KARAKTER yang MEMUDAR
By: Date: June 29, 2017 Categories: Uncategorized

Karakter yg Memudar

Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Agus Nana Nuryana, orang tersenyum, orang berdiri

Museum Konferensi Asia Afrika terletak pada Jl. Asia Afrika Kota Bandung, Museum yg dikelola sang Kementerian Luar Negeri ini memberikan berita terkait peran Indonesia dalam pelaksaan konferensi tadi.

Untuk masuk ke museum tersebut tidak dipungut porto alias perdeo 100%, relatif melakukan registrasi pada resepsionis & boleh penasaran lebih kurang museum tersebut dengan para petugas yang ada di sana.

Namun untuk Bapak Ibu guru yang mau membawa serta peserta didiknya sebaiknya melakuan reservasi terlebih dahulu dan ini mudah dilakukan karena bisa melalui online di alamat reservasimkaa.kemlu.go.id

Museum ini buka berdasarkan mulai pukul 08.00 – 16.00 berdasarkan hari selasa – kamis, 14.00 – 16.00 buat hari jum’at, 09.00 – 16.00 untuk Sabtu-Minggu, sedangkan hari senin & libur nasional tutup.

Di pada museum kita sanggup berkeliling melihat foto-foto aplikasi Konferensi Asia Afrika & mendengarkan rekaman pidato Presiden Sukarno waktu memberikan sambutan dalam pembukaan konferensi tadi, selain itu pula ada perpustakaan yg menyediakan buku-kitab bacaan terkait aplikasi Konferensi Asia Afrika.

Adalah Pa Kasiman seorang pegawai petugas perpustakaan pada museum konferensi Asia Afrika Bandung, laki-laki yg tiga bulan lagi akan purna bakti, begitu sangat ramah dan cepat akrab.

Saya baru ketemu ketika itu di perpustakaan museum Konferensi Asia Afrika, tetapi dia sangat asik diajak ngobrol seolah kita sudah lama kenal.

Obrolan kami bertema karakter anak bangsa yg zaman sekarang telah sangat jauh berubah dibandingkan puluhan tahun kemudian.

Bangsa Indonesia yang dulu dikenal ramah, sopan, santun dan selalu mengutamakan moral pada bermasyarakat sekarang sudah mulai memudar.

Karakter baik itu seolah kini hampir sulit ditemui, terutama pada generasi muda bangsa. Mereka seolah tidak memiliki ciri rakyat Indonesia yang sesungguhnya.

Pergaulan bebas, konduite yang tak pantas, bicara yg kurang sopan santun nir sulit ditemukan dalam pergaulan anak belia kini , begitu pa Kasiman berujar & dia sangat menyayangkan kondisi ketika ini.

Diakhir pembicaraan beliau mendo’akan buat kesuksesan kami seluruh terutama buat anak-anak saya yang saat itu bersama, beliau menyampaikan bahwa nasib orang nir terdapat yang memahami, yang harus kita lakukan adalah berusaha sebaik-baiknya.

Tetapi satu hal yg sangat disayangkan, saat kita menjumpai perpustakaan yang terdapat ditempat umum, biasanya sedikit orang yang mau mengunjunginya.

Terimakasih pa Kasiman atas sambutan hangat serta do’anya. Dimasa purna bakti mudah2an bapak selalu berbahagia & diberikan keberkahan.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *