[TIPS] YOGA SEBAGAI CERMINAN DIRI
By: Date: February 18, 2018 Categories: Uncategorized

Oleh: Dyah Synta

Untuk sebagian besar orang, yoga adalah salah satu alternatif olah raga yg menyenangkan. Umumnya dilakukan pada pada ruangan sebagai akibatnya tidak perlu terhambat sang cuaca, termasuk keliru satu olah raga yg low impact sebagai akibatnya terkesan gampang buat dilakukan, dan nir memerlukan alat-alat spesifik sebagai akibatnya lebih murah. Sekitar enam tahun yang lalu, saya sendiri merupakan keliru satu orang yg mulai tertarik untuk melakukan yoga lantaran alasan-alasan tersebut.

Sayangnya, banyak orang yg enggan memulai beryoga karena satu alasan yang seragam, yaitu membuat malu. Tentunya rasa membuat malu ini bukan semata-mata timbul karena belum mengenal siapa-siapa di dalam komunitas yoga. Yang lebih tak jarang terjadi adalah timbul rasa malu karena merasa tidak jago, sebagai akibatnya takut mempermalukan diri di sendiri pada pada kelas yoga. Tentu saya jua pernah berada pada fase ?Membuat malu? Tadi, akan tetapi tidak perlu saat lama hingga akhirnya aku menyadari bahwa fase itu sebenarnya hanya bentuk kekhawatiran yang nir dalam tempatnya.

Kenyataannya, kelas yoga nir pernah diperlakukan menjadi sebuah kompetisi & saya belum pernah berada pada dalam kelas yoga yg diakhiri menggunakan pengumuman ranking peserta mulai dari yang paling jago hingga yang paling nir jago. Kenyataannya, menjadi peserta kelas, setiap kali mengikuti kelas yoga aku tidak pernah mempedulikan siapa yg jago dan siapa yg nir. Bukan berarti aku menduga peserta lain tidak penting. Saya justru sangat semangat untuk mempunyai sahabat-sahabat baru berdasarkan setiap kelas?Baik yang saya ikuti menjadi peserta juga menjadi guru. Tapi buat aku , saat aku melakukan suatu bentuk postur atau asana, aku nir melakukannya buat dipandang atau dinilai oleh orang lain?Saya melakukannya untuk aku sendiri.

Ketika menyadari ini, aku sebenarnya ragu buat meyakini kebenarannya. Sulit buat menerima bahwa aku diperbolehkan buat menyikapi setiap asana menggunakan cara yg aku rasa terbaik untuk saya. Mungkin karena sejak mini segala sesuatu yang berhubungan dengan istilah ?Kelas? Hampir selalu diikuti menggunakan istilah ?Nilai?, ?Peringkat?, dan lain sebagainya. Jadi bukan hal yg gampang buat menerima bahwa pada kelas yoga, aku tidak diminta buat menerima ?Nilai? Yg setinggi mungkin.

Lama kelamaan, pencerahan mengenai hal inilah yang membuat saya semakin mencintai yoga. Ketika aku menyadari bahwa sekian belas jam setiap hari aku habiskan buat berkomunikasi dengan orang lain pada banyak sekali bentuk, satu atau dua jam beryoga menjadi sebuah kemewahan dimana saya?Akhirnya?Bisa berkomunikasi menggunakan diri aku sendiri.

Dalam satu hingga dua jam, aku nir perlu khawatir tentang persepsi yg terbentuk mengenai aku dan nir perlu mengkhawatirkan penilaian orang lain terhadap aku . Saya menemukan keasyikan tersendiri waktu saya diperbolehkan untuk ngobrol menggunakan diri saya, menciptakan koneksi dengan irama napas aku , mencicipi segala perubahan dinamika detak jantung dan suhu tubuh aku . Meskipun hanya buat ketika yg terbatas, tapi saat itulah aku merasa sanggup ?Melihat? Banyak hal tentang diri saya. Karena apabila diibaratkan menggunakan sebongkah gunung es, ?Siapa saya? Yang aku komunikasikan menggunakan orang lain hanyalah sebagian mini berdasarkan diri aku . Sebagian besar diri aku yang lainnya?Pemikiran, perasaan, emosi, dan bahkan energi?Adalah ?PR? Yg harus aku selami & cari tahu sendiri, galat satunya melalui yoga.

Pengalaman inilah yang selalu ingin aku bagikan pada setiap kelas yoga aku , bahkan melalui setiap kesempatan yg memungkinkan. Ada banyak sekali cara buat mengeksplorasi diri kita melalui yoga. Beberapa contoh sederhananya adalah:

1. Pernapasan

Napas adalah kegiatan yang paling setia menemani keseharian, namun juga paling sering kita abaikan. Karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa salah satu cara termudah untuk mengenali diri kita adalah dengan menyadari bagaimana kita bernapas. Duduklah dalam posisi yang nyaman dengan posisi tulang belakang (spine) netral, jauhkan bahu dari telinga untuk menghilangkan ketidaknyamanan yang mungkin muncul di area bahu dan leher.

Pejamkan ke 2 mata, lalu fokuskan perhatian pada napas. Mulai menggunakan irama napas yang alami tanpa berusaha mengontrolnya, kemudian sadari bagaimana tubuh Anda bereaksi dalam setiap tarikan & hembusan napas. Selama 3-5 mnt, Anda bebas buat menikmati cara Anda bernapas.

Dua. Twisting

Dalam posisi duduk bersila, tarik napas yang dalam sambil berusaha meninggikan ubun-ubun ke arah langit-langit sekaligus memanjangkan spine. Pastikan tulang duduk tetap stabil di atas lantai atau matras sehingga Anda bisa merasakan ruas-ruas tulang punggung yang menjauh satu sama lain.

Letakkan tangan kanan pada atas lutut kiri, & tangan kiri di lantai, pada belakang tubuh, lalu perlahan hembuskan napas sambil membawa ke 2 bahu Anda menghadap ke arah kiri. Tahan tiga-lima napas pada posisi memuntir tulang belakang ini, kemudian lakukan ke arah yg sebaliknya.

Gerakan twisting ini bisa menaruh pemahaman luar biasa tentang tubuh kita, mulai dari seberapa bertenaga otot-otot pada bagian torso, menginformasikan bentuk bahu yg tak jarang nir kita sadari membungkuk ke depan atau terlalu terbuka ke belakang, bahkan apakah kita sedang masuk angin atau tidak.

Tiga. Keseimbangan

Berdiri dengan kedua telapak kaki lurus menghadap ke depan, lalu letakkan telapak kaki kanan di bagian dalam paha kiri atau di betis (hindari meletakkannya di samping lutut). Pastikan panggul lurus menghadap ke depan dan tidak terangkat di satu sisi, begitu pula dengan kedua bahu. Kuatkan otot perut dengan cara menarik masuk pusar ke arah spine, pastikan tulang ekor tidak melenting ke luar dan punggung tidak melengkung baik ke arah depan (rounding) maupun belakang (arching). Satukan kedua telapak tangan di depan dada. Tahan 3-5 napas, lalu lakukan sisi sebaliknya.

Tree pose atau Vrksasana ini adalah salah satu pose keseimbangan yang sederhana. Melalui asana ini, kita dapat mengenal postur tubuh dan spine, kekuatan otot perut dan kaki, apakah kita cukup beristirahat di malam sebelumnya, dan bagaimana kualitas fokus serta konsentrasi kita.

4. Ambisi

Rentangkan kedua tangan lurus ke samping, lalu buka kedua telapak kaki selebar jarak antara kedua pergelangan tangan. Pastikan seluruh jari kaki menghadap lurus ke depan, lalu putar telapak kaki kanan 90 derajat ke arah kanan. Condongkan tubuh ke arah kanan semaksimal mungkin, seolah-olah ada yang menarik tangan kanan Anda. Perlahan-lahan, tanpa menekuk lutut kaki kanan, turunkan telapak tangan kanan Anda dan letakkan di paha/tulang kering/matras/lantai. Minta bantuan seseorang untuk memfoto Anda dari samping kanan atau kiri (bukan dari depan atau belakang). Lihat bentuk yang Anda hasilkan.

Dalam melakukan Trikonasana atau Triangle pose, seringkali orang berlomba-lomba untuk meletakkan telapak tangan di lantai sehingga mengorbankan integritas upper body. Akibatnya, bentuk yang tercipta adalah dada yang membungkuk, atau panggul yang menungging ke belakang.

Ada begitu banyak manfaat yg ?Tersembunyi? Pada kembali setiap asana yoga, bahkan poly pula misteri mengenai diri kita yg kadang baru sanggup kita ketahui waktu kita beryoga. Mudah-mudahan goresan pena singkat saya ini sanggup menambah motivasi untuk mencoba beryoga, ya. Tidak perlu malu, lantaran toh nir terdapat yang akan memberi skor. Yang perlu kita lakukan pada atas matras hanya bersikap jujur & mendapat diri kita sendiri apa adanya.

Keempat bentuk asana yoga yang saya paparkan di atas merupakan gerakan dasar yg kiranya mampu dipraktekkan pada rumah. Yang paling penting adalah berdasarkan setiap asana yg kita lakukan, dapat membantu kita merefleksikan atau melihat cerminan diri kita yg mungkin sebagian telah tersesat dalam rutinitas kita. Memeriksa pulang pilihan yang sudah kita ambil dalam hidup ini dalam setiap tarikan nafas yg kita lakukan melalui asana yoga tersebut. Dari proses tadi, mungkin kita mampu memfokuskan diri balik pada apa yg sesungguhnya kita cari, tetapi terdistraksi karena aneka macam rutinitas yang semakin poly.

Namast?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *