BELAJAR DARI COVID-19
By: Date: April 12, 2017 Categories: Uncategorized

Belajar menurut Covid-19

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

?Tidak selamanya musibah membawa kemadratan jikalau kita mampu merogoh pesan yang tersirat dari suatu insiden?

Belajar dari covid-19

Tahun 2020 masyarakat dunia diguncang sang suatu Kejadian Luar Biasa (KLB) yaitu munculnya satu virus yg mematikan. Makhluk kecil namun berkekuatan monster ini begitu cepat menyebar & menginfeksi seratus ribu lebih orang di seluruh dunia bahkan puluhan ribu diantaranya telah tewas sebagai korban keganasan virus yang belakangan jua dikenal menggunakan sebutan covid-19.

Kota Wuhan yg terletak di Provinsi Hubei negara Tiongkok adalah loka pertama dimana ditemukannya rakyat yg terpapar virus tadi & menyebar dengan sangat cepat sebagai akibatnya mengakibatkan korban yang cukup banyak pada kota tadi. Virus yg dikenal dengan nama corona atau covid-19 ini menyebar melalui hubungan sosial warga dengan masa inkubinasi lebih kurang 14 hari.

Kota Wuhan diisolasi buat mencegah penyebaran virus tersebut sebagai akibatnya kota tadi sebagai loka yg sangat menakutkan bagi seluruh penduduknya termasuk warga asing dari berbagai negara yg tinggal di sana. Negara-negara yg warganya tinggal pada sana mengevakusi mereka menggunakan sangat hati-hati sesuai standar yang seharusnya dilakukan.

Situasi yang mencekam tersebut membuat rasa cemas yg sangat tinggi. Betapa nir kota yg tadinya merupakan loka yg sibuk dengan aneka macam aktifitas, dalam saat sekejap seolah sebagai kota mati yg memenjara warganya sebagai akibatnya wajib menjalani kehidupan dalam situasi rancu dan ketidakpastian, kebutuhan hidup sehari-hari sebagai langka & kalaupun ada menjadi rebutan dan harganya melambung sangat tinggi.

Kasus mewabahnya penyakit yang diakibatkan oleh virus corona atau dikenal dengan istilah Covid-19 ini mengguncangkan dunia, hampir  tak ada satupun negara yang tidak menerima dampak dari KLB ini. Bahkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa wabah ini sudah menjadi pandemi global.

Lihat juga: Pentingnya Mengetahui Covid-19

Pernyataan WHO ini tak urung menciptakan negara-negara pada seluruh global menjadi panik. Berbagai taktik buat mencegah penyebaran virus ini pun dilakukan, bahkan berbagai negara menciptakan badan spesifik buat menangani bala ini. Segala upaya dilakukan dari mulai pemantauan terhadap warga asing yang masuk ke wilayah negara, pemantauan terhadap masyarakat yang terinfeksi serta penanganannya secara spesifik dan banyak hal yg dilakukan buat mengantisipasi wabah ini.

Dalam saat yang tidak begitu lama , ribuan masyarakat pada seluruh dunia terpapar virus tadi & sudah poly yang meninggal. Penularan yang begitu cepat diakibatkan dari hubungan sosial antar manusia, dan hal itu sebagai salah satu penyebab cepatnya virus ini beranak pinak. Oleh karena itu banyak negara yg menepakan aturan terhadap warganya buat mengurangi interaksi sosial selama beberapa hari buat memutus penyebaran virus tadi.

Pembatasan interaksi sosial ini dilakukan untuk mencegah orang yang terinfeksi virus melakukan kontak langsung dengan orang yang belum terinfeksi, kegiatan ini dikenal dengan istilah social distancing. Cara ini terbukti efektif dalam memutus rantai penyebaran virus corona walaupun dampak negatif juga sangat besar.

Lihat juga:Pola Hidup Sehat

Belakangan WHO mengubah frase social distancing dengan physical distancing. Social distancing pada awalnya merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk mencegah menyebarnya penyakit menular dengan cara pembatasan interaksi soial, namun karena penyebaran covid-19 ini begitu dahsyat, maka istilah social distancing diubah menjadi physical distancing yaitu mengurangi kontak fisik manusia.

Kerugian moril dan materil dari penerapan kebijakan social distancing atau physical distancing ini mulai dirasakan oleh masyarakat. Pembatasan interaksi sosial membuat lumpuh berbagai macam aktifitas yang melibatkan orang banyak. Hampir semua bidang kehidupan terdampak akibat kebijakan ini, bidang sosial, agama, ekonomi, politik, pendidikan dan bidang-bidang lainnya menjadi lumpuh dan mengakibatkan kesulitan di masyarakat.

Sungguh begitu dahsyat imbas yg diakibatkan sang makluk mini yang dianggap virus corona atau covid-19 yang belakangan juga dikenal dengan istilah SARS-CoV-2 ini. Manusia dibentuk tidak berdaya menghadapi serangannya, di beberapa negara bahkan para pejabatnya mengundurkan diri karena nir mampu menangani endemi ini, virus ini sangat cepat menyebar sehingga kepanikan terjadi setiap hari dan akhirnya menimbulkan kasus lainnya di kalangan rakyat.

Lihat juga:Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Penddikan

Manusia yg katanya makhluk paling paripurna dan mempunyai kemampuan super di banding makhluk lainnya yg diciptakan sang Tuhan, kini wajib pasrah mmenghadapi ulah makhluk super kecil yg tak nampak oleh kasat mata. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi sang penguasa keadaan terus bekerja tanpa henti seolah ingin mengambarkan kepada manusia bahwa saat ini mereka adalah oleh raja.

Manusia dipaksa untuk tunduk terhadap keiinginan pasukan berani mati yang super mini namun berkekuatan raksasa ini.  Dalam situasi yang lemah ini akhirnya manusia mengikuti keiinginan sang penguasa, berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah seperti misalnya dengan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memberikan dampak negatif terhadap tatanan kehidupan.

Tak terdapat jalan lain yg lebih baik buat menghentikan endemi ini, banyak sekali resiko wajib siap ditanggung supaya monster pembunuh ini segera berkiprah dari permukaan bumi, semua rakyat wajib kompak manunggal padu melawan ganasnya agresi ini jika mereka mau selamat. Pemerintah pun tak segan-segan akan menaruh hukuman kepada rakyat yg mencoba melanggar kebijakan yg sedang dilakukan.

Berbagai bidang kehidupan sebagai lumpuh, semua merasakan pengaruh negatifnya. Masalah baru terjadi pada mana-mana terutama kasus ekonomi yang menyangkut hajat hayati seluruh orang yang nir sanggup ditunda, insan harus memeras otak agar kehidupannya permanen berlangsung pada suasana yg serba terbatas buat memenuhi kebutuhan yg tidak sanggup dikompromikan.

Lihat juga: Rumah Belajar Solusi Pembelajaran Daring

Jeritan & tangisan tak tertahan, kesulitan hayati yang membelenggu menciptakan perasaan manusia musnah lebur lantaran sangat banyak orang yang tidak sanggup bertahan dalam suasana misalnya itu. Kebebasan sebagai suatu hal yg sangat mahal dilakukan karena aneka macam aktifitas diawasi dengan ketat dan bila melanggar maka siap-siap saja untuk mendapat hukuman, bagai buah simalakama.

Kejadian ini semestinya menjadi pelajaran besar bagi seluruh umat manusia, sifat arogan, rakus, tamak, dan sifat-sifat jelek lainnya ternyata nir mampu menolong mereka. Ulah makluk mini yg diklaim covid-19 ternyata sanggup menciptakan manusia bertekuk lutut & kesulitan untuk menanganinya, maka tidak sepantasnya manusia buat merasa bahwa mereka makhluk yang paling berkuasa, lantaran kekuasaannya dibatasi sang kuasa oleh penciptanya.

Salah satu yang terdampak adalah bidang pendidikan. Pemerintah yg menyatakan penyebaran virus corona menjadi KLB di daerahnya menetapkan buat memindahkan Proses Belajar Mengajar (PBM) menurut sekolah/madrasah ke tempat tinggal . Pengajar dan siswa melakukan PBM dari rumah menggunakan memanfatakan media daring, karena semua masyarakat dihentikan untuk melakukan kegiatan bersama pada loka-loka umum.

Setiap insiden pasti mempunyai pesan tersirat yang terkandung didalamnya. Sebagai umat beragama terutama umat Islam, kita menyakini bahwa kejadian ini adalah kehendak Alloh swt sebagai tanda kekuasannya. Tidak semata-mata Alloh swt menaruh suatu tanda/peristiwa tanpa maksud tertentu & Alloh swt tidak akan memberikan ujian pada umatnya yang tidak bisa untuk menanggungnya.

Lihat juga:Corona Membawa Bahagia

Dengan diterapkannya social distancing atau physical distancing yang berlaku untuk seluruh warga tak terkecuali anak-anak usia sekolah. PBM secara daring yang dilakukan di rumah masing-masing sebenarnya akan memberikan peluang positif bagi anak dan orang tua untuk membina hubungan yang lebih baik dengan seluruh anggota keluarganya.

Kegiatan yang padat selama menjalankan aktifitas sehari-hari menyebabkan interaksi yang renggang antar anggota keluarga, kini bisa diupayakan dengan lebih baik & hangat. Kesempatan saat luang semestinya dimanfaatkan menggunakan baik, banyak hal yang mampu dilakukan beserta anggota famili seperti makan bersama, beribadah beserta-sama, mengerjakan pekerjaan tempat tinggal beserta-sama bahkan hiburan atau bermain dengan anak yang dilakukan pada rumah.

Kesempatan yang sporadis terjadi ini akan memberikan kebahagian bagi seluruh anggota famili jika kita sanggup benar -benar memanfaatkannya. Kebersamaan yang penuh kehangatan akan membangun interaksi baik antar anggota keluarga, mereka tumpahkan rasa kangen antar satu dengan yang lainnya, tertawa lepas, saling sayang, saling memperhatikan & ngobrol bebas tanpa beban yang selama ini menumpuk pada pundak masing-masing.

Tidak perlu mahal buat bahagia, dengan kesederhanaan kita bisa meraih itu seluruh. Kita dapat memanfaatkan laman rumah contohnya buat bermain bola dengan anak atau melakukan permainan apa saja yang membuat anak kita senang . Kontak badan ketika kita bermain sembari tertawa lepas memberikan kehangatan interaksi keluarga & kebahagiaan yg luar biasa.

Badan sebagai bugar, pikiran sebagai cerah & ringan, tidak poly pengeluaran yang menguras finansial, semua merasa bergembira, badan kita sehat sebagai akibatnya penyakit pun enggan hinggap pada tubuh kita karena kekebalan yang meningkat menjadi akibat menurut aktivitas positif yg kita lakukan.

Musibah memang selalu menyisakan kesedihan dan kepedihan, tetapi semua ini tidaklah selalu merugikan karena Alloh swt memahami apa yang kita butuhkan. Kasih sayang Alloh swt sebenarnya sedang dicurahkan, tetapi tidak terdapat yg tahu maksud yg diinginkan-Nya kecuali bagi orang-orang yg beriman dan selalu mengambil nasihat berdasarkan segala kejadian.

Mudah-mudahan kita selalu mendapatkan perlindungan dari segala musibah yang dapat merusak keimanan. Amin

Tulisan ini pertama di muat di beritadisdik.com melalui link: http://beritadisdik.com/news/cerdas/belajar-dari-covid-19

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttps://kalimahtasikmalaya.blogspot.com/

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis jua aktif di komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *