Peranan Guru dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
By: Date: April 1, 2017 Categories: Uncategorized

?Satu kali model lebih baik daripada seribu kali bicara?

Dunia pendidikan di Indonesia saat ini sedang dalam fase yang sangat memerlukan perhatian serius dari dari berbagai kalangan. Output pendidikan saat ini berada dalam tahap memprihatinkan terutama dari segi sikap atau karakter yang sangat jauh dengan budaya bangsa Indonesia yang terkenal ramah, santun, cinta damai dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Kondisi bangsa yang ketika ini sedang mengalami penurunan berdasarkan segi sikap & bahkan mengalami peubahan ke arah yang negatif yang tidak sesuai menggunakan karakter bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan menurut pendidikan yg sebagai tanggungjawab kita bersama menjadi warga bangsa. Pendidikan menaruh peranan penting terhadap kemajuan dan kemunduran suatu bangsa.

Salah satu ujung tombak keberhasilan pendidikan merupakan guru. Peran pengajar ketika ini tidak sanggup digantikan oleh perangkat secanggih apaun, sebab fungsi guru dalam pendidikan nir hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan tetapi jua bertanggungjawab atas pembentukan karakter peserta didik yg sesuai dengan karakter asli bangsa Indonesia.

Perubahan karakter yg terjadi pada kalangan peserta didik tidak tanggal dari impak globalisasi yg terjadi saat ini yg telah menjalar ke semua sendi kehidupan. Kemudahan mengakses liputan yg tanpa pada batasi ruang & saat oleh setiap individu, menaruh keleluasaan terhadap pengaruh luar buat bisa diserap & ditiru oleh bangsa kita termasuk sang para peserta didik. Oleh karenanya perlu dibuat suatu benteng buat menangkal dampak atau budaya luar terutama budaya yg tidak baik.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah pada menangkal efek atau budaya negatif menurut globalisasi ini, pemerintah menciptakan suatu aturan yang wajib dilaksanakan sang pelaku pendidikan dengan pengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Pada pelaksanaannya, pendidikan karakter ini merupakan tanggungjawab kita bersama yaitu famili, rakyat dan pemerintah.

Dalam Peraturan Presiden ini sebagaimana masih ada dalam pasal 1 yg dimaksud dengan Penguatan Pendidikan Karakter yg selanjutnya disingkat PPK merupakan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan buat memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga menggunakan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, & masyarakat menjadi bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Pada strata satuan pendidikan pengajar mempunyai tugas & tanggungjawab yang akbar dalam melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Sebagai seorang yang keseharian berkecimpung dalam dunia pendidikan, pengajar wajib bisa menerapkan PPK pada setiap kegiatan pembelajaran pada lingkungan satuan pendidikan yg terintegrasi pada aktivitas intrakurikuler, kokurikuler & ekstrakurikuler.

PP No. 87 tahun 2017 mengenai PPK dalam pasal 5 mengungkapkan bahwa PPK dilakukan menggunakan menggunakan prinsip sebagai berikut: a. Berorientasi dalam berkembangnya potensi peserta didik secara menyeluruh & terpadu; b. Keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan; & c. Berlangsung melalui pembiasaan & sepanjang ketika pada kehidupan sehari-hari.

Poin penting dari pasal 5 PP No. 87 tahun 2017 tentang PPK bagi seorang guru terdapat pada bagian  b yaitu keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan. Peran guru sebagai pendidik di sekolah/madrasah harus menjadi teladan bagi para peserta didiknya. Keteladanan mutlak harus dilakukan oleh seorang guru dalam upaya PPK, sebab seorang peserta didik akan menilai dan mungkin meniru apa yang di lakukan oleh gurunya yang mereka anggap sebagai seorang yang patut di contoh.

Pendidikan karakter yang lebih menunjuk pada perilaku akan berhasil jikalau diajarkan melalui keteladanan atau model-model baik yg dilakukan oleh seseorang guru, tidak cukup hanya diucapkan akan tetapi yg paling penting adalah aplikasi dari apa yg disampaikan. Pendidikan karakter bukanlah pengetahuan namun lebih menunjuk pada pembiasaan & aplikasi berdasarkan pengetahuan yg dipelajari sang peserta didik.

Selain menggunakan menaruh contoh yg baik terhadap siswa pada berprilaku melalui proses pembiasaan positif yang dilakukan setiap hari, seorang pengajar juga wajib bisa mengaplikasikan pendidikan karakter dalam setiap aktivitas di satuan pendidikan sehingga setiap aktifitas di satuan pendidikan sanggup menaruh impak dalam PPK.

Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia angka 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dalam satuan pendidikan formal Pasal 6 menjelaskan bahwa: Penyelenggaraan PPK yg mengoptimalkan fungsi kemitraan tripusat pendidikan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis kelas, budaya sekolah & rakyat.

PPK berbasis kelas & budaya sekolah merupakan tugas yang wajib dilaksanakan sang seseorang pengajar. Kemampuan pengajar pada mengintegrasikan setiap proses pembelajaran menggunakan pendidikan karakter mutlak wajib dikuasai dan berlaku buat guru setiap mata pelajaran. Guru wajib mampu menggali & menghubungkan setiap materi pelajaran menggunakan nilai-nilai karakter agar anak nir hanya menguasai pengetahuan dari apa yg beliau bisa menurut guru, tetapi pula sanggup memahami & memaknai setiap pengetahuan yg mereka peroleh buat diterapkan pada kehidupan.

Selain itu dalam menjalankan budaya sekolah pengajar wajib sebagai model yg baik bagi para peserta didik dalam mengimplemetasikan pembiasaan-pembiasaan yg dilaksanakan di sekolah/madrasah setiap hari. Tidak hanya guru saja yang terlibat dalam pembiasaan ini, namun semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sekolah/madrasah pula harus bekerjasama buat sebagai suri tauladan bagi siswa.

Selain dalam kegitan intrakurikuler, PPK jua harus diterapkan pada aktivitas ekstrakurikuler. Peserta didik wajib diberikan ruang seluas-luasnya buat mengembangkan potensi yg dimilikinya melalui kegiatan ekstrakurikuler dengan bimbingan pengajar/pembina ekstrakurikuler. Melalui kegiatan ekstrakurikuler ini guru akan lebih mudah menanamkan karakter terhadap siswa, karena umumnya seseorang siswa menggunakan pencerahan & sukarela mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebagai akibatnya guru lebih gampang mengarahkan siswa melakukan kegiatan yg dintegrasikan dengan PPK.

Pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter dengan pertimbangan dalam rangka mewujudkan bangsa yg berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin memahami, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, & bertanggung jawab. Hal ini tertuang dalam Permendikbud nomor 20 tahun 2018 mengenai Penguatan Pendidikan Karakter pada satuan pendidikan formal Pasal 7

Dalam pelaksanaanya PPK memerlukan dukungan menurut aneka macam pihak dan nir dibebankan seluruhnya pada satuan pendidikan atau guru. Seluruh warga masyarakat berkewajiban buat melaksanakan PPK pada banyak sekali aspek, mereka sanggup melaksanakan PPK sinkron dengan kiprahnya masing-masing menjadi rasa tanggungjawab terhadap kemajuan bangsa & negara demi tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu membetuk manusia Indonesia seutuhnya yang berkarakter.

Slogan ?Satu kali model lebih baik daripada seribu kali bicara? barangkali sangat cocok dalam upaya penerapan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah/madrasah dan hal ini bisa dilakukan oleh seorang guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan di satuan pendidikan formal dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasinal dan demi terwujudnya NKRI yang baldatun toyyibatun warobbun gofur. amin

Penulis : Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

ASN, Stap Pengajar Mata Pelajaran Matematika pada MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *