SIKAP GURU YANG DINAMIS DAPAT MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
By: Date: April 23, 2017 Categories: Uncategorized

?Salah satu karakteristik utama kehidupan dalam masa kini dan masa mendatang merupakan terjadinya perubahan yang sangat cepat dalam lingkungan kehidupan manusia?

Ada sebuah pertanyaaan yg terlontar tentang pengajar yaitu benarkah pengajar adalah sosok yang susah berubah? Pertanyaan ini pernah terdengar dalam suatu seminar pendidikan dengan tema mencari metode yg tepat dalam mengajar yang dilaksanakan pada sebuah Universitas Islam terkemuka di kota Bandung, isi dari pertanyaan tersebut bisa jadi merupakan sebuah kenyataan yang sahih-benar terjadi pada lingkungan pendidikan.

Seiiring menggunakan perkembangan zaman yang semakin pesat, membawa perubahan yg sangat besar terhadap seluruh aspek, termasuk global pendidikan. Pada zaman sekarang guru dituntut buat melakukan perubahan pada cara menyampaikan materi pada anak menggunakan menggunakan metode yg sempurna sinkron dengan perkembangan zaman. Pengajar boleh menggunakan metode sendiri buat mendapatkan hasil yang optimal dalam bisnis meningkatkan keberhasilan pendidikan, atau menggunakan memakai metode yg ditemukan sang para pakar yang telah diteliti berdasarkan metode penelitian ilmiah.

Perubahan kurikulum yang ditetapkan sang pemerintah merupakan tuntutan kepada pengajar untuk lebih menyesuaikan metode mengajar anak dengan lebih sempurna. Pada kurikulum 2013, guru dituntut melakukan pembelajaran menggunakan memakai metode yang sempurna sinkron dengan syarat anak didiknya, & lebih mempertinggi peranan anak didik pada menggali asal ilmu.

Kondisi ini menuntut pengajar untuk melakukan perubahan metode dalam mengajar, guru wajib sanggup memilih metode yg sempurna buat menyampaikan materi pelajaran. Selama ini sebagian akbar pengajar hanya melakukan pembelajaran hanya menggunakan metode konvensional seperti ceramah atau ekspositori, padahal menggunakan metode konvensional ini keterlibatan murid dalam menggali asal ilmu sangat kurang, mereka hanya mengandalkan apa yang mereka terima menurut guru dan tidak berusaha sendiri buat menerima ilmu yg mereka gali menurut sumbernya selain dari gurunya.

Kendala yang terjadi ketika ini adalah poly guru yang belum mengetahui banyak sekali macam metode-metode pembelajaran pada masa ini yg berkembang, bahkan sebagian berdasarkan mereka mungkin enggan untuk menggali kembali ilmu pendidikan karena mereka beralasan dengan metode konvensional pun mereka permanen mampu mengajar. Bahkan walaupun pemerintah sudah membarui kebijakan dengan membarui kurikulum pendidikan dengan yang terkini (Kurikulum 2013), masih banyak yg tidak mengerti apa itu kurikulum 2013. Hal ini mungkin terjadi karena pengenalan yang disampaikan sang pemerintah tidak sampai pada guru, apalagi pengajar yang ada pada wilayah terpencil atau pada pelosok. Pelatiahan-pembinaan yg dilakukan pemerintah pun tidak semua pengajar dapat mengikutinya. Bisa jadi inilah yg menyebabkan terlontarnya pernyataan bahwa guru adalah sosok yg susah buat berubah.

Kendala lain yg mungkin menghambat aktualisasi cara pembelajaran yg seharusnya disesuikan menggunakan perkembangan zaman adalah karena serba terbatasnya fasilitas atau asal ilmu yg dimiliki oleh lembaga pendidikan, seperti buku-buku pelajaran, indera peraga & sarana prasarana yang lainnya. Hal ini juga yg sebagai alasan kenapa para pengajar merasa kesulitan buat membarui metode pembelajaran yg sesuai menggunakan tuntutan kurikulum 2013.

Sudah seharusnya buat saat ini pengajar mulai memikirkan perubahan atau cara terbaik pada membicarakan bahan ajar pada siswa, sebab waktu ini perkara yang dihadapi semakin kompleks dan tidak mampu dibendung dampak arus informasi dan komunikasi yg semakin canggih. Godaan demi godaan yang datang pada siswa yg diakibatkan berdasarkan sampainya kabar kepada mereka lewat teknologi yang di milikinya, kadang-kadang akan mengalahkan ajakan atau perintah berdasarkan seorang pengajar pada peserta didik. Hal ini tentu sangat krusial utuk disikapi karena akan mengalahkan kewibaan guru dihadapan anak didiknya, sebagai akibatnya proses penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik menjadi terhambat.

Peserta didik akan cenderung mengikuti hal-hal yang mereka temukan sendiri, misalnya dari hasil tontonan yg terdapat pada televisi (sinetron) yg belum tentu benar dan sesuai menggunakan kebiasaan, bahkan lebih menonjolkan perilaku-sikap materialistis yang justru bukan membantu anak buat lebih menaikkan semangat belajar tapi malah sebaliknya. Mereka hanya memperhatikan penampilan yg kadang-kadang akan menyedot perhatiannya ketimbang mereka wajib memperhatikan pelajaran yg akan mereka terima.

Guru usahakan harus bisa mengarahkan agar peserta didik supaya mempunyai pencerahan untuk sanggup menjalankan kegunaannya dengan baik dan benar. Sebab apapun yg mereka lakukan, jika dilandasi menggunakan kesadaran mereka buat melakukannya, maka mereka akan dengan sukarela menjalankan semuanya termasuk pencerahan mereka sebagai siswa yg seharusnya hanya bertugas buat belajar.

Salah satu cara guru mengubah cara mengajar adalah dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi dalam membantu melaksanakan proses pembelajaran di kelas, pemanfaatan alat-alat teknologi seperti computer, internet dan media komukiasi lain yang dapat membantu guru untuk meningkatkan performanya dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas, sehingga peserta didik tidak merasa jenuh dengan cara penyampaian materi yang diberikan oleh guru.

Perhatian yang semakin tinggi berdasarkan pemerintah terkait kesejahteraan guru semestinya juga memicu para guru buat bisa mempertinggi kompetensinya pada melaksanakan tugas sehari-hari, agar kualitas pendidikan sanggup berubah menunjuk ke arah yg lebih baik. Sebab keberhasilan pendidikan sangat ditentukan sang kualitas pengajar yang menjadi ujung tombaknya. Sebagus apapun kurikulum yg di rancang sang pemerintah, nir akan sanggup mengantarkan pendidikan menjadi lebih maju kalau kualitas pengajar nir mempunyai kompetensi yg sinkron menggunakan yg dibutuhkan berdasarkan kurikulum tadi.

Kesadaran buat menaikkan kompetensi inilah yang wajib dilakukan sang setiap pengajar yang ada pada seluruh pelosok negeri ini agar tujuan pendidikan nasional sanggup tercapai secara menyeluruh dan utuh demi kemajuan bangsa dan Negara yang kita cintai ini, sebab galat satu tolok ukur kemajuan sebuah bangsa merupakan menggunakan keberhasilan dibidang pendidikan. Mudah-mudahan Negara kita di ketika-ketika yg akan dating sanggup berkompetisi menggunakan Negara lain seiring kemajuan keberhasilan pendidikan yg diraihnya. Amin

Penulis : Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

Staf Pengajar Mata Pelajaran Matematika dalam MTs Cijangkar dan SMK Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *