[Media] No Impact Man : Antara Inspirasi dan Idealisme
By: Date: November 28, 2017 Categories: Uncategorized

Judul : No Impact Man

Tahun : 2007

Genre : Dokumenter

Pemain : Colin Beavan, Michelle Conlin, Isabella Beavan

Produksi : An Eden Wormfeld films, Shadowbox Film and Laura Gabbort Film Production

Produser : Julia Parker Benello, Diana Barrett dan Dan Cogan

Editor : William Haugse A.C.E dan Matthew Martin

Durasi : 1 jam 29 menit

Bahasa : Bahasa Inggris dengan subjudul dalam bahasa Indonesia

Film ini merupakan kisah perjalanan seorang warga Amerika Serikat, Colin Beavan yang mencetuskan gerakan untuk tidak menghasilkan dampak terhadap bumi. Semua perjalanan gagasannya ini didokumentasikan dalam film dan buku yang berjudul No Impact Man.

Beavan yg pula seseorang penulis merasa sangat prihatin menggunakan gaya hayati orang Amerika yg sangat konsumtif & serba mewah. Ia mencoba hidup menggunakan nilai-nilai yg diyakininya benar. Cara yang ia tempuh bukan menggunakan membahas proteksi beruang kutub ataupun mempermasalahkan es yg tengah mencair pada kutub utara, akan tetapi lebih ke bagaimana kehidupan insan di kota, yang beraktivitas tanpa meninggalkan dampak buruk terhadap lingkungan.

Proyek ini awalnya disampaikan ke istrinya, Michelle, yg kecanduan menonton televisi & hobi belanja. Meski merasa berat dan tersiksa, Michelle mendukung gagasan suaminya. Apalagi proyek ini akan dilakukan selama 5-12 bulan dan diujicobakan dalam famili mereka sendiri, terhadap Michelle dan anak mereka, Isabella.

Satu persatu kebiasaaan tidak baik dalam keluarganya yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan perlahan dikurangi, bahkan ditinggalkan. Misalnya, menggunakan nir memakai tisu toilet, berjalan kaki atau bersepeda buat mengurangi emisi karbon, mengurangi pemakaian plastik, mengubah popok sekali pakai dengan popok kain, & sebagainya. Ke pasar pun membeli produk lokal sebagai kepedulian melestarikan tumbuhan lokal. Mereka juga membeli cacing untuk membuat kompos pada rumah.

Di dalam film tersebut juga terdapat adegan dimana Beavan dan keluarga melakukan sarapan terakhir di sebuah rumah makan dan berkomitmen tidak akan makan di rumah makan yang jarak tempuhnya lebih dari 250 mil dari rumah. Yang tak kalah menariknya, Michelle terpaksa menahan keinginannya untuk minum kopi espresso, karena kopi tersebut bukan produk lokal.

Secara sedikit demi sedikit proyek ini dilakukan menggunakan cara belajar sambil melakukan. Beberapa kasus ada, waktu Michelle ingin menambah anak & menginginkan pembagian tugas yang seimbang buat pekerjaan domestik antara Michelle & suaminya. Ada rasa murka & frustasi dalam diri Michelle. Sampai saat proyek keluarga mereka memasuki bulan keenam, saat menuju ke tahapan hidup tanpa listrik. Apakah Anda dapat membayangkan hayati tanpa listrik? Beavan tetap memakai panel matahari untuk aktivitas yg membutuhkan suplai listrik, misalnya mengetik perkembangan proyek keluarganya pada laptop & mengunduhnya di blog pribadinya. Prinsip Beavan merupakan, apapun sanggup dilakukan tanpa menghambat alam.

Dengan proyek yg dijalankannya itu, Beavan menjadi terkenal dan diwawancara oleh berbagai media baik dari pada maupun luar negeri. Banyak komentar yang menyatakan tak putusan bulat menggunakan apa yg dilakukannya, akan tetapi terdapat juga yg termotivasi. Meski sempat pesimis, Beavan bersemangat menjadi relawan di beberapa loka dan belajar banyak hal menggunakan beberapa sahabat yang sudah melakukan gerakan lingkungan yang berkelanjutan.

Dua minggu menjelang berakhirnya proyek ini, Beavan diundang ke beberapa sekolah buat berbagi pengalamannya mengenai hidup tanpa impak lingkungan. Hasilnya, tak kurang menurut 200 orang mahasiswa Universitas New York termotivasi buat mencoba hidup tanpa pengaruh lingkungan pada waktu seminggu. Salah satu jawaban Beavan yang relatif menyentuh yaitu jawaban atas pertanyaan berikut, ?Apabila aku akan menjalankan hayati tanpa impak lingkungan, manakah yang usahakan aku pilih, tidak memakai kantung plastik atau tidak memakai gelas plastik??. Jawaban Beavan cukup sederhana dan bahkan pada luar ekspektasi orang-orang, yaitu ?Apabila aku hanya akan melakukan satu hal, aku menentukan menjadi relawan pada organisasi lingkungan. Karena pada sana ada komunitas?.

Beavan adalah keliru seorang yang bisa menginspirasi orang-orang lain yg menghuni planet ini. Memang, kisah Beavan tampaknya sangat sulit untuk dilakukan. Bahkan, apabila segala hal di dalam film itu benar-benar dijalankan, mungkin sanggup menciptakan frustrasi orang yg menonton film ini. Anggapan terlalu idealis, sok menyayangi lingkungan, terlalu mengada-ada & lain sebagainya pasti akan terlontar. Tapi setidaknya, kita sanggup mencoba terlebih dahulu untuk mengurangi impak terhadap lingkungan. Ada beberapa hal mampu dilakukan, ada yg sulit, dan sama sekali nir dapat dilakukan, namun semuanya itu butuh proses.

Sayangnya, film ini masih menyisakan tanda tanya. Bagaimana hidup Beavan sekeluarga selesainya proyek ini terselesaikan? Apa saja yg sampai saat ini masih dilakukan buat mengurangi efek lingkungan? Apa pengaruh publikasi proyek ini terhadap lingkungan sekitar?

Film ini sangat menginspirasi & WAJIB ditonton oleh mereka yang ingin melakukan perubahan bagi dunia. Kalau kita mau berubah dan konsisten terhadap perubahan yg kita pilih, kita pun mampu menginspirasi orang lain buat berubah. Dari hal-hal yang kecil saja, yg mampu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengurangi impak negatif & meningkatkan dampak positif dalam membangun gerakan lingkungan yg berkelanjutan.

(Melly Amalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *