PENERAPAN PEMBELAJARAN ABAD 21
By: Date: March 23, 2017 Categories: Uncategorized

Penerapan Pembelajaran Abad 21

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Abad 21 merupakan tonggak dimana kemajuan teknologi dan informasi berkembang sangat cepat. Pengaruh kemajuan ini berdampak pada berbagai sendi kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pada abad 21 juga ditandai dengan lahirnya suatu zaman yang dinamakan era revolusi industri 4.0. yang ditandai dengan penggunaaan kecanggihan teknologi terutama komputer dan internet dalam berbagai  aktifitas kehidupan.

Perkembangan teknologi dan informasi yg begitu pesat nir sanggup dibantah oleh semua pihak, sang karenanya perubahan peradaban seiring perkembangan teknologi akan terus berlangsung, hal ini menciptakan aneka macam pihak termasuk pengajar harus mempersiapkan diri agar sanggup mengimbangi perubahan yg terjadi sangat cepat ini. Bidang pendidikan tidak luput menurut imbas kemajuan teknologi & fakta ini sehingga guru menjadi orang yg keseharian bergelut dengan global pendidikan & bersentuhan langsung menggunakan siswa pada sekolah/madrasah wajib mampu membarui gaya mengajarnya yg disesuaikan menggunakan kebutuhan sinkron menggunakan tuntutan abad 21.

Guru harus tahu ciri pembelajaran abad 21 agar sanggup menyiapkan peserta didiknya untuk bisa bersaing dengan orang lain yang sudah masuk dalam tahap global. Persaingan yang terjadi pada abad 21 cakupannya sudah sangat luas sampai internasional, hal ini disebabkan sang perkembangan teknologi & komunikasi yang tidak mengenal ruang & ketika. Oleh karena itu guru wajib membekali diri menggunakan kemampuan buat menguasai teknologi dan fakta menjadi upaya buat mengimbangi masuknya peralatan teknologi yg digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran.

Untuk bisa lolos bersaing dengan orang lain ditingkat global, seorang peserta didik harus dibekali kecakapan yang dibutuhkan pada abad 21 antara lain yaitu berpikir kritis dan pemecahan masalah; kreatifitas dan inovasi; komunikasi dan kolaborasi atau sering dikenal dengan istilah 4C (Critical Thinking and problem solving, Creativity and innovation, Communication, dan collaboration).

Berpikir kritis dan pemecahan masalah artinya peserta didik harus mampu mensikapi perkembangan ilmu pengetahuan dengan kritis, tidak menerima begitu saja informasi yang mereka dapatkan dan harus mampu mengimplentasikan ilmu pengetahuannya untuk kepentingan kemanusiaan, selain itu peserta didik dilatih untuk bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran sebagai bekal untuk menyelesaikan masalah yang akan mereka rasakan dalam kehidupan nyata. Dalam proses pembelajaran guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kritis dan tidak takut kalau ada peserta didik yang bertanya tentang segala macam, guru harus berupaya untuk merangsang peserta didik agar mengeluarkan pendapatnya sesuai dengan permasalahan yang sedang di bahas agar peserta didik bisa mengekplorasi kemampuan seluas-luasnya sehingga peserta didik pada akhirnya bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya.

Kreatif dan inovasi artinya peserta didik harus mampu mengembangkan gagasan-gagasannya dan menyampaikannya kepada orang lain kemudian dapat mengimplentasikan gagasannya menjadi suatu produk nyata yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnnya. Dalam proses pembelajaran guru harus memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk menampilkan kreatifitasnya sesuai dengan gagasan dan kemampuan yang mereka miliki, guru harus menghargai sekecil apapun gagasan yang dikeluarkan oleh peserta didik untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dalam melakukan inovasi terhadap sesuatu.

Komunikasi artinya, peserta didik harus mampu mengkomunikasikan pengetahuannya dengan berbagai cara baik lisan maupun tulisan dalam berbagai forum dengan menggunakan berbagai media terutama media yang berbasis teknologi. Dalam proses pembelajaran guru harus bisa mengarahkan agar peserta didik mampu menguasai berbagai media berbasis teknologi untuk melakukan komunikasi dengan orang lain untuk memenuhi tantangan abad 21 yang komunikasinya sudah lintas Negara.

Kolaborasi artinya, peserta didik harus mampu bekerjasama dengan orang lain dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, belajar kepemimpinan, menghargai orang lain, mampu menerima perbedaan dan saling menutupi kekurangan satu dengan yang lainnya. Dalam proses pembelajaran, metode pembelajaran berkelompok atau diskusi bisa melatih peserta didik untuk bekerjasama dengan yang lain, melatih kemandirian dan belajar bertanggungjawab atas tugas yang diberikan.

Dalam menghadapi tantang pembelajaran abad 21 guru harus mempersiapkan diri menggunakan cara antara lain:

1.Menjadi manusia pembelajar, guru dituntut untuk bisa mengimbangi perubahan zaman yang begitu cepat dengan terus mempelajari apa yang di butuhkan, guru harus rajin berdiskusi membaca buku dan berkonsultasi kepada ahli agar bisa mendampingi peserta didik dengan optimal ketika melaksanakan proses pembelajaran.

2.Menguasai teknologi, abad 21 merupakan zaman yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi termasuk dunia pendidikan yang sudah pasti guru ada di dalamnya. Menguasai teknologi mutlak harus di lakukan oleh guru sebab media pembelajaran sudah menggunakan teknologi, jadi apabila guru tidak menguasai teknologi maka bagaimana mungkin dia bisa menyampaikan materi dan mengarahkan peserta didiknya dalam proses pembelajaran.

3.Kreatif dan inovatif, dalam pembelajaran abad 21 peserta didik diarahkan untuk kreatif dan inovatif, jika gurunya tidak kreatif dan inovatif maka peserta didiknya pun akan sama, karena peserta didik yang kreatif lahir dari guru yang kreatif juga.

4.Pembelajaran berpusat pada peserta didik, guru harus mampu mengkondisikan peserta didik untuk aktif di dalam kelas dan tidak hanya bergantung pada guru dalam memanfaatkan sumber belajar, mereka harus bisa menggali informasi secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai media yang ada, sedangkan posisi guru di sana adalah sebagai fasilitator yang membimbing dan menemani peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu guru harus mampu berkolaborasi dengan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru juga harus pandai mendesain kelas agar memperhatikan minat dan bakat peserta didik untuk memberikan semangat dan percaya diri peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran

5.Reflektif, perubahan yang sangat cepat menuntut guru untuk pandai mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakannya, sehingga guru bisa menyusun strategi untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan suasana yang berbeda dan tidak monoton yang membuat peserta didik tetap tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran.

Salah satu ciri pembelajaran abad 21 adalah dengan cara pengintegrasian teknologi warta dan komunikasi (TIK) pada pembelajaran. Guru dan siswa dituntut buat menguasai TIK menjadi indera bantu buat memudahkan proses pembelajaran, ketika ini alat-alat TIK bukan lagi materi yg wajib dipelajari secara spesifik pada sekolah/madrasah, tetapi TIK merupakan alat yang digunakan dalam memeriksa suatu materi.

Dalam pembelajaran yg berbasis TIK, pengajar dan peserta didik wajib membuatkan kiprah supaya proses pembelajaran berjalan dengan optimal. Peran pengajar tidak lagi mendominasi pada aktivitas proses pembelajaran, pengajar hanya berperan menjadi fasilitator, mentor, kolaborator atau sebagai sahabat siswa pada pembelajaran. Peserta didik dituntut buat mencari & menggali sendiri pengetahuan yang harus mereka kuasai menggunakan arahan dan bimbingan pengajar melalui fasilitas TIK yang dipakai.

Tugas utama guru dalam pembelajaran abad 21 adalah sebagai fasilitator yang dituntut untuk bisa mempersiapkan bahan pembelajaran dengan baik yang sesuai dengan tuntutan abad 21 yaitu pembelajaran berbasis TIK. Dengan penggunaan teknologi peserta didik dapat dengan mudah mengakses informasi yang mereka dapat dari internet, oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dimasukan unsur berfikir tingkat tinggi Higher Order Thinking (HOT) untuk mengeksplorasi kemampuan peserta didik tentang materi yang sedang dibahas.

Pembelelajaran yang mengintegrasikan TIK dan memasukan unsur HOT memerlukan strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi. Model pembelajaran yang berbasis proyek (Project Base Learning) atau Inquiry Base Learning dan model pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan peserta didik bisa digunakan dalam proses pembelajaran tersebut, sehingga guru dituntut untuk menguasai model-model pembelajaran yang membuat peserta didik menjadi pusat pembelajaran.

Dalam pembelajaran abad 21 nir hanya peserta didik yg dituntut untuk sebagai manusia pembelajar, tetapi pengajar juga harus beserta-sama sebagai insan pembelajar, sebab kehidupan abad 21 berkecimpung sangat cepat, sehingga memungkinkan pengajar dan siswa bersaing dalam penguasan keterangan. Bisa jadi pengajar akan kalah oleh peserta didik dalam memperoleh warta, kelebihan seseorang guru merupakan bahwa pengajar pada sekolah/madrasah merupakan manusia dewasa yang semestinya bisa menaruh bimbingan dan arahan kepada peserta didik yg usianya relatif masih muda, sehingga efek negatif dari derasnya keterangan yg diterima sang peserta didik sanggup diminimalisir.

Artikel ini pertama kali di muat di website https://www.pergumapi.or.id/2019/05/penerapan-pembelajaran-abad-21.html

*Guru Matematika di MTs Cijangkar Ciawi dan Pembina ekskul Jurnalistik MTs Cijangkar, blog bisa dikunjungi http://www.jurnalistikmtscijangkar.blogspot.com

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melalui http://www. pergumapi.or.id

*Penulis jua aktif pada komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *