Berteman Itu Butuh Proses
By: Date: March 4, 2017 Categories: Uncategorized

Suatu hari terdapat dua anak yg bernama Timi & Silvi, mereka sedang bermain di taman. Datanglah dua anak lagi yg bernama Rena & Dina, mereka berdua adalah anak orang kaya, & mentang-mentang mereka anak orangkaya, mereka selalu mengejek ? Ngejek Timi dan Silvi yg adalah anak dari orang tua yang serba kekurangan itu.

Saat Timi & Silvi sedang main ayunan, Rena dan Dina merebut ayunan yang sedang pada naiki sang Timi dan Silvi. ?Awas aku mau main ayunan ini?, istilah Rena sembari mendorong ayunan yg pada naiki Timi & Silvi hingga mereka terjatuh. ?Ayo Dina?, Rena mengajak Dina buat naik ke ayunan. ?Rena ini kan ayunan yg sedang kami berdua naiki kata Timi. ?Terserah saya dong? Istilah Rena, ?Iya? Kata Dina. Timi & Silvi pun mengalah.

Rena & Dina selalu mencari kemarahan Timi & Silvi, tapi mereka selalu sabar pada mehadapi segala sesuatu yang menciptakan Timi dan Silvi murka . Suatu waktu Timi dan Silvi mengantri buat naik perosotan, datanglah Rena & Dina, mereka merebut barisan Timi dan Silvi. ?Dina baris dong pada belakang?, istilah Silvi. ?Gak mau ah, lama ?, istilah Dina. ?Kami juga sudah lama menunggu antrian, kalian jua harus mengantri?. ?Iya? Timi ikut menimpal.

Suatu saat Rena dan Dina duduk pada tempat duduk yg hampir ringkih sambil minum, nir usang kemudian ?Prak? Kursi itupun patah ?Aduh, sakit banget? Datanglah Silvi ,?Mari izin aku bantu ?. ?Gak mau ah, pada bantu sama orang yg miskin nanti kita ketularan?. Kata Rena ?Dia ih gak mau?, kata Dina ?Ya sudah bila kalian gak mau?.

Suatu hari Timi dan Silvi  pergi ke sekolah bersama, saat itu ada dua anak orang kaya, mereka sedang menyebrang setelah membeli cimol, tiba- tiba ada motor yang melintas, mereka berdua hampir tertabrak oleh motor itu tapi untungnya ada Timi dan Silvi mereka langsung menolong Rena dan Dina. Timi berkata sambil marah ”bagaimana kalau kalian tertabrak”, ”untung ada kami berdua”, Silvi menyambung, lalu dua anak kaya itu pun menangis sambil meminta maaf, Rena berkata “maafkan kami berdua Timi dan Silvi”, ”iya, kalau tidak ada kalian kami pasti sudah masuk rumah sakit”. Sambung Dina. ”iya ,lagi pula kami sudah memaafkan kalian sebelum kalian meminta maaf kepada kami, benarkan sil”? ”iya”. ”terima kasih” Rena dan Dina menjawab serentak dan mereka pun akhirnya berteman.

Berapa hari yang lalu ibu dan ayah Timi kecelakaan, mereka masuk rumah sakit. Saat masuk sekolah wajah Timi murung lalu Silvi bertanya “Timi kenapa wajhnmu murung, ada masalah?” Timi menjawab hanya dengan menggelengkan kepala saja. Lalu Rena bertanya kepada Silvi “Silvi kenapa wajah Timi murung?” Silvi menjawab ”aku juga gak tau” ,aku tanya malah geleng-geleng kepala”, “biar aku tanya” kata Rena. ”Timi kenapa wajah mu murung?”  ”ibu, ayah”, ”ada apa dengan ayah dan ibu mu?”, ”ibu dan ayahku masuk rumah sakit, karena kecelakan, dan aku butuh uang untuk membayar rumah sakit”, ”memang berapa uang yang kau butuhkan, biar aku dan Dina mengatur uang nya, benarkan Dina?”, Dinapun menjawab ”ya” kalau masalah membantu teman, aku siap tapi aku harus bicara dulu sama mama papaku”, Dina juga menjawab. “aku sih belum tau berapa uang untuk membayar rumah sakit tapi terima kasih teman-teman” kata Timi, serentak mereka menjawab”sama-sama”.

Setelah Rena dan Dina berbicara pada Mama Papanya mereka mengajak Mama Papanya untuk menengok ke rumah sakit. ”bu, pak, yang sabar ya”kata mamah Rena”iya bu, terima kasih”, ibu Timi menjawab, tidak lama kemudian mama Dina menyambung “oh iya bu, kami ke sini untuk membantu pembayaran uang rumah sakit”, tapi kenapa kalian bisa tau tentang semua ini?”, tanya ibunya Timi, ”anak kami berbicara bahwa ayah dan ibu Timi kecelakaan”, sambung mama Dina. ”oh benarkah?”, “terima kasih bu pak”, nanti kami ganti biaya rumah sakitnya ya bu pak”, ujar mamah Timi.  “tidak usah bu pak, karena anak ibu dan teman anak ibu, anak kami masih hidup, jadi wajar kami membantu ibu” kata ibunya Dina, karena balas budi anak ibu dan teman anak ibu”sekali lagi kami banyak-banyak terima kasih”.

Beberapa hari lalu ayah & bunda Timi telah sembuh. ?Rena Dina terima kasih, karena donasi mama papa kalian bunda & ayah ku telah sembuh? Istilah Timi, serentak Dina & Rena menjawab ?Sama ? Sama?. Dan akhirnya keempat sahabat itu hidup bahagia.

Penulis: Raisya Nuryani Azzahra

Peserta Didik Kelas V SDN 1 Geresik Jamanis Kabupaten Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *