Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Social distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan. Pembatasan interaksi sosial masyarakat dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, namun tidak ada pilihan lain, karena cara ini adalah yang paling efektif.

Kebijakan social distancing berakibat fatal terhadap roda kehidupan manusia, masalah ekonomi yang paling terasa dampaknya, karena hal ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat, tersendatnya laju ekonomi mengakibatkan tertutupnya kebutuhan primer manusia untuk memenuhinya, karena negara akan sangat terbebani kalau harus menanggung segala kebutuhan pokok setiap penduduknya.

Tak terkecuali bidang pendidikan ikut jua terdampak kebijakan ini. Keputusan pemerintah yang mendadak menggunakan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran menurut sekolah/madrasah menjadi di tempat tinggal , menciptakan kelimpungan poly pihak. Ketidaksiapan stakeholder sekolah/madrasah melaksanakan pembelajaran daring sebagai faktor primer kekacauan ini, walaupun sebenarnya pemerintah menaruh cara lain solusi dalam menaruh evaluasi terhadap murid menjadi kondisi kenaikan atau kelulusan menurut lembaga pendidikan disaat situasi darurat seperti ketika ini.

Lihat juga:Rumah Belajar Solusi Pembelajaran Daring

Peralihan cara pembelajaran ini memaksa aneka macam pihak buat mengikuti alur yg sekiranya mampu ditempuh supaya pembelajaran dapat berlangsung, & yang menjadi pilihan merupakan dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Penggunaan teknologi ini jua sebenarnya bukan tanpa perkara, banyak faktor yg Mengganggu terlaksananya efektifitas pembelajaran daring ini antara lain:

1. Penguasaan teknologi yg masih rendah

Harus diakui bahwa nir semua guru melek teknologi terutama pengajar generasi X (lahir tahun 1980 ke bawah) yg pada masa mereka penggunaan teknologi belum begitu masif. Sebenarnya mereka bukan nir bisa bila mau belajar, pasti mampu lantaran prinsipnya pengajar merupakan manusia pemelajar yg wajib selalu siap menghadapi perubahan zaman sekaligus mengikuti perkembangannya.

Keadaan hampir sama juga pada alami oleh para siswa, nir semua telah terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Di sekolah pun mereka harus rebutan dalam memakai perangkat teknologi pendukung pembelajaran lantaran keterbatasan wahana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah bahkan mungkin mereka tidak dikenalkan teknologi pada pembelajaran.

Dua. Keterbatasan sarana & prasarana

Kepemilikan perangkat pendukung teknologi jua menjadi masalah tersendiri. Bukan rahasia umum bahwa kesejahteran pengajar masih sangat rendah, jadi jangankan buat memenuhi hal-hal tadi, buat memenuhi kebutuhan utama keluarganya saja masih poly pengajar yg kesulitan.

Hal yg sama pun terjadi dalam murid, lantaran nir semua orangtua mereka sanggup memberikan fasilitas teknologi kepada anak-anaknya. Bahkan bila pun mereka punya fasilitas namun nir digunakan buat media pendukung pembelajaran, lantaran ketidaktahuan orang tua dalam membimbing anaknya buat pemanfaatan teknologi pada pembelajaran.

Lihat juga: Menjadi Guru ‘Go Blog’ Adalah Keniscayaan

3. Jaringan internet

Pembelajaran daring tidak mampu lepas berdasarkan penggunaan jaringan internet. Tidak seluruh sekolah/madrasah sudah terkoneksi ke internet sebagai akibatnya guru-gurunya pun pada keseharian belum terbiasa dalam memanfaatkannya. Kalaupun ada yang memakai jaringan seluler

terkadang jaringan yg nir stabil karena letak geografis yg masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.

4. Biaya

Jaringan internet yg sangat diharapkan dalam pembelajaran daring sebagai masalah tersendiri bagi pengajar & siswa. Kuota yg dibeli buat kebutuhan internet sebagai melonjak dan banyak diantara pengajar pula orang tua anak didik yg tidak siap buat menambah aturan dalam menyediakan jaringan internet.

Metode pembelajaran daring ini sebenarnya telah bukan barang baru, karena di beberapa negara terutama di negara maju kegiatan ini telah terbiasa. Proses pembelajaran pada perguruan tinggi apalagi, nir hanya pada luar negeri namun di Indonesia juga telah terbiasa dilaksanakan, namun untuk pembelajaran pada taraf satuan pendidikan dasar & menengah belum begitu terkenal sehingga diperlukan persiapan yang benar-benar-sungguh supaya bisa berjalan dengan baik.

Perkembangan zaman akan menuntut perubahan peradaban, dan hal ini akan berdampak dalam cara atau metode pembelajaran yang telah biasa dilakukan. Pada zaman yg serba teknologi misalnya waktu ini, nir menutup kemungkinan Proses Belajar Mengajar (PBM) selanjutnya akan dilaksanakan secara daring, mengingat efektifitas dalam kegatan transfer ilmu pengetahuan yg sangat baik, cepat, gampang dan murah.

Perubahan peradaban dan metode ini menuntut stakeholder pendidikan buat mempersiapkan diri dalam mengikuti perkemabangan zaman seperti waktu ini. Tak ada seorangpun yg bisa membantah ataupun menolak pesatnya perkembangan teknologi ini, bahkan jikalau ada yang menolaknya, maka siap-siap saja akan tertinggal, bahkan akan terlindas sang orang lain.

Lihat juga: Sikap Guru yang Dinamis Dapat Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Teknologi ibarat 2 mata pisau yang masing-masing memiliki kiprah yg sama besarnya, yaitu sisi positif & negatif yg menaruh efek terhadap perubahan peradaban insan. Seluruh aspek kehidupan saat ini nir mampu lepas dari teknologi, oleh karenanya literasi teknologi sangat penting bagi masyarakat, agar penggunaan teknologi betul-betul berguna tanpa merugikan & pula berdampak negatif terhadap tatanan kehidupan.

Khusus pada bidang pendidikan, literasi teknologi ini perlu dipelajari sang seluruh stakeholder pendidikan, terutama dalam pemanfaatannya sebagai media pembelajaran daring yang waktu ini sedang dilakukan. Adapun hal-hal yg perlu dipahami dan disadari sang stakeholder pendidikan diantaranya:

1. Orang tua

Pendidikan anak sejatinya merupakan tanggung jawab absolut orang tua, sebab diakhirat nanti pun orang tua akan dipinta pertanggungjawaban atas anak mereka masing-masing. Kegiatan PBM yg dilaksanakan secara daring memaksa orang tua buat terlibat langsung pada kegiatan belajar anak-anaknya, banyak pengalaman yang mereka rasakan saat harus mendampingi.

Ramai diberbagai media umum yang menceritakan pengalaman mereka selama mendampingi anak-anaknya belajar baik positif juga negatif. Seperti misalnya ternyata terdapat orang tua yg sering marah karena menerima anaknya yang sulit diatur sebagai akibatnya mereka tidak tahan dan menginginkan anak mereka belajar kembali pada sekolah.

Kejadian ini menaruh kesadaran kepada orang tua bahwa mendidik anak itu ternyata nir nir gampang, diharapkan ilmu & kesabaran yg sangat besar . Sehingga dengan peristiwa ini orang tua wajib menyadari dan mengetahui bagaimana cara membimbing anak-anak mereka dalam belajar, diharapkan setelah mendapatkan pengalaman ini para orang tua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah.

Rumah merupakan loka pertama & primer pada mendidik anak, sang karena itu menggunakan dilaksanakannya pembelajaran daring ini saat anak-anak akan lebih poly pada tempat tinggal & mereka perlu bimbingan menurut para orangtuanya. Fungsi rumah ketika ini menjadi bertambah yaitu sebagai sekolah, orang tua harus belajar bagaimana mendidik & menaruh ilmu pengetahuan pada anak, karena fungsi guru atau sekolah hanya sebagai fasilitator.

Lihat juga: Keluarga Adalah Sekolah Pertama dan Utama Bagi Anak

dua. Guru

Pembelajaran daring wajib menjadi penyadaran bagi pengajar bahwa peran mereka ketika ini sebagai guru yang hanya mentransfer pengetahuan suatu waktu akan tergantikan oleh guru yg lebih canggih yaitu pengajar mesin. Media buat mendapatkan ilmu pengetahuan waktu ini sudah sangat banyak, nir tergantung dalam pengajar saja yg bahkan masih poly keterbatasan.

Saat ini poly media yg bisa berperan menjadi pengajar, bahkan ada istilah pengajar manusia dan pengajar mesin. Teknologi mampu berperan sebagai pengajar, nah guru ini yang diklaim pengajar mesin, ilmu pengetahuan yang sangat banyak sanggup dipelajari menggunakan menggunakan mesin, sebut saja media itu merupakan internet. Dengan memakai internet manusia mampu mengetahui sesuatu yg diinginkannya dengan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu.

Pengajar yg hanya memposisikan diri sebagai pentransfer ilmu pengetahuan telah memiliki saingan yg super canggih, yang mungkin suatu waktu nanti akan menggantikan peran guru manusia. Pengajar mesin memiliki kelebihan yg jauh lebih efektif dibanding manusia pada mentransfer ilmu pengetahuan. Nah, kini bagaimana agar pengajar mesin nir sanggup menggantikan guru insan?

Mesin secanggih apapun permanen mempunyai kelemahan, karena mesin adalah buatan manusia, sang karenanya supaya manusia tidak tergantung dalam mesin, maka insan harus mampu menguasai mesin. Mesin disini bisa kita artikan sebagai teknologi, guru sangat krusial buat menguasai teknologi, lantaran dalam hakikatnya pengajar manusia nir sanggup diganti oleh guru mesin.

Kelemahan guru mesin merupakan lantaran dalam mesin nir mempunyai unsur rasa, bahasa & karakter. Peran ini wajib diambil oleh pengajar insan buat mengimbangi kiprah pengajar mesin yang hanya bisa transfer pengetahuan tanpa terdapat filter, sebab mesin nir mengetahui nilai baik & tidak baik. Sampai kapanpun selagi insan terdapat maka guru insan nir akan tergantikan kiprahnya oleh mesin, karena kalau semuanya telah digantikan oleh mesin maka kehancuran global tidak mampu dibantah lagi.

3. Sekolah

Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus bersiap-siap mengantisifasi perubahan peradaban insan ini. Perubahan tingkah laris insan yang cenderung tidak sanggup tanggal dari teknologi dalam segala aktifitasnya wajib pula diikuti oleh sekolah/madrasah.

Dampak pandemi covid-19 menaruh pengalaman berharga, betapa peran sekolah/madrasah yg selama ini menjadi sentral pendidikan seolah nir berarti. Program-program pendidikan yg dilaksanakan di sekolah/madrasah yang dulu dianggap sangat penting karena berpengaruh terhadap kualitas pendidikan kini seolah tidak berarti. Pemerintah membatalkan Ujian Nasional (UN), Ujian sekolah berstandar Nasional (UASBN), melarang kegiatan-aktivitas yang mengumpulkan orang poly & acara penting lainnya yang telah sanggup dilakukan di sekolah/madrasah.

Kegiatan-aktivitas tersebut kini diganti menggunakan aktifitas yg harus dilakukan secara daring, walaupun saat ini pemerintah tidak mewajibkan semua program sekolah/madrasah mampu dilaksanakan menggunakan cara daring lantaran situasi ketika ini dalam keadaan darurat. Tetapi saya meyakini bahwa kegiatan daring waktu ini mampu jjadi sebagai proses awal perubahan kerangka berpikir mengenai aplikasi PBM pada pendidikan berdasarkan mulai pra sekolah hingga pendidikan tinggi.

Oleh karena itu, kalau sekolah/madrasah tidak ingin tersingkirkan sang perubahan ini, maka mau tidak mau harus mengikuti perubahan ini. Sekolah/madrasah wajib mulai memikirkan wahana dan prasarana penunjang buat pembelajaran daring, melatih para pengajar supaya menguasai teknologi pendukung pembelajaran daring serta pengenalan pada murid & orang tua mengenai perubahan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Suatu saat mungkin saja bangunan-bangunan megah sekolah/madrasah yang awalnya ramai dengan hiruk pikuk aktivitas guru dan anak didik, hanya tinggal kenangan & sebagai tempat sepi yang sanggup jadi akan berubah fungsi karena tidak dipakai kembali untuk kegiatan pembelajaran. Manusia waktu itu belajar tidak perlu tiba ke sekolah, cukup diam pada rumah, mainkan komputer, laptop atau gadget buat melaksanakan aktivitas pembelajaran, guru cukup sebagai pembimbing dan fasilitator menurut jarak jauh yang aktifitasnya sama misalnya siswa yaitu relatif memainkan gawai yang diharapkan buat mendukung pembelajaran daring.

Situasi ketika ini adalah tantangan bagi dunia pendidikan, mengganti manajemen pengelolaan pendidikan sangat diperlukan buat mengimbangi perubahan yg sangat cepat. Metode pembelajaran manual & konvensional waktu ini mulai tergantikan dengan sistem digital daring yg tanpa dibatasi ruang & saat. Peran sekolah/madrasah waktu ini lebih dinamis, bukan lagi sekedar loka berkumpul guru dan murid yang akan melaksanakan PBM.

4. Pemerintah

Peran pemerintah sangat penting dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional. Semua forum pendidikan wajib taat & patuh terhadap anggaran yg ditetapkanya, karena pendidikan nasional memiliki tujuan yg sama dalam upaya menciptakan bangsa. Dalam situasi darurat misalnya saat ini karena pandemic covid-19, pemerintah dengan cepat mengeluarkan kebijakan mengenai aplikasi pembelajaran daring yg harus dilakukan sang setiap lembaga pendidikan, walaupun aturannya belum mengikat.

Dalam situasi yg lain, kebijakan ini mungkin saja akan dilanjutkan menggunakan sudut pandang yg lain. Kemajuan teknologi yg memungkinkan buat pelaksanaan pembelajaran daring, jua melihat budaya masyarakat yg sudah melek teknologi, tidak tidak mungkin kebijakan ini akan berlanjut & menjadi ketetapan yang dibentuk sang pemerintah untuk dilaksanakan. Dan aku lagi-lagi menyakini bahwa metode ini akan menjadi cara yang biasa dilakukan dalam PBM di masa yang akan tiba.

Pemerintah niscaya telah menyiapkan aturan buat menetapkan kebijakan ini, karena memperhatikan rakyat global yang nir sanggup lepas berdasarkan teknologi/internet waktu ini. Indonesia mau tidak mau wajib mengikuti isu terkini yang sedang berjalan bila tidak mau tertinggal sang negara-negara lain. Setelah menetapkan kebijakan ini pemerintah juga seharusnya memperhatikan perangkat pendukung supaya masyarakat mampu mengikuti kebijakan ini dengan baik tanpa ekses negatif dan membuat perseteruan baru, sebab keberagaman kemampuan ekonomi, sosial, geografi dan lain sebagainya yang ada di Indonesia.

Setiap perubahan peradaban pasti akan memberikan dampak positif dan negatif, namun seluruh orang wajib sanggup mengikuti perubahan tersebut yang tentunya dibatasi dengan norma-kebiasaan yg berlaku dalam masyarakat itu sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hayati sendiri tanpa hubungan dengan orang lain baik lokal maupun dunia.

Lihat juga: Pengabdian Tanpa Batas Seorang Guru

Bergesernya perilaku manusia berdasarkan manual ke digital seperti yang terjadi ketika ini menurut segi positifnya adalah dapat mempermudah menuntaskan urusan insan. Pekerjaaan bisa dilakukan tanpa memerlukan saat usang, porto yang sanggup ditekan & loka yang nir terbatas. Saat ini insan sanggup mencukupi kebutuhan mereka waktu berada pada pada rumah, termasuk pendidikan yang dapat mereka akses kapan pun saat yg mereka inginkan, tidak terbatas misalnya saat terdapat di sekolah/madrasah.

Namun perubahan perilaku ini jua bukan tanpa efek negatif. Salah satunya adalah nilai sosial antar sesama insan menjadi berkurang lantaran jarangnya interaksi secara langsung diantara mereka. Sifat individualistis niscaya akan sangat kental di zaman digital seperti waktu ini, rasa ikut merasakan dan simpati antar sesama akan melemah dan semua hal akan lebih banyak diukur dengan materi. Namun ini semua merupakan mungkin cara Tuhan dalam menjalankan roda kehidupan pada global ini, semoga kita sanggup semakin baik menjalani kehidupan pada akhir zaman ini. Amin

Tulisan ini pertama di muat dihttps://kabar-priangan.com/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia-pendidikan/

*Guru di MTs Cijangkar Ciawi,

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttps://kalimahtasikmalaya.blogspot.com/

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis pula aktif di komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *