[TIPS] Daur Ulang Popok Sekali Pakai: Usaha Menghindari Kebangrutan dan Lebih Ramah Lingkungan
By: Date: February 17, 2018 Categories: Uncategorized

Bagi para orang tua yang mamiliki bayi, tentu menyadari bahwa popok sekali gunakan, yg dikenal menggunakan aneka macam merek dagang, misalnya pampers, huggies dsb, merupakan galat satu pengeluaran yang bisa membuat orang tua bangkrut. Bayangkan, sehelai popok sekali gunakan homogen-rata dijual dengan harga antara Rp. 1500,- hingga Rp. 2500,-. Menurut iklan salah satu merek terkemuka, popok mereka bisa menyerap sampai 6 kali pipis, tetapi tentu saja hanya buat satu kali buang air besar .

Artinya, buat bayi yang baru lahir, yang pipis berkali-kali dan buang air besar berkali-kali akan diperlukan setidaknya 3-4 popok sekali gunakan dalam sehari. Artinya orang tua wajib mengeluarkan uang (ambillah harga termurah, Rp. 1500,-) sebesar Rp. 1500,- X 3 sampai 4 popok perhari X 30 hari per bulan, atau Rp. 135.000,- sampai Rp. 180.000,- per bulan. Bayangkan seorang aktivis LSM yg bergaji Rp. 1 juta sebulan (inipun telah adalah penghasilan yang besar buat kebanyakan aktivis LSM di Indonesia) harus mengeluarkan 18% gajinya hanya buat popok anaknya! Belum kuliner, belum susu, belum porto ke dokter anak yang tarifnya selangit jikalau kebetulan anak kita sakit!

Apa sih kelebihannya popok sekali pakai ini, sehingga begitu populer? Pertama-tama, produsennya menjamin bahwa merupakan bukti cinta orang tua pada bayinya. Mengapa? Lantaran jika bayi pipis, pipisnya nir akan merembes ke mana-mana tentang baju dan selimutnya sehingga tidurnya terganggu. Bayi akan tidur nyenyak & dengan demikian akan lebih tumbuh sehat. Selain itu mereka pula menjamin bahwa popok mereka lebih bersih. Bayi akan bebas berkecimpung waktu tidur dan bermain tanpa harus bocor. Kedua, lebih simpel buat orang tua lantaran nir perlu seringkali mengganti popok dan acapkali berurusan dengan kotoran bayi. Ketiga, ramah lingkungan lantaran akan lebih berhemat penggunaan air & mengurangi penggunaan deterjen yg mencemari saluran air.

Lalu, bagaimana tanggapan para penentang penggunaan popok sekali gunakan ini? Terkait dengan si bayi. Pertama-tama, material yang dipakai dapat mengakibatkan iritasi dalam kulit bayi yg sensitif. Kedua, akan mengakibatkan bayi lebih lambat belajar menggunakan toilet lantaran terbiasa pipis di mana-mana tanpa resiko terkena basahan yang membuatnya tidak nyaman. Ketiga, popok ini mungkin pula nir terlalu nyaman bagi bayi misalnya yg diiklankan, lantaran meskipun nir bocor, selesainya terdapat pipisnya tentu popok sekali gunakan ini akan sebagai lebih berat. Tentu nir terlalu nyaman, kalau celana kita, meskipun kering permukaannya tetapi berat dan tebal lantaran di dalamnya penuh cairan. Kecuali kalau mau sering-acapkali diganti, dan berarti pengeluaran yg makin memeras kantung. Terkait dengan lingkungan, argumen yg diungkapkan pembuat memang sahih, tetapi mereka menyembunyikan liputan bahwa popok sekali gunakan yang sudah digunakan pun merupakan limbah, & lebih parah berdasarkan deterjen yang masih bisa diolah limbahnya bila di bawah ambang batas, limbah popok sekali pakai merupakan 1 menurut sekian jenis limbah (10% menurut total limbah) yang nir dapat diuraikan. Artinya,begitu dibuang dia akan tetap tetap sebagai sampah selama-lamanya, atau setidaknya hingga sebuah teknologi baru buat mengolah limbah ini ditemukan. Yang ke 2, meskipun berhemat air lantaran nir perlu dicuci, sumberdaya yg diguankan yg digunakan buat menciptakan popok sekali gunakan lebih poly daripada popok yang bisa dipakai berulang kali. Jadi berdasarkan kedua sisi ini, popok sekali pakai sama sekali tidak ramah lingkungan.

Jadi satu-satunya klaim penghasil yang sanggup disetujui sang para penentangnya merupakan kepraktisan bagi orang tua. Hanya saja kepraktisan ini wajib dibayar menggunakan biaya tinggi baik berdasarkan segi finansial, impak lingkungan dan bagi si bayi. Kepraktisan ini memang memudahkan terutama, misalnya pada bepergian jauh. Tentu sulit buat acapkali mengubah popok apalagi apabila menggunakan tunggangan umum di mana tidak selalu tersedia fasilitas buat mengganti popok dan air yg memadai. Kedua, ketika mengikuti program penting yg membutuhkan konsentrasi penuh buat jangka saat usang sebagai akibatnya nir sempat mengganti popok & membersihkan kotoran-kotoran bayi. Ketiga, untuk tidur malam hari agar orang tua bisa tidur nyenyak dan beristirahat cukup tanpa gangguan tangisan bayi yang alas tidur dan bajunya basah.

Apabila hal ini terjadi, dan pilihan memakai popok sekali pakai terpaksa diambil; mungkin setelahnya anda merasa bersalah dan bangkrut. Berikut ini merupakan tips buat mengurangi rasa bersalah anda & mengurangi pengeluaran anda buat popok sekali gunakan sekaligus lebih ramah lingkungan menggunakan memperpanjang umur gunakan popok sekali gunakan.

1. Gunakan popok sekali gunakan yg baru hanya buat keperluan yg sangat mendesak, misalnya dalam perjalanan jauh, anak sakit diare sebagai akibatnya tak jarang buang air dan mengganggu tidurnya sementara ia butuh poly istirahat & malam hari buat bayi mini yang masih amat acapkali pipis (buat bayi yang lebih akbar dan mulai bisa mengatur pipisnya/lebih jarang, popok sekali pakai tidak perlu digunakan lagi).

2. Pilih popok sekali gunakan menggunakan jahitan yang kuat dan perekat yang dapat dipakai lagi/tidak rusak pada sekali pemakaian.

3. Gunakan popok sekali pakai berulang kali menggunakan cara:

a. Bersihkan popok sekali pakai yan telah digunakan dengan cara membuang bagian popok sekali pakai yang menyerap cairan sehingga menjadi popok yg terdiri menurut lapisan luar yg terbuat dari plastik & lapisan dalam yang lebih lembut.

B. Cuci bersih popok sekali gunakan ini dengan sabun & jemur misalnya sandang bayi lainnya sampai kemarau dalam kedua permukaannya.

C. Lapisi bagian atas dalam popok sekali pakai yg sudah dicuci dengan lapisan kain yg cukup tebal & menyerap air. Sebaiknya pakai kain katun yang lembut dan menyerap air.

D. Popok sekali gunakan siap buat digunakan sekali lagi.

E. Untuk pemakaian selanjutnya, cucilah popok itu sehabis kotor dan dapat digunakan lagi berulang kali sampai perekatnya rusak atau ada bagian popok yang putus.

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *