MEWUJUDKAN GURU YANG PATUT DI GUGU DAN DITIRU
By: Date: July 24, 2017 Categories: Uncategorized

Guru adalah sosok menjadi pengganti orang tua pada sekolah, karena sesungguhnya orang yg harus menaruh pendidikan kepada anak-anaknya adalah orang tua. Kewajiban orang tua untuk memberikan pendidikan nir mampu dipenuhi sepenuhnya, oleh karenanya orang tua memerlukan sekolah/madrasah buat memerikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya.

Peran pengajar di sekolah sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan, sosok guru yang mengubah peran orang tua di rumah menjadi krusial terhadap pendidikan anak, oleh kerena itu seorang guru seharusnya berperan layaknya orang tua kandung buat anak didiknya yg kewajibannya sama misalnya orang tua kandungnya dalam mendidik anak-anaknya, karena waktu orang tua tiba ke sekolah/madrasah orangtua siawa menitipkan & menyerahkan pendidikan anak-anaknya pada pengajar saat jam sekolah/madrasah sedangkan diluar jam sekolah/madrasah pendidikan anaknya menjadi tanggung jawab orang tuanya.

Kewajiban orang tua dalam mendidik anaknya nir sebatas menaruh pengetahuan pada anak-anaknya, tapi juga bertanggungjawab atas pendidikan karakter terhadap anak-anaknya. Kewajiban ini pun inheren pada pengajar sebagai pendidik ketika anak-anak berada pada sekolah/madrasah. Pendidikan karakter sangat perlu diberikan kepada anak-anak agar mereka dikemudian hari mempunyai pengetahuan yang mumpuni yg ditunjang menggunakan sikap atau konduite yg baik pada menjalankan kehidupannya.

Sosok pengajar sebagai orang tua yang mempunyai tanggung jawab pada peserta didik terhadap pendidikan di sekolah, tidak hanya berkewajiaban mentransfer ilmu pengetahuan sinkron dengan bidang keilmuan yg dia miliki, tetapi pula harus memberikan pendidikan karakter terhadap anak didiknya. Guru harus memiliki pencerahan, pemahaman, kepedualian & komitmen yg tinggi buat membimbing anak didiknya menjadi insan yg sholeh & sholehah.

Pendidikan karakter lebih menekankan dalam perilaku & sikap yang baik, sang karena itu hal ini wajib dimulai dari gurunya. Seorang guru dalam menaruh pendidikan tentang konduite & perilaku nir relatif hanya menjelaskan mengenai perilaku dan sikap yg baik itu seperti apa, namun pula wajib menaruh contoh dan suri tauladan kepada anak didiknya mengenai perilaku dan perilaku yang baik yang harus dilakukan pada kehidupan sehari-hari.

Pendidikan sikap dan perilaku yang baik ini tidak relatif dikuasai oleh peserta didik hanya sebatas pengetahuan, namun pula wajib mampu dilaksanakan sang siswa pada kehdupan sehari-hari menjadi suatu kebisaaan yang permanen akan mereka lakukan hingga kapan pun & dimana pun mereka berada. Oleh karenanya kebiasan-kebiasan yg baik menurut seorang guru akan mempengaruhi pendidikan karakter terhadap siswa.

Peserta didik akan menilai gurunya atau orang tuanya ketika mereka menyuruh buat melakukan hal-hal yang baik sedangkan pengajar/orang tuanya sendiri tidak melakukan. Kejadian ini akan kontradiktif dan kontraproduktif menggunakan aplikasi pendidikan karakter yang ingin diajarkan pada anak-anak, misalnya pepatah mengungkapkan ?Guru kencing berdiri, anak kencing berlari? Yg mengisyaratkan bahwa konduite pengajar/orang tua akan sebagai acuan perilaku atau sikap anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini maka patut diwujudkan adanya guru yang patut buat pada pengajar & ditiru oleh peserta didiknya. Peran guru yang sangat krusial keberadaanya dalam pendidikan menuntut mereka buat selalu siap buat dijadikan panutan oleh peserta didiknya, dalam syarat apapun seseorang pengajar harus selalu siap buat mengatasi banyak sekali permasalah yang bisa memberikan contoh baik terhadap anak didiknya, sang karenanya kematangan emosional seorang guru harus terus dilatih buat sanggup selalu stabil dalam menghadapi aneka macam permasalah dengan tidak mengabaikan kepentingan siswa pada menerima pendidikan karakter yg diberikannya.

Karakter baik seorang pengajar adalah keliru satu kunci penting keberhasilan pendidikan karakter peserta didik pada sekolah/madrasah. Penilaian yg baik seorang siswa terhadap gurunya akan berakibat mereka menggunakan penuh pencerahan melaksanakan hal-hal yg baik yang pernah disampaikan oleh gurunya, mereka tidak akan poly menyangkal apa yg disampaikan oleh gurunya karena mereka tahu bahwa gurunya pun melaksanakan apa yg mereka sampaikan.

Kesadaran yang penuh berdasarkan seorang siswa pada melakukan hal-hal yang baik akan berakibat kegiatan yang mereka lakukan sebagai suatu kebisaaan. Kebisaaan baik yg mereka lakukan ini membuktikan bahwa karakter mereka akan menjadi baik, dan ini dibutuhkan akan terus mereka lakukan sampai kapan pun & dimana pun mereka berada pada menjalani kehidupannya.

Ditengah banyaknya pertarungan yg dihadapi sang para guru di sekolah/madrasah yang membuat pertarungan guru tidak mampu fokus dalam tugasnya dalam rangka mengajar & mendidik para siswa, gampang-mudahan para pengajar menyadari betapa pentingnya peran mereka menjadi sosok yg patut buat digugu dan ditiru oleh para peserta didiknya, sehingga output pendidikan yang mereka hasilkan bisa menaruh kebaikan bagi semua orang, yang gampang-mudahan amal kebaikannya pula akan mengalir terhadap mereka, karena keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bermanfaat di dunia akan tetapi juga sampai di akhirat kelak. Amin

Penulis : Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

Stap Guru Mata Pelajaran Matematika pada MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *