[MEDIA] FILM THE BIG SHORT: BERTARUH MELAWAN SISTEM
By: Date: October 26, 2017 Categories: Uncategorized

Oleh: Fransiska M. Damarratri

Poster The Big Short

Judul: The Big Short

Tahun: 2015

Sutradara: Adam McKay

Pemeran: Christian Bale, Steve Carell, Ryan Gosling, dll

Genre: Biografi, drama, komedi

Rating: Dewasa

Skor IMDB: 7.8

Skor Metacritic: 81%

Skor Rotten Tomatoes: 88%

*Review ini mengandung cerita-cerita yang adalah bagian plot krusial pada film

Walaupun dikemas dalam genre drama dan komedi, isu yang diusung film The Big Short tidaklah main-main. Kehancuran ekonomi Amerika Serikat di tahun 2008, yang efeknya berantai ke seluruh dunia menjadi narasi  utama. Hollywood seakan mencoba menceritakan ‘borok’ negaranya sendiri dengan krisis ekonomi yang dianggap paling fatal di sepanjang sejarah modern.

Walau begitu, penyampaian cerita film ini dibuat upbeat, lucu dan tidak membosankan. Bahkan, pemirsa bisa terdorong mendukung tokoh-tokoh utama sebagai semacam protagonis yang bertaruh melawan sistem. Seakan mereka sedang berupaya menyelamatkan dunia. Aktor Ryan Gosling memainkan salah satunya sebagai Jared Venett—seorang bankir dari bank investasi multinasional, Goldman Sachs. Gosling sekaligus berperan menjadi narator film yang serba tahu.

Sesekali, alur film akan berhenti buat mempermudah pemirsa memahami apa yang sedang terjadi. Tidak mudah mencerna film yang memuat adegan-adegan menggunakan begitu banyak istilah investasi dan ekonomi. Kritik mengenai penggunaan istilah-istilah memusingkan ini pun dimuat pada pada film, waktu karakter narator berujar:

[Istilah-istilah ini] relatif membingungkan bukan? Apakah Anda merasa bosan? Atau merasa udik? Ya, memang sudah seharusnya begitu. Wall Street bahagia memakai istilah-istilah membingungkan agar Anda menganggap hanya mereka yg bisa mengerjakan apa yg mereka kerjakan. Atau, bahkan, agar Anda membiarkan saja mereka mengerjakan apapun.

Chef Anthony Bourdain menjelaskan definisi sebuah istilah di dapur restorannya. Sedangkan di adegan lain, Selena Gomez dan Dr. Richard H. Thaler, Phd. menjelaskan konsep lanjutan dengan permainan Blackjack . Sumber: ew.com, dailymail.com

Di setiap jeda tersebut, pemirsa disuguhi sketsa bintang-bintang populer yg mencoba mengungkapkan menggunakan peragaan-peragaan yg lebih dekat menggunakan dunia nyata. Chef Anthony Bourdain, penyanyi Selena Gomez, sampai aktris Margot Robbie pun sebagai cameo.

Tetapi, pemirsa akan permanen membutuhkan sedikit ketertarikan atau mungkin pengetahuan tentang global finansial buat sanggup menggunakan mulus mengikuti jalan cerita film ini.

Tiga kisah berbeda membawa pemirsa memahami bagaimana ekonomi Amerika Serikat  runtuh. Di balik itu, terkuak juga bagaimana sistem yang fraud atau penuh tipu daya mendorong peristiwa-peristiwa itu terjadi. Cerita dimulai saat seorang manajer dana investasi bernama Dr. Michael Burry menyadari bahwa pasar perumahan Amerika akan jatuh mulai dari tahun 2007.

Kisah terbentuknya pasar perumahan Amerika diawali sejak 3 dekade sebelumnya. Pada tahun 1970-an, seorang pedagang obligasi bernama Lewis Ranieri menciptakan “mortgage bonds” atau singkatnya semacam surat hutang yang terdiri dari ribuan cicilan rumah (KPR). Surat hutang tersebut kemudian diperjualbelikan. Keuntungan memiliki surat hutang tersebut diasumsikan tinggi, karena terdiri dari banyak sekali hutang yang mencakup cicilan pokok serta bunganya.

Ryan Gosling, sang bankir sekaligus tokoh narator, menggunakan permainan Jenga untuk menjelaskan mortgage bonds.Sumber: boothbayregister.com

Pasar perumahan selalu diasumsikan sebagai pasar yang stabil & berisiko rendah. ?Semua orang niscaya akan membayar cicilan rumahnya!? ?Orang macam apa yg tidak menyicil buat rumahnya?? Karena anggapan itu, surat-surat tadi diberi ratingatau nilai tinggi sang forum-forum penilai kredit.

Begitulah kepercayaan sistem yang secara umum berjalan.  Seiring cerita, kepercayaan tersebut ternyata berdasarkan asumsi yang terlalu besar. Kepercayaan tersebut mengakar dan mendorong praktek-praktek yang mendukungnya untuk terus mengikuti. Selama 3 dekade lebih praktek tersebut bergulir dan meraup keuntungan.

Dr. Burry melihat bahwa surat hutang tersebut sebenarnya berisiko. Terutama, karena di dalamnya terkandung tidak hanya KPR bernilai prima, namun juga KPR kelas bawah. Ternyata muncul praktek di mana banyak KPR bernilai kurang baik, yang memiliki risiko tinggi tidak dicicil, dipadukan ke dalam mortgage bonds. Dan anehnya lembaga penilai kredit tetap menilai banyak mortage bonds yang ada dengan rating tinggi.

Dr. Burry diperankan oleh Christian Bale.Sumber: thestranger.com

Dr. Burry pun mengambil sebuah langkah investasi yang sekitar serupa menggunakan mengasuransikan surat-surat hutang tadi. Jika terjadi wanprestasi cicilan sesuai prediksinya, maka beliau akan menerima untung yg sangat akbar berdasarkan premi tadi. Akan namun, tentu dia pun wajib membayar asuransi yang jumlahnya sangat banyak pada bank.

Pada awalnya, tidak terdapat produk premi misalnya itu. Dr. Burry berkeliling dari satu bank ke bank lainnya di New York & mendapatkan tatapan ketidakpercayaan. Tentu saja, Dr. Burry ingin membeli asuransi yang nilainya sangat akbar buat hal yg dipercayai secara generik nir akan pernah terjadi. Namun, para bank tadi menyetujui buat menyediakannya lantaran melihat banyaknya uang yang akan Dr Burry bayar. Setelah Dr. Burry pergi menurut ruangan rapat, para bankir tersebut menertawakannya.

Sampai akhir cerita, Dr. Burry menggelontorkan 1.3 milyar USD berdasarkan dana investasi yg dia kelola untuk mengasuransikan surat-surat hutang tadi.

Langkah awal Dr. Burry tidak dipercayai oleh orang kebanyakan. Akan namun, beberapa orang mengikuti langkahnya. Salah satunya merupakan dua pemain belia bernama Jamie Shipley dan Charlie Geller. Keduanya dibantu sang Ben Rickert, seseorang mantan bankir yg percaya bahwa global akan jatuh ke dalam krisis. Ben digambarkan sebagai orang yg nir mempercayai sistem finansial & sekarang menanam sayuran pada laman rumahnya.

Jamie & Charlie sangatlah bersemangat ketika mereka mengambil keputusan-keputusan gila serupa dengan apa yg Dr. Burry lakukan. Pada suatu waktu, Ben tiba-tiba menghardik mereka dan mengatakan:

“Kita baru saja bertaruh melawan ekonomi Amerika. Yang berarti jika kita benar, orang akan kehilangan rumah. Orang akan kehilangan pekerjaan. Orang akan kehilangan tabungan dan dana pensiun. [Bank] menganggap manusia sebagai angka saja. Saya beri tahu sebuah angka untuk Anda: setiap 1% angka pengangguran naik, 40.000 orang meninggal dunia. Tahukah Anda tentang itu?”

Ketika di realita akhirnya banyak cicilan yang wanprestasi, mereka semua bersiap-siap meraup keuntungan.  Namun, sistem berkata lain. Rating surat hutang-surat hutang tersebut tetap tinggi. Mulailah terkuak sistem yang penuh ketidakjujuran.

Pada tahun 2008, akhirnya krisis pun terjadi. Harga rumah pada Amerika stagnan dan akhirnya turun. Jutaan tempat tinggal tidak terjual. Para protagonis film pun menerima keuntungan mereka. Namun pada sekeliling mereka, dunia digambarkan luluh lantak.

Salah satu dampak terbesarnya Lehman Brothers, bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat yang telah berdiri selama 158 tahun pun bubar. Para karyawannya digambarkan berjalan keluar dari gedung kantor membawa kardus-kardus berisi barang mereka. Mereka menangis & bersumpah serapah. Keluarga-famili pun kehilangan rumah mereka & tinggal di tenda atau mobil.

Seorang karakter bernama Mark Baum (Steve Carell), yang turut meraup laba dari krisis ini, menutup film menggunakan dialog yang terdengar ironis. Dia menyatakan bahwa pemerintah niscaya akan melakukan bail out menggunakan uang pajak dari masyarakat negara. Menurutnya, selama ini sistem mengetahui krisis ini akan terjadi. Mereka tidaklah udik, menurutnya, mereka hanya nir peduli.

Rekannya pun menimpali bahwa setidaknya, beberapa orang pasti akan dipenjara karena tindakan mereka. Mark pun menjawabnya, ?Aku nir memahami, aku nir memahami, Vinnie. Aku mempunyai perasaan bahwa tampaknya pada beberapa tahun ke depan orang-orang akan melakukan apa yg selalu mereka lakukan saat ekonomi jatuh. Mereka akan menyalahkan imigran & rakyat miskin.?

Sang narator pun mengamini prediksi Mark dan menceritakan apa yg terjadi setelah krisis tersebut. Film pun berakhir. Sebelum credit title, beberapa catatan timbul mengungkapkan bahwa efek krisis di Amerika Serikat saja mencapai: sejumlah lima trilyun USD dana lenyap, 8 juta orang kehilangan pekerjaan, & 6 juta orang kehilangan rumah.

Charlie & Jamie berupaya menuntut lembaga rating kredit, namun biro-biro aturan menertawakan mereka. Dr. Burry mencoba memberitahu pemerintah bagaimana beliau mampu memprediksi krisis, namun nir ada yang pernah menghubunginya. Dr. Burry sudah menutup perusahan pengelolaan investasinya. Dia sekarang masih berinvestasi secara kecil-kecilan dalam satu komoditas saja: air.

Film The Big Short sungguh menghibur menurut segi alur cerita. Hollywood kali ini berhasil menggabungkan lawak & alur cerita yg memuaskan pemirsa dengan kritik-kritiknya. Dari film ini, kita bisa melihat kesenjangan yg sangat akbar antara realita dengan bagaimana sistem finansial yg memuat realita kita sehari-hari bekerja. Bagaimana aksi 30 tahun yang lalu memperkuat perkiraan-asumsi sampai mendorong krisis ekonomi global.

Film ini bisa menaruh catatan atau peringatan bagi kita, atau bahkan pandangan baru, mengenai tantangan kita pada memenuhi kebutuhan hidup. Tidak sanggup dipungkiri bahwa hampir di semua sektor, hutang adalah roda yg menggerakan ekonomi waktu ini. Apakah kita mampu mencoba bentuk pilihan-pilihan lain? Baik secara individu juga secara kolektif? Pertanyaan-pertanyaan ini sungguh sulit dan bahkan sanggup mengundang keheranan jika bukan cemoohan. Seperti saat Dr. Burry menanyakan hal yg berdasarkan para bankir sangat tidak sesuai menggunakan norma yang mereka percayai.

Namun, setiap langkah kebaruan hampir niscaya membutuhkan pertanyaan di awal. ?Apakah ini mungkin??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *