[TIPS] MEMULAI HIDUP SELARAS ALAM
By: Date: January 29, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh : Any Sulistyowati

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah membuat insan bisa memasak alam menggunakan semakin baik. Hasilnya adalah peningkatan kualitas hidup yang bisa kita rasakan saat ini. Masalahnya cara insan mengolah alam acapkali kurang memperhatikan batas daya dukungnya. Penurunan kualitas alam, krisis sumberdaya dan penumpukan limbah terjadi di mana-mana, pada semua dunia. Situasi ini sudah menimbulkan kasus, baik bagi alam & akhirnya bagi manusia sendiri.

Banyak orang telah menyadari situasi ini dan kemudian melakukan inisiatif-inisiatif untuk pemulihan kualitas alam. Salah satu upaya yg dilakukan adalah dengan menerapkan & mempromosikan gaya hayati selaras alam. Tidak sedikit duduk perkara-persoalan yg dihadapi pada melaksanakan inisiatif ini.

Salah satu tantangan yang dihadapi untuk hidup selaras alam adalah secara sadar memilih hidup dengan cara yang berbeda dengan cara hidup kebanyakan orang. Salah satunya adalah dalam penggunaan dan pemilihan sumberdaya. Gaya hidup yang dominan berjalan saat ini mendorong kita untuk mengonsumsi lebih banyak barang, mengikuti mode terbaru dan pola hidup instan yang tercermin dalam penggunaan barang-barang sekali pakai. Hal tersebut diperkuat dengan iklan-iklan yang ada di TV, Koran, majalah, papan reklame, dan juga berbagai saluran media sosial. Berhadapan dengan tawaran (seringkali kita rasakan sebagai tuntutan) gaya hidup tersebut, gaya hidup selaras alam seringkali terkesan kurang populer, ga asyik, aneh, pelit, ga up to date dan membosankan.

Menanggapi hal ini, poly inisiatif mempromosikan gaya hayati selaras alam mulai bermunculan. Mulailah ada promosi-promosi tentang pentingnya gaya hidup baru ini. Berbagai produk dimunculkan dengan label ramah lingkungan. Para seniman dan tokoh masyarakat pun terlibat buat menerangkan betapa pentingnya produk-produk tadi pada pada mendukung gaya hidup yg baru dipromosikan ini. Masalahnya, produk-produk ini muncul di tengah gaya hidup di mana semakin banyak mengonsumsi berarti semakin keren. Para pembeli merupakan raja. Akibatnya, meskipun produknya sendiri mungkin ramah lingkungan dan selaras alam, namun tanpa mengubah pola hayati yang boros penggunaan sumberdaya yang melekat pada rakyat kita, krisis alam pun masih akan terus berlanjut.

Persoalan lain dengan produk-produk tadi merupakan, dengan label ramah lingkungannya, umumnya harganya lebih mahal dari produk lain homogen yang nir berlabel ramah lingkungan. Harga ini tentu saja berpengaruh pada daya beli. Akhirnya yang bisa mengkonsumsi produk-produk tadi merupakan mereka-mereka yg memiliki uang lebih. Padahal mereka yg memiliki uang lebih hanyalah sebagian kecil menurut rakyat. Masyarakat kebanyakan permanen wajib menggunakan produk-produk yang merusak alam. Akhirnya, kerusakan alampun masih terus berlanjut.

Apakah benar bahwa gaya hidup ramah lingkungan itu sulit, ga asyik dan mahal pula? Jawabannya tidak selalu. Semua tergantung pilihan. Beberapa organisasi di Bandung, termasuk organisasi saya, Kail, mencoba menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan di dalam kegiatan maupun kehidupan sehari-hari kami. Kami berusaha membuat hidup selaras alam semudah mungkin, semurah mungkin dan seasyik mungkin. Kami berusaha mencapai kualitas hidup setinggi-tingginya, dengan dampak yang seminimal mungkin terhadap alam; dan juga dengan biaya yang sesuai dengan kantong kami, aktivis dengan penghasilan pas-pasan. Bagaimana caranya?

Menanam & mengolah kuliner sendiri

Berkebun sebagai cara pemenuhan pangan berdikari

Di zaman modern ini, makanan umumnya dari menurut hasil produksi pertanian. Kebanyakan menurut produk pertanian itu diolah menggunakan cara pertanian modern yg memakai pestisida dan pupuk kimia. Pola pertanian ini tidak sehat baik bagi alam dan pula bagi insan. Penggunaan pupuk kimia akan menyebabkan tanah makin tergantung pada pupuk & mengalami penurunan kesuburan dalam jangka panjang. Penggunaan pestisida yang ditujukan buat meracuni hama pada akhirnya akan meracuni hasil panen yang kita konsumsi. Salah satu cara mencapai hidup sehat merupakan dengan mengonsumsi produk pertanian organis. Sayangnya, harga produk organis umumnya lebih mahal dari produk biasa.

Untuk mengantisipasi hal itu, kita mampu menanam kuliner kita sendiri. Dengan menanam sendiri, kita sanggup mengontrol bahan-bahan apa saja yg kita pakai pada dalam produksi pangan kita. Menanam bahan makanan tidak terlalu sulit, asalkan kita memilih menanam produk-produk lokal yang gampang tumbuh dan sesuai dengan iklim di tempat kita menanam. Apabila kita bisa menanam kuliner sendiri, maka kita mampu menyediakan makanan sehat, lokal, organis dari kebun sendiri. Semua itu sama sekali nir mahal, segar & sekaligus sehat.

Di Kail, kami mempunyai sejumlah kebun yg berisi beraneka tumbuhan butir & sayur. Kebun tadi dikelola dengan cara yang tidak terlalu intensif. Para staf mengurusnya di ketika luang. Selain itu hanya terdapat satu petugas kebun yang memelihara kebun setiap hari. Sebagian dari kuliner yang kami konsumsi selama aktivitas diambil dari kebun tadi. Makanan yang didapatkan memang makanan-kuliner sederhana, sangat lokal namun yg niscaya sehat dan segar.

Menanam, memelihara & memanen kuliner sendiri tentu membutuhkan waktu. Namun pulang ke pasar, warung, toko dan restoran pun memerlukan waktu. Tinggal kita memilih, saat yang terdapat akan dipakai buat apa? Apakah buat berjalan-jalan pada mall untuk menentukan di restoran mana kita akan makan malam ini, atau berjalan-jalan pada kebun buat menentukan sayuran mana yg akan kita petik untuk makan malam kita? Untuk yang pertama, kita akan memerlukan sejumlah uang, yang kita dapatkan berdasarkan bekerja. Untuk yg ke 2, kita dapatkan menurut bekerja pula, tetapi di kebun sendiri. Semua itu merupakan pilihan.

Memilih barang yang awet & memakai barang selama mungkin

Di Kail, para staf menggunakan sedotan stainless sebagai pengganti sedotan plastik. Kami membawanya kemana pun sehingga kalau kami beli jus atau minuman lainnya, kami tidak perlu menggunakan sedotan plastik. Sedotan stainless tersebut bisa dicuci dan digunakan kembali. Jadi kami dapat mengurangi sampah. Pengurangan sampah sedotan terkesan sedikit, tetapi apabila banyak orang melakukannya maka akan berarti juga pengurangan itu. Harga sedotan ini tidak terlalu mahal. Jika pesan online, harganya sekitar Rp. 6000,- sampai Rp. 10.000,- per batang, tergantung membelinya berapa banyak.

Penggunaan sedotan dari bahan stainless steel buat mengurangi sampah plastik

Di Kail kami jua mempromosikan penggunaan barang bekas. Tujuannya merupakan untuk memperpanjang umur barang-barang yg kita pakai. Setiap tahun kami mengumpulkan barang bekas, & menjualnya buat rakyat kurang lebih. Kadang kami jua ikut membeli, jika masih ada yang tersisa. Hasil penjualannya kami pakai buat menjalankan kegiatan-aktivitas buat masyarakat sekitar.

Rumah Kail pun poly memakai bahan bekas, mulai berdasarkan kayu, kaca, genteng, keramik buat lantai hingga kloset. Penggunaan barang-barang bekas ini lumayan menghemat biaya pembelian material. Tantangannya adalah ketika mencari barang material bekas, kadang kita tidak mampu menerima barang menggunakan ukuran, warna & corak yang sama sejumlah yg kita perlukan. Untuk itu kita perlu pandai -pintar memadu-padankan barang-barang yg beragam agar didapatkan kombinasi yg serasi dan lezat dilihat.

Kegiatan-kegiatan Kail banyak menggunakan bahan-bahan bekas. Kami mengumpulkan berbagai barang sisa, seperti kain perca, potongan kertas, kayu, daun dan banyak hal lagi untuk suatu saat dijadikan sesuatu yang berguna. Jika ada bahan dan barang yang tersisa, maka kami menyimpannya untuk kemudian hari. Siapa tahu masih bisa dipakai.  Tantangannya adalah di sistem penyimpanan. Kadang-kadang kami lupa telah menyimpan sesuatu. Lalu akhirnya kami menggunakan bahan lain, atau bahkan barang baru. Selain itu kami juga membutuhkan ruang untuk menyimpan barang-barang bekas tersebut. Nah, kedua hal tersebut masih dalam proses pemikiran untuk dapat dicarikan penyelesaiannya.

Membeli dalam bungkus akbar

Pembelian barang pada kemasan besar buat mengurangi sampah

Kemasan merupakan salah satu sumber sampah. Kemasan digunakan untuk mempermudah penyimpanan, proses transportasi, serta memperindah tampilan benda. Ketika benda tersebut digunakan atau dikonsumsi, kemasan tidak digunakan lagi. Kebanyakan kemasan kemudian menjadi sampah dan dibuang. Ada banyak jenis kemasan. Beberapa di antaranya sulit atau tidak dapat digunakan lagi. Kalaupun bisa, perlu usaha yang sangat keras atau biaya yang lebih mahal dibandingkan hasil yang didapatkan.  Contoh-contoh kemasan seperti ini adalah kemasan sachet shampoo dan kantong plastik bumbu dalam mie instan.

Untuk mengurangi kemasan yg kita buang dan mempertinggi penggunaan balik kemasan tadi, pilihlah bungkus yang paling besar yang tersedia pada pasaran. Jerigen bekas minyak goreng 5 liter, lebih bisa kita manfaatkan kembali dibandingkan botol minyak goreng yang satu liter. Selain lebih awet, jerigen lima liter bisa kita manfaatkan buat banyak sekali hal ketimbang kemasan yang satu liter yang lebih cepat rusak. Demikian jua waktu kita jual ke tukang loak. Harga jerigen 5 liter pastilah lebih mahal daripada botol plastik satu literan.

Hal lain yang bisa digunakan untuk mengurangi kemasan merupakan membeli barang tanpa bungkus. Di Kail, kami bekerjasama dengan warung-warung lokal supaya ketika kami membeli, kami dapat membawa wadah sendiri. Pada awalnya mereka merasa tidak nyaman melayani pembeli tanpa memberikan bungkus, atau setidaknya kantong keresek. Tetapi selesainya kami jelaskan, mereka mulai tahu & mengikuti pola belanja tanpa bungkus yang kami inginkan.

Memakai wadah sendiri buat pembelian kuliner mentah & jadi bisa mengurangi sampah plastik

Memanfaatkan kapital sosial

Kadang-kadang kita tidak mempunyai relatif poly uang buat membeli produk dalam kemasan akbar. Untuk itu, kita perlu berbagi cara lain . Salah satu cara yg bisa dipilih adalah dengan membangun modal sosial. Di dalam kasus bungkus, kita bisa permanen membeli kemasan besar , kemudian kita berbagi atau patungan menggunakan teman-teman yg lain. Masing-masing menurut kita kemudian membawa wadah sendiri. Dengan demikian kita akan mengurangi sampah sekaligus membangun persahabatan menggunakan sahabat-sahabat.

Kasus berbagi ini pula dapat diterapkan dalam poly hal lainnya, seperti menumpang di mobil atau motor kawan dan kebalikannya. Kita dapat mengembangkan porto bahan bakar. Selain mengurangi porto yang harus kita tanggung, hal ini juga mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Untuk itu, di pada aktivitas-kegiatan Kail kami mendorong para staf & peserta pelatihan untuk datang beserta buat menghemat porto transportasi dan emisi karbon.

Kita juga dapat saling berbagi hasil kebun, hasil kuliner, membuatkan atau bertukar barang yg nir kita perlukan lagi dan seribu satu macam membuatkan lainnya. Dengan mengembangkan, kita mampu mengurangi barang-barang yg nir kita perlukan lagi, mempertinggi nilai manfaat barang tadi lantaran digunakan pulang oleh orang yang menerima sekaligus mempertinggi interaksi baik dengan kawan-kawan kita.

Menikmati gaya hidup kita

Hal penting lain dalam mempromosikan gaya hayati selaras alam merupakan sikap kita terhadap gaya hayati kita sendiri. Kita perlu menikmati pilihan gaya hayati ini & secara konsisten menerapkannya. Untuk kami di Kail, merupakan sebuah pujian jika kami bisa hidup selaras alam namun dengan biaya yg semurah mungkin serta proses yang semudah mungkin. Jadi kami terus mencari terobosan-terobosan baru buat menaikkan kualitas hayati sekaligus menaikkan kualitas alam menggunakan biaya sesuai ketersediaan "kantong". Seluruh proses ini kami rasakan & bagikan kepada mereka yg berkunjung ke Rumah Kail. Apabila kita sendiri nir menikmati gaya hayati ini, bagaimana kita dapat mengajak orang lain bergabung?

Nikmatilah hidup kita sendiri!

Demikianlah beberapa tantangan dan kiat hayati selaras alam. Di luar hal-hal pada atas, tentu masih poly lagi tantangan dan kiat-kiat lainnya. Apapun tantangan yang kita hadapi, kunci penyelesaiannya merupakan menjadi berikut. Pertama-tama, kita perlu memahami prinsip-prinsip keberlanjutan alam. Kedua, kita perlu memiliki kreativitas buat menerapkan prinsip-prinsip tadi di dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu jeli melihat apa yg ada di kurang lebih kita. Semakin lokal semakin baik. Yang terbaik (paling lokal) tentu yg kita hasilkan sendiri di tempat tinggal kita sendiri. Untuk itu, yg ketiga, kita perlu belajar, mendidik diri sendiri buat bisa membuat produk-produk yg kita perlukan untuk kehidupan kita. Orang-orang tua dulu mempunyai ketrampilan tadi. Sayangnya ketrampilan tersebut semakin usang semakin menghilang. Semakin hari, kita semakin tercerabut dari ketrampilan-ketrampilan tadi. Hidup kita sebagai semakin tergantung pada barang-barang pabrik. Apabila krisis tiba, kita menjadi tidak berdaya.

Akhir kata, membentuk hayati selaras alam pun berarti menaikkan kemampuan kita memanfaatkan alam kurang lebih buat pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas hidup kita. Dan lebih baik lagi, jikalau kita pula mengajak kawan-kawan kita menjadi lebih berdaya buat memilih hayati yang lebih berkualitas.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *