Silaturahmi dan Pembinaan Guru RA/Madrasah di Wilayah Tasikmalaya Utara
By: Date: August 1, 2017 Categories: Uncategorized

Silaturahmi dan Pembinaan Pengajar RA/Madrasah di Wilayah Tasikmalaya Utara

Gambar mungkin berisi: 6 orang, termasuk Nikisor, orang tersenyum

Bertempat di MAN tiga Tasikmalaya, tepatnya hari kamis, 28 Mare 2019 Pengurus DPD Persatuan Pengajar Madrasah (PGM) Indonesia kabupaten Tasikmalaya menggelar silaturahmi dan training pengajar se-wilayah Tasikmalaya Utara.

Dalam laporannya ketua panitia pelaksana Drs..H. Hasan Sanusi, M.Ag. Yang sekaligus sebagai ketua MAN 3 Tasikmalaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah ajang buat mempererat silaturahmi dan membangun sinergi yg baik antar pengajar madrasah khususnya di wilayah Tasikmalaya Utara.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan guru RA dan Madrasah yang tersebar di 9 kecamatan yaitu Kadipaten, Pageurageung, Ciawi, Jamanis, Sukaresik, Rajapolah, Cisayong, Sukahening dan Sukaratu sebanyak 242 orang, pengurus DPC PGM Indonesia 27 Orang dan Pengurus DPD PGM Indonesia Kabupaten Tasikmalaya 10 orang serta pengurus DPW  PGM Indonesia Jawa Barat sebanyak 1 orang.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, termasuk Acil Aliancah dan Asep Hidayat, orang duduk

Kegiatan ini merupakan program kerja DPD PGM Indonesia Kabupaten Tasikmalaya demikian disampaikan oleh Drs. H. Aming, M.Pd. Pada sambutannya selaku kepala I DPD PGM Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, beliau pula membicarakan apresiasi yg setinggi-tingginya pada para pengajar RA/madrasah pada wilayah Kabupaten Tasikmalaya, yg antusias menghadiri acara tersebut.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa guru madrasah tidak boleh lagi dimarjinalkan seperti tahun 80-an, guru madrasah harus tampil beda dan menunjukan kemampuan semaksimal mungkin untuk kemajuan madrasah sesuai moto madrasah yaitu Madrasah hebat, madrasah bermartabat. Selain itu guru madrasah harus disiplin dalam berbagai hal, terutama disiplin waktu dan harus melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sebab kalau kita sudah melaksanakan tugas dengan benar, maka hak kita akan didapatkan demikian sambutan penutupnya.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, termasuk Iis Sofiah Raysa Almawahib, Oo Hanafiah, dan Agus Nana Nuryana, selfie dan dalam ruangan

Dalam kesempatan itu hadir juga Kasi Penmad tempat kerja Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yaitu Drs. H. Harun Harosid, M.Pd. Pada sambutan dan amanatnya beliau membicarakan bahwa dalam tahun 2010 usulan PGM Indonesia menjadi organisasi berdikari, menggunakan awal nama persatuan pengajar madrasah, tetapi nama persatuan, nomenklaturnya nir diterima pada biro hukum dan digantikan menggunakan perkumpulan pengajar madrasah.

Saat ini kemenag sedang ada permasalahan aturan, diperlukan guru madrasah menaruh kesan positif bahwa kita sedang berjuang buat kemaslahatan umat. Terkait Anggaran keuangan satker pada luar madrasah negeri buat tahun 2019 telah tersedia, tinggal dimanfaatkan sesuai aturan yg berlaku, demikian sambung dia, Termasuk pencairan TPG yg akan dicairkan selambatnya tiga bulan satu kali, dan dibayarkan sehabis tanggal 7 dibulan keempat setiap per triwulannya.

Oleh karena itu administrasi harus dilengkapi buat pemberkasan supaya tidak menghambat pencairan TPG. Terutama absen berbasis simpatika yg dikelola hanya tiap bulan berjalan, lantaran kelayakan berkas hanya berbasis simpatika. Selain itu Insentif guru honorer, telah sanggup melakukan pemberkasan & harus sudah diverifikasi oleh penmad, dan kelayakannya sama dari simpatika.

Ketua DPW PGM Indonesia Jawa Barat H. Heri Purnama, M.Ag.Dalam sambutannya mengungkapkan bahwa guru membutuhkan organisasi profesi sesuai menggunakan undang-undang sebagai sarana buat menampung dan membicarakan aspirasi. Guru madrasah walaupun statusnya merupakan guru pusat tetapi wajib sama-sama diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Guru madrasah adalah pewaris perjuangan pahlawan bangsa, jadi harus diperhatikan tidak boleh dimarjinalkan menjadi second line. Selain itu di PGM Indonesia tidak boleh ada dikotomi antara guru PNS dan honorer. Madrasah harus terletak dalam garis perjuangan yang kokoh agar kuat dan diperhatikan oleh lembaga yang berwenang.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa harus bangga sebagai guru madrasah, agar perjuangan sebagai terarah & maksimal untuk kemajuan madrasah. Dengan jumlah pengajar yang seratus ribu lebih mengakibatkan Organisasi PGM Indonesia memiliki kekuatan buat melakukan bergaining politik & menekan agar pemerintah menjalankan kebijakan yg berpihak terhadap guru.

Diakhir program aktivitas ditutup menggunakan pembacaan do?A yang dipimpin sang kepala komite MAN tiga Tasikmalaya yang sekaligus Kasi Pelaksana Syari?Ah Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yaitu Drs. H. Yayat Kardiat, M.Ag.

Kontributor: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd, Sekretaris DPC PGM Indonesia Kecamatan Ciawi.

Agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *