Berani Bertanya Berkah Kemudian
By: Date: July 17, 2017 Categories: Uncategorized

Berani Bertanya Berkah Kemudian!

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Ketika naik kendaraan generik (bus), kebanyakan berdasarkan kita biasa mencari loka yg kosong tanpa ada penumpang lain pada kursi sebelahnya. Entah kenapa kita sering melakukannya, padahal sanggup saja dalam bepergian yang berjam-jam itu kita sanggup menerima ?Manfaat? Berdasarkan orang lain yang duduk di sebelah kita.

Kendaraan umum terutama jeda jauh kalau bukan hari libur memang kebanyakan kosong, karena sebagian rakyat kita lebih nyaman membawa tunggangan sendiri, padahal mungkin lebih efisien jika menggunakannya. Gaya hidup mungkin jua mensugesti, lantaran salah satu karakteristik orang yg berhasil menurut segi ekonomi di negara kita adalah dimilikinya sejumlah kendaraan langsung buat menunjukan status sosialnya.

Di negara maju terutama pada perkotaan jarang masyarakatnya menggunakan tunggangan pribadi, karena kebutuhan gerak mereka telah terpenuhi menggunakan nyaman menggunakan tunggangan generik, selain kebijakan kepemilikan kendaraan yg super ketat & super mahal. Entahlah bangsa kita konon katanya masih pada tahap negara berkembang bahkan cenderung miskin karena poly utang dan kurang bisa mengelola sumber daya alam yang berlimpah, tetapi perilaku masyarakatnya cenderung hidup kurang efisien.

Apakah kita terlena dengan banyak sekali kesenangan dan kenikmatan lantaran kebutuhan utama sudah cukup terpenuhi sang suburnya alam yg bisa menyediakan apapun yg diperlukan & dapat pribadi di manfaatkan, tanpa terdapat upaya buat mengembangkannya sebagai akibatnya menjadi barang yg bernilai & berdaya jual tinggi.

Sepertinya karakter buat maju wajib ditanamkan dalam setiap diri kita menggunakan upaya menurut hal-hal yg kecil. Kecintaan kita pada sesama akan melahirkan kerja sama kehidupan yang dahsyat buat bisa saling menopang. Kendaraan umum sebagai galat satu media yang bisa mempersatukan masyarakat, interaksi yang terjadi bisa mendatangkan sesuatu yang bernilai pada kehidupan. Sikap saling menghargai, saling membantu, saling memperhatikan dan perilaku-sikap sosial lainnya akan teruji penerapannya pada aktifitas tersebut.

Baca juga: Keluarga Sebagai Sekolah Pertama dan Utama bagi Anak

Pendidikan karakter yg selama ini diajarkan pada sekolah/madrasah yg baru sebatas lisan/pengetahuan bisa dilaksanakan sang para siswa diluar sekolah misalnya pada kendaraan generik tadi, sehingga karakter mereka akan terasah sinkron pengalaman konkret yg mereka lakukan pada kehidupan bersosial sehari-hari.

Kehidupan individualis yang selama ini dianut oleh negara-negara ?Maju? Nyatanya nir membuat lebih baik kehidupan warganya, kasus-masalah sosial sebagai ancaman kehancurannya, sebagai akibatnya buat mengembalikannya mereka memperbaiki interaksi sosial antar warganya. Revolusi industri 4.0 yang dicetuskan oleh negara-negara ?Maju? Menuntut beberapa kecakapan insan yang wajib dikuasai yg antara lain adalah kecakapan berkolaborasi. Tuntutan ini tentunya tidak mampu dilakukan sendirian, tetapi berkaitan menggunakan interaksi sesama manusia.

Baca jua: Menjadi Pengajar Beda

Sebenarnya kolaborasi adalah galat satu karakteristik warga negara Indonesia melalui aktivitas gotong royong yang biasa dilakukan di warga , tetapi seiring kemajuan zaman norma tadi mulai luntur, entah karena kita ikut-ikutan budaya orang lain yg nyatanya mereka sendiri sudah mulai ?Meninggalkannya?. Budaya Indonesia yg nir terlepas menurut ajaran kepercayaan mengarahkan warga buat mampu hayati rukun bermasyarakat, lantaran pada pada dasarnya seseorang manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri.

Dalam ajaran kepercayaan Islam lewat sabda Rosululloh saw. Menyampaikan bahwa ?Sebaik-baik insan adalah yg bermanfaat bagi manusia lainnya?. Hal ini menunjuka bahwa hubungan sesama manusia sangat krusial, oleh karenanya sebagai umat beragama seorang insan harus membina hubungan baik (cinta) dengan Tuhannya & sekaligus menjalin hubungan baik (cinta) dengan sesama insan.

Cinta, dengan universitasnya, merupakan pemberian yang mesti disyukuri. Cinta merupakan energi luar biasa yg sudah menggerakkan manusia disepanjang alur sejarah manusia dengan dirinya, dengan orang lain, menggunakan alam raya, & terutama menggunakan Tuhannya. Kehadiran cinta selalu diharapkan untuk mengawal & mendampingi, mengarahkan dan meluruskan. Cinta dihadirkan agar kebencian dibenci, permusuhan dimusuhi, & peperangan diperangi. (by Ahyan Hairu)

Jadi Beranikah kita bertanya pada orang asing yang duduk disamping kita pada kendaraan umum?

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

Penulis juga aktif pada komunitas Gumeulis (Pengajar Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *