[MEDIA] Pangan, Kedaulatan dan Ketahanan. Resensi Majalah dan Buku
By: Date: September 13, 2017 Categories: Uncategorized

Penulis: Shintia D. Arwida

Pangan, kedaulatan dan ketahanan. Resensi majalah & kitab

Majalah pertanian berkelanjutan ?Petani? Terbit pertama kali di tahun 2001 & ketika itu bernama ?Majalah Salam?. Majalah ini menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, penemuan, & aktivitas antar tenaga penyuluh lapangan, petani, dan orang-orang yg bekerja di bidang pertanian berkelanjutan. Majalah ini terbit empat kali setahun dan didistribusikan ke semua Indonesia. Target pembaca majalah ini adalah gerombolan petani, LSM, pemerintah, forum pendidikan, & forum penelitian. Edisi terakhir Majalah Petani terbit pada bulan Maret 2011.

Ada dua edisi yang menyoroti perkara ketahanan pangan dan kedaulatan pangan:

Majalah SALAM No. 2 (http://www.agriculturesnetwork.org/magazines/indonesia/2-rawan-pangan). Edisi ini menyoroti masalah rawan pangan yang terjadi di Indonesia. Secara khusus artikel yang disajikan memuat contoh-contoh sistem pertanian berkelanjutan yang memiliki potensi mengatasi masalah rawan pangan.

Majalah SALAM No. 27

(http://www.agriculturesnetwork.org/magazines/indonesia/27-kedaulatan-pangan)

Edisi ini mengangkat tema kedaulatan pangan. Gerakan yg mendukung kedaulatan pangan sejatinya adalah gerakan yang memperjuangkan hak atas pangan & hak petani (skala kecil). Pangan yg sehat, aman, & terjangkau seharusnya tersedia bagi seluruh orang; termasuk petani sebagai penghasil bahan pangan. Sayangnya, hak-hak ini tak jarang kali diabaikan sang negara lantaran negara lebih berpihak pada industri pertanian dan pasar. Hal ini terlihat dari kebijakan pemerintah yang tidak melindungi hak petani atau aplikasi yg jelek menurut kebijakan yang melindungi petani. Agar kedaulatan pangan sanggup tercapai, aspek-aspek seperti peran dan perempuan , pertanian skala mini , & inovasi bidang pertanian wajib diperhatikan juga.

Kedua edisi ini mampu dibaca secara online menggunakan mengikuti link yang sudah diberikan. Pada kedua edisi ini, terdapat jua ulasan seputar buku-kitab bacaan yang terkait menggunakan isu ketahanan pangan, pada rubrik ?Lentera Pustaka?.

REVIEW BUKU FOOD RULES –Michael Pollan
Food Rules: An Eater’s Manual. New York: Penguin Press. 2009. ISBN 978-0143116387.Pedoman Bagi Para Penyantap Makanan.

 Buku ini diterjemahkan dan diterbitkan sang Opus dalam Bahasa Indonesia. Michael Pollan merupakan penulis yg memiliki rekam jejak panjang pada menulis berita seputar pangan yang sehat & berkelanjutan. Buku-bukunya yang lain yang pula mengulas info pangan merupakan ?In Defense of Food ? An Eater?S Manifesto? Dan ?Omnivore?S Dillema?.

Dalam kitab setebal 165 halaman ini, Anda akan mendapatkan tips sederhana buat memilih pangan yg baik bagi kesehatan Anda sekaligus juga cara makan yang sehat. Bersiaplah buat mendapatkan tips kontroversial seperti:?(1) Hindari kuliner yang diiklankan di televisi, (dua)Semakin putih warna roti yg Anda makan, makin cepat Anda akan meninggal, (3). Jangan makan kuliner yang nir ada dalam masa nenek Anda hayati.

Lewat kitab ini Michael Pollan mengajak konsumen menjadi lebih kritis & cerdas pada menentukan jenis makanan yang dikonsumsi. Hanya makanan yang asal berdasarkan bahan-bahan alamilah yg terbaik bagi tubuh kita. Makanan olahan pabrik yang penuh bahan pengawet dan bahan artifisial justru akan membahayakan kesehatan kita.

Ajakan buat mengonsumsi bahan-bahan alami dan dihasilkan di dalam negeri jua akan membantu petani, khususnya petani skala kecil yang merupakan penyuplai hampir 80% bahan pangan di Indonesia.

REVIEW BUKU THE ROUGH GUIDE TO FOOD – How to make the right food choice The Rough Guide To Food – How to make the right food choice. New York: Penguin Books. 2009. ISBN 13: 978-1-84836-001-3

Meski fokus penulisan buku setebal 311 halaman ini adalah negara Inggris, kita bisa belajar bagaimana cara industri makanan, agribisnis, dan supermarket beroperasi. Terutama di era globalisasi yg galat satu cirinya merupakan standardisasi operasi pada aneka macam belahan global, maka contoh yg disajikan di buku ini jua bisa ditemui pada Indonesia.

Pada bagian awal buku ini, pembaca diajak untuk melihat hal-hal yang merusak alam dan kesehatan konsumen sebagai akibat dari cara industri makanan dan agribisnis beroperasi saat ini. Buku ini dengan berani mengatakan bahwa pangan yang tak sehat sama dengan keuntungan melimpah bagi industri (unhealthy food = healthy profit). Isu seperti GMO (genetically modified organism), pencemaran pestisida dan pupuk kimia pada sumber-sumber air, juga dibahas dengan jelas di buku ini.    Selain mengkritisi penerapan kapitalisasi di sektor pangan dan pertanian, buku ini juga menyajikan alternatif yang lebih berkelanjutan dan sehat bagi konsumen. Contohnya seperti urban gardening, produk-produk Fair Trade, gerakan locavore(menghindari bahan pangan impor) dan memanen langsung dari alam (foraging) menjadi pengetahuan menarik yang bisa dicoba di konteks Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *