COVID-19 PINTU GERBANG PERADABAN BARU
By: Date: May 31, 2017 Categories: Uncategorized

Covid-19 Pintu Gerbang Peradaban Baru

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Peradaban Baru

Virus corona belakangan sebagai pusat perhatian dunia, betapa tidak makhluk kecil yang jua dikenal menggunakan istilah covid-19 yang lalu pula dikenal dengan kata SARS-Co V-2 telah mengakibatkan bala kemanusian yg super dahsyat. Tak membutuhkan waktu usang, puluhan ribu orang di seluruh dunia sebagai korban meningal dan seratus ribu lebih lainnya menderita karena terpapar covid-19.

Dengan cepat virus ini menyebar, tak kasat mata namun gerakannya sungguh memberikan efek yang luar biasa sehingga membuat kelimpungan manusia sejagat raya, dan untuk menghadangnnya hampi pemerintah seluruh dunia mengeluarkan kebijakan membatasi interaksi sosial masyarakat. Berbagai masalah pun timbul hampir menyentuh seluruh sendi kehidupan, yang diakibatkan oleh kebijakan yang dikenal dengan istilah social dan physical distancing.

Belum ditemukannya obat yang ampuh untuk mengatasi covid-19, menyebabkan social dan physical distancing menjadi satu-satunya cara efektif sementara untuk mengatasi pandemi covid-19. Berbagai negara menerapkan kebijakan ini secara ketat termasuk Indonesia, masyarakat yang melanggar diberi peringatan dan sanksi yang tegas jika tetap membandel tidak mentaati peraturan yang sudah ditetapkan.

Keputusan World  Health Organization (WHO) yang menyatakan wabah covid-19 sebagai pandemi global, menjadi salah satu alasan social dan physical distancing diberlakukan di berbagai negara. Konsentrasi dunia saat ini seluruhnya tercurah pada penanganan wabah tersebut dan mau tidak mau mengabaikan urusan-urusan lain yang biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, hal ini perlu dilakukan untuk menyelamatkan manusia.

Dalam situasi yang serba kacau seperti saat ini, manusia harus tetap bisa bertahan untuk melangsungkan kehidupannya, cara yang tidak biasa dalam menjalani kehidupan harus dilakukan. Kebijakan social dan physical distancing sebenarnya bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial, manusia akan tetap bisa bertahan kalau mereka melakukan interaksi sosial, dengan pembatasan ini maka sangat menyakiti hati manusia yang semestinya menjalani kehidupan secara bersama-sama.

Dalam situasi darurat ketika ini, untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, insan wajib tetap berinteraksi dengan orang lain, tetapi hal ini dilakukan secara nir pribadi. Untuk melakukan aktifitas seperti itu insan memerlukan media, & indera yang sangat sempurna digunakan merupakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Interaksi bisa dilakukan secara daring berdasarkan jeda jauh namun tetap bisa menjalin komunikasi, adalah teknologi internet sangat membantu insan pada menjalankan banyak sekali aktifitasnnya.

Lihat juga : Corona Membawa Bahagia

Sebenarnya penggunaan internet bukan barang baru dikalangan rakyat, tetapi ketika ini keberadaanya sangat terasa dibutuhkan oleh seluruh kalangan lantaran hampir setiap hari digunakan. Sebelum terdapat wabah ini penggunaan internet mungkin belum wajib , namun waktu ini harus digunakan untuk merampungkan pertarungan-pertarungan yang menyangkut aktifitas pada memenuhi kebutuhan hayati sehari-hari.

Kegiatan sehari-hari dengan memakai media TIK ini akan berpengaruh terhadap tatanan kehidupan sosial rakyat. Perubahan ini menyebabkan tata kelola kehidupan secara menyeluruh pada berbagai aspek, pengaruh positif dan negatif niscaya akan dirasakan, terdapat yg tumbuh pesat tetapi ada pula yang jatuh bahkan sampai musnah, & yg akan bertahan adalah yang telah siap menerima perubahan ini.

Dalam bidang ekonomi, belanja kebutuhan secara daring saat pandemi covid-19 menjadi pilihan utama karena dapat mengurangi kontak dengan orang banyak. Dari mulai kebutuhan pokok sehari-hari sampai kebutuhan yang sifatnya insidental semua dilakukan secara daring. Manusia sangat terbantu dengan cara seperti ini, karena walaupun mereka tetap tinggal di rumah, namun kebutuhannya tetap bisa terpenuhi.

Efektif dan efisien menjadi galat satu ciri spesial penggunaan teknologi, tetapi aktifitas ini jua akan menghilangkan kebiasaan lama yg nilai sosialnya lebih tinggi, selain itu pelaku bisnis yg masih memakai cara lama akan ditinggalkan dan mereka harus siap-siap bangkrut apabila nir mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu sistem pembayaran berubah, pada kegiatan ekonomi konvensional uang dalam bentuk fisik sangat berharga, namun sekarang diganti dengan transaski digital yang tidak memerlukan uang secara langsung, untuk melakukan transaksi keuangan manusia tidak perlu membawa uang ke mana-mana namun cukup membawa kartu atau gadget yang terkoneksi ke intenet untuk melakukan transaki keuangan. Uang saat ini bukan lagi barang berharga, karena ada sebagian transaksi ekonomi yang tidak menerima uang fisik untuk alat transaksinya.

Lihat juga : Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan

Dalam bidang sosial dan keagamaan social dan physical distancing yang membatasi interaksi sosial menyebabkan hubungan masyarakat secara langsung menjadi terkendala, karena pemerintah melarang kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak selama masa pandemi covid-19 ini. Kodrat manusia esensinya adalah makhluk sosial yang mesti berhubungan dengan orang lain karena mereka sejatinya saling membutuhkan.

Dalam kehidupan bermasyarakat hubungan secara eksklusif menjadi suatu keharusan buat menjaga harmonisasi hubungan antar manusia, kegiatan ini sanggup dilaksanakan dalam aktifitas beserta misalnya gotong royong, menjaga keamanan lingkungan beserta, aktivitas ibadah & lain sebagainya. Sarana-sarana generik menjadi sepi, seperti tempat kerja-tempat kerja pemerintah/swasta, rumah ibadah atau tempat berkumpul lainnya tak berfungsi karena manusia lebih poly melaksanakan aktifitas pada dalam rumah.

Tak terdapat satu pun insan yang bisa hidup tanpa orang lain, namun menggunakan syarat darurat seperti ini manusia dipaksa untuk bisa bertahan hayati tanpa melibatkan banyak orang secara pribadi. Perilaku seperti ini pada jangka panjang akan membarui pola tata kehidupan warga , namun situasi dan syarat memaksa rakyat buat melakukannya & dalam masa yg akan datang mungkin saja aktifitas seperti ini akan terus berlangsung karena insan telah terbiasa melakukannya sehingga terbentuklah suatu budaya baru.

Dalam bidang pendidikan, pembelajaran daring menjadi pilihan saat ini ditengah pandemi covid-19 yang makin sulit untuk ditangani. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK sangat tepat dilakukan untuk melaksanakan proses pembelajaran dimasa darurat seperti yang sedang terjadi.

Pembelajaran daring sebenarnya sudah sebagai tuntutan bagi para pengajar dan institusi pendidikan buat melaksanakannya, kemajuan teknologi yang sangat pesat semestinya mampu dimanfaatkan dengan baik sang pengajar dan siswa dalam mencari sumber pembelajaran. Dengan teknologi kita sanggup belajar di mana saja, kapan saja & dengan siapa saja tidak terbatas ruang dan ketika.

Situasi darurat misalnya saat ini memaksa semua stakeholder pendidikan buat mampu melaksanakan pembelajaran daring. Tidak terdapat hubungan secara eksklusif antara guru menggunakan murid sebagaimana layaknya proses pembelajaran pada kelas, ruang-ruang pertemuan dibentuk dalam bentuk ruang maya yg hanya mampu digunakan buat komunikasi baik secara verbal juga goresan pena yang mampu disertai menggunakan tampilan video.

Tidak ada kehangatan hubungan antara guru dan siswa melalui kontak tubuh secara langsung. Guru hanya mengarahkan dan  memfasilitasi siswa dari kejauhan tanpa bisa melihat dan membimbing bagaimana siswa bertingkah laku ketika sedang melakasanakan proses pembelajaran. Guru tak lebih hanya sebagai penyampai informasi dan menyediakan bahan ajar yang harus pelajari oleh siswa, adapun pembelajaran sikap dan tingkah laku menjadi tanggung jawab orang tua di rumah masing-masing.

Dalam bidang kehidupan yang lain imbas wabah covid-19 ini pula terasa pengaruhnya namun karena tidak terlalu mendesak buat dilaksanakan dan tidak menyangkut aktifitas sehari-hari maka pemenuhannya bisa ditunda, walaupun pelaksanaanya diupayakan menghindari mengumpulkan masyarakat dalam jumlah yang poly, seperti bidang politik saat pemilihan ketua wilayah yg akan drencanakan menggunakan cara daring.

Perubahan perilaku manusia dalam melaksanakan aktifitasnya sehari-hari menggunakan jangka saat yg usang, akan menciptakan suatu norma yg akhirnya sebagai budaya. Peradaban manusia akan muncul saat budaya hidup insan itu berubah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peradaban merupakan hal yg menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa. Peradaban pula sanggup dikatakan menjadi kemajuan.

Saat ini kehidupan manusia sedang mengalami kemajuan, pesatnya perkembangan TIK telah mengubah perilaku manusia dalam beraktifitas. Mudahnya interaksi secara daring mengubah norma insan dalam kegiatan sosialnya. Kehidupan manusia menurut zaman ke zaman terus berkembang, semakin manusia mampu memanfaatkan segala sesuatu yg ada pada bumi ini maka semakin gampang insan menjalani kehidupan, namun kemudahan itu disertai menggunakan timbulnya kerusakan akibat ulah tangan mereka yang bernafsu buat berkuasa tanpa memikirkan kebaikan bagi orang lain.

Kejadian ini telah diisyaratkan oleh Alloh swt. melalui firmannya dalam QS (30:41) yang artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid ibnul Muqri, dari Sufyan, dari Hamid ibnu Qais Al-A’raj, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut. (Ar-Rum: 41) Bahwa yang dimaksud dengan rusaknya daratan ialah terbunuhnya banyak manusia, dan yang dimaksud dengan rusaknya lautan ialah banyaknya perahu (kapal laut) yang dirampok.

Pendapat di atas sejalan dengan apa yang kita saksikan ketika ini, konkret dan tak terbantahkan bahwa poly sekali insan yang terbunuh menggunakan sangat gampang bakan nyawa seolah tidak berharga yang diakibatkan lantaran perang, bencana alam, bahkan peristiwa yg sedang kita saksikan saat ini yaitu ratusan ribu insan pada semua global mangkat dengan sangat cepat lantaran terpapar virus covid-19.

Lihat juga : Belajar dari Covid-19

Begitupun di lautan sering terjadi kejahatan, manusia dengan semaunya mengambil hasil laut tanpa memperhatikan dampaknya bagi ekositem alam agar tetap seimbang dan berjalan dengan normal. Perampokan kapal yang dilakukan oleh para perompak yang sudah sangat sering terjadi atau pencurian hasil laut yang dilakukan secara terorganisir sering kita saksikan. Semua ini akan menimbulkan bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam kehidupan manusia.

Kemajuan TIK waktu ini membuka mata kita bahwa konduite insan akan mengalami perubahan, lambat laun perilaku ini akan meninggalkan cara-cara usang yg telah tidak relevan dengan yang diinginkan oleh insan. Perubahan itu akan melahirkan suatu peradaban baru dimana interaksi sosial insan secara pribadi akan diganti dengan interaksi sosial melalui dunia maya & hal ini akan memberikan efek positif maupun negatif bagi tatanan kehidupan.

Perubahan peradaban memang tidak sanggup ditolak, aneka macam kemajuan mengantarkan manusia lebih mudah menjalani kehidupan ini, tetapi kemajuan tidak semestinya dimanfaatkan hanya buat mendapatkan laba tanpa memperhatikan impak tidak baik yang akan diterima sang lingkungan kurang lebih. Semestinya insan berfikir bahwa kehidupan sosial secara generik sebagai perhatian primer, tidak hanya memikirkan kepentingan eksklusif atau golongannya tanpa memperdulikan orang lain.

Dunia ini semakin tua, selayaknya makhluk yang sudah udzur memerlukan perawatan & perlindungan yg lebih baik agar tetap bisa bertahan, namun apabila kita nir memperhatikannya dengan baik maka dalam ketika yang tidak usang lagi mungkin kehidupan dunia ini akan berakhir. Semoga kita seluruh berada pada golongan yg husnul khotimah. Amin.

Tulisan ini pertama di muat di Kabar Priangan online dan dapat diakses pada linkhttps://kabar-priangan.com/covid-19-pintu-gerbang-peradaban-baru/

*Pengajar di MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttps://kalimahtasikmalaya.blogspot.com/

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis pula aktif di komunitas Gumeulis (Pengajar Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *