BONGKAR PASANG KURIKULUM SEKOLAH/MADRASAH, HARUSKAH?
By: Date: May 28, 2017 Categories: Uncategorized

Menjelang tahun ajaran baru sekolah/madrasah Tahun Pelajaran 2018/2019 kalangan praktisi pendidikan mulai bertanya-tanya lagi mengenai kurikulum yg akan diterapkan dalam tahun ajaran baru, sebab beberapa tahun ke belakang setiap tahun ajaran baru mesti terdapat perubahan kurikulum walaupun hanya sebatas revisi, tetapi bagi praktisi pendidikan di lapangan ini menjadi bahan pemikiran, sebab sedikit saja terdapat revisi/perubahan kurikulum, poly juga yang berubah dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah/madrasah.

Sejak diberlakukan penggunaan kurikulum 2013, dalam praktiknya telah mengalami beberapa kali revisi, pemberlakukan kurikulum 2013 yang terkesan dipaksakan berdasarkan sebagian kalangan terutama terkait kesiapan satuan pendidikan pada menerapkan kurikulum 2013, membuat pemberlakuannya kurang efektif. Tidak semua sekolah/madrasah memberlakukan kurikulum ini, sehingga penggunaan kurikulum sekolah/madrasah tidak sama antar sekolah yg ada di Indonesia, propinsi, kabupaten, bahkan ditingkat kecamatan.

Pemberlakuan kurikulum 2013 yang dilakukan bertepatan menggunakan akan berakhirnya pemerintahan yang sedang berkuasa saat itu, menaruh kesan dipaksakan supaya penguasa saat itu sanggup memberikan kontribusi kepada Negara dengan memberikan hasil karya yang mereka lakukan waktu berkuasa, sehingga perubahan kurikulum ini sepertinya berkaitan dengan kepentingan politik dalam bidang pendidikan yang menunjukan bahwa saat ganti pemerintahan maka kebijakan pula akan berubah mengikuti asa penguasa saat itu termasuk pada bidang pendidikan. Sedangkan yang menanggung akibatnya merupakan para praktisi pendidikan di taraf satuan pendidikan yaitu peserta didik, pengajar dan pengawas. Yang menjadi persoalan haruskah kurikulum sekolah/madrasah itu dibongkar pasang atau diganti?

Kurikulum adalah seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi & bahan pelajaran serta cara yg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan aktivitas pembelajaran buat mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian kurikulum tersebut, sangat dimungkinkan kurikulum itu bisa berubah, tetapi diubahsuaikan menggunakan kebutuhan pendidikan itu sendiri bukan karena kebutuhan dari sekolmpok orang eksklusif atau organisasi tertentu. Sebuah perangkat yg sudah nir relevan dengan tujuan yang diinginkan semestinya diganti supaya tujuan yang ditetapkan sanggup tercapai secara optimal.

Jepang merupakan sebuah Negara menggunakan sistem pendidikan terbaik pada Asia bahkan global, kemajuan pendidikan pada Jepang telah tidak diragukan lagi. Kurikulum pendidikan pada Jepang jua kerap kali diganti yg diubahsuaikan dengan permintaan kualifikasi & taraf kompetensi yang meningkat. Perubahan kurikulum pada Negara Jepang yg diimbangi menggunakan kualitas guru yg sangat baik yang juga ditunjang sang kedisiplinan peserta didik yang sangat tinggi membuat Jepang merupakan Negara menggunakan sistem pendidikan terbaik pada global.

Di Indonesia sendiri tercatat telah 11 kali perubahan kurikulum sampai terakhir pemberlakuan kurikulum 2013. Namun jikalau kita amati sistem pendidikan kita hari ini, tampaknya sedang mengalami penurunan kualitas. Kita seluruh memahami beberapa tahun ke belakang Negara-negara tetangga poly yg belajar mengenai sistem pendidikan kepada Indonesia, namun sekarang kenyataannya telah terbalik. Negara-negara tetangga kita, sistem pendidikannya semakin maju & bahkan dengan bangga poly orang Indonesia yg belajar di Negara tetangga misalnya Singapura, Malaysia dan Filipina, padahal dulu orang Malaysia, Singapura & Filipina berbondong-bondong buat belajar pada Indonesia.

Perubahan kurikulum sekolah/madrasah merupakan suatu yg lumrah buat dilakukan, namun hal ini wajib dilakukan sesuai dengan output kajian yg sahih dan menyeluruh buat kepentingan kemajuan pendidikan, bukan lantaran kepentingan yang lain yg tidak terdapat hubungannnya menggunakan pendidikan. Perubahan kurikulum sekolah/madrasah yang terkesan dipaksakan akan sebagai sia-sia lantaran kurang mendukung ?Kemajuan pendidikan?, bahkan setiap kali terdapat perubahan kurikulum pasti pemerintah akan mengeluarkan biaya yg sangat akbar hingga triliunan rupiah sedangkan hasilnya kurang berdampak positif terhadap kemajuan pendidikan.

Perubahan kurikulum yang ketika ini sedang di persiapkan oleh pemerintah semestinya membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap kemajuan pendidikan pada Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian pendidikan & kebudayaan, seharusnya melaksanakan perubahan kurikulum secara efektif & efisien dengan berlandaskan kepentingan bangsa dan Negara buat memajukan pendidikan nasional.

Kita memahami bahwa penggunaan kurikulum 2013 seharusnya telah dilaksanakan mulai tahun 2013, sebagai akibatnya tiga tahun setelahnya semua sekolah/madrasah sudah memakai kurikulum 2013. Tetapi baru berjalan satu semester karena penguasa berganti, maka penggunaan kurikulum 2013 dilihat ulang dan pemerintah yang baru membuat lagi planning buat pemberlakukan kurikulum baru yg tentunya ini nir efektif & efisien, sebagai akibatnya akibat kebijakan ini pelaksana pendidikan pada taraf satuan pendidikan yg paling merasakan efek dari pemberlakukan kebijakan ini. Semestinya pemangku kebijakan yang baru memberikan kesempatan buat pemberlakuan kurikulum ini sampai terdapat output yang dapat diuji untuk memilih kebijakan berikutnya.

Mudah-mudahan pemberlakuan kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 yang sudah di mulai tahun ajaran 2017/2018 bisa dilaksanakan secara optimal demi  kemajuan pendidikan di Indonesia yang lebih baik, sehingga Negara kita mampu bersaing dan bertanding dengan Negara-negara maju lainnya yang ada di dunia. Amin.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *