69 Tahun BNI Membangun Negeri, Harmoni Antara Karya Dan Prestasi
By: Date: March 16, 2017 Categories: Uncategorized

Sejarah BNI

Berbicara tentang prestasi BNI, tak afdhol rasanya jika kita tidak mengungkap titik balik perjalanan panjang. Cita-cita mulia para pendiri bangsa yang menginginkan perubahan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia terutama dalam bidang ekonomi. Sebuah karya nyata yang akan dikenang generasi selanjutnya sepanjang masa yang kini tertoreh dalam tinta emas pembangunan negeri.

Ya, 69 tahun lalu BNI resmi mengawali kiprahnya, tepatnya pada peringatan pertama Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1946 di Yogyakarta, Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan Bank Negara Indonesia (BNI) setelah sebelumnya Presiden Soekarno menanda-tangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) No.2/1946 pada 5 Juli 1946 tentang pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) yang menyatakan:

Dengan nama Bank Negara Indone­sia di­dirikan sebuah Bank kepoenyaan Re­poeblik In­donesia untuk mengatur penge­luaran dan peredaran uang kertas Bank dengan harga jang tetap menurut ke­perluan masjarakat ter­hadap alat pe­nukaran, untuk mem­perbaiki peredar­an alat pembajaran lain, untuk me­menuhi kebutuhan kredit masjarakat dan oemoem­nja; soe­paja dapat bekerdja oentoek ke­pentingan oemoem, segala sesoeatoe me­noeroet per­atoeran dalam ataoe berdasarkan atas oendang-oendang ini.”

Filosofi “Negara Indonesia,” melekat pada nama bank ini, yang mengandung ruh kedaulatan politik, kemampuan ekonomi, dan kepribadian budaya nasional Indonesia, yang oleh Bung Karno disebut Triçakti sebagai esensi pembangunan. Beberapa fase penting perjalanan BNI dari masa ke masa bisa dicatatat sebagai berikut :

29 Oktober menjelang 30 Oktober 1946, sejarah mencatat untuk pertama kali  Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) resmi dicetak dan diedarkan BNI. Momentum itu sekaligus menarik seluruh mata uang Belanda dan Jepang yang beredar di Indonesia. Tanggal 30 Oktober, kemudian ditetapkan pemerintah sebagai Hari Keuangan Nasional. Sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Sebagai Bank komersial milik pemerintah, fungsi awal BNI antara lain menyeleng­garakan per­kreditan jangka panjang, memberikan kredit bagi golongan pedagang pada umumnya (khususnya impor­tir dan eksportir), menerima uang sebagai simpanan giro dan deposito, mem­perdagangkan surat-surat ber­harga, dan atas seizin pemerintah Republik Indonesia, boleh turut serta dalam modal perusahaan manapun juga. Sejak itu BNI memusatkan perhatian membiayai pembangunan semesta berencana, serta perdagangan dalam dan luar negeri.

Awal dekade 1950-an BNI sudah berpengalaman membiayai pembangunan bidang perekonomian sebagai pilar utama mewujudkan kesejahteraan rakyat berkeadilan. Terutama di sektor-sektor per­industrian, perdagangan, dan pertanian. Kini, sesuai perkembangan dan dinamika perubahan jaman, BNI memberi prioritas pembiayaan pada 8 sektor industri unggulan: Pertanian, Komunikasi, Kelistrikan, Perdagangan, Migas dan Pertambangan, Konstruksi dan Industri Manufaktur, Industri Makanan dan Minuman, serta Industri Kimia (termasuk pupuk dan industri)

19 November 1955, BNI resmi Go International, dengan membuka Cabang di Singapura. 1 Desember 1959, BNI membuka representative office di Tokyo (1969 kemudian meningkat statusnya menjadi Cabang). Inilah yang kemudian mendorong BNI membuka cabang di Hong Kong, New York, London, dan Osaka. Kantor-kantor cabang itu menjadikan BNI sebagai bank pemerintah pertama dan utama sebagai jembatan Indonesia ke dunia dan dunia ke Indonesia, selaras dengan peran Indonesia di dunia internasional. BNI menjadi bank terdepan yang berfungsi sebagai outlet perekonomian nasional di dunia internasional.

Tahun1968, Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai ‘BNI 46’. BNI juga telah mereposisi identitas korporatnya untuk menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Logo pertama sejak BNI berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan BNI 1946 berwarna emas melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan.

Logo pertama BNI (1946-1988)

Di tahun yang sama, Presiden Soekarno sesuai dengan amanat UU No.17 Tahun 1968 menugaskan BNI menjadi benteng pertahanan ekonomi untuk menghadapi dan mengatasi inflasi sangat tinggi yang sangat berbahaya bagi perekonomian nasional. BNI bertugas: Menghimpun dana dari masyarakat,disaat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan masih sangat rendah. BNI harus mengambil inisiatif dan aksi korporasi agar stabilitas ekonomi sebagai cermin kedaulatan negara dan bangsa, tetap terjaga dan terpelihara dengan membentuk cabang-cabang dan unit usaha sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Tujuannya: memperkenalkan bank kepada masyarakat luas. Kemudian, BNI membentuk Bank Keliling, Bank Terapung (di Kalimantan), Bank Sarinah (untuk kaum perempuan), dan Bank Bocah (untuk anak-anak dan generasi muda, sebagai cikal bakal gerakan menabung secara nasional).

Peran BNI sebagai bank terdepan menghadapi persoalan perekonomian bangsa, terus berlanjut. Kelak, BNI memelopori perubahan dengan orientasi bisnis sebagai bank peme­rintah pertama yang menjadi perseroan terbuka. Perubahan ini mendorong semangat kebangsaan dan profesionalisme insan BNI untuk selalu menunjukkan kinerja berkualitas prima, profesional dan terus berkembang dalam melayani negeri.

Dekade 1980-an Indonesia dihadang krisis, pemerintah mengambil pengalaman BNI menggerakan aksi menabung masyarakat, dengan melancarkan program seperti Tabanas, Taska, dan lain-lain. Kala itu, ketika banyak kalangan perbankan mengalami persoalan akibat aksi masyarakat melakukan rush terhadap bank-bank swasta, BNI menjadi bank yang paling aman pilihan pertama nasabah untuk menyimpan uang.

Tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi logo layar kapal & gelombang untuk merepresentasikan posisi BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial Negara yang berorientasi pada pasar.  Setelah krisis keuangan melanda Asia tahun 1998 yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, BNI melakukan program restrukturisasi termasuk diantaranya melakukan rebranding untuk membangun & memperkuat reputasi BNI. Identitas baru ini dengan menempatkan angka ‘46’ di depan kata ‘BNI’. Kata ‘BNI’ berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan, keunikan, dan kekokohan. Sementara angka ‘46’ dalam kotak orange diletakkan secara diagonal untuk menggambarkan BNI baru yang modern.

Logo kedua BNI (1988-2004)

Logo ketiga BNI (2004-sekarang)

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan ‘Bank BNI’ dipersingkat menjadi ‘BNI’, sedangkan tahun pendirian – ’46’ – digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak dilakukannya pemetaan arah perjalanan yang baru di tahun 2004, BNI mengalami perubahan-perubahan besar, yang didorong oleh kesadaran akan jati diri, semangat serta harapan baru yang timbul di lingkungan BNI bersama belasan ribu orang karyawannya. Proses transformasi yang tengah berlangsung di BNI menyentuh setiap relung kesadaran kolektif serta budaya perusahaan dan membawanya ke arah satu tujuan bersama.

Melalui transformasi ini, BNI terus bergerak untuk menjadi sebuah bank nasional kebanggaan dengan pemahaman intuitif akan kebutuhan pasar yang kompetitif dan dinamis. Sebuah semangat kebersamaan yang sangat terasa di antara mitra-mitra BNI, secara kolektif mewakili komitmen BNI untuk menyandang status sebagai bank utama di negeri ini, kokoh dan andal di jajaran terdepan industri perbankan, serta menjadi kebanggaan seluruh mitranya. Semangat yang lahir dari warisan sejarah yang kental dan membanggakan sepanjang lebih dari setengah abad sejak kemerdekaan Indonesia, terus tumbuh bersama arah dan tekad baru yang telah dicanangkan BNI ke masa mendatang.

Upaya BNI memfokuskan diri pada pemenuhan kebutuhan keuangan konsumen tidak berhenti pada peningkatan pelayanan konsumen semata, namun juga tercermin pada pengembangan produk keuangan konsumen, baik produk simpanan maupun pinjaman. Hubungan yang saling menguntungan antara BNI dengan masyarakat diarahkan unutk menciptakan kontribusi yang bermakna bagi pembangunan bangsa yang berkesinmbungan. Hubungan yang harmonis serta sinergi antara keduanya diharapkan membawa perubahan yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pemberdayaan bangsa.

Seluruh catatan historis BNI bersama ‘ibu kandung’-nya, Republik Indonesia, merupakan bukti BNI sebagai bank terdepan dalam membela bangsa dan negara. Sekaligus modal dasar BNI dalam berperan kini dan di masa depan, terutama dalam meningkatkan kemandirian politik, daya saing ekonomi, dan peradaban unggul kelak ketika Seabad Indonesia Merdeka (2045).

BNI Ukir Prestasi

Pasang surut menjadi warna perjalanan BNI dalam mengarungi industri perbankan nasional. Dalam menghadapi persaingan dan tantangan global, inovasi dan peningkatan kualitas layanan senantiasa dilakukan BNI sebagai upaya memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan lainnya. Tak heran, jika dedikasi dan komitmen seluruh insan BNI telah melahirkan banyak prestasi yang didedikasikan BNI untuk masyarakat dan negara Indonesia.

Pertama , PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan prestasi menonjol dibandingkan bank-bank lain di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Prestasi terbaik yang pertama kali diraih BNI pada tahun 2014 adalah menjadi bank yang memiliki Divisi Internasional terbaik di Asia Tenggara. Penghargaan sebagai bank yang memiliki Divisi Internasional terbaik di Asia Tenggara diberikan kepada BNI karena dinilai unggul pada berbagai sudut penilaian, mulai dari kinerja bisnis, network coverage, dan strategi bisnis. BNI mengusung visi bisnis internasional: “Bridging Indonesia and The World” hingga mendapatkan penilaian yang signifikan dalam survei yang dilaksanakan Alpha Southeast Asia.

Kedua , BNI tetap menjadi bank dengan layanan kepada nasabah kecil dan menengah serta layanan Cash Management terbaik di Indonesia. Pengakuan tersebut diberikan oleh majalah Alpha Southeast Asia kepada Pemimpin Divisi Internasional BNI Abdulllah Firman Wibowo. Tiga penghargaan yang diberikan kepada BNI adalah The Best International Banking Division of The Year 2014 in Southeast Asia, The Best Cash Management Bank, dan The Best SME Bank in Indonesia. Jaringan yang dimiliki BNI antara lain terdapat 1.687 outlet yang tersebar di 34 provinsi dan 381 kabupaten, dan lima kantor cabang di luar negeri; yaitu di London, New York, Tokyo, Singapura, Hongkong; satu sub branch di Osaka; Limited Purpose Branch di Singapura; dan Remittance Representative yang tersebar di Malaysia, Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

Ketiga , selama lima tahun beruturut-turut (2009-2014) BNI juga menerima penghargaan sebagai The Best Trade Finance in Indonesia dari Alpha South East Asia Magazine. BNI memborong sekaligus lima penghargaan di bidang tata kelola dari Asiamoney. Majalah tersebut memberikan penghargaan berdasarkan hasil jajak pendapat tahunan bertajuk ‘Corporate Governance Poll 2013’. Pemilihan dilakukan oleh para responden yang memilih dua perusahaan dengan tata kelola terbaik di Asia dengan memperhatikan aspek transparansi dan keterbukaan informasi, hubungan investor, pertanggungjawaban dan sikap etis manajemen serta dewan direksi, dan perlakuan adil dan wajar terhadap hak pemegang saham dan investor. semua prestasi itu tidak hanya memberikan motivasi bagi seluruh insan BNI untuk bekerja lebih baik, tapi juga memberikan harapan, bahwa BNI merupakan tempat terbaik untuk berkarya dan berprestasi. Sekaligus pilihan terbaik untuk berinvestasi.

Keempat , Walk in Channel Terbaik No. 1 di Indonesia. BNI ditetapkan sebagai bank yang memiliki fasilitas dan layanan walk in-channel terbaik dibandingkan dengan bank-bank lain yang diikutsertakan dalam Banking Service Excellence Monitor (BSEM) 2015 dan menempati peringkat Kedua sebagai the best e-Channel. Marketing Research Indonesia (MRI), selaku pelaksana BSEM 2015, menetapkan BNI di peringkat terbaik pada layanan Customer Service, Kenyamanan Ruangan, Peralatan Banking Hall, Toilet dan layanan ATM

Kelima , BNI berhasil menorehkan sejarah sebagai bank yang memiliki inovasi dan Jaringan ATM di Luar Negeri terbanyak dibandingkam bank-bank asal Indonesia lainnya.  BNI terus memberikan beragam layanan Innovative Channel sejak tahun 2013, antara lain ATM Sepeda Motor, kontainer outlet, ATM untuk penyandang disabilitas, dan BNI Layanan Gerak 4WD. BNI membuat terobosan memperluas jaringan dengan membuka 6 ATM di luar negeri yaitu 4 di Hong Kong dan 2 di Singapura.

ATM khusus bagi penyandang disabilitas ( http://www.tribunnews.com)

Keenam , BNI merupakan Bank Persepsi Terbaik sejak 2009. BNI terus memperkuat layanannya dan makin dipercaya nasabah. Konsistensi untuk memberikan layanan terbaik itu lantas membawa BNI meraih penghargaan sebagai bank persepsi dengan layanan penerimaan negara terbaik 2014 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Ketujuh , Contact Center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang dikenal dengan BNI Call 500046 mencetak prestasi dalam ajang Contact Center World tingkat dunia di Las Vegas, Amerika Serikat. BNI meraih dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu dalam kompetisi yang digelar Contact Center World dan diikuti oleh peserta perusahaan dan individu dari Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika pada pertengahan November 2014 lalu. BNI Call 500046 merupakan layanan phone banking BNI yang disiapkan untuk  memberikan layanan terbaik bagi nasabah dengan memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi, melakukan transaksi, maupun menyampaikan keluhan. Keberhasilan mendapatkan penghargaan tingkat dunia tersebut, membuktikan BNI Call 500046 memiliki daya saing yang kuat dan memiliki kompetensi dan layanan bertaraf  Internasional.

Kedelapan , Prestasi menonjol BNI lainnya adalah dalam menggarap produk-produk unggulannya. BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang memungkinkan Kartu Debit digunakan sebagai sarana pembayaran belanja Online melalui BNI Debit Online. BNI juga dipercaya oleh Mastercard sebagai satu-satunya bank di Indonesia untuk menerbitkan varian kartu dengan hierarki tertinggi, yaitu Kartu Debit BNI Emerald World MasterCard. Kedua produk unggulan ini menopang popularitas BNI di dunia maya.

Produk unggulan lain adalah BNI Taplus dan Kartu Debit BNI yang tidak terkalahkan dalam indeks Digital Brand hasil survei iSentia dan Biro Riset sebuah media nasional. BNI Taplus menjadi produk tabungan yang paling banyak menuai perhatian di media digital dengan total indeks 2.016, jauh di atas dua bank pesaing. Program Rejeki Taplus 2014 yang melekat pada produk tabungan BNI Taplus banyak dibicarakan netizen. Promosi yang dilakukan di media digital dinilai ampuh karena banyak pengguna media sosial (netizen) yang ikut mengajak netizen untuk mengikuti program tersebut. Sementara Kartu Debit BNI berada di posisi teratas dalam perolehan index brand digital. Kartu debit BNI meraih indeks 25.796 dari total pemberitaan maupun cuitan mengenai produk kartu debit BNI sebanyak 25.804 buzz. Artinya, dari total jumlah buzz, 99,97%-nya memberikan kontribusi positif dalam pengembangan brand Kartu Debit BNI. Ini membuktikan bahwa tingkat popularitas Taplus BNI dan Kartu Debit BNI diperhitungkan di mata nasabah sepanjang tahun 2014, sehingga mampu menduduki peringkat pertama pilihan nasabah netizen. Atas pencapaian tersebut, Maret lalu BNI memperoleh beberapa Anugerah dalam acara Digital Brand of The Year 2015 di Jakarta.

Strategi

Dalam usianya yang telah matang, BNI telah membuktikan karya nyata dalam  membangun negeri ini. Segudang prestasi yang telah ditorehkan menjadi semacam ruh yang menguatkan seluruh elemen BNI untuk terus meningkatkan kinerjanya dengan melakukan strategi-strategi untuk memenangi persaingan global dan dalam serta menguatkan posisi BNI dimata masyarakat dan pemangku kepentingan yang lain.

Manajemen SDM

Sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan untuk memenangkan persaingan dalam era globalisasi dan perdagangan bebas. Sebagai implikasi dari semakin meningkatnya tingkat persaingan, tuntutan sumberdaya manusia yang berkualitas semakin meningkat pula. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang antara lain dapat dilakukan dengan pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia.

Perencanaan Sumber Daya Manusia menjadi misi BNI adalah menciptakan kondisi terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi. Dalam melakukan manajemen atas Sumber Daya Manusia, Bank BNI menggunakan unit khusus yang fokus terhadap pengelolaan dan pengembangan SDM Bank BNI. Unit Khusus tersebut diberi nama Change Management Office atau sering dikenal dengan istilah CMO. Adanya unit khusus ini seiring dengan rencana strategis Bank BNI dalam menyajikan dan mensukseskan Program BNI Performance Exellence dan mnciptakan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki global capability melalui pengembangan kapabilitas sejalan dengan arah perusahaan dalam mencapai pertumbuhan keuangan yang berkelanjutan.

Jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, BNI menyiapkan cara untuk meningkatkan efisiensi perbankan di Tanah Air guna memenangkan persaingan antar bank lainnya dalam lingkup wilayah ASEAN. Demi menciptakan SDM unggul tersebut, BNI melakukan pengembangan SDM yang difokuskan pada:

•Penyempurnaan organisasi (strategi, kemitraan bisnis, keahlian, pelayanan) •Pemenuhan kapasitas (capacity fulfillment)

•Peningkatan kemampuan (capability enhancement)

BNI juga secara reguler menggelar acara “CEO Menyapa” yang bertema “Pererat Komunikasi untuk Meningkatkan Kinerja”. Acara ini dilaksanakan untuk mendapat masukan dari pegawai agar menjadikan BNI lebih baik lagi. Tak hanya itu, BNI juga mengajak para pegawai untuk siap menghadapi tren perkembangan pasar industri perbankan di wilayah ASEAN. Pasalnya, efisiensi yang dilakukan bankbank nasional menjadi kunci untuk menghadapi serangan pasar bebas di Indonesia.

Kode Etik

BNI menerbitkan kode etik sebagai panduan pegawai dalam praktik bisnis sehari-hari yang beretika dengan para pemangku kepentingan. Kode etik ini disebarluaskan kepada seluruh pegawai melalui surel, surat, dan pelatihan yang dilakukan minimal setahun sekali. Kode etik ini juga disebarluaskan kepada semua mitra bisnis BNI melalui surel dan surat.

1. Bertindak profesional 2. Menjadi panutan dan selalu mengingatkan 3. Menjaga hubungan baik antar Insan BNI 4. Menjaga kerahasiaan 5. Menjaga keselamatan kerja 6. Berkomitmen kepada lingkungan 7. Melakukan pencatatan data dan penyusunan laporan 8. Mencegah benturan kepentingan 9. Larangan memberi, menerima hadiah atau cinderamata 10. Bertindak sebagai narasumber 11. Larangan menjadi anggota atau donatur parpol 12. Larangan mengungkapkan informasi yang tidak benar 13. Menggunakan dan menjaga aset BNI 14. Larangan menggunakan Corporate Identity

Budaya Kerja Insan BNI

Budaya perusahaan merupakan nilai-nilai yang dianut dan cara bertindak dalam perusahaan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pihak dalam maupun luar perusahaan. Disebutkan bahwa keberhasilan dalam memahami dan mengaplikasikan budaya perusahaan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan.

BNI memiliki budaya kerja yakni prinsip yang diyakini dan menjadi landasan berbagai kebijakan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) serta menjadi panduan perilaku untuk setiap insan BNI. Budaya kerja ini dikenal dengan PRINSIP 46. Seluruh insan BNI mulai dari jajaran komisaris, direksi, hingga pegawai di lini terdepat termasuk pegawai rekanan di BNI wajib mematuhi perilaku dan tata nilai budaya kerja ini sehingga diharapkan setiap insan BNI memiliki pemahaman dan semangat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan.

Melalui implementasi budaya kerja ini, BNI ingin senantiasa mewujudkan visi untuk “Menjadi Bank kebanggaan nasional yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja.” PRINSIP 46 terdiri dari empat nilai utama dan enam perilaku utama Insan BNI yang diharapkan dapat dipahami sebagai pokok dasar berpikir dan bersikap setiap Insan BNI dalam setiap aktivitas pekerjaannya.

4 Nilai Budaya Kerja BNI:

• Profesionalisme

• Integritas

• Orientasi Pelanggan

• Perbaikan Tiada Henti

6 Perilaku utama Insan BNI

• Meningkatkan kompetensi dan memberikan hasil terbaik

• Jujur, tulus, dan ikhlas

• Disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab

• Memberikan layanan terbaik melalui kemitraan yang sinergis

• Senantiasa melakukan penyempurnaan

• Kreatif dan inovatif

Asosiasi

Pada tahun 2013, BNI bergabung dengan United Nations Global Compact (UN Global Compact) melalui Indonesia Global Compact Network (IGCN) dengan menjadi signatory Global Compact yang ditandatangani di Bali, pada 23 Maret 2013. UN Global Compact adalah sebutan untuk perusahaan-perusahaan yang secara sukarela menyelaraskan usaha dan strateginya dengan sepuluh prinsip universal di bidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan hidup dan anti korupsi serta mengambil tindakan dalam mendukung tujuan PBB termasuk Millennium Development Goals (MDGs). Dengan menjalankan kesepuluh prinsip tersebut maka dunia usaha/bisnis sebagai penggerak perekonomian global diharapkan dapat mendorong terciptanya market, perdagangan, teknologi dan jasa keuangan yang menghasilkan manfaat ekonomi dan keberlanjutan (sustainability) bagi masyarakat luas.

TI

Kini ketika teknologi dan digital channel telah menguasai dunia dunia telah menjadi salah satu strategi utama sektor consumer banking, BNI tidak menutup mata. Dunia digital menjadi arena penting untuk memasarkan produk dan jasa BNI, termasuk memelihara intensitas komunikasi dengan pengguna media sosial di Indonesia, baik di Facebook, Twitter, hingga Instagram. BNI sangat memahami pentingnya mengelola media sosial dalam pengembangan pemasaran dan memperkuat brand. Itulah yang membuat BNI selalu berada di papan atas dalam survei brand digital tiga tahun terakhir. Sebuah tim khusus sengaja dibentuk untuk mengelola komunikasi di media sosial, baik sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah maupun bentuk sarana untuk menjaring nasabah baru. Bersamaan dengan itu, BNI terus menyempurnakan ujung tombak pelayanan perbankan berbasis elektroniknya (e-banking).

Keberlanjutan

Sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor perbankan, BNI mengemban amanat dan tanggung jawab untuk menghantarkan seluruh lapisan masyarakat negeri ini menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Visi tentang pentingnya keberlanjutan sebagai bagian dari strategi BNI. Bagi BNI, sangat jelas bahwa Bank tidak dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama jika lingkungannya tidak dalam kondisi yang baik. Meskipun keadaan ekonomi dan politik belum sepenuhnya kondusif pada 2014, BNI tetap tampil baik dan berkomitmen penuh untuk menjadi pemimpin dalam keberlanjutan dari dimensi jasa keuangan di Indonesia. Kami sangat percaya bahwa performa konsisten dan komitmen BNI untuk keberlanjutan saling berkaitan.

Keberlanjutan bagi BNI bukan semata-mata mengejar profit, tetapi  BNI juga senantiasa memberikan perhatian pada lingkungan hidup termasuk kehidupan masyarakatnya melalui berbagai program Corporate Community Responsibility (CCR).

  • Bidang Pendidikan. BNI aktif mendukung pengembangam sektor pendidikan di daerah-daerah tertinggal dengan memberikan Bantuan Kapal Pintar sebagai sarana belajar dan taman baca yang beroperasi di daerah terpencil bekerjasama dengan TNI. Sementara untuk siswa-siswi berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi, BNI memberikan Beasiswa Gemilang mulai SD hingga Perguruan Tinggi. BNI juga turut menyiapka beragam Pelatihan & Pembinaan untuk Atlet Nasional, Tenaga Pendidik dan Kaum Disabilitas, Pelatihan dan pembinaan UKM dan mitra binaan di Kampoeng BNI.
  • Bidang Kesehatan. BNI memberikan bantuan Kapal Sehat berupa kapal ambulance yang dioperasikan bersama TNI AL, Bantuan Mobil Ambulans melalui beberapa institusi, bantuan 5 Mobil Tranfusi Darah kepada PMI untuk keperluan donor darah secara mobile, serta Bantuan klinik sosial yang menyelenggarakan pengobatan gratis di daerah miskin.
  • Pelestarian Alam. BNI merupakan bank di Indonesia yang paling giat memberikan kontribusi riil pada program-program pelestarian lingkungan hidup melalui program-program BNI Green Banking. Untuk itu, BNI bersama Paguyuban Budiasi membangun Pusat Pembibitan di daerah Sentul, Bogor  & Penghijauan Kawasan Kritis di Seluruh Indonesia. BNI juga membangun Hutan dan Taman Kota di kota-kota besar  Indonesia (Jakarta, Banda Aceh, Solo, Surabaya, Jimbaran, Wonosari, Yogyakarta). Pada banyak kesempatan, BNI tidak pernah absen dari program Penanaman Mangrove dan Pelepasan Penyu Belimbing seperti yang dilakukan di Bangka. Begitu pula dengan Rehabilitasi Orang Utan di Kalimantan Tengah.
  • Sarana dan Prasarana Umum. BNI turut berkontribusi dalam Perbaikan sekolah dasar di daerah pelosok, perbaikan jembatan untuk jalan yang dilalui menuju sekolah di daerah terpencil, Pendirian Kampoeng BNI untuk mendukung industri kreatif dan budidaya produk agrikultur hingga Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan (microhidro, biogas, biomass).
  • Bantuan Bencana Alam, Sebagai bagian dari sebuah negeri yang kerap dilanda bencana alam, BNI berupaya menjadi yang terdepan dalam memberikan bantuan. BNI ditunjuk sebagai koordinator BUMN Peduli Sektor Bencana Alam. Berbagai bencana yang mendapatkan kontribusi bantuan bencana dari BNI antara lain adalah di Sinabung, Merapi, Bima, Dompu, Jakarta, Padang, Monokwari, Menado dan daerah lainnya.
  • Pengentasan Kemiskinan.  BNI memiliki program Kemitraan yang sangat solid untuk mengangkat masyarakat yang berada pada golongan tidak mampu untuk memulai usaha mandiri. Salah satu program kemitraan yang diusung BNI adalah Pembangunan Desa dalam Program Kawasan Pulau Komodo dan Desa Wisata  Borobudur.
  • Program “Kampoeng BNI”. Program Kampoeng BNI adalah pelopor program kepedulian masyarakat yang terintegrasi dengan proses bisnis. Kampoeng BNI bergerak dengan pola pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak sekaligus pembinaan berkelanjutan melalui capacity building, pendampingan, promosi, dan dukungan infrastruktur, sehingga secara jangka panjang masyarakat dapat mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya. Saat ini, Kampoeng BNI telah berkembang menjadi flagship program dalam rangka  mewujudkan cita-cita BNI untuk membangun pedesaan, memberdayakan masyarakat, dan mengembangkan potensi ekonomi di setiap daerah berbasis potensi sumber daya lokal. Pada tahun 2014, BNI menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Kampoeng BNI Sejuta Pesona Kearifan Lokal” yang didedikasikan kepada seluruh mitra binaan Kampoeng BNI di seluruh Nusantara. Buku tersebut bertujuan untuk menonjolkan keunikan dan ciri khas dari masing-masing Kampoeng BNI. Melalui buku ini diharapkan setiap Kampoeng BNI menjadi semakin bersemangat untuk tumbuh dan berkembang bersama BNI menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
  • Pengembangan Potensi lokal dalam kampoeng BNI (http://manajemen.bisnis.com)

    • Penyebaran informasi dan edukasi keuangan.BNI sebagai BUMN yang bergerak di bidang perbankan, memiliki fungsi perpanjangan tangan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. BNI sebagai agent of development selalu berupaya untuk memberikan informasi serta edukasi keuangan kepada masyarakat sebagai wujud dari misi bisnis ke-4 BNI yaitu meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

    Peran BNI dalam perluasan akses keuangan ini diberikan dalam bentuk informasi  yang edukatif melalui tayangan sinetron sehingga dapat dengan mudah dimengerti oleh lapisan masyarakat menengah bawah. Serangkaian kepedulian BNI dalam mewujudkan Corporate Community Responsibility di industri kreatif perfilman dimana BNI telah mendukung pembuatan film Tabula Rasa tentang keunikan kuliner Indonesia dan Film Pendekar Tongkat Emas tentang ajaran luhur silat Indonesia, sehingga akar dan warisan budaya Indonesia tetap terjaga kelestariannya. Saat ini BNI juga berinisiatif mendukung Sinetron Rindu Satpam Kita sebagai penyebaran informasi edukatif karena didalamnya menyertakan informasi tentang pentingnya menabung dan melakukan pengelolaan keuangan. Diharapkan melalui tayangan sinetron TVRI ini, akses pemahaman keuangan masyarakat dapat meningkat sehingga turut mendukung pertumbuhan financial inclusion di Indonesia.

    Penyebaran informasi dan edukasi keuangan lewat sinetron (http://akarpadinews.com)

    Penutup

    69 tahun BNI membangun negeri. Di usia yang telah matang, BNI terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan bangsa melalui beragam Inovasi dan peningkatan kualitas layanan sebagai upaya memberikan nilai tambah, bagi nasabah ataupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan keunggulan pengalaman, keterampilan, persepsi, inovasi Dan didukung SDM-SDM berkualitas, BNI terbukti melahirkan banyak prestasi gemilang. Sebagai bank terkemuka di Indonesia, harmoni antara karya dan prestasi yang telah ditorehkan BNI telah sukses mengangkat citra BNI dan Indonesia dimata International. Berbekal prestasi itulah, seluruh elemen BNI bertekad untuk senantiasa memberikan layanan dan sumbangsih terbaik bagi masyarakat. Karena BNI percaya prestasi yang telah tertoreh selama ini bukan buah karya yang lahir dari tangannya sendiri. Kepercayaan masyarakat selama ini yang telah mengakar hingga kepelosok negerilah yang menjadi tulang punggung BNI dalam memantapkan eksistensinya hingga hari ini dan seterusnya.

    Dirgahayu RI ke- 70, Dirgahayu BNI ke-69

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *