MAHADATA TELUR COVID-19
By: Date: April 27, 2017 Categories: Uncategorized

Mahadata Telur Covid-19

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd. *

Bigdata

Kebijakan pemerintah melakukan social dan physical distancing guna memutus rantai penyebaran covid-19 memaksa manusia untuk menyelesaikan sebagian aktifitasnya secara daring, hampir semua aktifitas dilakukan dengan menggunakan bantuan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) dalam hal ini internet. Tak ada pilihan lain karena kemudahan dan keefektifan penggunaannya tanpa harus berinteraksi secara langsung dengan orang lain ditengah covid-19 yang sedang mewabah.

Penggunaan internet sebagai media tanpa batas ruang dan waktu memudahkan manusia berinteraksi untuk memenuhi kebutuhannya kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja.  Intensitas yang tinggi dalam penggunaan gawai, menyebabkan tak terbendungnya data yang masuk ke dalam memori, entah itu data yang dibutuhkan atau data yang tidak dibutuhkan bahkan tidak bermanfaat.

Lihat pula: Belajar Dari Covid-19

Bagi yg nir biasa memakai TIK dalam kehidupan sehari-harinya, mungkin mereka akan merasa shok dengan pertambahan dan cepatnya data yang mereka terima. Perlu kesiapan dalam menangani dan mengolah data yg jumlahnya tak masuk akal supaya tidak menjadi beban mental & beban perangkat yg dipakai sehingga nir terjadi eror yang menyebabkan masalah baru dalam kehidupan manusia.

Mahadata, lebih dikenal dengan istilahbahasa Inggrisbigdata, adalah istilah umum untuk segalahimpunandata (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit dan tak terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan perkakas manajemenbasis data biasa atauaplikasi pemroses data tradisional belaka. (Wikipedia)

Mahadata atau bigdata disebabkan oleh cepatnya pertumbuhan dan pertambahan data, dalam istilah matematika di sebut pertumbuhan eksponensial/perpangkatan. Untuk sebuah perusahaan, mahadata atau bigdata mungkin bisa menjadi aset yang berharga bagi pengembangan korporasinya, sehingga mereka menyiapkan perangkat khusus pengolah data tersebut untuk dimanfaatkan bagi pemenuhan kepentingannya,  bahkan saat ini tersedia perangkat lunak atau software khusus untuk mengolah data seperti Gephi, Python , Netlytics, NiFi, danTableau .

Lihat juga:Covid-19 Pintu Gerbang Peradaban Baru

Bigdata ditengah pandemi covid-19 seperti saat ini sebetulnya juga bisa bermanfaat membantu pemerintah dalam menerapkan kebijakan social dan physical distancing. Dengan menggunakan gawai pemiliknya, pemerintah dapat memantau pergerakan penduduknya ketika akan berinteraksi setelah mereka mengisi berbagai pertanyaan melalui aplikasi yang dibuat terkait dengan kondisi kesehatannya.

Hal ini ternyata efektif buat memutus endemi covid-19 seperti yg dilakukan di kota Wuhan provinsi Hubei Tiongkok waktu kebijakan lockdown dilakukan. Pemerintah bisa mengontrol pergerakan penduduknya melalui gawai yg mereka miliki & dengan gampang mencegah orang yg disinyalir terpapar covid-19 buat melakukan hubungan dengan orang lain. Informasi kesehatan yang diberikan oleh setiap penduduknya secara amanah akan terlihat menurut warna layar ponsel yg mereka bawa.

Lihat jua: Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan

Walaupun poly mendapat protes dari beberapa negara lantaran terlalu dalam ikut campur urusan langsung penduduknya sebagai akibatnya mengganggu kebebasan mereka, tetapi belakangan beberapa negara yg mempunyai masalah tinggi terkena endemi covid-19 meniru cara yg dilakukan oleh pemerintah Tiongkok lantaran ternyata sangat efektif memutus rantai penyebaran virus corona.

Bigdata yang diolah untuk kepentingan bersama sangat baik dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Namun semestinya pemerintah juga bertanggung jawab ikut melindungi data pribadi penduduknya agar tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi atau golongan, dan yang paling berbahaya adalah apabila data-data tersebut digunakan untuk melakukan tindakan kejahatan.

Bagi pengguna teknologi  secara individu, mahadata/bigdata bisa juga diterima dengan deras walau volumenya tidak sebanyak korporasi atau organisasi. Data yang diterima menjadi peluang bagi sesorang untuk mendapatkan keuntungan secara cepat sehingga memicu persaingan yang ketat antar individu. Pentingnya informasi saat ini menjadikan seseorang yang menguasainya akan menjadi pemenang dalam persaingan tersebut.

Lihat pula: Rumah Belajar Solusi Pembelajaran Daring

Namun tak dapat dipungkiri jua bahwa kebayakan kita menjadi individu seringkali kali menerima data yg begitu poly, namun tidak menaruh manfaat atau laba. Hal ini tidak sanggup lepas berdasarkan rendahnya literasi teknologi, mereka tampaknya masih banyak yang latah pada menggunakan perangkat teknologi, sebagai akibatnya belum mampu menyaring berita yang semestinya mereka berikan atau dapatkan melalui perangkat tadi.

Setiap hari kita sering mendapat fakta yang kadang nir kita butuhkan, tetapi memaksa masuk ke gawai kita, bahkan kabar tersebut hanya akan menjadi sampah yg memenuhi ruang memori gawai kita. Informasi yang berguna mungkin jumlahnya lebih sedikit & bahkan tidak sampai kepada kita karena sudah tersalip kabar baru yang masuk sebelum berita krusial itu kita terima.

Dalam memakai perangkat TIK tersebut, semestinya kita ketika ini wajib sudah berfikir buat menggunakannya pada hal-hal yang positif, kita harus sadar bahwa konduite latah kita itu justru merugikan kita sendiri & menaruh laba menggunakan mudah kepada orang atau korporasi tertentu padahal bagi kita sama sekali tidak berguna, bahkan kadang-kadang merugikan. Kita harus mampu menentukan dan memilah kabar apa yg mesti kita bagi ke orang lain, jangan sampai informasi yg nir penting & bahkan menyebabkan potensi perseteruan kita sebar begitu saja.

Tanpa kita sadari biaya yg kita keluarkan buat menyebar fakta yang tidak bermanfaat tersebut tersedot dengan mudahnya, hal ini terjadi karena biaya yang diambil sedikit-sedikit namun pada intensitas yg banyak sehingga kalau dikalikan akan membentuk jumlah yg pantastis, kita baru sadar selesainya quota yg kita miliki berkurang secara cepat dan dengan terpaksa kita harus mengeluarkan biaya balik buat hal-hal yang nir begitu bermanfaat.

Melakukan suatu secara berlebihan apalagi tidak memberikan mafaat merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Alloh swt, karena itu mencontoh perbuatan syetan yang selalu mengajak pada keburukan. Sebagaimana firman Alloh dalam al-Quran yang artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 26-27)

Lihat juga: Corona Membawa Bahagia

Semestinya kita bisa menghindari untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, sangat disayangkan energi yang kita keluarkan bahkan dengan biaya sendiri kita hambur-hamburkan. Dan seandinya kita menemukan hal-hal yang tidak berguna maka kita patut untuk mengabaikannya sebagaimana firman Alloh dalam Al-Quran yang artinya: “D an apabila mereka bersua dengan (orang-orang) yang mengerja­kan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya”. (QS. Al-Furqan: 72)

Semoga kita seluruh mampu menjaga kehormatan diri menggunakan tidak ikut-kutan melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat walaupun itu gampang kita lakukan demi menjaga kesucian diri menurut perbuatan-perbuatan yg sangat dibenci sang Alloh swt. Amin

Tulisan ini pertama di muat diberitadisdik.com melalui link: http://beritadisdik.com/news/cerdas/maha-data-telur-covid-19-

*Penulis adalah pengajar pada MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya.

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttps://kalimahtasikmalaya.blogspot.com/

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis juga aktif di komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *