PENTINGNYA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN PIHAK SEKOLAH
By: Date: August 3, 2017 Categories: Uncategorized

Pentingnya Komunikasi Orang Tua menggunakan Pihak Sekolah

Oleh: Agus Nana Nuryana, M.M.Pd.*

Sumber gambar: arsip langsung

Buat anak ko coba-coba

Pendidikan anak merupakan tanggung jawab mutlak orang tua. Dalam ajaran Islam orang tua akan diminta pertanggungjawaban kelak di akhirat terkait tugasnya dalam mendidik anak. Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa setiap manusia adalah pemimpin, suami pemimpin bagi keluarganya,  istri adalah pemimpin bagi rumah suami dan anak-anaknya, dan setiap pemimpin akan dipinta pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

Posisi suami & istri dalam keluarga adalah sebagai orang tua, sehingga kepemimpinan mereka jua termasuk tanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Pendidikan orangtua terhadap anaknya jua dijelaskan dalam alquran surat Luqman ayat 13 (QS, 31:13) , yang menceritakan kisah mengenai Luqman yaitu seseorang bapak yg mendidik anaknya tentang akidah sebagai pelajaran pertama & utama pada mendidik anak.

Untuk memenuhi kewajibannya dalam pendidikan anak, tidak semua orang tua bisa secara eksklusif melaksanakannya. Namun demikian kewajiban itu tidak dan merta lepas dari tangannya karena orang tua harus terus mengupayakan pendidikan anak-anaknya. Sekolah/madrasah adalah keliru satu cara lain untuk menitipkan anak-anaknya pada menimba ilmu menjadi bekal buat kehidupan mereka pada masa yang akan datang.

Sekolah/madrasah sebagai lembaga memberikan pelayanan kepada anak dalam upaya membantu orang tua memenuhi kewajibannya memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Layanan ini nir menggugurkan kewajiban orang tua untuk permanen menaruh pendidikan kepada anaknya, dengan istilah lain walaupun anak telah disekolahkan, orang tua tidak mampu lepas tangan begitu saja menyerahkan pendidikan anaknya kepada sekolah/madrasah.

Sumber gambar: baliexpress.jawapos.com

Dalam hal mendidik anak, orang tua & pihak sekolah wajib melakukan kerjasama menggunakan baik. Melalui pengelola & pengajar, anak dibimbing pendidikannya ketika berada pada sekolah/madrasah, sedangkan diluar sekolah maka tanggung jawab pendidikan pulang lagi pada orang tua. Waktu anak yg terbatas pada sekolah/madrasah menaruh kesempatan kepada orang tua buat benar -benar memperhatikan anaknya saat berada pada luar lingkungan sekolah/madrasah.

Selama ini poly orang tua yang menyerahkan pendidikan anak-anaknya 100% pada sekolah/madrasah, seolah-olah mereka nir perlu lagi buat mendidiknya. Mereka terkesan tak peduli mengenai kegiatan anak-anaknya waktu berada pada sekolah/madrasah lantaran sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak sekolah/madrasah, mereka merasa relatif dengan menaruh donasi materi yang diberikan sebagai bentuk perhatian kepada anak-anaknya.

Seringkali terjadi pertarungan yang dilakukan oleh anak-anak pada sekolah/madrasah yang perlu penanganan serius lantaran telah menyangkut pelanggaran yang membahayakan baik bagi anak, sekolah & warga jua pastinya merugikan orang tua. Anak-anak yg berada pada sekolah/madrasah tiba dari aneka macam latar belakang famili yang memiliki konflik berbeda-beda, karena terkadang perilaku menyimpang anak yang terjadi pada sekolah/madrasah merupakan akumulasi berdasarkan perilaku yg dilakukan di keluarga atau lingkungannya.

Dalam hal penanganan permasalahan anak ini perlu adanya kerja sama antara orang tua dengan pihak sekolah, sehingga perlu dijalinnya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak. Orang tua tidak cukup mengantarkan anaknya ke sekolah/madrasah ketika  pertama daftar atau masuk kemudian baru datang kembali ketika dipanggil untuk mengambil raport atau perpisahan, namun orang tua juga harus memantau kegiatan anak setiap hari di sekolah dan ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh anaknya di sekolah/madrasah.

Konflik yg perlu dibicarakan orang tua dengan pihak sekolah tidak hanya menyangkut konflik negatif yang dilakukan anak, tetapi perseteruan yg positif pula wajib tak jarang didiskusikan sebagai akibatnya orang tua memahami perkembangan anak. Selama ini terdapat kesan bahwa orang tua yg sering tiba ke sekolah/madrasah adalah karena anaknya sering melakukan hal negatif, padahal itu galat besar . Hal ini juga perlu kiprah berdasarkan pihak komite sekolah/madrasah untuk memfasilitasi supaya terjalin komunikasi yg baik & efektif antara orang tua dengan pihak sekolah/madrasah.

Dalam kenyataannya, seringkali kali ada orang tua yang enggan buat datang atau berkomunikasi menggunakan pihak sekolah terkait konflik anak-anaknya, bahkan saat diundang datangpun mereka nir menyempatkan hadir & lebih menentukan aktifitasnya sendiri menggunakan alasan sibuk atau malu padahal ini menyangkut masa depan anak. Banyak orang tua yang terkecoh dan kadang dikelabui oleh anaknya sendiri menjadi akibat kurangnya komunikasi dengan pihak sekolah/madrasah dan lantaran kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya.

Bagi orang tua anak seharusnya merupakan segala-galanya dan wajib dijadikan investasi paling primer, sebab anak adalah tanggung jawab yg akan dimintai pertanggunjawabannnya di dunia & akhirat. Tidak terdapat artinya harta melimpah, jabatan tinggi, kalau anak kita rusak lantaran ketidakpedulian orangtuannya, lantaran anak adalah harta yang tak ternilai.

Masa depan anak adalah masa depan orang tua, kalau anaknya sukses pada pendidikannya maka akan memberikan kebanggaan bagi orang tuanya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa harta yang tidak akan putus kebaikannya bagi seorang hingga meninggal merupakan anak soleh/solehah yang selalu mendo?Akan kedua orang tuanya ketika masih hidup atau ketika sudah meninggal.

Pendidikan anak bagi orang tua adalah hal yang paling penting dibanding yang lain, ungkapan bahwa “untuk anak ko coba-coba” adalah ungkapan ringan namun syarat makna. Oleh sebab itu kesungguhan orang tua dalam mendidik anak sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang bermutu dan berkualitas untuk melanjutkan garis keturuan keluarga yang bagi sebagaian orang merupakan suatu kebanggaan.

Anak-anak adalah generasi penerus yg akan menggantikan generasi yang sudah tua dan kurang produktif lagi, sehingga mereka wajib dibekali dengan banyak sekali ilmu pengetahuan & kematangan diri yang didukung menggunakan karakter baik yang tertanam pada jiwanya. Semoga semua orang tua menyadari bahwa tanggung jawab ini harus mereka laksanakan menggunakan sebaik-baiknya demi mencetak generasi yg mampu mengangkat harkat martabat dirinya, keluarga, warga dan negara yg kita cintai. Amin

Artikel ini pula di muat di koran Kabar Priangan pada rubrik Pengajar Menulis

*Guru Matematika di MTs Cijangkar Ciawi dan Pembina ekskul Jurnalistik MTs Cijangkar, blog bisa dikunjungi http://www.jurnalistikmtscijangkar.blogspot.com

*Penulis juga aktif sebagai pegiat Literasi Madrasah dan saat ini mengelola sebuah komunitas yang bernama KALIMAH (Komunitas Aktivis Literasi Madrasah). Website KALIMAH bisa dikunjungi melaluihttp://www.gokalimah.com

*Selain itu penulis juga tercatat sebagai anggota PERGUMAPI (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Website PERGUMAPI bisa dikunjungi melaluihttp://www.pergumapi.or.id

*Penulis juga aktif pada komunitas Gumeulis (Pengajar Menulis) Tasikmalaya

agusnananuryana

Subscribe to receive free email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *