CORONA MEMBAWA BAHAGIA
By: Date: July 5, 2017 Categories: Uncategorized

Corona Membawa Bahagia

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Corona Membawa Bahagia

?Tidak selalu musibah membawa kemadaratan, bila kita mampu mengambil hikmah berdasarkan kejadian?

Tahun 2020 rakyat global diguncang dengan suatu Kejadian Luar Biasa (KLB) menggunakan keluarnya satu virus yang mematikan. Berawal berdasarkan ditemukannya rakyat yang terpapar virus tersebut dan menyebar menggunakan sangat cepat dan mengakibatkan korban yang relatif poly di kota Wuhan provinsi Hubaei negara Tiongkok. Virus tersebut dikenal menggunakan nama Corona atau Covid-19.

Kota Wuhan diisolasi untuk mencegah penyebaran virus tadi sebagai akibatnya kota tersebut menjadi tempat yang sangat menakutkan bagi semua warganya termasuk warga asing menurut berbagai negara yg tinggal pada sana. Negara-negara yg mempunyai warga yang tinggal di sana mengevakusinya menggunakan sangat hati-hati sinkron baku yang seharusnya dilakukan.

Situasi yang mencekam tadi menciptakan rasa cemas yang sangat akbar terhadap rakyat global. Betapa nir kota yg tadinya merupakan loka yg sibuk dengan berbagai kegiatan, dalam waktu sesaat seolah sebagai kota tewas yg sebagai penjara bagi warganya yg hidup dalam situasi kacau dan nir niscaya.

Lihat juga:Mari Berkenalan dengan Virus

Kasus mewabahnya penyakit yang diakibatkan oleh virus Corona atau dikenal dengan istilah Covid-19 mengguncangkan dunia, hampir  tak ada satupun negara di dunia yang tidak menerima dampak dari KLB ini. Bahkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa wabah ini sudah menjadi pandemik global.

Pernyataan WHO ini tidak urung menciptakan negara-negara diseluruh dunia menjadi panik. Berbagai taktik buat mencegah penyebaran virus ini pun dilakukan, bahkan banyak sekali negara membentuk badan khusus untuk menangani bencana ini. Berbagai upaya dilakukan dari mulai pemantauan terhadap masyarakat asing yg masuk ke wilayah negara yg terindikasi terpapar, pemantauan terhadap masyarakat yg terinfeksi dan penanganannya secara spesifik & banyak hal yang dilakukan buat mengantisipasi endemi ini.

Dalam waktu yg nir begitu lama , ribuan warga pada semua global terpapar virus tadi & poly yang mati dampak virus tersebut. Penularan yg begitu cepat diakibatkan menurut kontak sosial antar insan menjadi salah satu penyebab cepatnya virus ini beranak pinak. Oleh karenanya banyak negara yg menepakan anggaran terhadap warganya buat mengurangi interaksi sosial selama beberapa hari buat memutus penyebaran virus tersebut.

Lihat juga:Mari Mengenal Virus Corona atau Covid-19

Pembatasan interaksi sosial ini dilakukan untuk mencegah orang yang terinfeksi virus melakukan kontak langsung dengan orang yang belum terinfeksi, kegiatan ini dikenal dengan istilah social distancing. Cara ini terbukti efektif dalam memutus rantai penyebaran virus Corona walaupun dampak negatif sosialnya juga sangat besar.

Kerugian moril dan materil dari penerapan social distancing ini mulai dirasakan oleh masyarakat. Pembatasan interaksi sosial membuat lumpuh berbagai macam kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hampir semua bidang kehidupan terdampak akibat kebijakan ini, bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan bidang-bidang lainnya menjadi lumpuh dan mengakibatkan berbagai kesulitan di masyarakat.

Salah satu yg terdampak adalah bidang pendidikan. Pememrintah yg menyatakan penyebaran virus Corona menjadi KLB pada wilayahnya menetapkan untuk memindahkan Proses Belajar Mengajar (PBM) dari sekolah/madrasah ke rumah. Pengajar & siswa melakukan PBM menurut tempat tinggal dengan memanfatakan media daring buat melakukan PBM, karena semua warga dilarang buat melakukan aktivitas beserta pada loka-loka generik.

Lihat juga:Mitigasi Bencana Virus Corona

Setiap kejadian pasti mempunyai pesan tersirat yang terkandung didalamnya. Sebagai umat beragama terutama umat Islam, kita menyakini bahwa kejadian ini adalah kehendak Alloh swt sebagai indikasi kekuasannya. Tidak semata-mata Alloh swt memberikan suatu tanda/insiden tanpa maksud eksklusif dan Alloh swt tidak akan memberikan ujian pada umatnya yang nir sanggup buat menanggungnya.

Dengan diterapkannya social distancing yang berlaku untuk seluruh warga tak terkecuali anak-anak usia sekolah, dimana guru dan siswa melakukan kegiatan PBM di rumah masing-masing memberikan peluang positif bagi anak dan orang tua untuk membina hubungan yang lebih baik dengan seluruh anggota keluarganya.

Kegiatan yang padat selama menjalan aktifitas keseharian mengakibatkan interaksi yang renggang antar anggota keluarga lantaran kesibukan masing-masing, kini mampu diupayakan menggunakan lebih baik dan hangat. Kesempatan waktu luang kebersamaan semestinya dimanfaatkan menggunakan baik, banyak hal yg mampu dilakukan beserta anggota famili misalnya makan beserta, beribadah beserta-sama, mengerjakan pekerjaan tempat tinggal beserta-sama bahkan hiburan atau bermain dengan anak yg dilakukan pada rumah.

Lihat juga:Pola Hidup Sehat

Kesempatan yang jarang terjadi ini akan menaruh kebahagian bagi seluruh anggota famili apabila kita bisa betul-benar memanfaatkannya. Kebersamaan yang penuh kehangatan akan menciptakan hubungan baik antar anggota famili, mereka akan saling menghabiskan rasa kangen antar satu menggunakan yg lainnya, tertawa tanggal, saling sayang saling memperhatikan dan mengobrol bebas tanpa beban yang selama ini menumpuk dalam pundak masing-masing.

Tidak perlu mahal buat bahagia, menggunakan kesederhanaan kita dapat meraih itu semua. Kita dapat memanfaatkan page tempat tinggal contohnya buat bermain bola menggunakan anak atau melakukan permainan apa saja yang menciptakan anak kita senang . Kontak badan saat kita bermain sambil tertawa lepas menaruh kehangatan interaksi keluarga dan kebahagiaan yg luar biasa.

Badan menjadi bugar, pikiran sebagai cerah & ringan, nir poly pengeluaran yang menguras finansial dan seluruh merasa bergembira akan membuahkan badan kita sehat sebagai akibatnya penyakit pun enggan hinggap pada tubuh kita lantaran kekebalan yg meningkat sebagai akibat menurut kegiatan positif yg kita lakukan.

Lihat juga:Bersosialisasi di Masyarakat (Social Distancing)

Musibah memang selalu menyisakan kesedihan & kepedihan, tetapi seluruh ini tidaklah selalu merugikan karena Alloh swt tahu apa yg kita butuhkan. Kasih sayang Alloh swt sebenarnya sedang dicurahkan, tetapi nir ada yg memahami maksud yg diinginkan-Nya kecuali bagi orang-orang yang beriman yg selalu mengambil hikmah berdasarkan segala peristiwa.

Mudah-mudahan kita selalu menerima proteksi dari segala musibah yg dapat Mengganggu keimanan. Amin

*Pengajar Matematika pada MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis juga aktif di komunitas Gumeulis (Guru Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *