Kemilau Galuh Mas Dalam Potret Pembangunan Karawang
By: Date: June 9, 2017 Categories: Uncategorized

Simon Kuznet guru besar ilmu ekonomi di Universitas Pennsylvania menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakanpublic service obligation, yaitu sesuatu yang seharusnya menjadi kewajiban pemerintah karena infrastruktur merupakan prasarana publik paling primer dalam mendukung kegiatan ekonomi suatu negara. Ketersediaan infrastruktur juga sangat menentukan tingkat keefisienan dan keefektifan kegiatan ekonomi serta merupakan prasyarat agar berputarnya roda perekonomian berjalan dengan baik.

Masih menurut Kuznet, pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh akumulasi modal (investasi pada tanah, peralatan, prasarana dan sarana serta sumber daya manusia), sumber daya alam, sumber daya manusia (human resources) baik dalam kuantitas maupun dalam tingkat kualitas penduduknya, kemajuan teknologi, akses terhadap informasi, keinginan untuk melakukan inovasi, dan mengembangkan diri serta budaya kerja. Salah satu hal yang menyebabkan ketertinggalan suatu daerah dalam membangun ekonominya adalah rendahnya daya tarik suatu daerah dan sumber daya yang dikarenakan terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur, sehingga menyebabkan tingkat aktivitas ekonomi yang rendah. Suatu daerah yang tidak memiliki sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam serta kurangnya insentif yang ditawarkan (prasarana infrastruktur, perangkat keras dan lunak, dan keamanan) dapat menyebabkan suatu daerah tertinggal dalam pembangunan.

Menarik menyimak prediksi yang diterbitkan oleh World Bank (2017), dimana laju pertumbuhan PDB riil akan mencapai rata-rata 2,8% pada 2017-2019. Estimasi tersebut dibuat berdasarkan pertumbuhan PDB riil di setiap negara pada tahun-tahun sebelumnya dan mempertimbangkan keadaan sosial serta kebijakan ekonomi di negara-negara dunia. Beberapa negara muncul sebagai kontributor baru yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Salah satunya adalah Indonesia, yang diprediksi akan menyumbang 2,5% untuk pertumbuhan dunia.

Hasil gambar untuk gambar Negara Kontributor Pertumbuhan Ekonomi Global 2017-2019

info grafis : katadata.com

Untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya, terdapat beberapa alternatif pengembangan suatu daerah. Alternatif tersebut dapat berupa investasi langsung yang diarahkan pada sektor produktif atau investasi padasocial-overheadseperti pada pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan dan prasarana infrastruktur lainnya. Pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur harus diperhatikan, karena infrastruktur merupakan basis pembangunan.

Dalam konteks pembangunan, kawasan industri telah menjadi senada dengan proses industrialisasi dan dianggap sebagai alat yang kuat untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing. Secara khusus, kawasan industri memiliki kemampuan memfasilitasi strategi untuk mengejar pembangunan di negara lain dengan memberikan kerangka kelembagaan, pelayanan modern, dan infrastruktur yang tidak tersedia di bagian lain di Indonesia. Guna mempercepat pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, pemerintah mendorong munculnya berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru secara merata. Salah satu komitmen tersebut terlihat dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan di berbagai wilayah guna memastikan ketersediaan energi dan menyiapkan sejumlah kawasan industri. Data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam Laporan 3 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menunjukkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 65 kawasan ekonomi di seluruh Indonesia. Terdiri atas 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 17 Kawasan Industri (KI), 10 Daerah Prioritas Pariwisata Nasional (DPP), serta 26 Pusat Kegiatan Strategi Nasional (PKSN).

Hasil gambar untuk gambar Pemerintah Kembangkan 65 Kawasan Ekonomi

info grafis : katadata.com

Sejalan dengan eksistensi program Pemerintah dari tahun 1993 hingga saat ini, Karawang telah menjadi suatu Kawasan yang menopang penerimaan devisa negara terbesar di Indonesia dan telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi KAWASAN EKONOMI NASIONAL dan terbesar di AsiaTenggara. Pengembangan Karawang International Industry City (KIIC), Kawasan Mitra Karawang (KIM), Kawasan Surya Cipta, Kawasan Indotaisei, dan Kawasan Bukit Indah City di jalur Cikampek, adalah momentum pembangunan kawasan industri baru berkelas dunia yang mampu mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di Karawang.

Jika dipetakan dalam wilayah, maka sesungguhnya semua wilayah di Karawang sangat berpotensi mendatangkan keuntungan besar. Karawang bagian utara, misalnya, menjadi bidikan Pertamina lantaran wilayah yang meliputi Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tempuran, hingga Cilamaya ini disebut menyimpan cadangan minyak bumi berlimpah. Belum lagi kawasan ini memiliki garis pantai yang cukup panjang sehingga sempat menjadi bidikan pemerintah pusat untuk pembangunan pelabuhan bertaraf internasional. Sementara itu, Karawang bagian timur memiliki akses strategis transportasi darat menuju ke berbagai daerah. Utamanya, lintas jalan di sepanjang Pantura Karawang adalah pintu gerbang menuju Bandung, yang selama ini menjadi ibu kota provinsi Jawa Barat. Posisinya yang strategis sehingga Karawang memudahkan jalur transportasi angkutan darat dan udara menuju Jakarta dan berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Begitu juga wilayah Karawang Barat. Potensi daerah ini memiliki lahan-lahan tidak produktif yang tersebar di Kecamatan Ciampel, Klari, Telukjambe Timur hingga Telukjambe Barat. Dalam perkembangannya ternyata lahan tidak produktif di daerah ini berubah menjadi kawasan industri, hunian, serta komersil. Sementara di Karawang bagian selatan pun menyimpan lahan yang cukup luas dengan batu kapur (kars) yang digunakan sebagai bahan baku semen.

http://www.propertyandthecity.com/

Seiring pertumbuhannya yang kian pesat, GDP Karawang juga turut terdongkrak dan menjadi yang tertinggi di wilayah Indonesia mencapai 7,87% yang mana secara rata-rata Indonesia hanya 5.15%. Ini artinya pertumbuhan ekonomi di Karawang sangat baik dan menjadi tempat yang terbaik bagi investor untuk melirik Investasi di Karawang.  Dengan luas kawasan Industri mencapai hampir sekitar 14.000 hektar dan masih akan bertambah, saat ini Karawang dikelilingi 2000 perusahaan utama dari mancanegara seperti dari Jepang, Korea, China, Taiwan, Jerman, Perancis dan lain sebagainya. Perusahaan seperti Samsung, Keju Kraft, Unilever, Nestle, Honda, Yamaha, Mitsubishi dan lain-lain terdapat di Karawang.

Ditambah dengan prospek pembangunan bandara internasional, kereta cepat Jakarta–Bandung dan pelabuhan bertaraf internasional baru, Karawang semakin menjanjikan sebagai kawasan yang menawarkan aksesibilitas tinggi. Implikasinya, kini, tercatat lebih dari 500 ribu pekerja industri dengan beragam tingkatan, baik pekerja lokal maupun ekspatriat, dan akan terus bertambah. Dengan kata lain, kebutuhan tempat tinggal di Karawang tidak hanya ratusan atau puluhan,tetapi juga bisa mencapai ribuan. Kedepan, Karawang akan terus bertumbuh dalam segi kependudukan, penunjang pariwisata, perekonomian dan industri, serta tidak lupa, penataan kota terutama dalam sarana penunjang hobi dan prestasi bagi masyarakat Karawang. Tak salah jika Karawang menjelma sebagai lumbung emas untuk berinvestasi maupun pengembangan hunian yang sangat menguntungkan, baik sebagai Hunian Vertical maupun Hunian perumahan serta perkantoran.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo seperti dilansir katadata.com mengatakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak sekadar membangun moda transportasi masal yang modern. Dalam jalur yang dilalui kereta tersebut, akan dibangun kota-kota baru sehingga akan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu proyek pembangunan kawasan yang tengah digagas adalah di Walini yang akan menjadi kota baru dengan jantungnya adalah pusat riset kesehatan dan obat-obatan, serta teknologi pertanian dan bioteknologi. Selain itu, Kabupaten Karawang diproyeksikan akan menjadi kota industri komponen atau kemasan. Untuk menopang semua kegiatan tersebut dibutuhkan banyak fasilitas seperti hotel, apartemen, rumah sakit, kampus, sekolah, perkantoran, bisnis ritel, transportasi, serta area dan fasilitas publik lainnya. Pembangunan kawasan kota yang dilalui kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan menjadi contoh kesuksesan pembangunan ekonomi yang berkesinambungan dan memberikan manfaat yang berlipat ganda.

katadata.com

Terkait dengan pengembangan hunian, kabar baik datang dari Bank Indonesia. Dalam rilis surveynya Bank Indonesia menyimpulkan, harga properti untuk tempat tinggal naik 2,75 persen, dimana indeks harga properti residensial di pasar primer naik ke posisi 193,83 dari posisi yang sama tahun sebelumnya, yakni 188,65. Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, harga properti residensial juga naik 0,36 persen. Pada triwulan IV 2016, harga properti diperkirakan akan kembali naik 0,28 persen. Kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja menjadi faktor utama kenaikan harga properti pada triwulan III. Selain itu, tingginya permintaan akan hunian juga menjadi potensi peningkatan harga jual properti di pasar primer ini. Kenaikan harga properti ini juga dipengaruhi berbagai faktor lainnya seperti keamanan, ketenteraman, tidak banjir, serta kepastian investasi.

Tercatat, tiga indikator yang mempengaruhi pasar properti, yaitu Indeks Harga Rumah di 12 dari 16 kota besar Indonesia (Agustus 2015-Januari 2016) serta GDP mengalami kenaikan. Sementara itu, Indeks Harga Saham Properti (Agustus 2015-Januari 2016) turun hingga 5,15%.

https://blog.urbanindo.com

PT.Galuh Citarum adalah salah satu kelompok bisnis properti yang memelopori pembangunan kawasan terpadu (super block) yang memungkinkan tersedianya pusat hunian, pusat bisnis dan perdagangan, pusat hiburan, dan hotel dalam satu kawasan di Karawang. Kiprah PT Galuh Citarum makin lengkap dengan beroperasinya sebuah hotel berbintang empat bertaraf internasional di sentral bisnis Galuh Mas, yakni Hotel Mercure Karawang. Setelah sebelumnya, PT Galuh Citarum juga telah mega proyek komersial yang sudah lekat di hati masyarakat Karawang, seperti perumahan Galuh Mas, Mal Karawang Central Plaza, Wonderland Adventure Waterpark, dan Technomart  (pusat otomotif,  perlengkapan teknik, elektronik, danfurniture)

Karawang berada diantara dua kota besar (Jakarta – Bandung)

Infrastruktur Penunjang Mobilitas Sangat Mumpuni

      Karawang Merupakan Kota Industri terbesar Di Asia Tenggara

karawangproperty.com

Tak cukup sampai disitu, untuk mengikuti perkembangan kota Karawang yang semakin dinamis, pusat hunian dan niaga Galuh Mas terus mengembangkan diri untuk menjadi yang terdepan dengan memperkenalkan hunian baru berkonsep RuKos (Rumah Kos). Konsep ini terbilang baru di industri property, khususnya di Karawang. Rukos tersedia dalam dua tipe ukuran, tipe pertama berukuran 7,2 x 13,5 meter sebanyak 10 kamar. Sedangkan tipe kedua berukuran 7,2 x 17 meter, terdiri dari 14 kamar. Kedua tipe ini dibangun dalam dua lantai dilengkapi dengan kamar mandi, dapur serta ruang tamu. Hidup akan terasa nyaman dan praktis, khususnya untuk para kaum muda pekerja, pasangan yang memulai keluarga baru, atau keluarga kecil. Rukos ini dibangun di jantung utama Galuh Mas yang berdekatan dengan pusat kota karawang, tepatnya di kawasan Colombus Residence. Lokasinya terbilang strategis. Kawasan rukos ini berdekatan dengan Wonderland Adventure Waterpark, Mercure Hotel Karawang, Gramedia World Karawang, Mal Karawang Central Plaza (KCP), Mal Technomart, dan Mal Festive Walk yang terhubung denganskybridge. Rukos tahap 3 ini juga tidak jauh dari sejumlah fasilitas umum seperti RSUD Karawang dan perguruan tinggi.

http://indonesiasatu.co

Berbagai keunggulan dan keuntungan yang dimiliki Galuh Mas, bukan tidak mungkin, di tahun-tahun mendatang citra Galuh Mas akan semakin kemilau dan menjadi incaran masyarakat urban. Dengan catatan, pengembang Galuh Mas mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan konsep pembangunan yang ditawarkan pemerintah. Hal ini diperkuat dengan peraturan yang diterbitkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 16/2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Selain itu penggunaan lahannya merupakan kawasan mix used development di mana terdapat bangunan campuran untuk digunakan sebagai residensial, ruang ritel, perkantoran, pendidikan, serta dilengkapi fasilitas umum dan sosial lain seperti tempat parkir yang memadai, ruang terbuka hijau (RTH), dan jalur pedestrian sehingga aktivitas penghuni bisa terkonsentrasi di daerah tersebut.

Dari kacamata sosial, konsep kota yang terintegrasi yang ditawarkan Galuh Mas tentu harus dapat meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakatnya. Pengembangan kawasan TOD yang diintegrasikan dengan penyediaan kebutuhan hunian terjangkau menjadi bentuk nyata untuk mewujudkan kota yang inklusif dan mengembalikan kota kepada warganya. TOD juga memberikan banyak manfaat antara lain mengurangi biaya dan waktu transportasi, mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi. Butuh kebijakan yang jelas terkait peran pemerintah, swasta, dan masyarakat, dan ini menjadi PR bersama.

Referensi :

Pemerintah Kembangkan 65 Kawasan Ekonomi

Setahun, Harga Properti Naik 2,75 Persen

Infografis: UrbanIndo Property Tracker Januari 2016

Selain Kereta Cepat, KCIC Garap Proyek Pengembangan Kawasan

Proyek Infrastruktur Harus Bermanfaat Bagi Pengembangan Hunian Terjangkau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *