PUTUS ASA BERBUAT BAIK
By: Date: June 8, 2017 Categories: Uncategorized

Putus Asa Berbuat Baik

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

Minggu pagi yang cerah, hati pun tergiur buat pulang mencoba kekuatan kaki mengayuh sepeda, lantaran dua Minggu ini tidak pernah berolahraga (sebenarnya sih inget Jersey baru yang seminggu kemudian di beli tetapi belum pada pake……Ha ha….)

Sekian kilo mengayuh sepeda otot kaki mulai terasa berat, namun aku terus paksakan buat mengayuh, sembari bergumam dalam hati ‘nanti saja istirahatnya sekalian mengisi perut? (padahal menurut tempat tinggal dah habis burgers/bencana-bala dua potong, bahkan jatah istripun di embat sampai si dianyapun protes) ……Ha ha….. GEMBUL).

Namun belum sampai menemukan loka istirahat yang cocok, tiba-datang terlihat satu poster tulisan yang sangat mengusik pikiran, dan menggunakan terengah-engah sayapun berhenti untuk membaca lebih pada sekaligus mengambil fotonya (jiwa jurnalistik aku terusik, pinjam kata pa Ilam Maolani pegiat literasi Tasikmalaya).

Lihat Juga: Belajar dari Bunyi Sirine

Saya memahami isi pesan pada poster itu menjadi sebuah embargo atau mungkin ajakan supaya rakyat siapa saja nir membuang sampah sembarangan apalagi di tempat tersebut. Tetapi aku relatif menyesalkan menggunakan bahasa yg ditulisnya, walaupun bahasa itu tidak menyakiti fisik namun maknanya sanggup saja mencelakakan. Apalagi tulisan yang di untuk itu tampaknya do’a yg isinya tidak menaruh kebaikan, karena sejatinya do’a itu dipanjatkan buat meminta kebaikan.

Saya khawatir jikalau do’a itu dikabulkan oleh Tuhan, tak terbayang orang yang masih melakukan kesalahan itu jikalau jumlahnya poly akan menanggung dampak tidak baik sampai generasi berikutnya, padahal mereka tidak berbuat galat & nir memahami menau kesalahan yg dilakukan sang orang tuanya.

Menyadarkan orang memang tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu proses panjang dan kesabaran yg relatif tinggi. Tulisan yg baik atau ajakan yg bijak mungkin akan lebih cantik dilakukan & nir menyebabkan keburukan. Ajakan yang baik bila dilakukan dengan cara yang kurang baik tetap akan memberikan dampak yang buruk walau tujuan yg diinginkan pada dalamnya sangat baik.

Lihat juga: Makanan Pemusahan Kehidupan

Putus harapan dalam kebaikan sangat tidak ditolerir, sebab Tuhan lebih tahu yg terbaik dari apa yg kita inginkan. Sejatinya mengajak kebaikan itu harus dengan cara-cara yang baik juga, & apabila kita sudah berusaha sebaik-baiknya dan sekuat kemampuan kita, maka bertakwalah, lantaran kita tidak sanggup mengganti sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan kalau Tuhan belum berkehendak.

Sikap putus asa dalam agama Islam adalah perbuatan yang sangat di benci oleh Alloh swt, karena putus asa seolah-olah kita berhenti dari mengharap rahmat dan pertolongan Alloh swt. Dalam kehidupan kita pasti mendapatkan ujian, sebab  ujian itulah yang akan menghatarkan kita pada rido-Nya. Para nabi dan rosul yang ditugaskan oleh Alloh swt adalah orang-orang pilihan yang ujian hidupnya jauh lebih besar dari yang kita alami, dan kemulian mereka justru hadir karena sanggup dalam menahan ujian yang diberikan.

Kita nir boleh berhenti buat berbuat baik kepada sesama, walaupun orang lain berbuat buruk kepada kita itu idealnya, karena kejelekan orang lain sebetulnya sanggup jadi ladang ibadah bagi kita. Walaupun kita bukan Nabi/Rosul, tetapi kita sama misalnya mereka yang ditugaskan sang Alloh swt sebagai kholofah pada muka bumi yg wajib berbuat sebanyak-banyaknya kebaikan agar global ini berfaedah bagi kita.

Lihat juga: Semoga Gelisah Ini Menular

Kerusakan-kerusakan yang terjadi karena ulah tangan manusia sudah mengakibatkan kerugian yg sangat besar bagi kita semua, bila kita tidak berusaha bahu-membahu buat memperbaikinya maka bumi ini akan tambah rusak & berada diambang kehancuran. Hanya orang-orang yg baik yg bisa menyelamatkan bumi ini dari kehancuran, saling mendo?Akan antar sesama manusia pada kebaikan sebagai keliru satu upaya buat mencegah semakin rusaknya bumi ini, sebab do?A yg baik akan menghantarkan kita pada kebaikan.

Wallohu’alam

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

Penulis pula aktif di komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *