[EDITORIAL] PRO:AKTIF ONLINE NO 21/ DESEMBER 2018
By: Date: December 28, 2017 Categories: Uncategorized

Salam Transformasi!

Di penghujung tahun ini, Pro:aktif Online pulang hadir pada tengah-tengah Anda. Setelah dalam dua edisi sebelumnya kita merefleksikan kebutuhan dasar insan, yaitu pangan dan papan, kini kami mengajak pembaca sekalian buat merefleksikan ?Sandangdanquot; sebagai kebutuhan dasar manusia.

Manusia mengenakan sandang atau pakaian untuk berbagai hal antara lain: melindungi tubuh dari cuaca dingin maupun panas, kesopanan, mendukung tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu (misalnya: perenang, penyelam, koki (chef), tukang las, pegawai pabrik, dan sebagainya) atau sebagai penunjuk identitas budaya atau kelompok tertentu. Namun demikian, dalam proses produksi sandang terdapat beberapa masalah terkait lingkungan maupun manusia yang mendukung pengadaan sandang tersebut.

Maka, dibalut dalam tema ?Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Sandang pada Masa Kini? Kami hidangkan artikel-artikel yg diperlukan bisa membuka wawasan para pembaca sekalian untuk memahami lika-liku proses penyediaan kebutuhan sandang dikaitkan menggunakan informasi lingkungan yg berkelanjutan maupun kesetaraan bagi manusia yg terlibat di dalam setiap termin prosesnya. Mari kita simak citra artikel edisi kali ini.

Rubrik PIKIR yang dibawakan oleh Umbu Justin menggelitik kita dengan pemikiran mengenai pakaian sebagai indera pendukung pencitraan manusia, namun pada saat yg bersamaan, beliau begitu cepat & gampang dilucuti, sebagai akibatnya gambaran manusia seolah-olah cepat jua berganti. Hal yang paling menggelitik menurut artikel ini, merupakan interaksi antara prestise manusia dengan sandang yang dikenakannya. Apakah martabat manusia bisa berubah-ubah secepat atau semudah bergantinya pakaian di tubuh kita?

Rubrik MASALAH KITA dibawakan sang Any Sulistyowati, yg menuturkan tentang permasalahan seputar produksi sampai konsumsi sandang dikaitkan dengan dampaknya terhadap lingkungan & peradaban manusia. Ia menghadirkan sejumlah faktor penghambat manusia pada mengonsumsi sandang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, penulis memberikan saran buat menyikapi hambatan-kendala tersebut agar tercapai pemenuhan kebutuhan sandang yg lebih ramah bagi lingkungan maupun warga .

Rubrik OPINI menghadirkan artikel menurut Angga Dwiartama yang menelisik rantai produksi pakaian pada masa kini . Ia mengajak pembaca buat kilas balik perjalanan industri sandang dunia sejak sebelum revolusi industri sampai diciptakannya prosedur yg memungkinkan pakaian disajikan menggunakan cepat di hadapan konsumen. Dalam proses penyajian secara cepat itu, Angga memotret berbagai ketimpangan yg rupanya merugikan lingkungan maupun insan-manusia yg terlibat di dalamnya. Di akhir artikel, Angga menekankan pentingnya kiprah pada ujung rantai produksi-konsumsi pakaian, yaitu konsumen itu sendiri.

Rubrik TIPS menghadirkan artikel yg ditulis oleh Any Sulistyowati. Artikel ini membahas tentang penggunaan popok bayi. Ia menuliskan tentang kelebihan dan kekurangan 2 jenis popok, yaitu popok sekali pakai dan popok kain. Titik berat primer dari artikel ini adalah dalam langkah-langkah simpel penggunaan popok kain yang diyakini meminimalkan potensi kerusakan lingkungan dibandingkan penggunaan popok sekali pakai.

Rubrik MEDIA dibawakan oleh Jeremia yang menulis ulasannya mengenai sebuah film berjudul True Cost. Di dalam film tersebut digambarkan tentang biaya produksi sandang yang meningkat pesat dalam 15 tahun terakhir, tetapi produk sandang yang didapatkan dijual dengan harga murah & perusahaan pakaian masih mendapatkan laba yang relatif akbar. Pembuat film ini, Andrew Morgan dan para pendukungnya, melakukan penelitian & pendokumentasian mengenai porto-biaya ?Lainnya? Yang ditekan secara luar biasa demi meraup keuntungan yg demikian besar .

Rubrik JALAN-JALAN dibawakan oleh Yosepin Sri Ningsih. Dari carut marut industri sandang yang membawa kita semua pada keprihatinan isu lingkungan maupun keadilan dan kesetaraan manusia, Yosepin membawa kita pada geliat aktor-aktor yang membawa harapan baru terwujudnya proses produksi ramah lingkungan, serta memberdayakan manusia yang terlibat di dalamnya. Dua aktor yang digambarkan dari artikel ini, yaitu Kana Goods dan Bixa Batik, telah mewakili sekian banyak pelaku produksi sandang yang keluar dari mainstream produksi sandang masa kini.

Kait Nusantara, yg dibawakan oleh Nita Roshita pada Rubrik PROFIL, juga merupakan aktor pembaharu pada gerakan produksi sandang ramah lingkungan. Didukung sang lima wanita menggunakan latar belakang pendidikan yang tidak sinkron, Kait Nusantara berkecimpung memberdayakan rakyat pada pedesaan untuk secara arif menyelamatkan asal daya alam yg ada pada desa, sekaligus manfaatkan asal daya alam menjadi produk yang bernilai pakai.

Sebagai pendukung gerakan sandang ramah lingkungan dan setara bagi manusia yang terlibat pada dalamnya, Kail tentu mempraktekkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan produk pakaian di Rumah Kail. Oleh karena itu, Rubrik RUMAH KAIL yang dibawakan sang Didit Indriati menunjukkan pengalaman Kail pada pemanfaatan produk pakaian. Pengalaman ini tertuang dalam aktivitas-kegiatan bersama masyarakat kurang lebih, aktivis maupun pada praktek keseharian di Rumah Kail itu sendiri.

Akhir istilah, holistik artikel dalam edisi ini dibutuhkan menginspirasi kita seluruh,yaitu: (1) dimulai dari penelusuran sejarah produksi pakaian dunia, sampai perubahan yang terjadi di masa kini yang telah berperan dalam penurunan kualitas alam dan manusia. (2) berlanjut pada tawaran solusi yg perlu segera dipraktekkan, yaitu penyadaran bagi tiap individu, yg pada hal ini adalah konsumen pakaian. Sebagai konsumen, kita sadar, bahwa pada setiap pilihan dan tindakan kita telah turut berkontribusi kepada kualitas alam juga sesama manusia, & (3) penyadaran tersebut telah menjadikan beberapa aksi nyata dari beberapa pihak yang mengupayakan produksi sandang ramah lingkungan, kita perlu mendukung & sebisa mungkin menularkan aksi positif tersebut kepada semakin poly orang.

Akhir istilah, seiring dengan semangat pergantian tahun, ayo mulai upayakan agar kita seluruh semakin merogoh tanggung jawab terhadap pilihan & tindakan yg berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan sandang buat mendorong tercapainya kualitas hidup manusia yg lebih baik serta selaras menggunakan alam.

Navita K. Astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *