Menciptakan Lingkungan Positif Melalui Gerakan Madrasah Bersih dan Hijau
By: Date: May 17, 2017 Categories: Uncategorized

Menciptakan Lingkungan Positif Melalui Gerakan Madrasah Bersih & Hijau

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Sekolah/madrasah adalah sebuah lembaga pendidikan formal dimana siswa menuntut ilmu, menggunakan harapan bisa mencapai apa yang dicita-citakannya. Seringkali pada aplikasi proses pembelajaran ditemui hambatan yang dapat merusak keberhasilan pendidikan & secara spesifik menjadi godaan bagi siswa buat belajar.

Banyak faktor yang menjadi penyebab penghambat keberhasilan pendidikan, diantaranya adalah faktor lingkungan sekolah/madrasah yang dianggap tidak menyenangkan oleh sebagian peserta didik sehingga mereka malas untuk belajar, dan hal ini mengakibatkan rendahnya kualitas output pendidikan.

Mengupayakan agar sekolah/madrasah menjadi sebuah loka yg menyenangkan bagi peserta didik buat belajar menjadi galat satu upaya buat meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu wajib ditanamkan kepada setiap diri siswa gambaran positif sekolah/madrasah agar mereka menggunakan penuh pencerahan mau belajar menggunakan giat & betah serta merasa nir bosan ketika berada di sekolah/madrasah.

Salah satu cara menanamkan citra positif kepada peserta didik adalah dengan menciptakan sekolah/madrasah bersih dan sekolah/madrasah hijau (Cleen School and Green School). Kegiatan ini dilakukan dalam upaya menciptakan lingkungan yang positif, sehingga akan memberikan kesan yang baik terhadap siapa saja yang akan masuk ke dalam lingkungan sekolah/madrasah. Kesan yang baik ini akan memberikan imbas positif terhadap para peserta didik, sebab dengan situasi yang positif ini mereka akan terdorong pula untuk melakukan kegiatan positif dengan penuh kesadaran.

Peran guru jua menjadi sangat krusial pada membangun suasana sekolah/madrasah yang menyenangkan. Upaya pengajar dalam menyadarkan peserta didik buat selalu menjaga kebersihan lingkungan sangat diharapkan bahkan pengajar semestinya memberikan teladan pada menjaga lingkungan yang higienis dan nyaman.

Salah satu upaya membentuk lingkungan sekolah/madrasah yang positif adalah melalui kegiatan clean and green school. Lingkungan yang bersih dan indah akan membuat semua orang yang masuk ke dalam lingkungan sekolah/madrasah mempunyai citra positif sehingga peserta didik merasa betah dan nyaman untuk belajar.

Upaya menciptakan lingkungan yang positif ini mampu dilakukan beserta-sama oleh guru dan siswa, misalnya dengan cara selalu mengingatkan supaya nir membuang sampah asal-asalan, memungut sampah yg ditemukan waktu berada pada bukan tempatnya, & berupaya menjaga flora yg ada pada sekitar lingkungan sekolah/madrasah supaya tetap sehat & hijau dengan cara merawatnya setiap hari.

Menyediakan slogan-jargon yang dapat mengingatkan agar selalu menjaga lingkungan menjadi sangat penting, misalnya dengan membuat slogan ?Anda memasuki daerah bersih?, ?Sehat itu mahal, maka jagalah kebersihan?, ?Pungut sampah insya Alloh berkah? Atau slogan lainnya yg berhubungan dengan upaya buat menyadarkan masyarakat sekolah/madrasah agar selalu menjaga kebersihan lingkungannya.

Upaya membentuk lingkungan yg positif ini, juga mampu sekaligus menanamkan pendidikan karakter terhadap siswa melalui pembiasaan positif dalam menjaga kebersihan & ketenangan lingkungan. MTs Cijangkar tempat kami mengabdi, terletak di daerah pedesaan yg taraf pencerahan sebagian rakyat akan pentingnya pendidikan masih belum tinggi, tetapi kami terus berupaya buat meningkatkan pelayanan & pencerahan warga akan pentingnya pendidikan terutama pendidikan karakter yg dibutuhkan oleh setiap peserta didik.

Perubahan bisa terlihat ketika madrasah kami menerapkan progam cleen and green school antara lain kesadaran para peserta didik akan pentingnya kebersihan lingkungan, walaupun belum 100% namun peserta didik sudah mulai sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan selalu berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan penuh kesadaran. Sebagian mereka akan merasa malu kalau mengotori lingkungannya walaupun terkadang masih diingatkan oleh guru.

Timbulnya kesadaran mereka untuk mencintai alam adalah perubahan lain yang dapat dilihat. Melalui program green school, dengan penuh kesadaran mereka merawat tanaman yang mereka bawa dari rumah masing-masing dengan cara menyiramnya setiap pagi secara bergiliran dan mereka bertanggung jawab atas tanaman yang mereka bawa untuk penataan kelas masing-masing.

Tidak mudah mengajak guru dan juga para peserta didik untuk melakukan perubahan, perlu upaya yang terus menerus dilakukan dalam mempengaruhi mereka agar bisa tersentuh dan mengubah perilaku untuk lebih baik. Berbagai upaya dilakukan seperti melaksanakan kegiatan-kegiatan menyenangkan, kemudian sering melakukan evaluasi kegiatan dan saling mengingatkan melalui grup WhatsApp yang dimiliki guru atau peserta didik.

Lingkungan positif yang diciptakan menciptakan siapapun yang masuk ke lingkungan sekolah/madrasah merasa nyaman, sebagai akibatnya peserta didik merasa betah & nir bosan buat belajar & belajarpun nir mesti selalu dilakukan di pada kelas tetapi jua mampu dilakukan di luar kelas misalnya taman sekolah yg sekaligus dapat dijadikan menjadi laboratorium alam.

Menciptakan lingkungan positif memberikan impak yang baik terhadap kemajuan pendidikan karakter peserta didik. Menyadarkan siswa buat melakukan sesuatu yang baik menggunakan keinginanya sendiri lambat laun akan terealisasi dengan sendirinya melalui upaya melaksanakan kegiatan-kegiatan positif yg tak jarang diulang-ulang.

Dukungan berdasarkan rakyat & terutama pihak yayasan sangat membantu dalam upaya menciptakan lingkungan positif ini. Peran serta warga memang sangat dibutuhkan buat kelancaran acara ini. Peran dan rakyat dalam upaya tadi sanggup berupa bantuan penyediaan pasilitas pendukung, seperti penataan lingkungan sekolah, melengkapi sarana dan prasarana dan dukungan terhadap pengajar baik secara moral & material.

Hakikat pendidikan adalah proses perubahan sikap dan nir hanya bertumpu pada perolehan output. Perubahan sedikit saja kearah yang lebih baik berdasarkan setiap upaya pendidikan, sudah menandakan tercapainya tujuan pendidikan. Hasil yang diperoleh melalui proses yang tepat dan semestinya walaupun lambat lebih berarti dan bermakna dibanding output yang memuaskan tapi diperoleh menggunakan cara-cara yg instan & cenderung salah .

Artikel ini juga di muat dihttp://www.ks2energi.com/

*Guru Matematika di MTs Cijangkar Ciawi dan Pembina ekskul Jurnalistik MTs Cijangkar, blog bisa dikunjungi http://www.jurnalistikmtscijangkar.blogspot.com

Penulis juga aktif mengelola blog pribadi bertema Pendidikan Karakter dan dapat di kunjungi di http://www.agusnananuryana2.blogspot.com

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis pula aktif pada komunitas Gumeulis (Pengajar Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *