[OPINI]: Hobi yang Membebaskan
By: Date: November 25, 2017 Categories: Uncategorized

Oleh: Caroline Najoan

“Hobi kamu apa?”, “Kamu sekarang sedang senang ngapain?”, “Waktu luang kamu pilih diisi dengan apa?” adalah pertanyaan yang sering kita dengar atau lontarkan pada teman yang baru kita kenal. Bisa jadi sekadar lontaran basa-basi, mencari topik pembicaraan netral sebagai pembuka interaksi sosial, atau benar-benar ingin tahu. Pertanyaan yang sama juga kita lontarkan pada diri kita dari waktu ke waktu. Jawabannya pun akan bervariasi, mulai dari melamun hingga mengoleksi mobil mewah. Tak jarang jawabannya adalah “Tidak tahu.” atau “Masih bingung.” Hobi memang selalu asyik untuk ditelaah. Setiap orang senang menekuninya, kadang lebih tekun berhobi daripada bekerja. Beruntunglah mereka yang hobinya juga merupakan pekerjaannya. Uniknya, manusia adalah satu-satunya mahluk yang memilih untuk mempunyai hobi tertentu.

Jadi sebenarnya apa sih hobi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ?Hobi? Adalah kegemaran, kesenangan istimewa dalam waktu senggang, bukan pekerjaan primer. Wikipedia mengungkapkan bahwa hobi merupakan kegiatan rekreasi yg dilakukan dalam saat luang buat menenangkan pikiran seseorang. Rekreasi secara harafiah berarti membuat ulang adalah kegiatan yang dilakukan buat penyegaran pulang jasmani & rohani seseorang. Kegiatan ini dilakukan menggunakan sengaja.

Jika kita berangkat berdasarkan kedua definisi ini, maka mampu kita pastikan bahwa hobi merupakan aktivitas yang menyenangkan dan mendatangkan manfaat bagi diri kita. Setiap orang akan menentukan hobi menurut minat, selera, dan kesenangan masing-masing. Bisa saja seorang menentukan hobi pada pada ruangan atau pada alam bebas, hobi yang berkaitan dengan seni atau olah pikir, hobi yang dilakukan sendiri atau beserta grup. Hobi bisa dilakukan menggunakan indera atau tanpa alat. Melukis memerlukan kertas, cat, & kuas. Ada temanku yg hobinya menyimak pembicaraan penumpang Angkutan Umum bila beliau dalam perjalanan pergi menurut tempat kerja. Tingkat ekstrimnya suatu hobi pula mampu menjadi diskusi yang menarik. Hobi mengumpulkan kartu pos tentu tidak seekstrim hobi balap kendaraan beroda empat.

Manfaat yg diperoleh tiap orang juga akan tidak sinkron, meskipun hobinya sama, bahkan manfaat itu juga akan dirasakan oleh orang lain. Dua orang yg sama-sama memiliki hobi traveling akan menemukan pengalaman berharga yang tidak sinkron, satu orang sanggup terkesan lantaran rendezvous dengan seseorang masyarakat desa yang sangat senang mengobrol, sementara orang yang lain terkesan lantaran rona langit yang berbeda dengan yg setiap hari ditemui di kota tempat tinggalnya. Dari sekian banyak manfaat bagi diri kita, hobi bisa mendatangkan laba finansial karena karya yg didapatkan dari hobi laris terjual, kepuasan emosional karena hobinya ternyata meditatif, ruang sosialisasi meluas lantaran hobinya melibatkan orang poly.

Hobi mampu dibilang keliru satu nutrisi yang diharapkan oleh insan agar hidupnya sehat dan lengkap. Ibaratnya, seseorang hanya mengonsumsi karbohidrat saja, maka tubuhnya akan mengalami berbagai gangguan. Ia memerlukan asupan serat, mineral, & berbagai zat gizi lain pada takaran yg seimbang. Begitu juga dalam keseharian kita, pekerjaan primer tentu merupakan penekanan perhatian. Pekerjaan pilihan kita, yg paling menyenangkan sekalipun suatu ketika akan mengalami kejenuhan. Kita perlu rehat sejenak agar kesejukan dan tenaga baru mampu mengalir dalam fisik dan mental, sebagai akibatnya dalam bekerja pun kita punya sudut pandang yg lebih segar. Ide-pandangan baru, pemecahan kasus sanggup ada saat kita menjalankan hobi. Misalnya, seorang pe-hobi bersepeda bisa saja mendapatkan pencerahan saat ia menyusuri jalur-jalur baru pada hutan atau seorang pe-hobi gitar menemukan ide buat proyek arsitekturnya ketika melihat partitur musik yg menciptakan pola geometris yang unik.

Banyak alasan seseorang memilih hobi tertentu. Keinginan mencoba hal baru adalah salah satunya. Tiba-tiba muncul keisengan untuk mencoba origami, ternyata setelah berhasil membuat beberapa bentuk, seseorang merasa tertantang untuk mencoba bentuk-bentuk yang lebih rumit. Bahkan menciptakan sendiri langkah-langkah origami untuk membuat bentuk-bentuk yang belum pernah ada. Inspirasi dari karya orang lain juga mendorong seseorang untuk menekuni hobi. Misalnya, ketika melihat pameran foto, saja seseorang tertarik untuk memakai smartphone untuk menangkap momen dalam gambar-gambar. Kepuasan pada saat ia melihat hasilnya tentu akan mendorong sang pe-hobi baru ini untuk melakukan eksplorasi lebih jauh. Bisa juga seseorang mempunyai hobi baru karena terbawa teman-teman atau mode. Media sosial yang ada saat ini seperti Instagram dan Pinterest bisa menjadi sumber inspirasi dan ide untuk para pe-hobi. Dengan mudah kita bisa mendapatkan tutorial untuk berbagai jenis hobi, tautan komunitas yang berfokus pada hobi tertentu, dan berbagai pameran atau workshop yang berkaitan dengan hobi kita saat ini. Juga bisa menjadi ajang berbagi teknik dengan sesama pe-hobi. Ada orang-orang yang merasa harus punya hobi yang keren dan kekinian. Sekarang banyak orang menyatakan bahwa dirinya mempunyai hobi berkebun, terbawa oleh tren hidup yang serba organik dan melindungi bumi. Berapa banyak yang akan bertahan karena benar-benar mendapatkan kepuasan dari hobi berkebunnya dan berapa banyak yang berhenti dalam hitungan minggu karena berkebun ternyata butuh kesabaran dan ketekunan? Ada juga orang yang memilih hobi sesuai dengan tempat tinggal dan ketersediaan waktu. Beberapa teman memilih masak sebagai hobi karena tidak perlu meninggalkan rumah terlalu lama, hanya ke pasar dan sisa waktu bisa tetap bersama keluarga. Ada juga yang hobi yoga, mereka melakukan ashanas di ruang tamu apartemen saja sudah cukup.

Tetapi terdapat ketika-ketika eksklusif dimana hobi tersebut sebagai beban. Kita tidak sanggup menafikkan bahwa buat melakukan hobi, kita perlu meluangkan saat. Banyak orang malah mengalami stres pada saat tidak mampu menjalankan hobi yg paling diminatinya. Misalnya, seorang pekerja kantoran yg super sibuk mempunyai hobi mendaki gunung. Ia menjadi stres dalam waktu pekerjaan nir memungkinkan dirinya buat mengambil perlop atau memakai akhir minggu untuk pulang mendaki gunung. Dalam situasi inilah mungkin ia perlu memikirkan hobi lain supaya dia permanen mempunyai kesempatan untuk memberi gizi buat jiwa dan raganya. Hobi pula sanggup menjadi beban jika seseorang merasa wajib memakai alat-alat-peralatan sophisticated menggunakan harga yg mahal. Memang sahih buat beberapa hobi tertentu penggunaan indera-alat agar menerima hasil yg memuaskan. Kamera yg canggih tentu akan membantu oleh pe-hobi fotografi untuk menciptakan foto-foto yang latif, tapi kemampuan menangkap momen bukan tergantung dalam alat akan tetapi dalam diri oleh fotografer. Seorang penulis tidak perlu mengandalkan laptop paling sophisticated, cerita akan permanen mengalir berdasarkan dalam benak & hati meskipun dia menggunakan bolpen seharga seribu lima ratus & buku tulis sekolah. Hobi jua akan sebagai beban saat mulai ada asa pencapaian tertentu. Ingin cepat menuntaskan baju hangat rajutan akan menjadi tekanan sebagai akibatnya pe-hobi rajut tidak lagi menikmati prosesnya. Pujangga puisi yg kejar tayang menerbitkan antologi nir lagi mencecap istilah-istilah yg ditulisnya, baris-baris puisi tak lagi menyuarakan isi hatinya menggunakan lantang. Hal-hal inilah yang nantinya mendorong kita buat meninggalkan hobi yang dulu ditekuni lantaran nir lagi menaruh kepuasan. Ada pula pe-hobi yang jadinya bersaing satu sama lain atau memerlukan apresiasi menurut orang lain buat hasil pencapaian mereka. Hal ini akan membebani mereka. Ada yang lucu pada berhobi. Salah satu sahabat saya hobi menciptakan gelang persahabatan. Ia memulainya menurut ketertarikan pada pola-pola gelang persahabatan yang beliau lihat di internet. Teman-temannya sangat menyukai output buatan oleh pe-hobi, mereka kemudian ramai-ramai memesan padanya. Awal-awalnya oleh pe-hobi senang sekali lantaran pesanan membanjir, lama -lama ia jadi terbeban & akhirnya sama sekali tidak mau lagi membuat gelang persahabatan lagi.

Berbeda menggunakan pekerjaan, hobi sanggup ditinggalkan kapan saja & pada suatu ketika dimulai lagi. Seorang mak meninggalkan hobi menciptakan boneka karena melahirkan bayinya. Tetapi sehabis oleh anak sudah lebih besar , oleh ibu pulang membentuk boneka-boneka baru. Boneka-boneka itu sebagian dijual sang sang bunda, & ada jua yg dimainkan oleh putranya. Hobi jua bisa berganti kapan saja, sinkron dengan keinginan oleh pe-hobi. Seorang pe-hobi komik suatu ketika bosan dan menjual semua koleksi komiknya lalu menekuni hobi baru yaitu memelihara reptil. Komik telah nir membawa kepuasan seperti dulu, sang pe-hobi menemukannya saat ia merawat ular dan iguananya.

Hobi yang membebaskan adalah nutrisi yg terbaik bagi jiwa dan raga kita. Proses menentukan yg bebas, proses menekuni yg bebas, bebas berdasarkan keterikatan dalam peralatan, hasil & apresiasi orang lain, bebas buat melibatkan siapapun, bebas untuk melakukannya kapanpun, bebas untuk berhenti menekuni & berganti hobi. Kebebasan pada berhobi ini akan membawa jua kebebasan dalam berkreasi & meluaskan kesenangan yang kita dapatkan, beserta segala manfaat lain yang tiba bersamanya.

Selamat bebas berhobi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *