Dengan Menabung, Masa Depan Cerah Bersiap Menantimu Nak..
By: Date: February 28, 2017 Categories: Uncategorized

Mengalami getir diawal pernikahan membuatku tersadar, bahwa membentuk rumah tangga ternyata tidak relatif bermodal, tekad, nekad & cinta. Semua butuh perencanaan matang, terutama urusan keuangan yg kerap menjadi kasus keharmonisan rumah tangga. Berkisah sedikit, ketika itu saya & suamiku mengalami suramnya tak punya dana sekedar melanjutkan hayati, sementara tempat tinggal kontrakan yg kami sewa masuk tenggat ketika pelunasan atau kami harus segera angkat kaki dari loka itu. Usaha yg baru dirintispun terpaksa mengendap karena aku menentukan berkonsentrasi pada kehamilan anak pertama kami.

Perih nian hati ini. Tak terbayang jika kami wajib berpindah buat kesekian kalinya. Keinginan buat berdikari dari orang tuapun, cita rasanya nyaris pupus. Hingga saatnya, kami saling menguatkan bahwa seluruh ini adalah proses yang wajib dihadapi bersama. Pelan namun pasti jalan jelas itupun tiba, walaupun wajib terpaksa mengandalkan donasi orang tua. Bersyukur, dengan kebesaran hati, kami mampu melewati masa-masa krisis dan famili kecilku akhirnya bisa menempati tempat tinggal sederhana milik kami sendiri. Di istana mungilku, kami memulai lagi menata masa depan, galat satunya menggunakan belajar merencanakan keuangan supaya pondasi rumah tangga permanen stabil untuk seterusnya, terutama untuk masa depan pendidikan anak-anak nanti.

Faktanya, ketika ini untuk meraih jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi pada Indonesia biayanya tidak murah & terus semakin tinggi setiap tahun. Seiring menggunakan berjalannya ketika tentu kebutuhan keluarga akan semakin poly. Karena itu, kami mulai mengarahkan prioritas pada perencanaan pendidikan anak sejak dini.

https://www.validnews.idAdd caption
http://koran.humas.ugm.ac.id/files/9510/Harjo%2016-12-09%20hal%2022.jpg

http://koran.humas.ugm.ac.id

Mulai mengalokasikan sebagian penghasilan suami menjadi tulang punggung keluarga sebagai prioritas pertama dalam menata keuangan rumah tangga kami. Sulit, iya! Karena aturan yg sejatinya dibuat buat masa depan, kerap mengalir tidak terkendali dampak terdesak kebutuhan hayati yg kian hari dirasa kian mahal. Dengan syarat keuangan yg pasang surut, mau tidak mau saya wajib beraifiliasi menjadi manajer keuangan handal, agar masa depan cerah khususnya bagi dua buah hati kami tak sekedar diangan. Caranya yah menggunakan menginvestasikan rupiah dalam bentuk tabungan. Walaupun sebelumnya suami telah mempunyai rekening pribadi, tetapi tanpa pengelolaan yg matang, seluruh jerih payah akan terasa sia-sia. Tak hanya investasi duniawi, dengan menabung secara konsisten, sebagai muslim kamipun ingin berdaya secara spritual semisal berkurban,berderma sampai berangkat ke tanah kudus.

Menabung menjadi bentuk investasi paling gampang menggunakan resiko paling murah. Tak hanya melalui bank-bank milik pemerintah, aneka macam lembaga keuangan mikro misalnya koperasi siap untuk menampung dana masyarakat. Dengan banyak sekali kemudahan setoran hingga penarikan tunai seharusnya memberikan rasa nyaman buat menginvestasikan sebagian dana yang kita miliki di forum keuangan tersebut. Apalagi pada era digital ketika ini, relatif bermodal smartphone ditangan, aneka macam berita sampai bermacam transaksi perbankan sanggup diakses selama 24 jam non stop. Beberapa bank juga menunjukkan kemudahan dana pendidikan, haji, kredit bisnis sampai KPR alias cicilan rumah. Hal ini semakin menegaskan bahwa dengan berinvestasi via perbankan bukan hanya mencerahkan masa depan tetapi jua memudahkan setiap lini kehidupan.

Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia dan menjadi anggota dari organisasi G-20. Namun sayangnya, rasio menabung di Indonesia Menurut data terbaru Bank Dunia tahun 2017 masih berkisar diangka 34,8 % dari PDB. Sementara di negara lain, seperti China mencapai 49,2 %, Singapura  53,2% dan Korea 35,4%.

Selain itu, rendahnya budaya menabung ditunjukkan dengan menurunnya Marginal Propensity to Save (MPS/keinginan untuk menabung) meskipun GDP per kapita meningkat. Hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat akses masyarakat Indonesia ke lembaga keuangan formal yang menurut Data Bank Dunia 2014 hanya sebesar 36,1% atau lebih rendah dibanding dengan negara ASEAN lain seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Bertepatan dengan Hari Menabung Internasional (World Saving Day) yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober, Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) resmi mencanangkan gerakan “AYO Menabung” sebagai bagian penerapan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang dikeluarkan pada tanggal 1 September 2016.

Gerakan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali budaya menabung dan investasi bagi masyarakat Indonesia. Melalui gerakan ini pula diharapkan masyarakat luas semakin mengenal ragam produk dan jasa keuangan sebagai sarana untuk melakukan aktivitas menabung dan investasi di lembaga jasa keuangan formal, yang bisa meningkatkan likuiditas tabungan domestik untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat. Budaya menabung juga penting untuk menurunkan saving-investment gap atau kesenjangan antara ketersediaan dana dalam negeri dan kebutuhan dana investasi.

Semakin meningkatnya kebutuhan dan porto hidup membuat poly orang beranggapan bahwa menabung semakin sulit dilakukan, sebagai akibatnya turut melupakan pentingnya kiprah tabungan. Untuk mengatasinya langkah yg harus dilakukan merupakan permanen menabung namun ada yang harus dirubah yaitu pola pikir & gaya hidup sesuai kemampuan. Berikut tips cara menabung cerdas dan efektif

Berhenti Berhutang dan Segera Lunasi

Semakin berkurang mini jumlah hutang yang kita miliki, semakin cepat kita terbebas berdasarkan jeratan hutang & tentunya semakin besar kemungkinan yg bisa dicapai buat menabung dan menggapai impian akan kesejahteraan & masa depan yg lebih baik.

Sisihkan Pendapatan pada Jumlah Besar

Rubahlah konsep dasar menabung. Jika sebelumnya jumlah tabungan dihasilkan berdasarkan sisa pengeluaran, jadikan jumlah pengeluaran sebagai sisa menurut pendapatan yg sudah ditabungan. Atau apabila memungkinkan sisihkanlah 1/3 dari pendapatan setiap bulan buat tabungan.

Waspadai Pengeluaran Kecil

Mempertimbangkan setiap pengeluaran secara terperinci bukan berarti pelit, tetapi berusaha buat mengatur arus keuangan secara efisien dan efektif.

Sesuaikan Gaya Hidup

Memaksakan diri dengan gaya hayati yang nir sinkron hanya akan merugikan diri sendiri. Lebih baik terlihat sederhana tetapi sejahtera, daripada keren akan tetapi terlilit hutang demi menyanggupinya.

Tekun & Disiplin

Kunci keberhasilan pada menabung merupakan tekun & disiplin. Dengan mempertahankan kedua sikap tersebut pada menjalankannya, niscaya harapan & tujuan dari tabungan yang terkumpul akan cepat tewujud.

Tabungan Konvensional

Tabungan konvensional adalah jenis tabungan yang paling umum. hampir semua orang pasti memiliki tabungan jenis ini, karena memang tabungan konvensional adalah jenis yang paling dikenal di masyarakat. Ciri utama dari tabungan konvensional adalah nasabah akan memiliki control penuh terhadap tabungannya. Pengambilan uang bisa dilakukan kapan saja dan tidak ada batas waktu setoran. Semuanya ada dibawah kendali Anda melalui sebuah kartu sederhana bernama ATM.

Tabungan Berjangka

Jenis tabungan yang satu ini sebenarnya diperuntukkan khusus untuk Anda yang ingin menabung untuk masa depan. Pada dasarnya dengan tabungan berjangka, anda akan dipaksa untuk disiplin menabung, karena proses menabung dilakukan dengan cara auto-debet oleh pihak bank ke rekening pribadi anda, yakni uang yang anda tabungkan tidak akan bisa diambil sebelum masa jatuh tempo. Salah satu jenis dari tabungan berjangka adalah tabungan pendidikan.

Tabungan Haji

Sesuai dengan namanya, tabungan haji digunakan untuk melaksanakan ibadah haji. Nasabah yang berencana naik haji direkomendasikan memakai tabungan ini. Tabungan haji biasanya mewajibkan nasabahnya menyetor uang minimum Rp 100-500 ribu per bulan. Jika tabungan sudah menembus Rp 25 juta, nasabah bisa langsung mendaftar haji ke Kementerian Agama untuk mendapat nomor antrean. Setelah itu, nasabah tinggal menunggu waktu keberangkatan sambil bertahap melunasi biaya haji dengan terus menabung.

Tabungan Saham

Jenis tabungan ini sangat pas bagi Anda yang gemar bermain saham. Umumnya, tabungan ini digunakan untuk nasabah yang bertransaksi jual-beli saham. Tabungan saham hanya bersifat sebagai penampung uang yang akan digunakan untuk membeli saham, serta untuk menyimpan laba hasil transaksi saham. Untuk menyetor saldo ke tabungan ini, nasabah tinggal transfer uang ke rekening dan tidak bisa dilakukan secara auto debit.

Tabungan Anak

Ingin mengedukasi anak agar rajin menabung? tabungan anak adalah solusinya. Saat ini, banyak bank di Indonesia menyediakan produk tabungan khusus untuk anak, pelajar hingga mahasiswa. Beberapa keunggulan dari tabungan anak antara lain persyaratan mudah, setoran awal rendah, biaya bulanan murah atau gratis, saldo minimum rendah, dan desain kartu ATM yang berkarakter.

Tabungan Giro

Tabungan giro adalah tabungan spesifik buat transaksi bisnis. Tabungan jenis ini lebih seringkali dipakai oleh perusahaan-perusahaan. Dalam bertransaksi, nasabah (perusahaan) memakai cek dan bilyet giro. Sebagai catatan atas transaksi, nasabah tidak akan menerima buku rekening seperti yang anda ketahui. Namun, pihak bank akan mengirimi nasabahnya berupa rekening koran berisi daftar transaksi selama satu bulan.

Tabungan Valas (Mata Uang Asing)

Jenis tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang ingin menabung dengan mata uang asing atau sengaja melakukan investasi mata uang asing. Investasi mata uang asing bermanfaat saat naik turunnya kurs mata uang dalam negeri. Misalnya, ketika nilai tukar rupiah sedang anjlok terhadap dolar Amerika, saatnya anda menjual dolar. Sebaliknya, jika nilai rupiah naik, dolar dibeli dan ditabungkan.

Dengan segala macam pertimbangan sekaligus menggalakkan budaya disiplin menabung semenjak dini misalnya yang dicanangkan pemerintah, kamipun bersepakat buat menyebarkan rekening eksklusif atas nama putra kami di sebuah bank milik pemerintah. Alasan kami menentukan bank pemerintah, tentu saja jaminan keamanan dana yg kami simpan oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

Apa itu LPS? Berdasarkan UU No.24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS), LPS mempunyai dua fungsi yaitu menjamin simpanan nasabah penyimpan & turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan. Kedua fungsi LPS tadi penting supaya bank bisa melaksanakan fungsi menghimpun dana warga , dan secara sempurna serta cepat menyalurkan pulang dana tersebut pada penggunaan atau investasi yg efektif & efisien. Kehadiran LPS dipercaya dapat menaikkan kepercayaan warga pada industri perbankan. Kepercayaan tadi tumbuh karena nasabah penyimpan nir perlu khawatir akan kehilangan simpanan apabila sewaktu waktu bank dicabut izin usahanya & dilikuidasi. Selain itu, kehadiran LPS pula buat membentuk kesetaraan sosial yaitu dengan memberikan perlindungan pada nasabah dari bankir yang nir bertanggungjawab.

Harapan besar, dana yang sudah kami alokasikan setiap bulannya nanti menjadikan ananda kelak cerdas mengelola keuangan, terutama untuk biaya pendidikan hingga kebutuhan pribadi. Dan yang tak kalah penting, saya bercita-cita suatu saat nanti jika rejeki telah mencukupi, kami ingin menunaikan ibadah haji bersama-sama,semoga.

belajar menabung dengan celengan kesayangan

sebuah harapan baru

siap menggapai masa depan cerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *