ORANG TUA IKUT UJIAN NASIONAL!
By: Date: April 9, 2017 Categories: Uncategorized

Orang Tua Ikut Ujian Nasional!

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tinggal beberapa bulan lagi, umumnya UN telah mulai dilaksanakan pada awal bulan April dalam setiap tahunnya. Peserta didik kelas IX SMP/MTs & Kelas XII Sekolah Menengah Atas/MA/Sekolah Menengah Kejuruan mulai disibukan dengan persiapan aplikasi ujian tersebut. Biasanya yang mereka lakukan merupakan mengurangi kegiatan ekstrakurikuler, mengikuti bimbingan belajar baik di sekolah atau di lembaga bimbingan belajar.

Pelaksanaan UN tahun 2020 merupakan kegiatan terakhir yang dilakukan oleh pemerintah, hal ini seperti yang di sampaikan oleh menteri pendidikan Nadiem Anwar Makarim bahwa  pelaksanaan UN akan di ganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum yang menjadi pengganti UN pada 2021 dengan mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi). Yang menurut menteri Nadiem kedua kompetensi dasar tersebut wajib dimiliki oleh setiap individu, namun konsep UN yang baru ini belum keluar secara detil yang membuat banyak kalangan penasaran.

Pelaksanaan UN ini menyebabkan banyak sekali perasaan di kalangan peserta didik, ada yang menaggapinya biasa-biasa, terdapat yg berfokus bahkan terdapat pula yg merasa cemas/tegang karena takut menerima output yang kurang maksimal . Dijadikannya nilai UN menjadi sarat kelulusan beberapa tahun yang kemudian mungkin sebagai penyebab timbulnya ketegangan pada diri peserta didik, walaupun di tahun kini nilai UN tidak mempengaruhi kelulusan seseorang peserta didik menurut satuan pendidikan.

Lihat jua: Latihan Soal Ujian Nasional Matematika Sekolah Menengah pertama

Perasaan tegang inipun pula terkadang dirasakan sang para orang tua, rasa cemas mengahantui mereka karena memikirkan anak-anaknya yg mau melaksanakan UN. Perasaan ini mungkin masuk akal muncul dalam diri orang tua, karena mereka sangat berharap bahwa anak-anaknya bisa membuat yg terbaik diakhir pembelajaran menggunakan harapan anak-anak mereka mempunyai masa depan yang lebih baik.

Sebagai orang tua yang dalam diri mereka sudah tertanam sikap orang dewasa, semestinya nir menambah beban pada anak-anaknya yg akan melaksanakan UN, tetapi mereka harus mampu membantu agar anak-anaknya mampu rileks dalam menghadapi UN. Secara fsikologis orang tua mungkin sudah matang dalam memasak emosi, jadi mereka harus menaruh dukukungan positif supaya kegiatan UN yg akan dilaksanakan dapat dilalui dengan baik oleh anak-anaknya.

Beberapa model dukungan positif orang tua merupakan menggunakan menaruh perasaanya yaman kepada anak-anaknya waktu menghadapi ujian nasional misalnya mendampingi secara emosional pada persiapan supaya mereka tenang pada menjalani ujian ini; dampingi mereka waktu mereka merasa tegang, sehingga rasa percaya dirinya bisa bangkit. Mengajari buat selalu rileks sangat krusial agar anak bisa berfikir positif & mereka sanggup melakukan persiapan UN dengan baik, selain itu apabila mereka menemukan kasus maka ajaklah berdiskusi buat menyelesaikannya.

Tidak semua orang tua bisa buat mendampingi anak-anaknya pada menyelesaikan perkara berkaitan menggunakan materi pelajaran yg disampaikan pada sekolah/madrasah, dan itu sebabnya mereka menyekolahkan mereka. Namun dukungan emosional orang tua sangat diperlukan buat menaikkan semangat anak dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi ketika berada di sekolah/madrasah. Orang tua tidak cukup memberi dukungan materi sebab tanggungjawab sesungguhnya atas pendidikan anak ada dipundaknya

Lihat juga: Pentingnya Komunikasi Orang Tua dengan Pihak Sekolah

Membangun kerjasama antara orang tua dan pihak sekolah sangat penting dilakukan agar terjadi sinergi yang positif antar keduanya, sehingga pendidikan yg berkualitas bisa dicapai sinkron menggunakan tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan yaitu menciptakan manusia Indonesia yang cerdas pada kehidupan berbangsa, menyebarkan manusia yg beriman & bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani rohani dan bertanggungjawab.

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

Penulis jua aktif di komunitas Gumeulis (Pengajar Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *