Belajar Kehidupan dari Mang Ojo sang Pembajak Sawah
By: Date: March 18, 2017 Categories: Uncategorized

Belajar Kehidupan menurut Mang Ojo oleh Pembajak Sawah

Oleh: Agus Nana Nuryana*

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, luar ruangan dan alam

Memandangi mereka yang asik bermain lumpur, teringat masa berpuluh-puluh tahun yg lalu, dimana fase itu pernah dialami. Keceriaan & kebahagiaan tampak menurut wajah polos tidak berdosa ketika mereka direstui buat mengolah tanah walau kotor menyelimuti badan.

Diawal tampak raut keraguan buat menginjakan kakinya di lumpur nan subur, lantaran mereka memang tidak biasa melakukannya. Namun sesudah beberapa waktu keraguan itupun hilang ditelan lumpur dan mereka sangat menikmati momen langka itu.

Sayup terdengar teriakan mang Ojo yang melarang mereka bermain lumpur, ‘awas nanti mama marah’, teriak mang Ojo. Tetapi aku meyakinkan mang Ojo bahwa mama anak-anak ini nir akan marah.

Beberapa waktu terjadilah dialog hangat dengan mang Ojo sembari memperhatikan anaknya yang sedang melanjutkan membajak sawah. Dia bilang sesekali memang anak-anak wajib bermain lumpur buat menguji daya tahan tubuhnya. Tanah walaupun secara lahiriah kotor, namun bisa menyehatkan, begitu celoteh mang Ojo yang sudah puluhan tahun menekuni profesi menjadi tukang bajak Sawah.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, luar ruangan dan alam

Dia menyampaikan bahwa kelima anaknya sering dibawa ke sawah dan bermain lumpur, mereka hampir sporadis sakit atau pada bawa ke dokter. Bahkan beliau sendiri diusianya yang sudah separuh baya masih kuat dan Alhamdulillah diberikan kesehatan oleh Alloh swt.

Ketika ditanyakan kepadanya mengenai tips sehatnya, mang Ojo mengatakan bahwa dalam hidup ini jalani saja apa adanya jangan terlalu muluk-muluk dalam menjalani kehidupan, anggap ringan dan rasakan saja pula yang paling krusial wajib selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, luar ruangan dan alam

Mencari kehidupan harus terus dilakukan selama kita masih mampu berupaya, lakukan apa saja yang krusial halal, mang Ojo punya keyakinan bahwa Alloh swt. Tidak akan menyia-nyiakan terhadap hamba-Nya yang selalu berupaya dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Sungguh keyakinan yg mungkin bagi sebagian orang tidak sanggup dilakukan.

Menurut mang Ojo banyak orang yang hidupnya sudah sangat berkecukupan, namun beliau nir merasa puas dengan apa yg dimilikinya dan bahkan merasa tidak damai menggunakan kehidupan yg melimpah ruah dengan harta. Begitulah bila orang yg nir sanggup mensyukuri menggunakan apa yg dimilikinya, walaupun secara hitungan sudah lebih berdasarkan cukup, tetapi mereka masih galau dengan kehidupannya.

Sungguh pelajaran yg sangat bermakna yang didapat menurut obrolan ringan menurut seorang mang Ojo pembajak sawah yg selalu berupaya buat mensyukuri apa yang dia dapatkan.

#belajarbersyukur

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

Penulis pula aktif di komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *