BELAJAR DARI BUNYI SIRINE
By: Date: July 11, 2017 Categories: Uncategorized

Belajar dari  Bunyi Sirine.

Oleh: Agus Nana Nuryana*

Staf Pengajar Matematika pada

MTs Cijangkar Ciawi

Tsunami yang terjadi di selat Sunda menyisakan kepedihan yang sangat mendalam bagi para korban, kebahagiaan yg sejatinya mereka harapkan berubah sebagai kepedihan yang sangat dalam, betapa tidak kebanyakan korban berdasarkan fakta merupakan para wisatawan yang sedang berlibur dan ingin menghabiskan ketika beserta keluarga.

Tak ada seorangpun yg menyangka insiden tragis itu akan terjadi, mereka semua pada keadaan bersuka cita ketika tsunami terjadi, rupanya Tuhan sudah memiliki planning yg lain, dalam sekejap keceriaan berubah menjadi kepiluan.

Tidak hanya satu dua yang mencicipi kesakitan, namun ratusan orang bahkan mungkin ribuan terdampak kesedihan yg sangat akibat insiden tersebut tidak terkecuali kita menjadi bangsa ikut merasakan duka yang dirasakan oleh para korban & keluarga.

Kehendak Alloh nir terdapat yg mampu menolak, ketetapannya tak bisa dibantah oleh siapapun, dengan sekeras apapun upaya manusia buat menghindar, maka seluruh akan terjadi secara datang-datang & tidak disangka-sangka.

Suasana alam yang tampak bersahabat sebelum peristiwa terjadi ternyata menyembunyikan suatu misteri yg oleh pakar di bidangnya pun tidak bisa diprediksi, ini lah pelajaran bagi kita manusia saat Alloh ingin menerangkan kekuasaannya.

Maka tidak sedikitpun kepantasan bagi manusia buat menyombongkan diri menggunakan ilmu pengetahuan yg dikuasainya. Bukankah Alloh hanya menaruh ilmu yg sangat sedikit kepada manusia menurut ilmu-ilmu yang dimilikinya.

Tak terbayangkan sang kita seluruh bagaimana insiden qiamat yang akan terjadi suatu saat yang tiba secara tiba-tiba tanpa ada yg mengetahui sebelumya, yang telah jelas insiden ini akan lebih dahsyat dari pada insiden yg berlangsung hari ini.

Kekacauan yang hari ini kita saksikan sungguh sangat berat kita hadapi, namun ini belum seberapa dibanding peristiwa qiamat yang akan terjadi sebagaimana Alloh jelaskan dalam firman-firmannya, masihkah kita mau menyangkal?

Kekacauan dampak tsunami nir lekas habis saat air laut yang menerjang mulai surut, kepanikan & kecemasan masih saja menghantui. Jerit, tangis dan kepiluan nampak dalam paras-paras yang selamat yg baru saja mengalami insiden tragis yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan yang karenanya sudah merenggut sebagian dari apa yg dimilikinya.

Belum lagi liputan yg berseliweran menciptakan kepanikan yg sangat, seperti ada kabar tsunami susulan yg sangat meresahkan dan menciptakan jiwa yg baru tanggal dari maut menjadi tegang.

Bunyi sirine yang datang-tiba terdengar memecah konsentrasi ketika sekelompok orang sedang beraktivitas mencari korban bala yg belum ditemukan, suara sirine yang dipercaya sebagai peringatan akan terjadi pulang tsunami membuat kekacauan yang sangat berat, hampir semua orang berupaya untuk mencari proteksi menggunakan aneka macam cara tanpa memperdulikan apapun yang krusial selamat.

Tetapi sial , ternyata bunyi sirine yg terdengar bukan peringatan seperti yg disangkakan, akan tetapi itu merupakan peristiwa yang terjadi akibat terdapat kesalahan pada alat-alat yang biasa digunakan di pantai buat kegiatan yg lain.

Kekacauan gara-gara bunyi sirine ini patut kita ambil pelajaran, betapa kita benar-benar tak berdaya melawan kekuasaan & kehendak Alloh, jadi apa yang pantas kita sombongkan? Bahkan dengan bunyi sirine saja kita sudah tidak berdaya.

Bukankah Alloh melalui firman-Nya menyampaikan bahwa bumi beserta rapikan mentari akan dihancurkan hanya menggunakan tiupan terompet yg dilakukan oleh malaikat-Nya. Sungguh maha besar kekuasaan Alloh yg menggunakan kehendak-Nya apapun mampu terjadi. Kun fayakun.

Kejadian tsunami yang terjadi hari ini bukan peristiwa yang baru, namun adalah rangkaian bala yang terus-menerus menimpa negeri kita tercinta, apakah ini peringatan yang terus Alloh sampaikan pada kita karena kita belum menyadari akan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Sehingga Alloh bertubi-tubi menimpakan berbagai bencana menurut berbagai sudut yaitu darat, laut, bahkan dari udara.

Harus sebagai renungan kita seluruh waktu gejala ini terjadi dilingkungan yg sangat menggunakan kita, jangan hingga Alloh murka lantaran kita nir sanggup diperingati dengan satu dua insiden bala. Kita wajib peka & selalu bermuhasabah atas apa yg telah kita lakukan selama ini yg mungkin saja Alloh menimpakan berbagai musibah lantaran kita sering melupakan-Nya.

Tak ada yg sulit bagi Alloh saat mau berkehendak, baik atau jelek niscaya akan terjadi dan tak ada yg bisa buat membantahnya. Tinggal kita sebagai makhluk-Nya semestinya berprilaku sinkron menggunakan apa yg diperintahkan-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Semoga kita semua senantiasa mendapat rahmat & hidayah-Nya buat selalu sebagai hamba yg Taqwa. Amin

*Aktif juga sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas literasi madrasah yaitu KALIMAH, website  KALIMAH bisa dikunjungi melalui http://www.gokalimah.com

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *