SAIL SABANG
By: Date: March 28, 2017 Categories: Uncategorized

Sail Sabang menjadi gelaran akbar jelang akhir tahun yang dihelat pemda Sabang. Sail Sabang 2017 sail yang ke-9 ini, tentunya akan mewujudkan harapan masyarakat Aceh untuk mewujudkan Sabang sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional atau Sabang as Hub Port for International Marine Tourism.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan laut yang cukup besar dengan garis pantai yang panjang. Salah satu potensi sumber daya pantai dan kelautan yang paling menjanjikan, yang dapat dimanfaatkan untuk kelanjutan pembangunan ekonomi Indonesia adalah permanfaatannya dalam usaha pariwisata. Indonesia kaya akan keindahan karang, keindahan pantai, keindahan vegetasi, taman laut,ndan budaya keramah-tamahannya. Indonesia ideal bagi setiap aktivitas pantai dan kelautan seperti berjemur di pantai sambil menikmati matahari, snorkeling dan menyelam, serta menjelajahi perkampungan nelayan.

Untuk menindaklanjuti potensi tadi, penekanan pembangunan ekonomi Indonesia ketika ini telah beralih ke sumber daya pantai & kelautan. Hal ini ditandai menggunakan kebijakan pemerintah yg senantiasa mempertimbangkan pantai dan kelautan yang berhubungan dengan aspek pembangunan menjadi suatu sektor sendiri. Pergeseran fokus pembangunan berdasarkan kegiatan menurut asal daya daratan ke kegiatan berbasis sumber daya kelautan dikarenakan dua alasan utama: pertama, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia menggunakan jumlah pulau sebanyak 17.508 pulau, 81.000 km garis pantai & 63% (tiga,1 juta km persegi) wilayah teritorialnya merupakan laut yang dikarunai beragam asal daya alam.

Melirik salah satu pulau yg berada di ujung paling barat Indonesia yaitu pulau Sabang atau juga dikenal dengan sebutan Pulau Weh laksana mutiara hitam yg belum poly pada ketahui oleh orang banyak, letaknya yg sangat strategis di ambang pintu masuk jalur pelayaran internasional selat malaka dan berbatasan pribadi menggunakan negara-negara lain seperti menggunakan India, Malaysia & Thailand memposisikan Sabang sebagai pintu gerbang masuknya arus investasi, perdagangan & jasa pada dan luar negeri. Kota Sabang terdiri menurut lima butir pulau, yaitu: Pulau Weh menjadi pulau terbesar & merupakan pusat ibukota, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako,& Pulau Rondo. Diantara ke 5 pulau tersebut, Pulau Weh adalah Pulau terbesar menggunakan luas daerah 153 km2.

Posisi Kota Sabang yang strategis ini sebagai pertimbangan penetapan menjadi Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas Sabang sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No dua tahun 2000, yang selanjutnya ditetapkan sebagai Undang-undang No 37 tahun 2000, merupakan suatu tempat yang berada dalam daerah aturan Negara Kesatuan Republik Indonesia yg terpisah dari wilayah pabean sehingga bebas berdasarkan pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang glamor dan cukai. Dari ketentuan diatas, analisis aspek kelembagaan pemerintahan Kota Sabang akan mengacu pada ke 2 ketentuan yaitu mengacu dalam UU No 22 tahun 1999 yang berakibat dasar desentralisasi wilayah Kota Sabang & UU No 37 tahun 2000 sebagai dasar terbentuk kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang.

Teluk Balohan ditetapkan sebagai lokasi untuk Pelabuhan Nasional yang merupakan pintu gerbang bagi penumpang dan distribusi barang dari Aceh.  Sementara Teluk Sabang sampai dengan Lhok Pria Laot terpilih sebagai lokasi pelabuhan bebas yang merupakan pelabuhan internasional hub (bernama: Sabang Hub Internasional Port atau SHIP) dan direncanakan akan menempati luas areal 462 ha. Pelabuhan hubungan international ini juga akan menyediakan area proses alih kapal dan area perdagangan yang dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan modern, seperti pelabuhan serbaguna, pelabuhan cargo, pelabuhan peti kemas (container), pelabuhan cair lengkap dengan dermaganya dan dock, serta fasilitas pendukung seperti kantor pengelola, kantor-kantor perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat, dan ekspedisi. Juga disediakan fasilitas penyimpanan BBM dan sarana pengolahan air bersih.

Seiring dengan penetapan tempat perdagangan & pelabuhan bebas Sabang, dalam taktik pengembangannya sudah ditetapkan jua adanya sektor prioritas dan sektor andalan. Kota Sabang yang adalah bagian penting kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang mempunyai sektor prioritas yang diarahkan buat menaruh donasi pribadi dalam menarik investasi menurut peluang & potensi investasi yg ada ad interim sektor andalan lebih dititikberatkan pada perwujudan lembaga pengusahaan dan penyediaan infrastruktur tempat yang berskala internasional. Empat sektor prioritas yang dikembangkan dan membutuhkan investasi yang besar adalah jasa kepelabuhanan, industri/perdagangan, pariwisata dan perikanan.

Dalam Master Plan Kawasan Sabang 2007 – 2021 telah ditetapkan daerah wisata yang akan dijadikan prioritas dalam pengembangan Kawasan Pariwisata Sabang dalam jangka waktu 5 tahun yang akan datang adalah daerah wisata bahari di Iboih dan Gapang. Selanjutnya dikembangkan Kawasan Internasional Resort di Gua Sarang Kampung Paya, Revitalisasi Kota Lama Sabang. Kawasan wisata Iboih dan Gapang merupakan daerah tujuan wisata bahari yang menyajikan pemandangan alam bawah laut yang sangat indah. Pemandangan ini dapat dinikmati dengan menyelam ataupun dengan menaiki perahu dengan dasar kaca yang telah tersedia disana. Eksplorasi keindahan alam bawah laut di Iboih dan Gapang dapat dilanjutkan hingga ke P. Rubiah. Selain pemandangan alam bawah laut, potensi wisata yang dapat dikelola dari Iboih dan Gapang adalah wisata memancing (game fishing). Potensi pariwisata ini merupakan peluang untuk menarik kunjungan wisatawan dunia dengan semua fasilitas berskala internasional.

Mengingat posisinya yang strategis tersebut, diperlukan adanya suatu kerjasama antara pemerintah kota Sabang, masyarakat serta pengusaha kalangan Industri untuk mengembangkan sektorwisata. Pengembangan dalam sektor wisata ini merupakan salah satu tujuan pemerintah Kota Sabang dalam upayanya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Seperti yang telah dijelaskan di atas, kerjasama dengan berbagai u n s u r e  s a n g a t  d i p e r l u k a n  d a l a m mengembangkan potensi objek-objek wisata yang ada di Kota Sabang, khususnya objek wisata pantai Gapang dan pantai Iboih yang penulis fokuskan disini. Namun dalam pengembangannya harus sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kota Sabang.

Untuk itu, pemerintah wilayah Kota Sabang dengan potensi objek wisata yang sedemikian kaya dituntut buat menyebarkan sektor wisata tersebut melalui perencanaan yg matang dan menyeluruh. Dengan mengarahkan pada penciptaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan di sektor wisata,

penataan daerah menggunakan melengkapi sarana dan prasarana wisata, dan sarana pendukung lainnya. Dengan perencanaan yg dilakukan secara professional, diperlukan pengembangan loka wisata dapat terealisasi & dampaknya sangat berarti dalam rangka mempertinggi pendapatan orisinil wilayah.

Sail Sabang, Menuju Destinasi Wisata Bahari Internasional

Pemahaman maupun implementasi pelabuhan berwawasan lingkungan, green port [GP] memang masih relatif baru di Indonesia. Pelabuhan umum di Indonesia umumnya identik dengan wajah keras para kuli angkut dan raungan truk-truk pengangkut barang si raja jalanan. Pelabuhan umum dikenal sebagai kawasan tertutup [restricted area] untuk umum, sehingga sangat jarang dikunjungi orang, kecuali pihak-pihak yang berkepentingan dengan ekspor-impor barang.

Kondisi ini sangat bertolak-belakang dengan pengelolaan pelabuhan umum di negara lain, di mana pelabuhan sudah sejak lama menjadi daerah tujuan wisata yang menarik. Orang bisa melihat dari dekat aktivitas di pelabuhan, dengan menyediakan ruang bagi publik dengan beragam fasilitas di dalamnya, tanpa mengganggu kegiatan bongkar-muat. Bahkan, di kawasan pelabuhan juga terdapat dermaga tambat untuk kapal-kapal pesiar bagi aktivitas wisata bahari. Pelabuhan Port Klang [Malaysia] dan Port of Singapore sudah sejak lama –mengikuti keberhasilan pelabuhan-pelabuhan modern di negara maju– menjadikan pelabuhannya sebagai green port, yang tidak saja sibuk dengan aktivitas bongkar muat barang, namun dipadu dengan wisata bahari dan beragam kegiatan ikutan lain.

Namun, masyarakat yang ingin menikmati wisata pantai di sekitar pelabuhan, harus terlebih dahulu disuguhkan tataguna kawasan berupa ruang terbuka hijau, penataan lalu-lintas yang teratur hingga pantai berpasir yang tidak tercemar, yang merupakan bagian dari upaya konservasi lingkungan. Port Klang dan Port of Singapore sudah mengimplementasikan diri sejak lama sebagai green port, dan terbukti tidak saja unggul dalam jumlah bongkar-muat barang, tetapi juga mendatangkan cukup banyak orang ke kawasan pelabuhan untuk tujuan wisata. Pengelola pelabuhan umum, terutama ocean going di Indonesia, sudah seharusnya memikirkan dan mulai menata ulang pelabuhannya menjadi bagian dari green port kelas dunia, yang tidak saja melayani aktivitas konvensional, namun juga menjual kawasan pelabuhan menjadi sumber pendapatan di luar core business-nya.

Penyelenggaraan Sail Sabang 2017, merupakan event tahun Sail Indonesia yang dimulai Sail Bunaken 2009 dan terakhir Sail Selat Karimata 2016, untuk meningkatkan wisata bahari dan menjadikan Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia serta untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang sebagai kepulauan terdepan Indonesia.

Sail Sabang 2017 yg mengangkat tema; ?Sabang menjadi Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional? Akan berlangsung pada empat lokasi yakni Teluk Sabang, Sabang Fair, Gapang Resort, dan 4 Km 0 (nol). Sebagai zenit program akan berlangsung pada Pasiran. Pemilihan Pasiran menjadi lokasi program zenit karena selain lokasinya yang sangat strategis dan aman untuk penyelenggaraan Sail Sabang. Nantinya, daerah tersebut akan dijadikan sebagai sentra wisata bahari terpadu Teluk Sabang. Di tempat Pasiran rencananya akan dibangun pelataran yang akan digunakan buat mendukung program zenit Sail Sabang 2017.

Untuk diketahui beserta, Sail Sabang akan mempersembahkan aneka macam atraksi wisata yang menarik dan atraktif menggunakan berbagai strategi kenaikan pangkat & pemasaran yang baik. Sail Sabang 2017 diharapkan bisa memperkenalkan pesona Sabang dengan aneka macam keunggulan wisata baharinya.Berbagai atraksi tadi dibutuhkan bisa menaikkan kunjungan wisatawan ke Sabang khususnya dan Aceh secara generik menjadi Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia.

Sejalan menggunakan kebijakan Presiden Joko Widodo, yang sangat serius buat menaikkan kualitas semua sektor kehidupan, termasuk di sektor industri pariwisata. Sebagaimana diketahui, Pemerintah menarget kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun pada tahun 2019. Dengan mengusung tema yg tidak sama pula. Sail Sabang 2017 sail yang ke-9, tentunya akan mewujudkan asa masyarakat Aceh buat mewujudkan Sabang menjadi Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional atau Sabang as Hub Port for International Marine Tourism.

Referensi :

GAMBARAN UMUM KOTA SABANG STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI GAPANG DAN PANTAI IBOIH DI KOTA SABANG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SABANG

GREEN PORT, KEHARUSAN BAGI PELABUHAN INTERNASIONAL MENUJU HUB PORT

Gubernur: Sabang, Menuju Destinasi Wisata Bahari Internasional

http://hijrahheiji.Blogspot.Co.Id/2015/04/peta-pariwisata-kota-sabang-2015.Html

http://channelsatu.Com/sail-sabang-2017-akan-berlangsung-pada-empat-lokasi/

http://acehtourismagency.Blogspot.Co.Id/2012/06/pedoman-wisata-pulau-sabang-aceh.Html

http://sailsabang2017.Co.Id/id/sail-sabang-2017-sabang-menuju-gerbang-destinasi-wisata-laut-dunia-dua/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *