Yogyakarta Kian Istimewa di Mata Dunia Dengan Aplikasi ”Jogja Istimewa”
By: Date: June 7, 2017 Categories: Uncategorized

Di era pada masa ini misalnya sekarang ini, ujian terbesar yg dihadapi budaya lokal adalah mempertahankan eksistensinya pada tengah terpaan globalisasi. Dalam konteks tadi, globalisasi satu sisi seakan sebagai virus mematikan yang sanggup berpengaruh buruk pada pudarnya eksistensi budaya-budaya lokal atau justeru sebaliknya, sebagai obat mujarab yg bisa menyembuhkan penyakit-penyakit tradisional yg berakar pada kemalasan, kejumudan, & ketertinggalan. Dalam situasi demikian, kesalahan dalam merespon globalisasi mampu membuahkan pada lenyapnya budaya lokal. Pun, Kesalahan dalam merumuskan taktik mempertahankan eksistensi budaya lokal jua mampu menyebabkan budaya lokal semakin ditinggalkan masyarakatnya.

Yogyakarta sebagai salah satu ikon kota budaya & parwisata yg sampai hari ini masih kokoh menjaga eksistensi kelokalannya. Tak sekedar sebagai rujukan pelajar berdasarkan pelosok negeri bahkan sampai manca. Pesona Yogya seakan tidak pernah lekang sang waktu, terutama pada kekhasan sejarah, dan banyak sekali kesenian seperti seremoni istiadat & pesta warga . Dengan ditunjang karya bernilai tinggi, Yogyakarta menjadi tempat ideal buat pengembangan pariwisata budaya dan etnik, menggunakan menekankan observasi terhadap ekspresi & gaya hidup masyarakat nan eksotik.

Sedikit merujuk kebelakang, sejak disahkannya UU No 13 Tahun 2012, Yogyakarta resmi mempunyai payung aturan mengenai Keistimewaan Daerah spesial Yogyakarta (DIY). Dengan demikian, negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yg bersifat khusus atau bersifat istimewa yg diatur pada undang-undang. Tujuannya ditetapkannya keistimewaan ini akan bisa mewujudkan pemerintah yg demokratis dan baik, menaikkan kesejahteraan & ketentraman, mewujudkan tatanan kepemerintahan dan tatanan sosial yang berkebhinekaan, menjaga kiprah & tanggung jawab kesultanan & kadipaten pakualaman dan berbagi kebudayaan Yogyakarta menjadi bagian dari kekayaan bangsa. Kemudian mengingat bahwa kota Yogya loka masyarakat berdasarkan beragam suku, maka nir heran bila Yogya dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia.

Kini seiringnya ketika, Yogya pun kian andal menghadapi terpaan jaman. Terkait gosip global yg nyaris meluluh lantakkan berbagai sendi kehidupan, kota ini tak gamang untuk terus berdiri kokoh. Peradaban unggul, dalam masa kemudian begitu hayati sampai saat ini, menunjukan seluruh komponen masyarakat Yogya mampu menegakkan nilai-nilai keluhuran, keutamaan, & penguatan jati diri Yogyakarta. Ketiga ciri Yogya tadi tidak luntur menjadi penuntun gerak bermasyarakat-berbangsa, tindak kepemimpinan, kerja birokrasi, serta dinamika kehidupan elemen warga untuk menuju kemartabatan yang istimewa.

Yogyakarta memang istimewa. Kota dimana warisan budayanya begitu adi luhung. Kota yang kearifan lokalnya sudah mendarah daging pada setiap helaan nafasnya. Yogya memang terlahir dengan segala pesona & keunikannya. Lantaran pada hakekatnya secara geografis, ekonomi, sosiologis, kultural, & historis Yogyakarta terletak dalam posisi pusat persilangan budaya. Sayang bila generasi kini apatis, bahkan tidak mau memahami menggunakan warisan leluhurnya.

Sumbu Filosofi menjadi salah satu bukti tingginya peradaban dimasa lalu yang diwariskan kepada generasi sekarang. Daur hidup manusia yang berupa kelahiran (sangkan), pernikahan (kedewasaan), dan kembali kepada Sang Pencipta (paran) atau bisa disebut sebagai Sangkan Paraning Dumadi (asal dan tujuan dari ada) adalah Ikhwal tiga ritus utama daur hidup manasia yang ketika itu hendak diwujudkan Sultan Hamengku Buwana I dalam tata ruang Kraton.

Sebagai ilustrasi, Sumbu filosofi antara Tugu, Keraton, dan Panggung Krapyak memiliki konsep sangkan paraning dumadi dimana terdapat dua sebutan yaitu sangkaning dumadi untuk sebutan dari Panggung Krapyak ke Keraton kemudian paraning dumadiuntuk sebutan dari Tugu ke Keraton. Secara filosofis Tugu Pal Putih ini bernilai cerita awal perjalanan manusia untuk menghadap Sang Pencipta. Tugu Pal Putih melambangkan lingga (laki-laki) adalah asal benih kehidupan, sementara perempuan yang disebut yoni dilambangkan oleh Panggung Krapyak yang juga merupakan salah satu sumbu filosofi Sangkan Paraning Dumadi.

Jalur dari Tugu Pal Putih ke Keraton Yogyakarta dibagi menjadi tiga bagian yang melambangkan cara untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Dari utara ke selatan, bagian-bagian ini merepresentasikan jalur untuk mencapai keutamaan (margotomo), kehidupan yang tercerahkan (malioboro), dan martabat (margamulyo). Sepanjang jalannya terdapat pula dua komponen kota yang tak kalah penting, yaitu Kepatihan (kantor administratif) dan Pasar Beringharjo (pasar kesultanan). Dua komponen ini melambangkan rintangan atau godaan untuk mencapai kehidupan yang ideal, yaitu berlebihan dalam mengejar kekuasaan atau status sosial dan berlebihan dalam mengejar materi duniawi.

Sumbu Imajiner yang menjadi dasar filosofis tata ruang kota Yogyakarta tersebut dirumuskan dalam dokumen bertajuk “The Historical City Centre of Yoyakarta”. per tanggal 14 Maret 2017, dokumen tersebut telah masuk ke dalam daftar sementara Warisan Dunia (World Heritage Tentative List) UNESCO untuk kategori kebudayaan  Program World Heritage merupakan program UNESCO yang bertujuan untuk mendorong proses identifikasi, proteksi, dan preservasi atas warisan alam maupun budaya di seluruh dunia, dengan mempertimbangkan nilai-nilai luar biasa dan perannya terhadap kemanusiaan.

Saat ini Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja masih berdiri dengan kokoh dan megah serta terawat dengan baik. Tugu ini selalu sebagai tujuan berdasarkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara buat mengabadikan keberadaannya pada kota Yogyakarta. Wisatawan sangat suka berfoto di tugu ini buat menerangkan bahwa mereka telah mengunjungi kota wisata terkenal yang sarat dengan budaya.

Banyak aktivitas pariwisata yang masih ada disekitar Tugu Pal Putih ini, yg telah sangat tersohor menjadi ikon pariwisata Kota Yogya. Bahkan sekarang di pojok sebelah tenggara sudah dibuat outdoor diorama bersama miniatur Tugu Golong Gilig yg dahulu roboh dikarenakan gempa bumi. Wisatawan sanggup memeriksa sejarah tugu ini menurut citra yg terlukiskan pada diorama tadi.

Tugu Pal Putih sendiri juga berada nir terlalu jauh menurut pusat keramaian kota yaitu Malioboro. Juga tidak terlalu jauh menggunakan stasiun legendaris, Stasiun Tugu Yogyakarta. Hanya perlu berjalan kaki menyusuri Jalan Mangkubumi untuk ke Malioboro. Di sepanjang Jalan Mangkubumi ini wisatawan akan disuguhi aneka menu masakan yang populer seperti lesehan, angkringan & kopi joss.

Yogyakarta Smart Tourism

Hadirnya teknologi telah menciptakan iklim yang kian kompetitif dalam industri pariwisata, lebih-lebih di Asia, di mana kampanye wisata eksotis semakin banyak dijadikan sebagai ujung tombak pendapatan negara. Istilah populer yang merujuk pada kondisi tersebut adalah “smart tourism yang merupakan salah satu pilar dari smart city serta menjadi salah satu unsur penting dari Smart Economy. Sebagai platform pariwisata, platform tersebut mengintegrasikan peran teknologi informasi dalam memberikan informasi dan layanan yang efisien kepada wisatawan.

Smart Tourism memuat beberapa tujuan, pertama, membuat data base terkait sumber daya pariwisata, didukung dengan perkembangan Internet of Things dan Cloud Computing yang berfokus pada peningkatan wisata melalui identifikasi dan pemantauan yang ada. Kedua, memajukan daerah destinasi wisata dengan inovasi industri pariwisata untuk promosi pariwisata, peningkatan pelayanan wisata dan manajemen pariwisata. Ketiga, memperluas skala industri pariwisata dengan platform informasi real time, mengintegrasikan penyedia jasa pariwisata dan peran masyarakat lokal.

Dalam konteks pengembangan kepariwisataan Yogya, kekuatan aspek pendukung pariwisata terus dimanfaatkan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Harapannya di tahun 2019 ini seperti dilansir Bernas.id (https://www.bernas.id/66650-2019-kualitas-pariwisata-jogja-coba-ditingkatkan.html) kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan terus meningkat menjadi 3,47 juta hingga 2022 mencapai 4 juta wisatawan.

Dalam kaitan dengan pengembangan pariwisata, Aplikasi ‘’Jogja Istimewa’’ hadir sebagai media interaktif dan mandiri sesuai dengan perkembangan teknologi terkini, tren, dan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan smartphone. Aplikasi berbasis mobile application resmi di-launching oleh pemerintah Yogyakarta sejak 21 September 2015. Memiliki desain yang menarik, ringkas, dan mudah digunakan, aplikasi ini dapat digunakan pada smartphone dengan platform android dan windows, maupun iOS.

Aplikasi “Jogja Istimewa” sebagai aplikasi penyedia informasi D.I.Yogyakarta memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan pertama, penyampaian informasi pariwisata dan budaya dapat dilakukan lebih mudah, akurat, dan terarsip dengan baik. Keunggulan kedua, Aplikasi “Jogja Istimewa” sebagai media promosi daerah untuk meningkatkan kunjungan wisata daerah. Keunggulan ketiga, aplikasi ini dapat mengurangi penggunaan kertas dalam mempromosikan tempat tujuan wisata dan budaya daerah. Keunggulan keempat, aplikasi dapat menjangkau wisatawan di seluruh nusantara dan dunia karena dapat digunakan dimanapun kecuali fitur pencarian lokasi terdekat. Keunggulan kelima, aplikasi mampu mengikuti perkembangan perilaku dan kebiasaan pengguna seiring dengan perkembangan tren teknologi. Keunggulan keenam, tersedianya gratis upgrade sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.

Mengacu pada banyaknya budaya dan kearifan lokal di kota ini, implementasi smart tourism tentunya lebih kompleks dari bidang lainnya. Teknologi kekinian yang ada pun tidak bisa berjalan begitu saja tanpa adanya sinergi dengan dukungan antara institusi (pemerintah), pelaku industri, dan masyarakat.

Namun demikian disisi lain beberapa hasil survei menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan aplikasi ‘’Jogja Istimewa’’ oleh masyarakat dan wisatawan. Sosialisasi dirasa perlu dikembangkan dengan cara penentuan sasaran dan strategi. Sosialisasi dapat dilakukan dengan pemasangan banner pada objek wisata, hotel, stasiun, bandara, dan tempat-tempat lainnya yang menjadi pusat keramaian D.I. Yogyakarta supaya pengetahuan dan pemanfaatan Aplikasi ”Jogja Istimewa” meningkat.

Selain bentuk sosialisasi ‘’Jogja Istimewa’’, melakukan optimalisasi dengan Search Engine Optimization (SEO) pada website pariwisata Yogya untuk menaikkan rangking traffic juga tak kalah penting.  Promosi dengan optimasi mesin pencarian (search engine) seperti Google, Bing, dan Yahoo dilakukan agar wisatawan dapat merujuk pada pariwisata Yogya. Untuk optimalisasi dapat menggunakan kata kunci seperti budaya, kuliner, interaksi dengan masyarakat setempat, dan gelaran budaya.

Terakhir, meningkatkan promosi pariwisata (e-tourism) di bidang kebudayaan dalam bentuk sinema digital yang bertema budaya misalnya melalui kanal youtube menjadi strategi promosi pariwisata yang efektif terutama untuk menjaring wisatawan millenial untuk lebih dekat dan berminat mengenal sejarah dan budaya Yogyakarta.

Dengan segala keunggulan & potensinya seperti dipaparkan diatas, dapatlah pada tarik benang merahnya, bahwa nilai-nilai kearifan lokal sejatinya bukanlah nilai usang yang ketinggalan zaman sehingga layak ditinggalkan, tetapi bisa bersinergi dengan nilai-nilai universal & nilai-nilai terkini yg dibawa globalisasi. Kearifan lokal Yogyakarta tersebut nyatanya bisa bersinergi dengan aktualisasi menurut pemanfaatan tekhnologi kekinian.

Lagi meminjam filosofi Jawa ‘hamemayu hayuning bawana’ yang mengajarkan masyarakat untuk berbersikap dan berperilaku yang selalu mengutamakan harmoni, keselarasan, keserasian dan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan dalam melaksanakan hidup dan kehidupan agar negara menjadi panjang, punjung, gemah ripah loh jinawi, karta tur raharja. Sudah saatnya keistimewaan Yogyakarta bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk dunia, sekarang dan seterusnya.

?Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yg diselenggarakan sang Dinas Komunikasi dan Informatika DIY 2019?

Referensi :

Aplikasi Smart Province ?Jogja spesial?:Penyediaan Informasi Terintegrasi & Pemanfaatannya

Analisa Strategi Pengembangan E-Tourism Sebagai Promosi Pariwisata

Dibalik Filosofi Tugu Pal Putih Ikon Utama Kota Jogja

Filosofi spesial Kota Yogyakarta

Kembangkan Pariwisata Daerah dengan Optimalisasi Teknologi

Penerapan Smart Tourism Dalam Pengelolaan Pariwisata Daerah

Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal pada Menghadapi Arus Globalisasi

Sumbu Filosofi Kraton Yogyakarta

Usulan Sumbu Filosofi DIY ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *