[JALAN-JALAN] Liburan ala Aktivis
By: Date: December 21, 2017 Categories: Uncategorized

Oleh: Melly Amalia

Di sela-sela kesibukan menjadi seseorang aktivis, kadang kita nir terdapat saat buat rehat sejenak beserta orang-orang terkasih. Apakah itu menggunakan orang tua, pasangan, anak atau bahkan teman. Berlibur adalah galat satu aktivitas menarik yang patut menjadi pertimbangan dalam mengisi waktu luang. Berlibur bukan sekedar nir ?Bekerja?, tapi sahih-sahih memanfaatkan waktu menggunakan mengisi kesenangan dan berkumpul beserta. Mungkin terdapat yg sekedar jalan-jalan pada lebih kurang kota atau terdapat pula yg sengaja merencanakan jauh-jauh hari sebelumnya buat berlibur ke luar kota.

Kebanyakan bagi seorang aktivis, waktu libur dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan dan refreshing dari aktivitas keseharian. Pilihan lokasi liburan menjadi salah satu pertimbangan utama. Ada yang memang pilihan sendiri, diskusi dengan pasangan atau bahkan memenuhi keinginan/minat anak.

Dari output wawancara menggunakan beberapa aktivis, loka favorit mereka buat berlibur merupakan pergi ke alam terbuka atau wilayah wisata alam seperti pegunungan, pantai, & laut. Tujuannya pun beragam, mulai berdasarkan menikmati keindahan alam & keagungan Tuhan, menikmati udara segar dan menenangkan jiwa. Menyaksikan keindahan alam yang ada dapat menciptakan kita mencicipi kebesaran Tuhan menggunakan menyaksikan kreasi-NYA.

Bila lokasi liburan menyesuaikan dengan permintaan anak, biasanya kriteria tempat yang dipilih adalah tempat yang nyaman dan aman untuk aktivitas anak. Ada arena bermain yang ramah anak, terutama yang mengandung  unsur edukasi untuk perkembangan anak. Contohnya mengajak anak ke museum, taman kota, taman hutan raya, outbond, dsb. Selain berwisata, anak-anak juga dikenalkan dengan budaya setempat termasuk potensi yang ada disana. Misalnya tentang jenis hewan dan tumbuhan yang ada, sejarah kawasan tersebut, dan sebagainya.

Pergi berlibur sanggup dilakukan beserta siapa saja. Bagi yg sudah memiliki pasangan atau famili, tentunya saat libur mereka dihabiskan beserta pasangan atau famili. Sedang buat aktivis yg belum berkeluarga, umumnya mereka bersenang-bahagia beserta kerabat atau teman. Bahkan ada pula yg merasa nyaman menikmati liburan sendirian saja.

Tapi kita juga mampu menikmati liburan di rumah dengan cara yg menyenangkan, disesuaikan menggunakan minat dan hobi masing-masing. Misalnya membuat kudapan manis, memasak bersama anak-anak,, berkebun, membuat karya seni atau membaca buku bersama anak-anak. Jadi, berlibur tidak melulu menggunakan bepergian ke luar kota atau keliling kota. Kita juga sanggup melakukannya di rumah. Yang krusial kualitas bersama famili permanen sebagai prioritas.

Selamat berlibur!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *