[PROFIL] PEACE GENERATION : MENYEBARKAN NILAI-NILAI PERDAMAIAN DI DALAM KEBERAGAMAN
By: Date: November 13, 2017 Categories: Uncategorized

Oleh : Navita Kristi Astuti

Sebuah negara berdiri atas keputusan bulat warganya menyatukan diri dan aspirasi di pada satu kesatuan bangsa, bahasa & tanah air. Namun, layaknya sebuah keluarga, para anggota saling berbeda sifat & selera, hal yg sama dihadapi sang setiap bentuk kesatuan yg menyatakan diri menjadi negara. Negara terdiri berdasarkan beragam sifat dan karakter warganya.

Sifat dan kesukaan yang saling tidak sinkron dari setiap masyarakat bisa menyebabkan ukiran maupun perselisihan apabila tidak dikelola dengan baik. Kita bisa belajar menurut pengalaman pertarungan yg terjadi di Ambon, Poso, Papua, Kalimantan (permasalahan Dayak-Madura), Aceh maupun Timor Leste. Perbedaan yang terdapat, baik berdasarkan aspek suku, kepercayaan , istiadat tata cara nir disadari menjadi kekuatan, melainkan telah sebagai bumerang bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ketika sebuah bangsa dapat menyadari kekuatan berdasarkan perbedaan yg terdapat pada antara mereka, maka disparitas tersebut justru dapat membangun tenaga positif untuk kemajuan negara.

Salah satu dari segelintir komunitas yang memiliki pencerahan buat merawat dan mempromosikan nilai-nilai perdamaian pada pada keberagaman negara Indonesia adalah Peace Generation (selanjutnya diklaim PeaceGen). Didirikan sang 2 orang menggunakan latar belakang tidak sama, Irfan Amalee yg merupakan masyarakat Indonesia dan Eric Lincoln yang berkewarganegaraan Amerika Serikat, PeaceGen berdiri dalam tahun 2007. Kegiatan PeaceGen sehari-hari beralamat di Jalan Suling no. 17, Turangga, Bandung, Jawa Barat.

Pendiri Peace Generation : Irfan Amalee & Eric Lincoln

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Fokus Utama : Pendidikan Perdamaian

Sesuai dengan tagline mereka yang tercantum di alamat website www.peace-generation.org  , yang berbunyi : To reach peace. Teach Peace. Promoting peace education throughout the globe, PeaceGen menyebarkan nilai-nilai perdamaian di dalam keberagaman melalui pendidikan. Irfan Amalee dan Eric Lincoln memulai misinya dengan membuat modul pendidikan perdamaian. Ide besarnya muncul dari mereka berdua, yang kemudian dikembangkan secara bersama-sama di dalam tim PeaceGen. Urat nadi utama dari modul tersebut adalah pendidikan tentang 12 nilai dasar perdamaian, yaitu : Menerima Diri, Prasangka, Sukuisme, Perbedaan Agama, Perbedaan Jenis Kelamin, Perbedaan Status Ekonomi, Perbedaan Kelompok atau Geng, Memahami Keragaman, Memahami Konflik, Menolak Kekerasan, Mengakui Kesalahan dan Memberi Maaf.

Modul tersebut kini sudah terbit dalam berbagai bahasa, antara lain versi Bahasa Indonesia untuk muslim dan kristiani, versi Bahasa Inggris, dan PGKids untuk balita. Modul tersebut juga sudah diterbitkan dalam Bahasa Filipina oleh cabang PeaceGen di sana dan sedang disusun versi Bahasa Malaysia oleh Peace Gen Malaysia. Modul ini sudah diterapkan pada 40.000 lebih siswa.

Pembelajaran Berbasis 12 Nilai Dasar Perdamaian

Dua belas nilai dasar perdamaian dijabarkan lagi ke dalam 6 langkah praksis, yaitu: Kata Kunci dan Hikmah, Pemanasan, Inti Pelajaran, Model dan Praktik, Evaluasi atau Penugasan (Peace di Rumah) dan ditutup dengan doa. Dimana isi modulnya sendiri berisi pembelajaran yang full color, berisi games dan komik. Dengan demikian, modul pendidikan perdamaian ini dapat langsung dijadikan pembelajaran yang menyenangkan.

PeaceGen memang nir berhenti di pembuatan modul saja. Aksi nyata berupa praktik pembelajaran berdasarkan modul perdamaian merupakan aktivitas berikutnya. Pelatihan demi pelatihan bernapaskan perdamaian telah dan akan terus digulirkan. Salah satu saran utama pembelajaran modul perdamaian ini merupakan para pengajar maupun aktivis, supaya di lalu hari pembelajaran mengenai perdamaian ini bisa diajarkan pulang ke sekolah & komunitas masing-masing.

Pelatihan buat para guru (Training for Teachers) telah diadakan oleh PeaceGen baik secara berdikari juga pada banyak sekali bentuk kerjasama diantaranya: Sekolah CERDAS (Ceria, Damai & Siaga Bencana) yang adalah kerjasama PeaceGen menggunakan Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah) dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Kerjasama ini merupakan training terhadap para guru Sekolah Menengah pertama & SMU dengan peserta berasal dari 16 sekolah Muhammadiyah, 1 sekolah negeri dan tiga sekolah Kristen di Jawa Tengah. Rangkaian aktivitas Sekolah CERDAS dimulai berdasarkan ToT pengajar selama dua hari, dilanjutkan menggunakan pendampingan, pembentukan duta Sekolah Cerdas, implementasi pedagogi, pembangunan budaya & kebijakan sekolah selama enam bulan. Hasil dari proses penerapan Sekolah Cerdas pada 20 sekolah ini akan sebagai model percontohan buat 100 Sekolah Cerdas, hingga tahun 2018.

Kegiatan lanjutan pasca Sekolah CERDAS, pengajar–pengajar mengadakan training perdamaian pada siswa-siswinya di MTs Muhammadiyah 1 Magelang

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Sekolah Pembaharu Muda, adalah kerjasama PeaceGen dengan Surya Institute dan Ashoka. Di kegiatan ini, para guru diajak belajar tentang 12 nilai perdamaian dari PeaceGen, nilai-nilai changemaker dari Ashoka dan metode matematika Gasing dari Surya Institute.

Kegiatan pelatihan nilai-nilai dasar perdamaian untuk para guru

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Kick for Peace merupakan kegiatan lainnya yg adalah kerjasama PeaceGen menggunakan Papua United, berlokasi di Lapas Anak Bandung. Kegiatan ini melibatkan beberapa anak belia lintas kepercayaan , pembina lapas & anak-anak binaan. Pelaksanaan aktivitas berupa rangkaian pertandingan sepak bola yang dilanjutkan menggunakan kampanye pemugaran lapangan sepak bola pada Lapas Anak Bandung.

Kegiatan Kick For Peace pada Lapas Anak Bandung

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Peacesantren adalah kegiatan PeaceGen lainnya yang menggunakan modul 12 nilai dasar perdamaian. Kegiatan ini dilakukan untuk anak-anak muda usia SD, SMP dan SMA sebagai alternatif pesantren kilat saat Ramadhan. Uniknya, pembelajaran nilai-nilai dasar perdamaian ini bisa dilakukan secara bertingkat, yaitu dari guru-guru yang telah memahami 12 nilai dasar perdamaian mengajarkan kepada anak didik usia SMA, kemudian anak-anak SMA tersebut mengajarkan adik-adiknya di SMP, dan anak-anak SMP mengajarkan adik-adiknya yang berada di SD.

Kegiatan pembinaan nilai-nilai dasar perdamaian buat murid sekolah

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

PeaceGen juga sering mengadakan kegiatan seru lainnya dalam rangka menyebarkan nilai perdamaian. Diantaranya PeaceTival, yaitu festival perdamaian pertama yang dilakukan hampir setiap tahun. Acara Peace Camp, Talk The Peace, Walk The Peace, Eat for Peace yang dikemas sesuai tema perdamaian. Yang terbaru adalah PeaceZone, yaitu arena bermain permainan-permainan pertama di dunia yang bertemakan perdamaian.

Kegiatan PeaceTival yg diadakan pada Makassar, lepas 12 Februari 2017, adalah event musik, pameran & kegiatan seru dan mengasyikkan seputar perdamaian.

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Ajakan Terbuka buat Menjadi Agen Perdamaian

Bentuk berjejaring lainnya yang diinisiasi oleh PeaceGen adalah ajakan untuk menjadi Agen Perdamaian (Agent of Peace, selanjutnya disebut AoP). Dengan meniru struktur penyebaran virus, PeaceGen bermaksud mendorong peningkatan penyebaran nilai-nilai perdamaian di masyarakat melalui ajakan untuk menjadi agen perdamaian. Untuk menjadi AoP bisa dengan berbagai cara, diantaranya dengan belajar 12 nilai dasar perdamaian, menjadi volunteer, berdonasi dan sebagainya.

Para AoP diminta untuk mengajarkan 12 nilai dasar perdamaian ke komunitasnya masing-masing. Sedikitnya, setiap AoP membina dua orang calon AoP. Dari setiap calon AoP yang sudah dibina, melanjutkan membina 2 orang calon AoP, begitu seterusnya.

Saat ini, beberapa AoP yg sudah tahu 12 nilai dasar perdamaian membentuk beberapa kelompok lainnya buat semakin menyebarluaskan nilai-nilai perdamaian. Seperti misalnya, Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia yg berfokus pada kerjasama antar orang-orang muda lintas agama.

Permainan ular tangga perdamaian, sambil bermain, anak-anak dapat memahami nilai-nilai perdamaian

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Penutup

PeaceGen adalah bentuk konkret berjejaring pada dalam keberagaman. Hal ini dipahami menggunakan sangat baik oleh para pendiri juga tim yg mendukung keberlangsungan kegiatan PeaceGen sejak dahulu hingga saat ini. Berbekal keyakinan bahwa ?Kekerasan diawali menggunakan kondisi nir saling tahu? Maka koridor utama PeaceGen pada penyebaran nilai-nilai perdamaian adalah melalui pendidikan. Lantaran melalui pendidikan perdamaian, semakin poly orang menjadi tercerahkan, terinspirasi dan tergerak untuk berbagi pada lebih banyak orang lainnya. Selain itu, PeaceGen pula menyadari bahwa penyebaran nilai perdamaian tak bisa dilakukan sendiri. PeaceGen poly melakukan kegiatannya dengan berjejaring dan bekerjasama menggunakan banyak komunitas juga organisasi yang mendukung nilai-nilai perdamaian.

Dengan demikian, harapannya perdamaian senantiasa terjaga di bumi pertiwi kita, Indonesia. Salam perdamaian!

Kegiatan modern menurut PeaceGen, merupakan arena bermain dan belajar nilai perdamaian untuk anak-anak

Sumber foto : www.Peace-generation.Org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *