Olimpiade 2032 (Energy Of World), Indonesia Bisa !
By: Date: April 15, 2017 Categories: Uncategorized

Https://glitzmedia.Co

Kita patut berbangga, karena setelah 56 tahun bergulir, Indonesia kembali mendapat kehormatan sebagai penyelenggaran pesta olahraga terakbar se-ASIA. Dengan terselenggaranya Asian Games ke-18 yang konon berbiaya Rp.6,6 triliun (termasuk pajak Rp1 triliun), tentunya mendatangkan manfaat tidak sedikit bagi bangsa Indonesia. Selain mempromosikan potret capaian kemajuan pembangunan Indonesia kotemporer di mata dunia, aspek prestisius perhelatan internasional menjadi kesempatan emas Indonesia meraih sukses dalam banyak hal, seperti sukses dalam penyelenggaraan (sebagai tuan rumah), sukses dalam pencapaian prestasi (sebagai peserta), dan sukses dalam pemberdayaan ekonomi (sebagai sebuah industri).

Mengutip ucapan Presiden Soekarno. Olahraga bukan sekadar ber-“men sana in corpore sano” atau untuk ber-“rekreasi” saja, tapi mempunyai tujuan yang lebih tinggi yaitu untuk cita-cita nasional. Olahraga menjadi alat perjuangan bangsa Indonesia untuk mengisi kemerdekaan. Karenanya, olahraga harus menjadi gerakan untuk memperkokoh persatuan nasional dan untuk memupuk jiwa gotong royong. Soekarno juga mengatakan bahwa olahraga adalah bagian dari Revolusi Kelima, yaitu revolusi manusia Indonesia. Dengan revolusi olahraga maka akan membentuk manusia Indonesia baru yang berani melihat dunia dengan muka yang terbuka, tegak fisik, mental kuat, rohani kuat, jasmani kuat.

Pemerintah Indonesia, kala itu mempunyai mimpi besar supaya Indonesia dipandang oleh dunia. Asian Games merupakan pesta olahraga Asia yang dirintis waktu kekuatan ideologi imperialisme Barat mulai runtuh & bangsa-bangsa di Asia mulai menerima kemerdekaannya. Artinya, Asian Games menjadi momentum lahirnya nasionalisme & solidaritas di antara bangsa-bangsa Asia. Kala itu usia Republik Indonesia masih muda, 17 tahun, tetapi justru saat itulah catatan prestasi olahraga terbaik kita torehkan menggunakan meraih posisi kedua diantara negara-negara Asia. Dengan prestasi olahraga, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang mulia, bangsa yang tegak berdiri sejajar menggunakan bangsa-bangsa maju lainnya. Lantaran itu, olahraga tidak bisa dipisahkan menggunakan tujuan menjunjung tinggi nama dan kehormatan bangsa & negara.

Slogan‘Energy of Asia’ yang diusung dalam Asian Games 2018 kali ini,  harus turut dimaknai sebagai momentum kebangkitan kembali dunia olahraga Indonesia di level internasional. Kekuatan Indonesia juga tergambar dari maskot dipilih, yaitu Bhin Bhin (nama burung cendrawasih dari Indonesia bagian barat), Atung (rusa bawean dari Indonesia bagian tengah), dan Ika (badak bercula satu dari Indonesia bagian barat). Saat semua elemen ini bersatu, ini akan menjadi kekuatan utama yang diperhitungkan dunia. Hal ini juga terdapat pada nilai yang dipegang teguh Indonesia, rumah bagi ratusan etnis dengan begitu banyak bahasa yang berbeda. Para bapak pendiri bangsa telah membayangkan sebuah bangsa yang kuat dan bersatu di bawah filosofi Bhinneka Tunggal Ika.

Tentu saja kesuksesan penyelenggaraan Asean Games ke-18 ini tidak boleh finish sampai disini. Kita boleh berbangga, pahlawan olahraga Indonesia sukses mengibarkan sang Saka Merah Putih hingga mampu bertengger di posisi 5besar. Masih banyak PR  yang harus digarap pemerintah terkait konsep pengembangan olah raga dimasa depan. Euforia yang digaungkan masyarakat Indonesia dan kebanggaan warga dunia atas terselenggaranya event 4 tahunan ini harus menjadi pelecut segenap komponen bangsa untuk melanjutkan trend positif dengan menjadikan olahraga tidak sekedar entertainment namun juga edutainment bagi pengembangan industriolahraga nasional.

Lebih jauh, Konsep ke depan merupakan tantangan bahwa olahraga wajib telah sebagai industri. Perhelatan olah raga harus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, baik wilayah maupun nasional. Manfaat ekonomi yang akan tercipta merupakan melalui peningkatan sektor pariwisata dan kegiatan ekonomi lokal, terciptanya lapangan kerja baru, mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga, & adalah ajang kenaikan pangkat buat gambaran positif bangsa.

Sejalan dengan revolusi mental yang menjadi salah satu program yang dicanangkan Presiden Jokowi untuk memajukan dan menyejahterakan bangsa. Presiden menginginkan Asian Games menjadi ajang olahraga besar yang didukung oleh semua elemen bangsa. Dua aspek sebagai faktor penting yang menjamin bergulirnya industri di bidang keolahragaan, yaitu bagaimana membangun olahraga (internal) dan bagaimana menjual olahraga (eksternal). Aspek internal melibatkan partisipasi masyarakat dan perangkat infrastruktur (tools), sebagai pembangun event olahraga (entertainer), sedangkan aspek eksternal meliputi publik, media, dan partner, sebagai penjual event olahraga yang bermutu.

Di lain sisi, Pembangunan industri olahraga diharapkan sekali dapat membantu mengeliminasi dilema training olahraga pada Indonesia terutama yang berkaitan menggunakan masalah pendanaan. Dapat dimaklumi bahwa aturan yang asal berdasarkan pemerintah jumlahnya sangat terbatas & itu dirasakan seringkali menjadi kendala dalam proses pembinaaan olahraga. Meskipun demikian, olahraga wajib bisa mandiri secara keuangan dengan nir bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.

Dengan kata lain, olahraga harus berdaya secara ekonomi! Bisnis atau industri olahraga telah memiliki landasan hukum yang sah dan sangat kuat, sehingga bisnis atau industri olahraga dapat ditumbuhkembangkan  tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global di “perkampungan dunia” ini.

Seiring dengan diberlakukannya UU RI No. 3 Th. 2005, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, melalui Deputi III, Bidang Kewirausahaan Pemuda & Industri Olahraga, mulai menata langkah-langkah konkret buat menyebarkan industri olahraga dalam rangka mendorong tumbuhnya olahraga pendidikan, olahraga prestasi, & olah raga rekreasi, untuk mendorong tumbuhnya industri dan ekonomi nasional yg menyejahterakan warga , & buat menanggulangi pengangguran, membuka peluang kerja & usaha bagi wirausaha.

Dari sisi atlet, Pembangunan dan pengelolaan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang di bangun di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang menjadi langkah awal yang cukup manis untuk lebih mengindustrikan olahraga.  Keberadaan POI bukan semata-sama untuk mencetak sarjana olahraga tapi punya tujuan jauh lebih besar dalam menghadapi kebutuhan global persaingan olahraga yang sangat kompetitif tapi juga memberikan kesempatan kepada calon atlet masa depan dari 17 provinsi untuk mendapatkan pembinaan lebih intensif. Peresmian POI sendiri berlangsung pada 21 November 2017 lalu yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin bersama Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. http://sumsel.tribunnews.com

Event Asian Games tentu nir hanya mengharapkan nama besar Indonesia saja dari suksesnya penyelenggaraan. Dengan merumuskan manfaat strategis ekonomi maka Indonesia saatnya lebih terarah pada mencapai keuntungan dalam penyelenggaraan event dalam skala yg lebih besar lagi. Lantaran warga secara umum akan menyelidiki pengaruh ekonomi apakah memberikan laba bagi mereka atau tidak. Ketika masyarakat berpikir penyelenggaraan Asian Games 2018 nir memberikan imbas signifikan maka rakyat nir akan mendukung terselenggaranya event-event yg lain, sehingga even nir berjalan sukses seperti yang dibutuhkan dan dikhawatirkan malah menghasilkan citra negatif bagi Indonesia.

Namun, demi melihat kesuksesan penyelenggaraan Asian Games ke-18 tahun 2018, tentunya lebih membuka mata dunia bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, teratur, cerdas, kreatif, ramah, dan berprestasi. Dengan segala keunggulan yang dimiliki Indonesia, Presiden Joko Widodo pun optimis Indonesia mampu menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032. Bukan hanya berkaitan dengan penyelenggaraan yang beliau sangat menghargai partisipasi masyarakat, namun juga partisipasi darivolunteer dalam jumlah sangat besar yang bisa digerakkan, dan bisa diorganisasi.

Demi mencapai mimpi Indonesia untuk event skala dunia ini, pemerintah tentunya harus lebih meningkatkan kualitas SDM, melakukan evaluasi secara menyeluruh aplikasi program industri olahraga, melakukan studi banding dan belajar ke beberapa negara yang industri olahraganya sudah maju, dan menjalin kemitraan menggunakan swasta & media dengan di sertai nota kesepahaman. Selanjutnya adalah, menumbuhkembangkan klub-klub olahraga, menumbuhkembangkan media kabar & komunikasi olahraga, dan memacu kegiatan kenaikan pangkat dan pemasaran industri olahraga pada dalam & pada luar negeri. Terakhir, menaikkan kapasitas kemampuan pelaku industri olahraga dan industri olahraga itu sendiri.

Energy Of World, Indonesia Bisa !

Referensi :

Asian Games 2018, Momentum Kebanggan Bangsa

Sukses Gelar Asian Games 2018, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Dibuka Presiden Jokowi, Asian Games 2018 Diharapkan Jadi Kebangkitan Olahraga Indonesia

Ini Penampakan Politeknik Olahraga Indonesia, Lihat Fasilitasnya Wow Banget!

ASIAN GAMES DAN INDUSTRI OLAHRAGA

Hadapi persaingan global, Kemenpora resmikan Politeknik Olahraga Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *