UPAYA MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH/MADRASAH
By: Date: February 23, 2017 Categories: Uncategorized

UPAYA MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH/MADRASAH

Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

MTs Cijangkar

nanaagus@yahoo.Com

A. LATAR BELAKANG

1.    Makna pengembangan literasi di sekolah/Madrasah

Membaca merupakan bagian yang krusial dalam kehidupan manusia, lantaran menggunakan membaca manusia akan menerima pengetahuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Dengan membaca manusia akan mengumpulkan aneka macam informasi dalam otaknya yg lalu fakta tersebut akan digunakan dalam menyelesaikan aneka macam konflik yang mereka temukan pada kehidupannya.

Sekolah/madrasah adalah salah satu wahana bagi insan dalam mengumpulkan aneka macam macam ilmu pengetahuan, lantaran pada sekolah/madrasah manusia secara terstruktur & teratur akan diberikan berbagai macam ilmu pengetahuan yg adalah dasar insan pada mempersiapkan dirinya buat menjalani aktifitas sepanjang hidupnya.

Salah satu asal belajar yang dipakai pada sekolah/madrasah adalah kitab . Peran buku dalam sistem pembelajaran di sekolah sangat krusial, lantaran dengan membaca kitab para siswa pada sekolah/madrasah, mereka akan menerima ilmu pengetahuan yang mungkin belum pernah mereka dapatkan berdasarkan siapapun.

Dalam proses membaca kitab , siswa tidak hanya relatif dengan melakukan aktivitas membaca saja, tetapi mereka juga wajib mampu memahami dan merogoh inti sari pengetahuan dari kitab yg mereka baca, sehingga para peserta didik wajib mempunyai keterampilan membaca kitab yg efektif.

Sekolah/madrasah wajib mempunyai program khusus pada pengembangan literasi sekolah/madrasah. Hal ini krusial buat membantu para peserta didik buat menyebarkan keterampilan membaca. Program ini jua nir ditujukan khusus kepada peserta didik, tetapi jua ditujukan pada semua stakeholder sekolah/madrasah yang terlibat buat menjamin keterlibatan mereka dalam pengembangan literasi sekolah/madrasah, sebab pengembangan literasi sekolah akan mudah berkembang bila semua stakeholder sekolah/madrasah ikut bertanggung jawab dalam pengelolaanya.

Sekolah/madrasah formal merupakan sebuah lembaga yg memiliki keleluasaan dalam pengembangan literasi, hal ini menjadi galat satu kekuatan dalam upaya mempertinggi budaya literasi. Pembiasaan kegiatan literasi yg diterapkan disekolah diperlukan mampu diterapkan di luar sekolah, baik pada famili ataupun di warga . Kekuatan yg dimiliki sekolah harus betul-benar dioptimalkan dalam upaya berbagi literasi sehingga nantinya akan berkembang sebagai budaya literasi yg dilakukan sang semua stakeholder sekolah/madrasah nir hanya pada loka dan yg waktunya terbatas misalnya pada sekolah, namun mereka bisa mengembangkannya kapanpun dan pada manapun mereka berada.

Sekolah/madrasah boleh dikatakan sebagai pioner dalam upaya mengembangkan dan membudayakan literasi dikalangan masyarakat, sesuai dengan perannya bahwa sekolah merupakan tempat manusia dalam mendapatkan ilmu pengetahuan, dan salah  satu upaya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan adalah dengan membaca. Membaca adalah salah satu upaya cerdas dalam upaya mengakses dan memahami suatu ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu bagian dari kegiatan literasi.

2.    Inspirasi program literasi sekolah/madrasah  yang di kembangkan

Membaca dalam Islam adalah galat satu aktivitas ibadah pertama kali yg disampaikan sang Alloh swt. Kepada umat manusia melalui wahyu pertama yang disampaikan kepada Rosululloh Muhammad saw. Yang disampaikan dalam Al-Quran surat Al-Alaq ayat pertama yg bunyinya: ?Bacalah menggunakan menyebut nama Tuhan mu?. Hal ini menyiratkan bahwa kegiatan membaca adalah kegiatan ibadah yang mempunyai fungsi dan kiprah yg sangat penting bagi insan, sehingga perintah pertama yang wajib dilakukan sang insan sebagai kegiatan ibadah merupakan perintah membaca.

Alloh swt. Sangat mengetahui apa yg wajib dilakukan sang manusia yang tugasnya menjadi kholifah di muka bumi yang nantinya akan mengelola bumi ini untuk kebaikan insan itu sendiri. Oleh karena itu agar manusia sanggup menjalankan tugasnya menggunakan baik, maka insan harus menguasai ilmu pengetahuan dan galat satu cara manusia menerima pengetahuan merupakan dengan cara membaca.

Dalam sejarah diceritakan bahwa Islam dulu pernah mengalami kejayaan karena umat Islam waktu itu sangat mencintai ilmu pengetahuan, sehingga lahirlah para ilmuan-ilmuan yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan para ilmuwan tersebut setelah menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan juga mereka menuliskan ilmu pengetahuan yang mereka kuasai dan terbitlah beberapa buku yang dapat dibaca dan  digunakan oleh seluruh umat manusia yang ingin mengetahui, memahami dan  menguasai ilmu pengetahuan yang para ilmuwan miliki.

Buku-buku yg telah tersusun menurut para ilmuwan kemudian dikumpulkan di sebuah perpustakaan agar bisa diakses oleh siapa saja yang ingin menguasai ilmu pengetahuan. Perpustakaan saat itu menjadi pusat peradaban & perkembangan ilmu pengetahuan nir hanya buat orang Islam, tapi bagi semua orang di semua dunia yg mengasihi ilmu pengetahuan.

Di zaman terbaru ketika ini, kita mengetahui dan melihat bahwa negara maju adalah sebuah negara yg pemerintah dan rakyatnya menyayangi ilmu pengetahuan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kapital bagi mereka buat sanggup memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat pada dunia ini sehingga kehidupan mereka sebagai makmur, bahkan mereka bisa mengeksploitasi kekayaan asal daya alam yg nir hanya ada di negaranya, namun jua asal daya alam yg terdapat di negara lain dan mereka pasti mendapat keuntungan yang bisa dimanfaatkan buat kemakmuran mereka sendiri.

Ilmu pengetahuan yg mereka kuasai tentunya nir dan merta ada begitu saja, namun lewat upaya pengembangan dan penelitian yg mereka lakukan yang tidak sanggup tanggal menurut budaya literasi. Sehingga masuk akal & pantas jika terdapat ungkapan bahwa ?Suatu negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka negara tersebut akan menguasai dunia?.

Ditengah upaya pemerintah kita yang sedang merangkak ingin memajukan negara kita tercinta ini, maka sepatutnya dan seharusnya kita mencontoh negara-negara yang  sudah maju dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan hal ini diawali dengan membiasakan mengembangkan budaya literasi disemua tempat dan dengan memulainya di sekolah, diharapkan budaya literasi ini akan berkembang juga di tempat-tempat lain di masyarakat yang lebih luas agar budaya cinta ilmu dapat berlaku bagi siapa saja baik pelajar, mahasiswa, pegawai atau masyarakat secara keseluruhan, sehingga diharapkan budaya ini akan menghantarkan negara kita menjadi negara yang sejajar dengan negara-negara lain di dunia yang sudah maju dan martabat serta harga diri bangsa kita meningkat demi kemakmuran seluruh rakyat dan bangsa.

3.    Hasil akhir yang ingin dicapai dari program literasi Sekolah/Madrasah

Setiap upaya yg dilakukan tentunya mengaharapkan hasil yg terbaik, walau terkadang dalam proses perjalannya banyak gangguan & rintangan yang menghadang, namun dengan segala daya & upaya semua rintangan wajib di lewati, dan hal ini pun berlaku pada upaya pengembangan literasi sekolah/madrasah.

Hasil terbaik memang bukan satu-satunya tujuan yang ingin di capai namun proses menjalankan pengembangan literasi sekolah jauh lebih krusial dan ini harus dikelola dan dilaksanakan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan upaya terbaik yang dilakukan & kegitan baik ini tidak terputus hanya dilakukan oleh siswa saat hanya berada di sekolah/madrasah saja.

Melaksanakan proses secara maksimal mungkin jua nir bisa membentuk hasil terbaik yg diinginkan, namun harapan yang diinginkan bahwa saat siswa sudah membudayakan pengembangan literasi pada sekolah/madrasah, hal ini pun akan tetap mereka lakukan ditempat lain, minimal buat dirinya sendiri dan lebih baik bila budaya ini bisa mereka tularkan kepada orang lain yang terdapat disekitarnya, sebagai akibatnya budaya literasi ini mampu berkembang & membumi pada negara kita tercinta ini lewat tangan dan ciptaan mereka yg lebih kreatif dari pengalaman yang mereka dapatkan ketika pada sekolah/madrasah.

B. CARA PELAKSANAAN PROGRAM LITERASI ANDA DI SEKOLAH

1.    Tahapan yang Dilaksanakan dalam Menjalankan Program Literasi Sekolah/Madrasah

Dalam melaksanakan program literasi sekolah/madrasah, banyak sekali upaya kami laksanakan diantaranya:

a.  Melakukan pembiasaan membaca Alquran bersama dan do’a bersama.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari 10 mnt sebelum pembelajaran reguler dilaksanakan. Membaca alquran beserta ini dilakukan pada kelas masing-masing dan dipandu oleh seorang guru yg menggunakan pengeras suara berdasarkan ruang pengajar, sedangkan di ruang belajar, para siswa dibimbing oleh pengajar yang bertugas mengajar pada jam pelajaran pertama yang sama-sama pula ikut membaca Alquran menggunakan siswa.

Setiap hari peserta didik & guru diwajibkan membawa Alquran satu orang satu, supaya pada melakukan pembaca Alquran, mereka sanggup konsentrasi & meresapi bacaanya masing-masing sebagai akibatnya kualitas bacaannya bisa terjaga dengan baik sesuai menggunakan kemampuan membaca masing-masing.

Guru yg bertugas membimbing memberikan perhatian yg serius pada seluruh siswa agar mereka seluruh terlibat aktif pada membaca Alquran. Hal ini dimaksudkan akan siswa terbiasa melakukan membaca Alquran & dibutuhkan mereka nir hanya terbiasa membaca secara rutin di sekolah/madrasah namun juga mereka terbiasa melakukan ditempat lain pada lingkungan famili atau lingkungan rakyat yang lebih luas.

Kegiatan membaca Alquran ini dilaksanakan karena 100% pengajar & anak didik pada sekolah/madrasah kami beragama Islam & membaca Alquran dalam ajaran Agama Islam merupakan suatu kewajiban ibadah yang wajib dilakukan sang setiap muslim. Selain membaca jua pada harapkan para guru dan peserta didik juga mau menggali isi kandungan ayat-ayat Alquran yang isinya jua poly membahas mengenai ilmu pengetahuan.

Pembiasaan membaca Alquran ini juga diharapkan berimabas dalam minat baca pengajar dan peserta didik terhadap kitab -buku atau sumber-asal ilmu pengetahuan lainnya yg lebih mereka fahami dan sukai. Dan menurut sinilah diharapkan budaya membaca bisa tertanam sebagai akibatnya kegiatan ini sanggup memacu pengajar & siswa buat lebih bersemangat dalam berliterasi kapanpun dan dimanapun mereka berada.

b.  Melakukan Kegiatan Readthon

Untuk menambah minat baca dan membiasakan guru dan peserta didik agar mau membaca, setiap seminggu sekali di sekolah/madrasah kami dilakukan kegiatan readthon. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan kegiatan membaca selama 30 menit secara bersama-sama di lapangan terbuka, dan selama kegiatan readthon ini berlangsung, tidak ada aktifitas lain yang dilakukan oleh guru ataupun peserta didik selain kegiatan membaca.

Kegiatan readthon ini dilakukan berkelompok sesuai kelasnya yang dibimbing langsung oleh wali kelas masing-masing. Buku yang di baca merupakan buku bebas baik fiksi maupun non fiksi yang merupakan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah/madrasah. Buku-buku ini diambil oleh salah seorang perwakilan kelas yang kemudian bertanggungjawab terhadap buku yang di pakai oleh kelasnya dalam kegiatan readthon.

Setelah terselesaikan membaca selama 30 mnt, lalu setiap perwakilan kelas diminta satu orang buat melaporkan hasil bacaannya & di sampaikan di depan dihadapan sahabat-teman yg laiinya menggunakan memakai pengeras suara dan dibimbing sang seseorang guru yang bertugas menaruh arahan, bimbingan & jua penilaian atas laporan hasil bacaan yang disampaikan oleh seorang perwakilan kelas tersebut.

Diakhir laporan kitab , pengajar yang bertugas membimbing memberikan penilain terhadap output laporan yg disampaikan sang masing-masing perwakilan kelas, & yg menerima nilai terbaik diberikan hadiah sebagai upaya penyemangat kepada yang lain buat sanggup tampil dan melaporkan hasil bacaan lebih baik dikesempatan yg akan tiba.

c.   Membentuk Ekstrakurikuler Jurnalistik Madrasah

Ekstrakurikuler Jurnalistik madrasah dibuat menjadi wadah buat menyalurkan bakat menulis bagi guru dan peserta didik menjadi reprenstasi berdasarkan upaya mereka melakukan aktivitas membaca, Pembentukan ekstrakurikuler Jurnalistik madrasah diharapkan dapat membantu para guru & peserta didik buat menuangkan ide & gagasannya pada bentuk tulisan yg kemudian dipublikasikan pada media publikasi madrasah atau media publikasi umum misalnya media masa baik cetak juga online.

Ada beberapa karya pengajar & peserta didik yg dimuat dimedia masa lokal taraf kabupaten & propinsi. Hal ini menambah motivasi para guru & peserta didik untuk terus mempertinggi kualitas literasinya sebagai bentuk upaya buat terus eksis. Adanya pengakuan keberadaan ini mendorong semangat para pengajar dan siswa buat terus berkarya yang diawali dengan proses membaca, sebab tidak terdapat karya tulis yg berkualitas tanpa membaca, jika diibaratkan membaca dan menulis adalah bagaikan suami sitri pada sebuah rumah tangga yang masing-masing mempunyai peran & saling mengisi.

2.    Masalah yang dihadapi dalam menjalankan program literasi sekolah/madrasah

Upaya menjalankan pengembangan lterasi sekolah/madrasah dalam praktiknya tidak semudah yang dibayangkan & yg direncanakan, beberapa kendala yg dihadapi antara lain:

a.    Dalam kegiatan pembiasaan pembacaan Alquran, masih didapati guru dan peserta didik yang datang tidak tepat waktu sehingga mereka tidak bisa mengikuti kegiatan sepenuhnya; juga masih ada peserta didik yang tidak membawa Alquran sehingga mereka harus ikut berbagi dengan temannya yang membawa Alquran, dan hal ini kurang efektif terhadap pelaksanaan kegiatan pembacaan Alquran; atau masih ada peserta didik yang masih malas untuk membaca Alquran sehingga harus terus diingatkan oleh pembimbing.

b.    Dalam kegiatan readthon, masih didapati peserta didik yang masih malas untuk kegiatan membaca, walaupun buku sudah tersedia namun buku tersebut hanya dipegang saja atau bahkan ada yang dipakai sebagai  barang mainan; masih terbatasnya buku bacaan yang ada diperpustakaan dan kebanyakan buku yang merupakan terbitan lama sehingga informasi yang didapat guru atau peserta didik yang didapat dari hasil membaca kurang up to datec.    Dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik madrasah, masih ada peserta didik yang belum berani mengekspresikan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan dikarenakan rasa kurang percaya diri; masih kurangnya peralatan pendukung media publikasi seperti komputer dan internet yang bisa di gunakan oleh peserta didik.

C. Hasil Riil yang Diperoleh dari Program Literasi Sekolah/Madrasah

Setelah dilaksanakan pengembangan literasi sekolah/madrasah terdapat perubahan dalam budaya literasi dikalangan guru dan siswa antara lain:

a.      Tingkat kehadiran guru dan peserta didik di sekolah/madrasah 90% tepat waktu.

b.      Tingkat kunjungan peserta didik ke perpustakaan relatif meningkat, walaupun terkadang karena ada bimbingan dari guru.

c.      Penataan kelas yang sudah mengarah pada pengembangan literasi.

d.      Dimuatnya hasil karya guru dan peserta didik di media masa baik cetak maupun online.

e.      Penggunaan dan penguasaan peralatan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) dikalangan guru dan peserta didik meningkat.

Pencapaian yg telah didapatkan ketika ini memang masih belum memenuhi harapan 100% menurut yg ditargetkan, namun adanya proses perubahan prilaku ke arah yang lebih baik merupakan kebanggaan dan menambah semangat buat terus menaikkan kualitas pengelolaan dan pengembangan literasi sekolah/madrasah.

Dengan adanya pembiasaan pembacaan Alquran bersama-sama guru & siswa tiba ke sekolah/madrasah selalu berupaya untuk sempurna ketika agar sanggup mengikuti aktivitas secara menyeluruh berdasarkan awal hingga akhir.

Ketika terdapat ketika luang atau ketika ada tugas dari guru, sebagaian murid terdapat yang memanfaatkan saat & menuntaskan tugas-tugasnya pada perpustakaan sekolah/madrasah buat memudahkan mereka mendapatkan bahan/sumber belajar yg diperlukan yang berkaitan dengan tugas-tugasnya.

Dengan dimuatnya hasil karya guru dan peserta didik di media masa baik cetak atau online, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi guru dan peserta didik yang hasil karya literasinya di muat di media masa. Peserta didik  yang membuat tulisan awalnya hanya satu orang, namun setelah melihat hasil karya yang dimuat di media masa, mendorong peserta didik yang lain untuk membuat karya tulis yang sama dengan harapan akan dipublikasin di media masa.

Selain itu penguasaan perangkat TIK dikalangan guru dan peserta didik semakin tinggi, lantaran mereka dipaksa buat menuliskan output karya mereka menggunakan menggunakan alat-alat TIK, sebagai akibatnya poly pengajar & peserta didik yang terdorong buat belajar supaya mampu menguasai perangkat TIK.

D. Rencana pengembangan program literasi sekolah/madrasah di masa depan

Kegiatan pengembangan literasi sekolah/madrasah pada tempat kami akan terus diupayakan buat berkembang nir hanya dilingkungan sekolah/madrasah tapi pula hingga lingkungan diluar sekolah/madrasah.

Dilingkungan sekolah/madrasah kami akan mengupayakan menciptakan perpustakaan kecil pada setiap kelas untuk merangsang para peserta didik berbudaya literasi, sehingga diharapkan ketika terdapat waktu luang mereka sanggup memanfaatkan waktu buat membaca dan nir mesti di perpustakaan sekolah/madrasah yg mungkin letaknya jauh berdasarkan kelas.

Selain itu kami akan berupaya membuat perpustakaan mobile yang berfungsi untuk mempermudah memindahkan buku dari suatu tempat ke tempat lain terutama ketempat di mana disana banyak para peserta didik berkumpul ketika ada waktu luang atau agar mudah di bawa ke tempat-tempat di mana kegiatan siswa secara bersama-sama dilakukan, misalnya di kantin atau di lapangan sekolah.

Untuk media publikasi hasil karya guru dan peserta didik, kami akan mengelola blog, atau media sosial yang dikelola oleh sekolah/madrasah sebagai sarana untuk mengekspresikan ide dan gagasan hasil literasi. Selain itu kami juga membangun kerjasama dengan media masa lokal maupun nasional baik cetak maupun online.

Selain pada lingkungan sekolah/madrasah kami akan berupaya berbagi budaya literasi pada luar sekolah dengan membuat perpustakaan jalanan yang dikelola sang guru dan siswa, menggunakan cara menggelar kitab -kitab pada loka-loka keramaian, misalnya taman, laman masjid dan tempat wisata kuliner. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan orang-orang yg berada pada sana mau membaca kitab waktu bersantai menghabiskan saat untuk nongkrong beserta keluarganya.

*Pengajar Matematika di MTs Cijangkar

*Penulis juga aktif sebagai pegiat literasi di madrasah dan tercatat sebagai ketua komunitas KALIMAH (Komunitas Aktifis Literasi MAdrasah), blog kalimah bisa dikunjungi melalui http://www.gokalimah.com

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *