[MASALAH KITA] Aktivis dan Hobi : Menjawab Panggilan Tubuh dan Jiwa
By: Date: January 18, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Navita K. Astuti

Membaca – salah satu jenis hobi

Hobi didefinisikan sebagai aktivitas menyenangkan yang dijalani pada waktu senggang. Meski tak sedikit juga yang justru menekuni hobi sebagai profesi utama. Hobi dijalani untuk menjawab suatu panggilan tertentu yang berasal dari jiwa atau tubuh seseorang. Panggilan tersebut dapat kita terjemahkan sebagai kebutuhan, yaitu kebutuhan untuk merasa rileks, gembira, nyaman dan bebas. Kebutuhan seseorang untuk menjalani hobi layaknya manusia yang membutuhkan asupan oksigen dari udara untuk menyambung hidup mereka. Namun, sifatnya tentu berbeda antara kebutuhan untuk melakukan hobi dengan kebutuhan akan oksigen atau asupan gizi tertentu bagi tubuh. Ketika pada suatu kurun waktu tertentu manusia tidak menjalani hobi, ia tetap hidup dan mampu beraktivitas seperti biasa. Namun, hidup yang dijalani tanpa diwarnai dengan aktivitas hobi sama sekali, terasa kurang lengkap.

Hidup lengkap dan utuh merupakan hayati yang seimbang antara pemenuhan hak & kewajiban. Diri yang rileks, gembira, nyaman adalah kebutuhan tubuh & jiwa sekaligus hak setiap orang yang dapat dipenuhi dengan kegiatan hobi. Bagaimana upaya pemenuhan kebutuhan tubuh & jiwa yg dituangkan pada kegiatan hobi ini ditanggapi dan diperhatikan?

Artikel ini akan menguraikan bagaimana para aktivis menjawab kebutuhan akan hobi. Kiranya apa yang dialami sang aktivis yang sebagai narasumber dalam artikel ini waktu menjalani hobi dapat sebagai ilham bagi diri pembaca dalam menjawab kebutuhan diri masing-masing akan hobi.

Pentingnya Menjalani Hobi

Levi Anti, seorang psikolog sekaligus ibu dari 4 anak, menyatakan bahwa olahraga zumba dan berjalan kaki, adalah hobinya. Ia melakukan olahraga tersebut dengan tujuan agar merasa nyaman secara fisik dan emosional, sehingga siap sedia dan lancar dalam menjalani tugas-tugas harian. Ia menganggap mengalokasikan waktu untuk menjalani hobi olahraga ini penting, karena ketika aktivitas tersebut berhenti dilakukan, akan berdampak pada kondisi tubuh yang merasa kurang fit, sehingga menghambat kelancaran aktivitas rutin lainnya.

Bahrul Fuad, staf berdasarkan Pusat Kajian Perlindungan Anak UI memiliki hobi mendengarkan musik & menulis. Dengan menjalani hobi tersebut, dia bisa mengeluarkan dan menstrukturkan isi pikirannya ke pada sebuah goresan pena yang harapannya bisa dibagikan kepada orang lain. Mendengarkan musik dilakukannya buat memberi relaksasi pada pikiran ketika beliau sedang mentok pada melakukan aktivitas hariannya. Bahrul menganggap penting menjalani kegemarannya tadi, lantaran turut mendukung dirinya buat menguraikan kekusutan maupun kelelahan yang dialami ketika beraktivitas.

Merajut

Helen (bukan nama sebenarnya), seorang sekretaris di sebuah lembaga pelayanan pendidikan di Jakarta, memiliki hobi merajut, membaca dan menulis. Baginya, membaca itu seperti bernapas. Sebagian besar waktu luangnya ia gunakan untuk membaca. Selain itu, ia memiliki hobi merajut. Ketika Helen menganggap sebuah dukungan perlu dilakukan, maka ia pun menulis. Helen menganggap penting menjalani hobi-hobi tersebut. Dengan membaca, ia dapat mempertajam wawasan yang menjadi minatnya. Dengan merajut, ia mendapatkan ketenangan serta keseimbangan di dalam dirinya yang selama ini menjalani aktivitas rutin dan monoton. Pola-pola rajutan, bagi Helen, adalah tantangan untuk ditaklukkan dan rasanya menyenangkan menemukan bahwa pola yang tampak rumit menghasilkan rajutan yang indah. Dari situ, ia merasa senang mengetahui bahwa dirinya masih bisa berkarya dan mampu bertekun menghasilkan suatu karya.

Selly Agustina, seseorang mahasiswa pasca sarjana menurut Universitas Padjajaran memiliki hobi mengolah. Ia mengolah buat relaksasi dan memberi ketika buat dirinya sendiri. Ia menganggap hobinya itu krusial buat dijalani, lantaran selesainya segudang aktivitas dilakukan, beliau butuh buat mengendapkan seluruh pengalamannya. Dengan mengolah, dia menerima ketika personal untuk membisu & menerima ruang buat merefleksikan seluruh aktivitasnya.

Kukuh Samudra, seseorang mahasiswa S1 tingkat akhir, mempunyai hobi olahraga tenis. Dengan berolahraga tenis, beliau merasa senang & bebas, selain pula mendapatkan kebugaran. Tetapi demikian, olahraga tenis baginya tidak hanya sekedar kegiatan mencari keringat atau bersenang-bahagia. Akan tetapi, tenis membantunya buat membebaskan diri menurut beban pikiran, dan melatih logika & pengendalian emosi.

Testimoni kelima aktivis mengenai manfaat dari hobi yg mereka jalani memperkuat pendapat mengenai pentingnya menjalani hobi. Menjalani kegiatan yg digemari turut membantu mereka menyeimbangkan hidup dan melancarkan diri buat kegiatan-aktivitas lainnya.

Ketika Harapan Tak Sesuai Kenyataan

Ketika hobi dianggap hal yg diharapkan buat dilakukan, maka setiap orang ingin meluangkan saat untuk melakukannya. Setiap orang mengharapkan mempunyai waktu cukup untuk menjalani hobi di sela-sela kegiatan lainnya yang dijalani. Namun, adakalanya, kegiatan lainnya cukup menyedot perhatian dan waktu, sebagai akibatnya aktivitas hobi terpaksa dikesampingkan. Ketika hal ini terjadi, bagaimana dinamika para aktivis ini menghadapinya? Apa strategi mereka?

Levi Anti, mengalami pertentangan antara aktivitas olahraga yang direncanakan menggunakan aktivitas lainnya. Semuanya sama-sama ingin dilakukan. Namun, tentu dia harus memilih mana yg wajib didahulukan. Di saat itu, Levi Anti berpendapat, monolog amanah perlu dilakukan, kegiatan mana yg lebih krusial buat dilakukan. Ketika hobi disadari sebagai sebuah aktivitas yg krusial dibandingkan kegiatan yang lainnya, maka prioritas aktivitas akan secara alamiah bergulir memberi loka buat pelaksanaan hobi.

Bahrul menyatakan momen menulis tak jarang terlewat begitu saja lantaran aktivitas lain. Ada sedikit rasa sesal karena melewatkan momen menulis, tetapi dia tidak berhenti. Ketika ada setitik waktu di sela kesibukan, beliau menciptakan coretan dalam catatannya buat mengeluarkan pandangan baru-ilham tulisan yg mengalir di kepala. Di lain saat, waktu kesibukannya telah reda, dia akan pulang pada catatan coretannya tersebut & mengolahnya pulang buat menjadi suatu tulisan. Helen nir pernah secara ekstrim mengalami kesulitan buat melaksanakan hobinya membaca, merajut dan menulis. Baginya, sesibuk apapun dirinya melakukan kegiatan dan kewajiban yg tidak terkait hobi, ia selalu menemukan balik ketika untuk melaksanakan kegemarannya membaca, merajut & menulis. Hal ini ditimbulkan lantaran dirinya sudah membuahkan kegemarannya tadi sebagai bagian berdasarkan dinamika hidupnya.

Selly, melaksanakan hobinya memasak waktu semua kewajiban dan aktivitas rutinnya selesai. Dengan pembagian yg tegas antara kewajiban dan hobi memasaknya, Selly termotivasi buat merampungkan pekerjaannya, lantaran sesudah itu dia sanggup menghadiahkan saat bagi dirinya sendiri menggunakan aktivitas mengolah.

Kukuh mengalami kekacauan pada tubuhnya ketika usang tidak melakukan olahraga. Ia merasa lemas, mudah lelah & nir fokus pada berpikir. Ketika tubuhnya memberi frekuwensi demikian, maka dia mengusahakan buat segera berolahraga. Untuk mengantisipasi kekacauan yg terjadi, maka dia mengalokasikan saat buat tenis satu kali dalam seminggu, tanpa diganggu gugat. Jika dalam ketika yang direncanakan ia tidak bisa melaksanakan olahraga tenis, maka ia akan mencari waktu lain buat melaksanakan olahraga tenis.

Dari penuturan kelima aktivis mengenai kendala yg dialami dalam menjalani hobi, ternyata ada majemuk upaya yang dilakukan buat tidak melupakan atau meninggalkan hobi begitu saja. Terlihat bahwa menjalani hobi bagaikan melaksanakan sebuah janji atau komitmen bagi diri sendiri. Ia pula memberi perasaan bermakna menjadi seorang manusia, melalui karya atau kegiatan yang didapatkan. Bahwa tubuh dan jiwa ini perlu diberi siraman perawatan, layaknya tanaman yg perlu diberi pupuk supaya tumbuh sehat & fertile.

Penutup

Meskipun mungkin terlihat menjadi aktivitas yg kurang berfokus, hobi adalah kegiatan krusial buat menopang ekuilibrium diri seseorang. Menjalani hobi adalah pertanda terima kasih dan sayang kita pada jiwa dan tubuh kita masing-masing. Terpenuhinya kebutuhan jiwa dan tubuh melalui hobi memberi kesempatan bagi seorang buat memperbaharui diri dan mengisi diri menggunakan semangat yang baru buat melanjutkan aktivitas sehari-hari. Kita perlu jangan lupa bahwa kita pun perlu peka dalam kondisi tubuh dan jiwa kita bilamana ia membutuhkan ?Perawatan? Melalui kegiatan kegemaran. Kendala buat menjalani hobi tak jarang hadir melalui aktivitas yg terlihat lebih mendesak dan krusial. Memprioritaskan kegiatan berhobi buat menjawab panggilan tubuh & jiwa, atau mengabaikan panggilan tersebut buat mengedepankan hal-hal yg dipercaya lebih penting, berpulang balik pada pilihan hidup kita masing-masing. Mana yang kita pilih untuk mencapai kualitas hayati yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *