Curug Dengdeng Niagara Tasikmalaya
By: Date: July 13, 2017 Categories: Uncategorized

Curug Dengdeng Niagara Tasikmalaya

Pagi buta kami sekeluarga sudah keluar menyusuri jalan yang dingin. Hari itu kami berencana ingin mengunjungi suatu loka yang terletak pada bagian selatan Kabupaten Tasikmalaya yaitu Curug Dengdeng yang syahdan pungkasnya seperti dengan air terjun Niagara yang terdapat di negeri Paman Sam yang populer itu.

Perjalanan yg sebenarnya cukup melelahkan, karena kami harus menempuh jeda lebih kurang 90 KM, perjalanan kami mulai menurut Ciawi yaitu ujung Utara kabupaten Tasikmalaya, jadi jikalau jarak dari sentra kota Tasikmalaya lebih kurang 70 KM.

Jauhnya jarak tidak menyurutkan niat kami yang ingin menikmati indahnya Curug Dengdeng yang berada pada kecamatan Pancatengah.

Jalan yg kami lalui memang bervariasi, terdapat jalan yg rupawan menggunakan hotmik, kadang jua kami menemukan jalan yang rusak dan bergelombang, sehingga harus hati-hati waktu memacu tunggangan. Apalagi pas masuk jalur yg telah dekat ke lokasi, selain jalannya agak rusak, juga sebagian masih jalan batu kerikil.

Sesampainya pada lokasi sehabis kami menempuh bepergian selama sekitar 4 jam, kami langsung disuguhkan menggunakan pemandangan yang memanjakan mata, dengan melihat hamparan sungai yang luas & dialiri air yg jernih.

Namun sayang waktu itu keadaan sedang musim kemarau jadi air terjun yang mengaliri sungai tidak tampak, yang terlihat hanya aliran air kecil.

Sebenarnya tempat tersebut sudah gampang diakses baik menggunakan tunggangan roda dua atau roda empat, menggunakan tempat parkir yg luas dan bisa menampung lebih kurang 20 mobil & 50 speda motor.

Harga tiket buat masuk pun tergolong murah, hanya Rp. 15.000,- buat satu kendaraan beroda empat dan parkir Rp. 5.000,- buat sepeda motor lebih murah lagi

Dilokasi jua terdapat gazebo yg sanggup digunakan buat menikmati pemandangan & makan beserta famili. Untuk yg tidak membawa perbekalan dari tempat tinggal mampu memesan kuliner di lokasi dengan sajian spesial yaitu ikan bakar.

Pada ketika itu kebetulan kami sekeluarga tidak bisa menyaksikan air terjun yg misalnya Curug Niagara, lantaran sedang demam isu kemarau. Kami hanya melakukan aktivitas makan beserta (botram) & menikmati hamparan batu sungai yg lebar yang tak teraliri air, hanya terdapat sebagian berdasarkan batuan itu yg berbentuk kolam dan dimanfaatkan sang anak-anak buat berenang.

Menyaksikan keceriaan mereka, ingin cita rasanya ikut menikmati. Memandang mereka yang beraktivitas dengan tanggal sedikit menghilangkan penat yang bejubel memenuhi otak sembari menerawang puluhan tahun silam.

Tawa tanggal, semangat panas, keberanian tidak tertahankan buat mencoba menjadi tenaga apapun yang ingin dilakukan.

Tak terdapat tuntutan tak ada kekhawatiran tidak perlu sasaran waktu mau berbuat yang penting happy aza, toh aku waktu ini bebas yang memilih.

Segala kemampuan di kerahkan tak peduli sanggup atau tidak yg krusial mau mencoba. Seperti si Aceng yang badannya paling besar ‘ngawahannana pang jauhna eh pas rek ngagejebur kalah ngarayap bari pang sisina da sieu tikeureleup’… Ha ha… Lumayan terhibur lah.

Mereka tidak tahu mau jadi apa kelak ketika sudah dewasa, mungkin mereka belum memikirkan hingga sejauh itu, lantaran lingkungan mereka pun sangat jauh dari hiruk pikuk kota yang sangat panas, penuh gengsi & persaingan, namun mereka tidak habis keceriaan.

Itulah global mereka saat ini, cita rasanya rugi bila kita yang dewasa saat ini tak mengalami masa misalnya yang mereka waktu ini alami.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *