PERANAN PILKADA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER
By: Date: May 26, 2017 Categories: Uncategorized

Tahun 2018 adalah tahun Pilkada di Indonesia, karena pada beberapa daerah semua Indonesia akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serempak. Sekitar 171 daerah akan menggelar Pilkada serentak dalam tanggal 27 Juni 2018, aktivitas ini merupakan agenda rutin yang terjadi pada Indonesia menjadi pengaruh dari reformasi yang terjadi di Negara Republik Indonesia sejak tahun 1998. Perhelatan ini banyak melibatkan banyak sekali elemen pada warga , sebagai akibatnya buat pelaksanaan pesta demokrasi ini memerlukan persiapan yg matang dan dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaannya tiba.

Pesta demokrasi yg dari sebagian pengamat politik adalah pesta yang memerlukan biaya tinggi ini akan permanen dilaksanakan hingga ada reformasi pada rapikan kenegaraan yang entah hingga kapan akan terjadi pulang, walaupun sistem demokrasi dari sebagian kalangan adalah sistem yang paling baik pada mengelola pemerintahan di sebuah negara, sehingga terjadi beberapa peristiwa pada negara-negara eksklusif yg menuntut bahwa negaranya wajib memakai sistem demokrasi walaupun terjadi pertumpahan darah diantara penduduk negara tadi.

Pesta rakyat yang sedianya menghabiskan aturan yang begitu akbar, bahkan mungkin lebih akbar dari anggaran untuk kesejahteraan warga ini semestinya menaruh manfaat yg akbar pula bagi semua warga warga . Bahkan nir hanya porto yang dikeluarkan sangat besar , akan tetapi aneka macam resiko yang diakibatkan dari pesta warga ini juga sebagai bahan pemikiran dan harus mampu dihadapi menggunakan bijak supaya tidak meluas sebagai konplik, dikarenakan kompleksnya perkara yang dihadapi dan besarnya keterlibatan rakyat dalam aktivitas ini.

Hasil yang diharapkan menurut pelaksanaan Pilkada ini merupakan mencari seseorang sosok pemimpin yg benar -benar pada kehendaki oleh rakyat karena dipercaya pantas & bisa buat menjadi seseorang pemimpin. Paramater ini menunjukan bahwa kepuasan dan keadilan wajib betul-benar diperhatikan, oleh karena itu keterlibatan warga secara langsung pada memilih pemimpinya wajib terjadi walaupun aneka macam resiko negatif wajib ditanggung menjadi akibat menurut setiap penyelenggaraan Pilkada.

Proses demokrasi yang sedang berjalan ketika ini dinegara kita, merupakan salah satu upaya buat memperbaiki tatanan kehidupan pada menjalankan kegiatan bernegara, walaupun kita baru berkaca dari negara asal pencetus demokrasi yg barangkali masih semu & jua tidak seratus % cocok dengan kondisi negara kita. Setiap upaya niscaya terdapat tantangan, positif & negatif tidak mampu dilepaskan. Tidak ada yg sempurna pada kehidupan ini, karena proses wajib terus dijalankan seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman yang waktu ini sedang terjadi.

Setiap proses yg kita jalankan semestinya memberikan pelajaran bagi kita semua buat memperbaiki segala upaya yang kita lakukan yang dirasa masih kurang. Kalau kita amati sejalan bergulirnya waktu buat setiap aplikasi Pilkada, berbagai permasalahan yang tidak sama selalu ada baik yg positif juga yang negatif. Berbagai permasalahan yang timbul terkadang juga memerlukan saat yg sangat panjang buat mendapatkan penyelesaian dan tentunya ini memerlukan tenaga yang nir sedikit buat menyelesaikannya, yg bahkan bisa jadi nir terselesaikan hingga penyelenggaraan Pilkada berikutnya, sebagai akibatnya kejadian yang sama kemungkinan akan terjadi berulang-ulang sebagai akibatnya menciptakan karakter kehidupan rakyat yang mungkin jua akan dilakukan secara turun temurun.

Berbagai imbas menurut setiap penyelenggaraan Pilkada yg terus terjadi pada masyarakat perlu disikapi menggunakan sangat cermat agar nir berdampak negatif terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat sebagai akibatnya tidak mengubah karakter baik yang sudah tertanam dalam diri setiap anak bangsa, sang karenanya konsep ideal dari sistem demokrasi harus betul-betul dilaksanakan dan pada pelihara dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi. Selain itu pemahaman yg sahih dan komprehensif tentang demokrasi harus dikuasai agar tujuan menurut aplikasi demokrasi yg sesungguhnya mampu dicapai sinkron dengan asa tanpa ditumpangi sang kepentingan segelintir atau sekelompok orang yg mencari laba eksklusif atau golongan.

Kita nir sanggup memungkiri pada tatanan realita kehidupan saat ini yg pungkasnya telah berada dalam alam demokrasi, tak jarang terjadi goresan-gesekan antar warga warga dengan dalih demokrasi & kebebasan berekspresi. Dengan dalih ini pula rakyat rakyat dengan bebas membicarakan pendapat, berekspresi, berserikat & lain-lainnya yang kadang-kadang diluar batas kewajaran sehingga sampai melebihi batas kewenangan yg seharusnnya mereka lakukan. Kejadian ini tentu sangat mengganggu harmonisasi kehidupan yg seharusnya saling menghargai & saling menghormati sesuai dengan hak dan kewajibannya masing-masing.

Praktik-praktik menyimpang menurut sistem demokrasi yg dilakukan sang sebagian orang demi buat mencapai tujuan & memenuhi kepentingannya secara simpel merupakan galat satu faktor pemicu adanya tabrakan yg terjadi antar masyarakat, dimana sebagian kelompok yg nir mendapat perlakuan tidak semestinya akan melakukan perlawanan yang mungkin caranya lebih jelek dari yg dilakukan sang kelompok yang dianggap menjadi lawannya tanpa memperhatikan dampak negatif yg akan terjadi dampak perbuatannya.

Perilaku-perilaku negatif yang terjadi dampak berdasarkan aplikasi demokrasi melalui Pilkada yg mengubah tatanan kehidupan bermasyarakat ini perlu disikapi dengan menggunakan baik agar nir menyebar dan mengakar sehingga membarui tatanan kehidupan yg selama ini sudah berjalan dengan baik. Dalam jangka ketika yang panjang perilaku-perilaku tersebut jika nir diantisipasi akan menjadi karakter dan mengubah tatanan kehidupan yang telah berjalan.

Sistem demokrasi kalau dijalankan dengan benar akan memberikan output yang positif. Hal ini akan memberikan imbas yang baik terhadap tatanan kehidupan, di mana masyarakat diberikan keleluasaan dalam berpartisipasi mengelola tata kenegaraan sehingga akan terjalin rasa memiliki, kebersamaan, keterbukaan dan rasa keadilan yang dirasakan oleh setiap warga negara tanpa ada pihak-pihak yang disakiti atau dirugikan, sebab setiap keputusan yang di tetapkan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Karakter yang baik inilah yg akan menciptakan sebuah negara menjadi maju dan makmur, sebab setiap rakyat negara merasa terjamin buat melaksanakan kewajibannya dan sekaligus mendapatkan haknya tanpa dibebani sang praktik-praktik negatif yang dilakukan oleh sebagaian orang yg bisa mengundang permasalahan diantara rakyat negara. Suasana yang menampilkan kebersamaan, saling mengormati, saling menghargai, saling menjaga, saling bantu akan mengokohkan persatuan & kesatuan yang adalah modal akbar buat kemajuan sebuah bangsa dan negara.

Dalam melaksanakan sistem demokrasi atau Pilkada, kita mungkin bisa berkaca pada anak-anak kita di sekolah/madrasah saat mereka melakukan kegiatan pemilihan ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Guru pembina OSIS mengajarkan bagaimana sistem demokrasi itu dilaksanakan menggunakan utuh tanpa terdapat praktik-praktik negatif yang dilakukan, dari mulai proses pemilihan bakal calon, calon, lalu melaksanakan proses pemilihan sampai di dapatkan ketua OSIS yg baru semua prosesnya dijalankan menggunakan sahih pada rangka menaruh pelajaran kepada para peserta didik dalam menjalankan proses demokrasi. Para peserta didik menjalankan proses demokrasi menggunakan sahih, tidak ada praktik negatif, nir terdapat kepentingan mudah. Mereka menjalankannya dengan sukacita, ceria, & tanpa beban. Yang mereka pikirkan merupakan bagaimana cara menerima seseorang pemimpin baru yg dipilih menggunakan cara yg sahih menggunakan asa sanggup menjadi model & membawa kemajuan khususnya bagi beliau sendiri juga untuk kemajuan peserta didik yg lain atau bahkan buat kemajuan sekolah/madrasahnya.

Proses ini menaruh pendidikan karakter terhadap para peserta didik supaya mereka mau belajar bagaimana cara menghormati, menghargai, berhubungan menggunakan orang lain dalam mencapai tujuan yg sama tanpa melakukan cara-cara yang tidak baik serta bisa mengundang permasalahan yg bisa menciptakan mereka menjadi terpecah sehingga mengakibatkan nir harmonisnya interaksi antar mereka. Karakter baik ini adalah kapital bagi mereka untuk diterapkan pada kehidupan yg lebih luas & nyata, sebagai akibatnya pengalaman mereka menjalankan proses demokrasi dengan sahih sebagai pegangan buat digunakan pada lingkungannya.

Upaya pendidikan  karakter melalui demokrasi yang dilakukan oleh sekolah/madrasah tentunya tidak akan berarti apa-apa kalau tidak didukung oleh lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat. Pemahaman dan penerapan proses demokrasi yang sama dari semua komponen akan memberikan pengaruh posistif bagi pembentukan karakter setiap warga. Karakter bangsa Indonesia yang dikenal sangat baik oleh dunia jangan sampai ternodai bahkan berubah menjadi karakter yang tidak sesuai dengan ciri Indonesia gara-gara penerapan sistem demokrasi yang tidak benar dalam tatanan kehidupan bernegara.

Memelihara budaya baik pada menjalankan kehidupan bernegara harus dilakukan, ini bukan berarti menutup budaya baru yg baik buat dilakukan, namun budaya baru wajib mampu mendukung budaya usang yang sudah baik menjadi semakin baik agar keberlangsaungan kehidupan bernegara sanggup berjalan dengan semestinya menuju ke arah kemajuan yang lebih baik. Bukan kebalikannya gara-gara kita mengadopsi budaya baru tetapi mengubah budaya lama yg telah baik sebagai jelek.

Kita tidak mampu membendung efek global yg kini sedang terjadi, namun kita mampu membentengi diri menggunakan kekuatan yg sudah ada dalam diri kita buat menangkal impak negatif yg diakibatkan menurut efek global yang terus memaksa kita buat selalu mengikutinya termasuk penerapan sistem demokrasi yg saat ini sedang kita jalani pada negara kita. Praktis-mudahan efek-dampak negatif dari diterapkannya sistem demokrasi di negara kita tidak menggerus karaketer baik bangsa Indonesia yg selama ini telah terbentuk & mengantar Indonesia sebagai negara yang rukun, tentram damai dan penuh dengan toleransi. Amin.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *