Ketika Hidup Bukan Sekedar Mencari Laba
By: Date: March 21, 2017 Categories: Uncategorized

Dalam satu kesempatan saya bertemu mitra lama semasa kuliah. Setelah berbasa-basi sebentar & saling bercerita kegiatan masing-masing, dia bertanya mengenai asa masa depan famili saya kelak.Singkat cerita,jika ingin keluargamu sejahterah dan pendidikan anak-anakmu terjamin, mulai sekarang kamu wajib mulai berasuransi, ucapnya sembari memberikan produk premi perusahaannya disertai keunggulan-keunggulannya. Asuransi? Ketika itu tidak ada pikiran pada benak aku buat memiliki sebuah premi. Apalagi tidak sedikit masalah yang tersebar di media, mengenai banyaknya klaim peserta premi yang tak kunjung cair. Beberapa hari lalu kamipun bertemu lagi buat membahas lebih lanjut penawaran yg beliau berikan. Maaf, saya sudah mempunyai tabungan, begitu jawab aku menggunakan berat hati ketika menolak produk premi yg dia tawarkan. Tapi rasa apatisme tentang asuransi pelan-pelan mulai pupus. Kesadaran buat mempunyai sebuah iuran pertanggungan berbalik waktu aku harus berhadapan dengan meja operasi. Dengan porto relatif mahal mau nir mau suami wajib bergegas mencari referensi. Alhamdulillah, akhirnya jalan itupun terbuka. Asuransi milik pemerintah membuat saya lebih tenang menjalani masa-masa sulit selama dan pasca operasi.

“Life is a game of uncertainty”dimana hidup tidak sekedar mencari laba. Hidup kita akan penuh dengan ketidakpastian atau sering disebut sebagai risiko, yaitu sesuatu yang belum pasti terjadi dan belum pasti akibat yang timbul. Misalnya seperti kebakaran, sakit, banjir, kecelakaan dan meninggal. Tidak ada seorang pun yang tahu secara pasti kapan risiko akan terjadi. Risiko bisa saja menimbulkan keuntungan dan kerugian. Ketika timbul kerugian dari peristiwa tidak pasti inilah asuransi jiwa bekerja untuk mengcover risiko kerugian yang dihindari oleh kebanyakan orang. Asuransi jiwa memberi jaminan atas peristiwa tidak pasti di masa yang akan datang dengan pembayaran premi yang sudah diatur dan disepakati oleh kedua belah pihak. Ketika seseorang ikut asuransi jiwa berarti di dalamnya telah terjadi risk transfer antara pihak tertanggung dan pihak penanggung. Asuransi jiwa juga bisa berfungsi sebagai tabungan. Hasil yang diterima pada akhir masa jatuh tempo merupakan kumpulan dari tabungan premi ditambah dengan bunga. Dari sudut pandang bisnis, perusahaan asuransi bukan merupakan perusahaan investasi sehingga bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah dari bunga deposito atau tabungan.

INDONESIA sejatinya memiliki potensi akbar untuk pengembangan bisnis asu?Ransi. Hal itu disebabkan Indonesia memiliki populasi penduduk yg relatif besar , yakni mencapai 250 juta jiwa. Tetapi, dari output riset Otoritas Jasa Keuangan, utilisasi produk iuran pertanggungan pada Tanah Air masih sangat rendah, yakni baru 11,8% & tingkat penetrasinya 2,54%. Terkait dengan hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator menargetkan utilisasi atau penggunaan produk premi masyarakat mesti mencapai 75% dalam 2020 nanti. Penguatan lembaga keuangan non bank pada Indonesia diharapkan buat mendukung tercapainya sasaran pembangunan jangka panjang melalui penempatan obligasi di pasar domestik, pembiayaan infrastruktur, & perluasan lapangan kerja menggunakan penyediaan asal dana murah bagi bisnis kecil dan menengah. Industri ini memiliki pangsa pasar ke 2 terbesar setelah perbankan dan merupakan pemegang pangsa pasar terbesar dalam industri forum keuangan non bank.

Faktanya, resistensi warga Indonesia khususnya dari kalangan menengah ke bawah terhadap produk asuransi jiwa masih sangat rendah. Sebagian akbar rakyat beranggapan bahwa bayar iuran pertanggungan adalah?Buang duit yg dimilikinya??. Padahal manfaat yang didapat dari iuran pertanggungan cukup tidak mengecewakan akbar namun dalam kenyataannya selama ini asuransi nyaris tidak tersentuh terutama bagi warga berpenghasilan rendah. Persoalan menjadi tambah rumit dengan adanya sinyalemen yang dikemukakan sang Badan Media Asuransi Indonesia bahwa ?Akibat tingginya masalah penolakan klaim sang perusahaan premi, menciptakan jasa iuran pertanggungan menerima sorotan tajam menurut warga ?. Pernyataan tadi sebenarnya sanggup dikatakan ?Pukulan telak? Karena menyangkut agama masyarakat terhadap iuran pertanggungan generik di Indonesia. Kondisi ini berpotensi membawa industri asuransi pada Indonesia memasuki termin kritis.

Alasan mengenai rendahnya tingkat penggunaan produk iuran pertanggungan dalam rakyat berpenghasilan rendah pada atas pada respon oleh Otoritas Jasa Keuangan, sebagai akibatnya sejak tahun 2013 Otoritas Jasa Keuangan beserta dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), & Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) berkomitmen dalam program pengembangan premi mikro dalam upaya peningkatan akses rakyat berpenghasilan rendah terhadap produk premi.

Secara garis besar , dapat dikatakan bahwa asuransi mikro merupakan produk iuran pertanggungan yg diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah, misalnya buruh tani, nelayan, buruh pabrik, pramuniaga, pembantu rumah tangga, sopir, dan pedagang mini . Jumlah rakyat pada segmen tadi di Indonesia relatif akbar dan memiliki keterbatasan akses terhadap produk premi. Dalam Grand Design Asuransi Mikro Indonesia, masyarakat berpenghasilan rendah merupakan rakyat dengan penghasilan per bulan tidak lebih dari Rp dua.500.000,00. Dengan nilai pertanggungan atau santunan dalam asuransi mikro sebanyak nir lebih berdasarkan Rp 50.000.000,00. Objek yang dapat diasuransikan pada iuran pertanggungan mikro adalah harta, jiwa, & kepentingan peserta, sedangkan risiko yang dapat diasuransikan pada premi mikro adalah kerugian keuangan dampak rusak atau hilangnya harta, sakit, cacat, dan mangkat global.

Tetapi, terdapat beberapa faktor yg menghalangi perkembangan premi mikro di Indonesia, baik dari sisi permintaan, penawaran juga dari saluran distribusi. Di sisi penawaran, ada pekerjaan tempat tinggal yang wajib diselesaikan para penyedia jasa iuran pertanggungan mikro, yaitu ?Membedah? Produk & jasa mereka, termasuk berbagi produk yang sesuai kebutuhan dan dapat dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah, menyederhanakan syarat & kondisi polis supaya lebih gampang dipahami, menyederhanakan dan meningkatkan kecepatan proses klaim. Selain itu, perusahaan asuransi juga harus melakukan inovasi buat menentukan saluran distribusi yang tepat. Penggunaan saluran distribusi yg terdapat dalam waktu ini seperti pialang premi, agen, dan kantor cabang perusahaan iuran pertanggungan (direct selling) kurang bisa diimplementasikan karena memerlukan biaya besar sehingga menyebabkan asuransi nir dapat dijangkau oleh segmen warga berpenghasilan rendah.

Sementara itu, pada sisi permintaan, pencerahan & kemampuan di kalangan penduduk berpenghasilan rendah terhadap manfaat asuransi mikro masih kurang. Kesadaran berasuransi mikro perlu ditangani melalui pendidikan dan kampanye buat memberi informasi yg tepat pada publik. Adanya persepsi bahwa produk premi itu mahal dan proses klaim bikin capek juga perlu diatasi menggunakan perluasan pengetahuan tentang premi mikro. Dalam konteks kemampuan finansial, perlu adanya produk-produk iuran pertanggungan yang bisa dijangkau oleh kalangan warga berpenghasilan rendah.

Belum lagi jalur distribusi produk premi mikro yg belum menyentuh hingga wilayah-wilayah pelosok pada Indonesia. Selama ini iuran pertanggungan terkesan hanya milik warga perkotaan saja, padahal lebih poly rakyat pada wilayah sampai pelosok Indonesia yg membutuhkan iuran pertanggungan khususnya dalam hal ini merupakan asuransi mikro. Negara Indonesia adalah keliru satu negara kepualauan dimana jalur distribusi produk asuransi mikro ini sendiri terhambat oleh besarnya biaya produksi padahal pada sisi lain produk premi mikro wajib murah sesuai dengan karakteristiknya yg sederhana, gampang, irit, dan segera.

Equity Life Indonesia merupakan salah satu perusahaan asuransi terbaik yang peduli terhadap keberagaman masyarakat Indonesia. Tak hanya menawarkan produk asuransi secara umum asuransi jiwa, kesehatan hingga dana pensiun, Equity Life juga menyasar masyarakat menengah kebawah dengan Menyediakan solusi total dalam perlindungan jiwa dan manajemen kekayaan bagi masyarakat Indonesia. Hingga saat ini perusahaan yang berdiri sejak 30 tahun silam ini telah melayani lebih dari 3 juta nasabah, membuktikan  Equity life mendapatkan  respon positif dari masyarakat indonesia. Beberapa produk asuransi mikro yang ditawarkan adalah :

PERKASA (Perlindungan Kecelakaan & Kesehatan)

Asuransi mikro PERKASA merupakan sebuah paket proteksi ganda yg memberikan Asuransi Kecelakaan Diri sekaligus proteksi Demam berdarah dalam satu voucher yang berlaku untuk 3 orang. Asuransi mikro PERKASA dapat diperoleh melalui Asia Telecom.

Perisai Kecelakaan

Perisai Kecelakaan merupakan iuran pertanggungan kecelakaan diri yang menaruh santunan bila terjadi kecelakaan seperti kecelakaan kemudian-lintas, kecelakaan kerja dan kecelakaan yg terjadi pada rumah dan pada loka generik.

Perisai Kesehatan

Perisai Kesehatan acara perlindungan kesehatan yg memberikan manfaat santunan harian bagi peserta yg dirawat inap lantaran penyakit atau kecelakaan.

Asuransi Demam BerdarahKu

Asuransi Demam BerdarahKu menaruh perlindungan dari risiko terkena penyakit Demam Berdarah ataupun meninggal lantaran Demam Berdarah.

Asuransi Seru

Equity Life Indonesia mempersembahkan Asuransi Seru yang menaruh santunan jika terjadi kecelakaan seperti kecelakaan kemudian lintas, kecelakaan kerja & kecelakaan yg terjadi pada tempat tinggal dan pada tempat umum.

Sebagai institusi yang memberikan ?Bisnis janji?- karena layanan klaim yang baru terjadi di masa depan sesuai menggunakan resiko yg di cover, komitmen industri asuransi terhadap rakyat sebagai ?Harga? Yang tidak sanggup ditawar lagi. Selama prinsip tadi diabaikan, maka industri asuransi akan semakin kritis dan tertinggal terus. Apalagi dalam menghadapi tantangan globalisasi ekonomi- yang ?Suka -tidak suka ?, ? Mau-tidak mau?, ?Siap-nir siap? Wajib menjadi perhatian para manusia atau pelaku di industri asuransi pada Indonesia. Selamat Hari jadi Equaity Life Indonesia yg ke- 30. Semoga akan senatiasa membawa dampak yg relatif signifikan sesuai dengan taglinenya ??Bekerja untuk Indonesia??, agar dikemudian hari semua lapisan masyarakat Indonesia mampu terlindungi oleh asuransi.

Referensi :

KARAKTERISTIK DAN PERAN ASURANSI MIKRO DI INDONESIA

2020, Utilisasi Asuransi Mesti 75%

Grand Design Pengembangan Asuransi Mikro Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *