BERKEBUN DI ATAP RUMAH
By: Date: July 6, 2017 Categories: Uncategorized

Berkebun di Atap Rumah

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Berkebun merupakan aktivitas yg identik dengan kotor-kotoran lantaran bermain tanah dan pupuk yg terkadang diambil menurut kotoran hewan. Tidak poly yang mau melakukan kegiatan misalnya ini, selain cacat bahwa bertani adalah pekerjaan kampungan juga karena penghasilan dari bertani terkadang kurang menjanjikan dan nir sebanding menggunakan kapital dan tenaga yang dimuntahkan.

Pekerjaan bertani jika dikelola menggunakan serius sebetulnya mampu menjadi ladang pekerjaan yang menjanjikan, tetapi lantaran pekerjaan ini kurang terencana menggunakan baik & terkesan sembarangan maka hasilnya pun kadang kurang memuaskan. Di Indonesia masih banyak yang melakukan aktivitas bertani, tetapi masih dilakukan perorangan secara konvensional, namun ada jua beberapa perusahaan yg beranjak di bidang pertanian.

Lihat jua: Karakter yang Memudar

Di zaman yang telah terbaru misalnya saat ini dimana lahan yg semakin sempit lantaran penggunaannya beralih fungsi sebagai perumahan, pabrik atau bangun-bangunan lainnya, agak sulit buat melakukan aktifitas bertani & sebenarnya ini mengkhawatirkan lantaran kebutuhan pokok hayati manusia persediaannya sebagai berkurang.

Tetapi seiiring perkembangan ilmu pengetahuan, aktifitas bertani waktu ini masih mampu dilakukan walaupun dengan lahan yg terbatas. Ilmu pengetahuan menaruh alternatif pada kita untuk sanggup bercocok tanam walau menggunakan lahan yg terbatas, bahkan kita sanggup menggunakan atap tempat tinggal buat dijadikan lahan pertanian. Atap tempat tinggal jadi kebun, mungkinkah? Pertanyaan yang sanggup jadi terlontar menurut beberapa orang yang bertanya-tanya, namun nyatanya itu bisa dilakukan & sangat mungkin.

Bercocok tanam tidak mesti dilakukan di atas tanah huma pertanian, sejak dulu sudah dikembangkan cara menanam pohon pada dalam pot atau plastik tetapi masih menggunakan tanah, pupuk organik dan non organic untuk nutrisi tanamannya. Kegiatan ini sanggup dilakukan dengan menggunakan huma yg tidak terlalu lebar, misalnya pada laman rumah atau bahkan pada atap tempat tinggal yang dibeton kemudian ditata sedemikian rupa agar sanggup dimanfaatkan buat bertani.

Seiring perkembangan zaman waktu ini ada metode menanam yg lebih simpel, yaitu metode menanam dengan cara hidroponik. Sang petani tidak usah memakai tanah & kotoran buat menanam, namun cukup memakai air yang telah diberi nutrisi & beberapa perangkat yang sudah disediakan buat menanam bibit tanaman .

Lihat pula: Stop Mengeluh

Cara menanam seperti ini ide awal sudah sejak lama digulirkan yaitu sejak abad ke-17 yaitu pemikiran dari seorang ilmuwan benama Francis Bacon (1627) yang sangat tekenal yaitu Sylva Sylvarum  yang membahas bagaimana bercocok tanam dengan menggunakan media selain tanah. Seiring perkembangan zaman ide ini terus berkembang dan meluas hingga sampai ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

Untuk dapat bercocok tanam menggunakan metode hidroponik kita cukup menyediakan beberapa peralatan yg boleh dibilang sederhana, tetapi ada beberapa yg kita siapkan wajib menggunakan membeli, diantara nutrisi, bibit & alat-alat yang mungkin lebih pas buat menanam hidropoik.

Memiliki kebun diatap rumah tidak hanya berguna untuk mempercantik tampilan rumah atau sebagai penyalur hobiberkebun, tetapi juga bisa dikembangkan untuk menambah penghasilan. Hal ini seperti yang dilakukan oleh shabat saya, setahun belakangan ini dia mulai mempelajari cara bercocok tanam dengan hidroponik, hingga saat ini sudah memiliki kebun hidroponik yang memanfaatkan atap rumahnya yang terbuat dari beton sebagai lahannya.

Lihat juga: Liburan Berburu Ilmu

Atap rumah yang datar dan terbuat dari dak beton untuk sebagian pemilikinya mungkin sering tidak dimanfaatkan. Dibiarkan berlumutan membuat rumah menjadi seperti terkesan tak terawat dan kumuh, nah agar bisa bernilai manfaat maka atap tersebut lebih baik di manfaatkan seperti yang dilakukan oleh teman saya ini.

Lahan yang luasnya kurang lebih 40 m2 persegi ini sudah memproduksi tanaman sayuran yang dihasilkan dari sekitar 500 an lubang tanaman hidroponik. Perawatan yang mudah dan tidak terlalu banyak menyita waktu membuat sahabat saya ini terus berlanjut menekuni hobinya disela kesibukan menjalankan aktifitas sehari-hari.

Selain bisa memenuhi kebutuhan makanan sehat keluarganya, ternyata hasil perkebunannya itu juga mampu dijual ke tetangga dan rekan kerjanya di tempat kerja, & telah kentara itu menambah pundi-pundi penghasilannya. Selain sanggup menerapkan pola hayati sehat, dompet kita pun bisa sehat. Seperti istilah pepatah ?Sambil berenang minum susu, satu kali mendayung dua 3 pulau terlampaui?.

Lihat juga: Pemuda Pegiat Literasi

Bahkan sahabat saya ini juga melanjutkan bisnisnya dengan menjadi suplayer peralatan-peralatan hidroponik dengan brand image ‘Syafa Farm’ dan memberikan bimbingan kepada pelanggannya bagaimana cara bercocok tanam dengan hidroponik agar menghasilkan tanaman yang berkualitas. Beliau siap membantu kepada siapa saja yang mau belajar dan bersemangat untuk bertani dengan cara hidroponik.

Terbatasnya lahan untuk bercocok tanam menyebabkan urban farming menjadi tren masyarakat perkotaan untuk menanam sayuran dan buah-buahan menggunakan lahan yang tersisa diatap rumah, kebutuhan akan makanan sehat ditengah gencarnya berbagai jenis makanan yang terkontaminasi dengan zat-zat kimia menyadarkan manusia untuk berupaya menyediakan makanan sendiri dengan cara mudah dan tidak berbahaya.

Tetapi saat ini menanam dengan metode hidroponik telah merambah ke semua kalangan dan nir hanya pada perkotaan tapi sampai pula ke pedesaan. Dan kalau ini digeluti dengan serius, mampu sebagai huma bisnis yg menjanjikan.

Ingin tahu lebih jauh tentang hidroponik anda bisa bertanya dan ikut pelatihan yang diselenggarakan oleh Syafa Farm melalui media sosial whatsApp dengan nomor kontak 0811-2194-457 atas nama Ahmad Faozi Handayani.

Selamat Mencoba!!!!

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis pula aktif di komunitas Gumeulis (Pengajar Menulis) Tasikmalaya

.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *