JANGAN ABAIKAN PERTANYAAN ANAK!
By: Date: August 2, 2017 Categories: Uncategorized

Sering kali kita merasa terganggu bahkan tidak senang dengan prilaku anak kita sendiri di rumah yg ingin menerima perhatian menurut kita, Bahkan kita merasa kesal dan dan tidak senang menggunakan perilaku anak yang sebenarnya itu merupakan suatu kesalahan yang fatal yang kita lakukan terhadap anak kita sendiri, padahal kita acapkali ngomong ke anak, nak ayah/abi sayang engkau , nak bunda/mamah/umi sangat menyayangi kamu.

Secara Psikologis anak merupakan sosok manusia yang tingkat kepekaan perasaanya sangat tinggi, sebagai akibatnya anak selalu mencari cara bagaimana supaya dia selalu diperhatikan sang orang yang terdapat di sekitarnya terlebih oleh kedua orang tuanya lantaran mereka merupakan orang yang paling dekat menggunakan anak, jadi sangat masuk akal apabila anak sikapnya selalu ingin pada manja oleh orang tuanya.

Dalam upaya mencari perhatian orang tua, seorang anak akan melakukan apaun supaya keinginan mereka terpenuhi. Bahkan prilaku yang mereka lakukan kadang-kadang diluar kewajaran buat pemikiran orang dewasa, & hal inilah yg sebagai pertarungan & kadang terjadi suatu kesalahan yang dilakukan oleh orang tua dalam menyikapi perilaku anak tersebut.

Sudah semestinya orang tua tahu & mengalah demi anak jika kita benar-sahih sayang pada anak kita. Berbagai alasan kita lontarkan ketika kita menolak anak yang ingin diperhatikan, cape lah, sibuk lah, memalukan lah, mengganggu lah & sejuta alasan kita cari agar anak mau mengerti syarat kita. Perilaku orang tua misalnya itu tanpa disadari sudah menyia-nyiakan anaknya, padahal prilaku anak seperti itu semestinya mendapatkan perhatian dan bimbingan dari orang tuanya.

Salah satu prilaku anak yang kadang kurang mendapat respon positif dari orang tua merupakan ketika anak banyak bertanya pada orang tuanya. Proses bertanya yang dilakukan sang anak merupakan suatu prilaku positif dari keingintahuan tentang sesuatu dengan memakai kemampuan pikiran yang anak miliki. Proses mengekplorasi pikiran dalam anak melalui pertanyaan-pertanyaan itu akan melatih mereka sebagai seorang penganalisis dengan pemikiran taraf tinggi, & jika ini terbiasa dilakukan oleh anak & mendapatkan respon positif, maka hal ini akan sebagai kebiasaan baik yang tertanam pada diri anak tersebut.

Namun sayang, banyak orang tua yang nir mengerti akan perilaku anak ini, sebagai akibatnya respon yg orang tua lakukan tidak memberikan dukungan terhadap perkembangan pemikiran anak. Suatu yang sangat disayangkan bahwa sebagian orang tua merespon prilaku anak ini dengan hal negatif, dengan berbagai alasan yg telah disampaikan tadi mereka menganggap sepele lontaran-lontaran pertanyaan anak yg dari mereka sangat nir penting.

Berbagai lontaran pertanyaan menurut anak tersebut mungkin benar nir krusial bagi orang tua, tetapi bagi anak itu adalah suatu yang sangat krusial, jadi bila respon negatif yg mereka dapatkan berdasarkan pertanyaan tersebut maka hal itu akan mematahkan semangat & harapan mereka buat menggali warta menjadi pengetahuan yang mereka butuhkan buat bekal kehidupan mereka pada masa yang akan tiba.

Seharusnya selaku orang tua kita harus merespon positif apapun yang dilakukan oleh anak termasuk kalau anak bahagia bertanya mengenai apapun pada orang tua. Masalah prilaku atau pertanyaan yg dilontarkan kadang tidak sesuai itu merupakan suatu yg sangat lumrah lantaran anak-anak baru mendapatkan keterangan yang sedikit menurut apa yg mereka ketahui & inilah tugas berdasarkan orang tua buat memberikan penerangan, bimbingan & arahan kepada anak tentang konduite yg menurut orang tua tidak sesuai.

Selaku orang tua kita mesti menyadari tugas penting yg dipikulnya terhadap anak-anak. Jangan korbankan anak kita oleh karena ego kita. Ingat anak adalah investasi terbesar bagi orang tua mengalahkan investasi apapun yang kita upayakan, karena hasil investasi yg berupa anak sholeh akan kita rasakan hasilnya pada global dan akhirat. Jangan berikan kasih sayang yang "semu" tapi berikan afeksi yang membuahkan anak kita menjadi aset di dunia & pada akhirat, "mengalah demi anak bukan merupakan kekalahan".

Https://jabar.Kemenag.Go.Id/opini-477-jangan-abaikan-pertanyaan-anak

Penulis : Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.

ASN, Stap Guru Mata Pelajaran Matematika dalam MTs Cijangkar Ciawi Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *